Hadimurah curup

Hadimurah curup Belanja pakaian Harga grosir _Bisa COD
📍 no.114Pasar Tengah, Curup – Rejang Lebong
https://lynk.id/hadimurah
Follow Hadimurah – tiktok sama Instagram ❤

langit masih pucat ketika Pak Rahman mendorong gerobaknya keluar rumah. Roda besi berdecit pelan, seperti ikut mengeluh ...
13/12/2025

langit masih pucat ketika Pak Rahman mendorong gerobaknya keluar rumah. Roda besi berdecit pelan, seperti ikut mengeluh pada nasib hari itu. Di atas gerobak, dagangan tersusun rapi—ia menatanya dengan harapan sederhana: hari ini semoga laku.

Dari pagi sampai matahari tepat di atas kepala, Pak Rahman berdiri di pinggir jalan. Senyumnya tak pernah absen saat orang lewat, meski tak satu pun berhenti.
“Silakan, Bu… masih segar buahnya,” ucapnya berkali-kali.
Jawabannya selalu sama: senyum kecil, anggukan sopan, lalu langkah yang menjauh.

Siang berganti sore. Keringat mengalir, perutnya mulai perih menahan lapar. Dagangan masih utuh, seolah pagi tak pernah berlalu. Hatinya sempat lelah, tapi ia tetap bertahan. Mungkin sebentar lagi, pikirnya, meski harapan mulai menipis.

Saat senja turun, Pak Rahman akhirnya mendorong gerobak p**ang. Langkahnya lebih berat dari pagi tadi. Di rumah kecilnya, istrinya sudah menunggu di depan pintu. Wajahnya lelah, tapi matanya penuh doa.

“Dagangan habis, Pak?” tanya sang istri dengan senyum yang ia paksa tetap ada.
Pak Rahman menunduk, lalu menggeleng pelan.

Istrinya mendekat, memegang tangan suaminya yang kasar dan dingin.
“Tidak apa-apa,” katanya lembut. “Yang penting Bapak sudah berusaha seharian. Rezeki tidak pernah salah alamat, hanya saja hari ini belum sampai.”

Malam itu, mereka makan sederhana. Dagangan yang tak terjual justru menjadi lauk kebersamaan. Di balik lelah dan kecewa, ada satu hal yang tidak habis: harapan.

Untuk para pedagang di luar sana:
Hari sepi bukan tanda gagal. Ia hanya jeda agar kita belajar kuat. Selama langkah masih mau melangkah dan doa tak pernah putus, rezeki akan datang—tepat pada waktunya. Jangan menyerah, karena usaha yang jujur tak pernah sia-sia.

Selamat Malam, Selamat Beristirahat Pejuang Keluarga ❤Ya Allah… seperti Engkau menurunkan rahmat-Mu ke tanah, turunkan j...
09/12/2025

Selamat Malam, Selamat Beristirahat Pejuang Keluarga ❤

Ya Allah… seperti Engkau menurunkan rahmat-Mu ke tanah, turunkan juga ketenangan ke dalam hatiku.

Jangan lupa bantu Support

Selamat malam para pejuang keluarga.Hari ini mungkin melelahkan, tapi ingatlah…rezeki tidak selalu datang lewat uang—kad...
09/12/2025

Selamat malam para pejuang keluarga.
Hari ini mungkin melelahkan, tapi ingatlah…
rezeki tidak selalu datang lewat uang—
kadang lewat kesehatan, ketenangan, dan langkah yang terus kuat.

Tidurlah dengan hati yang yakin.
Besok Allah sudah siapkan rezeki baru
untuk hamba yang tidak berhenti berusaha.
Yang penting, jangan menyerah…
karena setiap usaha adalah doa yang sedang bekerja.

🤲 Semoga malam ini jadi tempat beristirahat,
dan besok jadi hari yang penuh peluang.
Rezeki itu pasti,
asal kita tetap ikhtiar, sabar, dan tawakal.





Allah menguji bukan untuk melemahkan… tapi untuk meninggikan hamba-Nya. Semoga hari esok menjadi sebab datangnya kebahag...
09/12/2025

Allah menguji bukan untuk melemahkan… tapi untuk meninggikan hamba-Nya. Semoga hari esok menjadi sebab datangnya kebahagiaan yang lebih banyak lagi

Amiiiin yrb

Sehat selalu para pejuang keluarga ❤Tugas kita berusaha, hasilnya urusan Allah_“Jika pintu rezeki belum terbuka, mungkin...
08/12/2025

Sehat selalu para pejuang keluarga ❤
Tugas kita berusaha, hasilnya urusan Allah
_
“Jika pintu rezeki belum terbuka, mungkin Allah sedang menguatkan pundakmu.
Jangan berhenti. Tetap ikhtiar, tetap tawakal.”

✨ Kemeja Lengan Panjang  Putih & HitamSudah saatnya tampil rapi tanpa ribet! Banyak yang belum tahu kalau kemeja warna p...
08/12/2025

✨ Kemeja Lengan Panjang Putih & Hitam
Sudah saatnya tampil rapi tanpa ribet! Banyak yang belum tahu kalau kemeja warna putih dan hitam adalah warna paling aman dan elegan untuk dipakai ke kerja, acara resmi, nongkrong, ataupun foto OOTD.
Inilah alasan kenapa banyak orang mulai beralih ke kemeja basic premium ini.

⭐ Kenapa Kemeja Ini Wajib Kamu Punya?
• Warna putih & hitam = gampang dipadukan
• Tampilan terlihat lebih bersih, rapi, dan dewasa
• Cocok untuk segala suasana

Banyak yang S**a?
• Bahannya adem dan jatuh rapi
• Tidak mudah kusut
• Nyaman dipakai seharian
• Jahitan rapi, terlihat premium
• Ready ukuran L, XL, XXL



Kemeja KOKO PREMIUM PUTIH – MOTIF ELEGAN Ukuran tersedia: M • L • XLPernah gak kepikiran…sebenarnya tampilan rapi itu ga...
07/12/2025

Kemeja KOKO PREMIUM PUTIH – MOTIF ELEGAN
Ukuran tersedia: M • L • XL

Pernah gak kepikiran…sebenarnya tampilan rapi itu gak harus ribet?

Kemeja koko putih ini cocok buat kamu yang:
• S**a gaya simple tapi tetap terlihat rapi
• Pengen tampil elegan di acara resmi maupun santai
• Mau baju yang adem, jatuhnya rapi, dan enak dipakai seharian

Kenapa banyak yang pilih ini?
– Warna putihnya tidak mudah kusam
– Motifnya premium & halus, bikin tetap sopan tapi stand-out
– Bahannya adem, cutting nyaman
– Ready M • L • XLtinggal pilih yang paling pas

📍 Toko Hadimurah
Jl. Merdeka No.114, Pasar Tengah – Curup
(Deretan Bank BCA & Toko BATA, Depan Aroma Bakery)




Kemeja koko itu memang paling enak buat dipakai harian…adem, rapi, dan fleksibel dipakai ke mana aja ✨Kadang pengen tamp...
06/12/2025

Kemeja koko itu memang paling enak buat dipakai harian…
adem, rapi, dan fleksibel dipakai ke mana aja ✨

Kadang pengen tampil sederhana tapi tetap sopan kan?
Nah, model koko ini pas banget buat yang s**a nyaman tanpa ribet.
Tinggal padukan sama celana favorit, langsung siap aktivitas seharian 😌

Adapun ukuran kemko ini terkhusus ukuran jumbo ya besti xl,xxl, ###l☺

Kamu lebih s**a yang potongan longgar atau fit rapi?

Meteran Listrik Berkedip Merah, Uang di Saku Nol Rupiah: Pertaruhan Terakhir Ayah Penjual Kopi."✨ Cahaya Lampu jalan yan...
05/12/2025

Meteran Listrik Berkedip Merah, Uang di Saku Nol Rupiah: Pertaruhan Terakhir Ayah Penjual Kopi."

✨ Cahaya Lampu jalan yang redup dan Harapan Seorang Ayah. Pak Hadi merapatkan jaket lusuhnya. Ia bukan sedang kedinginan, melainkan menahan getir di dada. Gerobak gorengan dan kopi miliknya, yang biasanya menjadi panggung pertunjukan rezeki, kini terasa seperti monumen kesunyian. Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Malam semakin larut, dan yang paling membuat hatinya bergetar adalah: hampir tidak ada satu pun rupiah yang masuk sejak petang.

💔 Garis Hidup yang Tipis
Pak Hadi menyentuh sakunya yang kosong. Bukan hanya sekadar mencari uang kembalian, sentuhan itu adalah pengecekan denyut kehidupan keluarganya. Ia tahu, di rumah sana, Bu Lastri sedang menatap KWh meteran listrik yang angkanya sudah berkedip-kedip, berteriak meminta diisi ulang. Anak-anaknya, Bima dan Siti, mungkin sedang belajar di bawah cahaya lilin darurat, karena token listrik sudah habis.
Besok pagi, mereka harus sekolah. Bukan sekadar buku dan seragam yang dipikirkan Pak Hadi, tetapi hitungan krusial yang menekan batinnya:
* Beras: Bisakah ia membeli beras hari ini agar perut kecil anak-anaknya tidak berbunyi saat pelajaran?
* Token Listrik: Bisakah ia mengisi setidaknya Rp20.000 agar anak-anaknya bisa tidur dengan lampu menyala, tanpa dihantui kegelapan?
* Ongkos Sekolah: Adakah sisa uang yang cukup untuk ongkos angkot Bima dan uang jajan Siti, agar mereka tidak perlu menunduk malu di hadapan teman-temannya?
Setiap gorengan yang tersisa di etalase, setiap tegukan kopi pahit yang ia minum untuk menghangatkan diri, terasa seperti pertaruhan besar antara keberlangsungan hidup dan rasa putus asa.
> 📢 Kepada siapa kami harus berkeluh kesah? Di luar sana, jutaan 'Pak Hadi' sedang berjuang menahan air mata, menjadikan senyum palsu sebagai tameng agar keluarga tak ikut cemas. Mereka bukan mengeluh sepi, tapi takut tak mampu memenuhi janji yang sudah diikrarkan: 'Ayah akan selalu memastikan kalian kenyang dan bisa sekolah.'

>
Saat Pak Hadi menutup mata, memanjatkan doa terakhirnya sebelum menyerah dan p**ang tanpa hasil, sebuah motor tua berhenti. Seorang pemuda yang wajahnya tampak lelah seperti dirinya, turun dan menghampiri gerobak.
"pak, saya mau kopi panas. Dan gorengan apa saja yang paling laris, saya borong semua. Saya mau bagi-bagi ke teman-teman di pos ronda," ujar pemuda itu sambil mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dari dompetnya.

Air mata Pak Hadi luruh seketika. Bukan karena nilai uangnya, tetapi karena waktu kedatangannya. Uang itu, tepat sekali, cukup untuk membeli beras, mengisi token listrik, dan memberi ongkos sekolah untuk kedua anaknya.
Saat pemuda itu berlalu, Pak Hadi menatap langit malam. Dalam hatinya, ia berbisik penuh haru, "Terima kasih, Ya Allah. Hari ini, Engkau kembali menyelamatkan kehormatan seorang ayah di depan keluarganya." Malam itu, ia p**ang bukan membawa kekayaan, tetapi membawa yang jauh lebih berharga: kemenangan harapan dan martabat seorang ayah.

Kepada yang pernah merasakan beban ini, kepada 'Pak Hadi' di mana pun Anda berada:
> Anda adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Ingatlah, perjuangan Anda hari ini—keringat, air mata, dan rasa malu yang Anda lawan—adalah fondasi kesuksesan anak-anak Anda di masa depan.
> Jangan pernah lelah berdoa dan berusaha. Rezeki tidak akan salah alamat. Mungkin jalannya berliku, mungkin datangnya di menit-menit terakhir, tetapi itu adalah bukti bahwa Tuhan tahu Anda adalah pejuang yang kuat.
> Angkat dagu Anda! Hari ini Anda berjualan kopi dan gorengan, tapi Anda sedang mendidik anak-anak menjadi sarjana. Teruslah tegar, karena senyum tulus keluargamu adalah sumber energi yang tak akan pernah habis. Anda adalah tiang rumah yang tak boleh roboh!

❤❤❤

Musim hujan datang, dan biasanya nyamuk mulai membentuk pas**an kecilnya sendiri.Tapi tenang… kelambu ini juga punya pas...
05/12/2025

Musim hujan datang, dan biasanya nyamuk mulai membentuk pas**an kecilnya sendiri.
Tapi tenang… kelambu ini juga punya pas**an manfaat yang siap menjaga kenyamanan tidurmu setiap malam 🍃✨

Mulai dari melindungi kamu dari nyamuk yang makin aktif saat cuaca lembap, menjaga area tidur tetap bersih, sampai bikin suasana kamar terasa lebih cozy dan hangat saat hujan turun.
Kelambu ini bukan cuma pelindung, tapi juga jadi sentuhan lembut yang bikin istirahatmu lebih damai dan rapi.

Yang paling bikin senang, semua kenyamanan itu bisa kamu dapatkan hanya dengan 35 ribu saja… sederhana tapi fungsinya besar.

“Mukena yang Menjadi Saksi Kepergian”Di tengah deru alat berat, bau lumpur, dan langit yang seakan ikut menangis, seoran...
04/12/2025

“Mukena yang Menjadi Saksi Kepergian”

Di tengah deru alat berat, bau lumpur, dan langit yang seakan ikut menangis, seorang anak berdiri dengan dada yang sesak menahan harap. Empat hari lamanya ia tidak p**ang, tidak beristirahat, tidak berhenti memanggil nama yang paling ia cintai di dunia ini.

Empat hari ibunya tertimbun…
dan empat hari itu p**a ia hidup dari sisa-sisa doa, bukan dari tenaga.

Ia menyewa alat berat dengan uang yang bahkan bukan miliknya sepenuhnya—uang yang harusnya untuk makan, untuk hidup, untuk masa depan. Tapi baginya, semua itu tidak penting.
Karena cinta kepada ibu… tidak pernah mengenal kata “nanti”.

Ketika gundukan tanah itu akhirnya terbuka, dan tubuh sang ibu diangkat perlahan… dunia seperti berhenti.

Jasad itu masih terbungkus mukena.
Putih, sederhana, namun memancarkan keindahan yang tidak dapat dijelaskan oleh kata mana pun.
Seakan Allah ingin menunjukkan kepada anak itu bahwa ibunya pergi dengan cara paling mulia—dalam pakaian ibadah yang menjadi saksi sujud, doa, dan air mata selama hidupnya.

Anak itu memeluk ibunya dengan tangan yang gemetar hebat.
Bukan hanya karena kehilangan…
tetapi karena ia sedang menyaksikan kehormatan yang jarang diberikan kepada manusia mana pun:
seorang ibu yang kembali kepada Rabb-nya dalam keadaan ibadah.

Di tengah isak yang tak tertahankan, hatinya justru bergetar oleh kebanggaan.
Bukan bangga karena ia kuat…
tetapi bangga karena Allah memuliakan wanita yang melahirkannya dengan cara seindah itu.

Di balik setiap air mata yang jatuh ke tanah, masih ada doa yang naik ke langit.
Doa yang tidak putus, tidak gugur, dan tidak akan pernah lelah mengikuti langkah sang ibu menuju keabadian.

Semoga Allah mengangkat derajat almarhumah setinggi-tingginya,
menerangi kuburnya dengan cahaya yang tak pernah padam,
serta menguatkan sang anak yang telah membuktikan arti cinta tanpa syarat—
cinta yang tidak berhenti bahkan saat maut memisahkan.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin. 🤲💔

Seorang bapak merekam dirinya dengan tangan yang bergetar pelan.Di balik matanya yang sayu, tampak letih yang tidak data...
02/12/2025

Seorang bapak merekam dirinya dengan tangan yang bergetar pelan.
Di balik matanya yang sayu, tampak letih yang tidak datang dari pekerjaan…
melainkan letih karena hidup sedang menekannya terlalu kuat.

Di genggamannya hanya ada tiga bungkus mie instan—
tiga benda sederhana yang hari itu terasa seperti keputusan paling berat dalam hidupnya.
Sesuatu yang membuatnya harus meminta maaf, bukan kepada satu orang,
tapi seakan kepada seluruh dunia.

Dengan suara parau, ia berbisik:

*"Saya tidak ada niat begitu… saya cuma terpaksa.
Tidak ada makanan lagi di rumah… tidak ada uang…
dan tidak ada bantuan yang datang."

Kalimat itu runtuh perlahan dari bibirnya,
seperti seseorang yang sudah terlalu lama berusaha kuat
namun akhirnya kalah oleh keadaan.

Sementara banyak orang berlari, berebut, dan menjarah tanpa pikir panjang,
ia justru merasa bersalah hanya karena mengambil tiga bungkus mie,
sebotol air mineral, dan sedikit snack untuk anaknya.
Di tengah kekacauan, ia masih memilih memegang kejujuran.
Ia masih memikirkan bagaimana caranya membayar kembali,
seakan barang-barang kecil itu adalah hutang besar
yang terus menusuk hatinya.

Yang menyayat bukanlah nilai barangnya…
melainkan besarnya beban yang ia tanggung sebagai kepala keluarga.

Ia tidak menyalahkan cuaca.
Tidak menyalahkan keadaan.
Tidak menyalahkan siapa pun.

Ia hanya menunduk, memohon maaf, dan berjanji pada dirinya sendiri:

"Kalau saya sudah punya rezeki…
saya pasti kembali ke toko itu untuk bayar semuanya."*

Sederhana. Jujur. Lurus dari hati.

Di saat sebagian orang kehilangan kemanusiaannya karena panik,
ada seorang ayah yang justru mempertahankan nuraninya—
meski ia sendiri sedang kelaparan.
Dan mungkin…
dialah contoh bahwa kemiskinan bisa merampas banyak hal,
tapi tidak akan pernah mampu merampas kehormatan dari hati yang tetap memilih jujur.

Address

Jalan Merdeka 114 Toko Hadimurah Kel. Pasar Tengah Kecamatan Curup
Curup
39116

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Telephone

+6285163064712

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hadimurah curup posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Hadimurah curup:

Share