29/07/2026
Ada satu prinsip yang Al-Qur'an ajarkan agar hubungan tetap bertahan. Justru inilah yang paling sering dilupakan. Kita mengira rumah tangga bertahan karena cinta. Padahal, Al-Qur'an tidak memulainya dengan cinta.
Allah lebih dulu berkata,
"...agar kalian mendapatkan sakinah."
Mengapa bukan mawaddah terlebih dahulu?
Karena cinta yang belum tenang, akan mudah berubah menjadi cemburu.
Menjadi ego. Menjadi pertengkaran.
Itulah sebabnya, tujuan pertama pernikahan bukan mencari orang yang paling membuat jantung berdebar. Tetapi mencari hubungan yang membuat hati merasa p**ang.
Barulah setelah itu, Allah menyebut mawaddah. Sebab cinta bukan hanya perasaan. Ia adalah sikap. Ia adalah pilihan untuk tetap lembut, meski sedang kecewa. Tetap menghormati, meski sedang berbeda.
Lalu Allah menutupnya dengan rahmah.
Saat cinta tidak lagi sibuk bertanya,
"Apa yang aku terima?"
Tetapi mulai bertanya,
"Apa yang bisa aku berikan?"
Itulah mengapa Allah tidak menyusun ayat ini secara acak. Namun dimulai dari sakinah, lalu mawaddah, dan kemudian rahmah.
Karena hubungan yang ingin bertahan,
tidak dibangun dengan rasa yang besar.
Melainkan dengan hati yang tenang,
akhlak yang baik, dan kasih sayang yang terus bertumbuh.🤍🤍