02/08/2026
DI TENGAH DUNIA YANG GILA HORMAT DAN POPULARITAS, BELIAU MEMILIH MENJAGA JARAK AGAR TETAP WARAS
Kudus punya ulama yang bikin gempar media nasional. Mbah Riyan Al-Mastur. Begitulah namanya dikenal warga. Dulu temannya sering memanggilnya Supri.
Kerja sehari-hari jadi tukang bangunan. Penampilan sehari-hari selayaknya kuli bangunan. Namun ia terkenal di dunia internasional sebagai Muhaqqiq.
Ulama yg melakukan penyuntingan terhadap kitab-kitab agama agar isinya kembali mendekati naskah asli.
Muhaqqiq ini membandingkan salinan kitab, mencari bagian yang salah tulis, ngecek sumber kutipan, lalu kasih catatan agar yang baca bisa memahami kitab dengan benar.
Ini kerja intelektual berat, karena muhaqqiq itu seorang editor, peneliti dan sekaligus filolog.
Plus harus 100% mampu menguasai bahasa Arab, ilmu dari kitab yang ditahqiq.
Ia sudah menghasilkan banyak kitab, jadi rujukan lintas negara. Dilakoninya di sela-sela rutinitas sbg kuli bangunan.
Sementara melalui kitab-kitab digarapnya, namanya dikenal sebagai Ibnu Harjo Al-Jawi.
Ia meneliti kitab-kitab klasik yang rumit, mengoreksinya, hingga menelusuri jejak kitab-kitab tua.
Alhasil, dedikasinya dan hasil kerjanya mendunia.
Dan beliau melakukan itu sambil nyambi jadi kuli bangunan di siang hari? Wah keren parah sih beliau.
Terkini, beliau dapat penghargaan MUI Award 2026. Namun ia memilih tidak datang.
Agaknya karena ia tak ingin sanjungan atasnya membuatnya tak lagi membumi.