citilocus Everything about urban study, planning, design, and data in Indonesia

09/08/2026

KENAPA BIOSKOP SELALU DI LANTAI PALING ATAS MALL? 🎬

Ternyata bukan cuma supaya Anda melewati lebih banyak toko.

Ada kombinasi strategi arsitektur, bisnis, dan tenancy mix di baliknya.

Setelah tahu alasannya, coba perhatikan mall yang sering Anda kunjungi.

Menurut Anda, tenant apa lagi yang sengaja ditempatkan di lokasi tertentu? 👇

07/08/2026

⚠️ Lokasi strategis bukan jaminan properti Anda mudah dijual atau terus naik harganya.

Banyak orang membeli properti hanya karena percaya mitos "lokasi premium pasti untung". Padahal, pasar properti terus berubah. Tanpa memahami biaya kepemilikan, kesesuaian produk dengan kebutuhan pasar, dan fase siklus kawasan, aset premium pun bisa kehilangan likuiditas.

3 alasan utama mengapa rumah di lokasi premium justru bisa menjadi sulit dijual:
• Hidden Holding Cost yang menggerus keuntungan.
• Product-Market Mismatch yang membuat pembeli semakin sedikit.
• Harga yang sudah terlalu tinggi sejak awal karena efek hype pembangunan.

Kalau Anda ingin berinvestasi properti, jangan hanya menilai lokasi. Pahami juga bagaimana pasar bergerak, siapa pembelinya, dan apakah aset tersebut masih punya ruang untuk bertumbuh.

💬 Menurut Anda, kawasan mana yang mulai menunjukkan gejala seperti ini? Tulis di kolom komentar.





24/07/2026

🚨 BELI RUMAH SEKARANG BELUM TENTU MEMBUATMU LEBIH KAYA. Bahkan, dalam kondisi tertentu justru bisa memperlambat kebebasan finansialmu.

Kalimat ini mungkin terdengar kontroversial. Tapi sebelum tidak setuju, lihat dulu angkanya.

Di tahun 2026, harga rumah terus naik lebih cepat dibanding kenaikan pendapatan sebagian besar pekerja. Akibatnya muncul affordability gap—jurang antara cicilan rumah yang ideal dengan cicilan yang benar-benar harus dibayar.

Masalahnya bukan karena anak muda malas bekerja atau tidak pandai mengatur uang. Masalahnya adalah matematika properti telah berubah.

Memaksakan KPR yang menghabiskan lebih dari 30% penghasilan bukan hanya mengurangi ruang bernapas setiap bulan, tetapi juga bisa mengorbankan:
• Likuiditas keuangan
• Fleksibilitas karier
• Kesempatan membangun aset lain
• Kemampuan menghadapi kondisi ekonomi yang tidak pasti

Itulah mengapa semakin banyak investor muda mulai mempertimbangkan strategi yang berbeda.

Alih-alih membeli rumah untuk langsung ditinggali, mereka memisahkan antara tempat tinggal dan aset investasi. Hunian dipilih berdasarkan efisiensi hidup, sementara properti dibeli berdasarkan potensi menghasilkan cash flow dan pertumbuhan nilai.

Apakah strategi ini cocok untuk semua orang?

Belum tentu.

Tetapi memahami cara berpikirnya bisa membantumu mengambil keputusan finansial yang lebih rasional daripada sekadar mengikuti tekanan sosial atau gengsi kepemilikan rumah.

Di video ini membahas:
✅ Mengapa affordability gap semakin besar
✅ Simulasi angka cicilan rumah tahun 2026
✅ Kenapa sebagian investor memilih strategi reinvesting
✅ Bagaimana menjaga likuiditas tanpa kehilangan peluang memiliki aset properti

💬 Sekarang saya ingin mendengar pendapatmu.





ERA KIAMAT TRADE CENTER: Mengapa Mal Strata-Title kian sepi layaknya kuburan dibanding dekade awal 2000-an?Apakah ini se...
15/06/2026

ERA KIAMAT TRADE CENTER: Mengapa Mal Strata-Title kian sepi layaknya kuburan dibanding dekade awal 2000-an?

Apakah ini sekadar efek sisa pandemi? Ternyata tidak. Atau karena sekarang banyak beralih ke e-commerce? Atau karena konsepnya yang memang perlu diubah secara radikal?

Mari bedah fakta...

Menurut kalian, apa nasib Mal Strata-Title ke depannya?

13/06/2026

Masih percaya mitos 'Lokasi, Lokasi, Lokasi' itu segalanya? 🛑 Pikirkan lagi kalau Return Investment Anda mau maksimal.

Nyatanya, yang semakin sering terjadi: properti di lokasi Tier 1 yang harganya selangit malah sepi peminat 🤯

Kuncinya bukan cuma lokasi, tapi di pemahaman terkait market yang ada sehingga membentuk product yang sesuai.

Menurut Anda mana yang lebih sulit dicapai saat ini: Prime Location atau Prime Product yang Market-Fit? Tulis di kolom komentar! 👇

09/06/2026

Jika developer memiliki uang triliunan...
Kenapa mereka tidak langsung membangun seluruh kota sekaligus?

Karena tantangan terbesar bukan membangun.
Tantangan terbesar adalah memastikan kota itu hidup.

Setiap fase pembangunan harus:
• terjual
• berfungsi
• menciptakan permintaan baru
Sebelum fase berikutnya dimulai.

Itulah mengapa township besar membutuhkan waktu puluhan tahun untuk matang.
Kota tidak dibangun sekaligus. Kota ditumbuhkan.

Menurut Anda, fasilitas apa yang paling penting hadir lebih dulu dalam kota baru?





05/06/2026

Tidak ada developer yang ingin kawasannya macet total.
Tetapi ada alasan mengapa banyak developer justru memperhatikan traffic dengan sangat serius.

Karena dalam dunia properti:
Traffic = Aktivitas = Peluang bisnis = Nilai kawasan.

Itulah mengapa tenant besar, ruko premium, hingga pusat komersial sering mencari lokasi yang ramai kendaraan.

Pertanyaannya:

Menurut Anda, kapan sebuah kawasan dianggap terlalu macet? Dan kapan justru dianggap hidup?

Tulis pendapat Anda di komentar.





Address

Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when citilocus posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category