16/03/2026
K.H. Muhammad Hasyim Asy'ari (1871–1947) adalah ulama besar, pahlawan nasional, dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. Dijuluki Hadratussyaikh (Mahaguru), ia merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, yang mencetak banyak ulama nusantara dan gigih melawan penjajah melalui Resolusi Jihad.
NU Online Jawa Timur
NU Online Jawa Timur
+4
Profil dan Sosok Mbah Hasyim Asy'ari:
Lahir: 14 Februari 1871 di Tambakrejo, Jombang, Jawa Timur, dari pasangan K.H. Asy'ari dan Ny. Halimah.
Gelar: Hadratussyaikh (Mahaguru) dan Syaikhu al-Masyayikh (Gurunya para guru) karena keluasan ilmunya, terutama dalam bidang hadis, di mana ia hafal Kutub al-Sittah/At-Tis'ah.
Pendidikan: Belajar di berbagai pesantren di Jawa/Madura sebelum berguru ke Mekkah kepada ulama terkemuka seperti Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.
Pendiri Pesantren & NU: Mendirikan Pesantren Tebuireng pada 1899 yang menjadi pusat kajian tradisionalis. Ia mendirikan Nahdlatul Ulama pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926) sebagai wadah ulama tradisionalis.
Perjuangan & Pemikiran: Merumuskan resolusi jihad pada 22 Oktober 1945, yang menyatakan bahwa membela Tanah Air dari penjajah adalah fardlu 'ain (wajib bagi setiap individu), memicu pertempuran 10 November. Beliau dikenal toleran, ahli hadis, dan produktif menulis karya Arab, seperti Adab al-'Alim wa al-Muta'allim.
Wafat: Wafat pada 25 Juli 1947 (usia 76 tahun) dan dimakamkan di kompleks Pesantren Tebuireng, Jombang.
Mbah Hasyim adalah ayah dari KH. A. Wahid Hasyim (perumus Piagam Jakarta) dan kakek dari Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)