12/12/2025
Kontras Mencolok Rahmat Hidayat 'Aleh'
Skandal Konten Kreator Viral: 'Aleh' Rahmat Hidayat, Mantan Napi Kasus Ujaran Kebencian, Diduga Permalukan Karyawan Toko Murah
Publik dihebohkan oleh video kontroversial yang melibatkan konten kreator Rahmat Hidayat alias Aleh saat ia merekam kritik tajam terhadap pelayanan seorang gadis muda di sebuah toko serba murah. Emosi warganet memuncak, terlebih setelah terungkap bahwa Aleh adalah mantan narapidana yang pernah ditangkap Polres Pelabuhan Belawan pada tahun 2020 atas kasus ujaran kebencian.
Pelayanan Murah, Ekspektasi Mahal
Insiden bermula saat Aleh mengeluhkan pelayanan di toko yang menjual barang serba murah. Padahal, diketahui bahwa toko berkonsep demikian memiliki strategi bisnis yang berbeda:
Fokus Operasional: Karyawan dengan gaji terbatas lebih memfokuskan tenaga pada penyusunan dan pembongkaran barang, bukan melayani pembeli secara personal layaknya di butik mewah.
Lingkungan Belanja: Pembeli dibebaskan melihat-lihat, yang sering berujung pada barang-barang yang berantakan—tugas merapikan menjadi tanggung jawab karyawan.
Strategi Pemasaran: Konsep toko serba ada mendorong pembeli berkeliling mencari barang, yang bertujuan memicu pembelian tak terencana.
Banyak yang menilai, berharap pelayanan istimewa di toko serba murah adalah ekspektasi yang keliru. Toko-toko seperti ini bertahan dan bercabang banyak meskipun ulasan pelayanannya rendah, membuktikan konsep mereka berhasil tanpa harus mengistimewakan setiap pembeli.
Kebaikan yang Dipertanyakan
Di tengah kemarahan publik, muncul fakta bahwa video yang beredar telah diedit dan dipotong-potong. Lebih tragis lagi, gadis muda yang dipermalukan itu tidak dapat merekam kejadian secara utuh karena dilarang memegang ponsel selama jam kerja, sehingga ia tidak memiliki bukti pembelaan diri.
Hal ini menjadi sorotan utama karena Aleh selama ini dikenal lewat konten-konten tulus tentang berbuat baik. Warganet menilai tindakan mempermalukan gadis muda hanya karena pelayanan yang tidak sesuai ekspektasi adalah bentuk kemunafikan.
Kritik juga ditujukan kepada istri Aleh yang hadir saat kejadian. Jika benar-benar pasangan yang baik, seharusnya ia menengahi dan menyelesaikan masalah dengan damai, bukannya ikut terlibat dalam aksi yang meremehkan orang lain.
Kesimpulan pahit dari publik adalah bahwa pasangan ini diduga memperlakukan kebaikan secara tidak merata. Konten menolong yang selama ini dipublikasikan dianggap hanyalah tuntutan untuk konten semata, memperkuat dugaan bahwa kebaikan yang mereka tunjukkan tidak tulus dan hanya terjadi di depan kamera. Ini membuktikan bahwa di balik citra positif, mereka masih meremehkan orang-orang di luar lingkaran konten mereka.