Pena Aswaja

Pena Aswaja jika kalian di jalan para pendahulu kalian yang Sholeh,maka kalian akan selamat..
(2)

Punya keluarga sudah meninggal ?Pilihlah 4 menu bacaan berikut ini dan kirimkan pahalanya kepada keluarga anda yang tela...
06/06/2026

Punya keluarga sudah meninggal ?
Pilihlah 4 menu bacaan berikut ini dan kirimkan pahalanya kepada keluarga anda yang telah meninggal sebagai fidyah/tebusan dosa dr api neraka(adzab) :

1. Tahlil (لااله الاالله) 70.000 kali
2. Basmalah 1000 kali
3. Sholawat Nabi 1000 kali
4. Surat Ikhlas 100.000 kali

Bacaan di atas bisa saja untuk menebus dosa si pembaca atau untuk orang lain baik mati maupun masih hidup.
Bisa dibaca berkelompok dan boleh yang membacanya di bayar agar semangat.

Keterangan dinukil dalam kitab

مجلى الأسرار والحقائق فيما يتعلق بالصلاة على خير الخلائق صلى الله عليه وسلم تأليف مولاي احمد بن المأمون البلغيني المتوفى ١٣٤٨ هجرية

Halaman 16 cetakan Darul kutub Al 'lmiyah

Asmaul husna 99 dan doa nyaRasulullah pernah menyebut secara eksplisit bahwa Allah memiliki 99 nama indah atau lebih dik...
06/06/2026

Asmaul husna 99 dan doa nya

Rasulullah pernah menyebut secara eksplisit bahwa Allah memiliki 99 nama indah atau lebih dikenal sebagai Asmaul Husna (pelafalan yang lebih tepat sejatinya adalah al-asmâ’ al-ḫusnâ). Sabda Nabi tersebut terekam dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim.

Asmaul Husna memiliki keistimewaan-keistimewaan, salah satunya sebagai doa. Dalam surat al-A'raf ayat 180 disebutkan,

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا، وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ، سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya, “Allah memiliki Asmaul Husna maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna (nama-nama terbaik) itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan” (QS. Al-Araf : 180).


Dengan Asmaul Husna Karena itu tidak heran bila lafal doa yang kita jumpai nyaris selalu menyertakan satu atau lebih nama Allah yang terdapat dalam 99 Asmaul Husna, seperti Yâ Raḫmân, Yâ Karîm, Yâ Razzâq, Yâ Fattâḫ, dan lain sebagainya.

Bahkan sebagian ulama secara khusus menyusun doa yang mereka beri nama Du‘â al-Asmâ al-Ḫusna (Doa Asmaul Husna). Sebagian lagi menyusun nadham atau syair yang berisi seluruh nama-nama agung itu. Baik doa maupun nadham, susunan redaksinya bisa berbeda-beda, mengikuti ijtihad para ulama dalam merangkai untaian pujian dan doa.

Wirid Asmaul Husna juga menjadi wirid atau amalan rutin para ulama sejak zaman dulu karena keutamaan dan rahasia di dalamnya.

Asmaul Husna diyakini sebagai media (tawasul) paling manjur dalam membuka berbagai pintu kebahagiaan secara lahir maupun batin.

Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki al-Hasani dalam kitab Abwabul F***j (1971: 132) menyebut, sebagian ulama salaf tiap bakda shalat Maghrib memiliki rutinitas bersama teman-temannya membaca surat Yasin, dilanjut melantunkan Asmaul Husna, doa Asmaul Husna, lalu memohon sesuatu kepada Allah.

Ulama besar tasawuf Al-Azhar kelahiran Sudan, Syekh Shalih al-Ja'fari bercerita bahwa melantunkan Asmaul Husna merupakan salah satu wirid tarekat guru beliau.

Alam raya dan seisinya diyakini sebagai manifestasi nama-nama Allah. Sehingga, siapa saja yang memanjatkan doa dengan Asmaul Husna, ia tak ubahnya sedang menarik seluruh kebaikan datang kepadanya, dan membentengi dirinya dari berbagai ancaman keburukan. Ketika seseorang, misalnya, melantunkan Yâ Raḫmân (wahai Yang Maha Penyayang) maka sesungguhnya ia sedang memohon limpahan kasih sayang atau rahmat dari Allah;

saat membaca Yâ Lathîf (wahai Yang Mahalembut) maka sejatinya ia sedang memohon kelembutan; kala membaca Yâ Ghafûr (wahai Yang Maha Pengampun) maka sama halnya ia tengah meminta ampunan; ketika melantunkan Yâ Razzâq (wahai Yang Maha Pemberi rezeki) maka tak ubahnya ia sedang menarik rezeki datang menghampirinya, dan begitu seterusnya
(Sayyid Muhammad al-Maliki, Abwabul F***j, 1971: 132).

Tabel 99 Asmaul Husna No Asmaul Husna (Latin)

1 Ar-Rahmânu الرَّحْمـٰنُ Yang Maha Pengasih
2 Ar-Raḫîmu الرَّحِيْمُ Yang Maha Penyayang
3 Al-Maliku الْمَلِكُ Yang Maha Merajai/Memerintah
4 Al-Quddûsu الْقُدُّوْسُ Yang Mahasuci
5 As-Salâmu السَّلاَمُ Yang Maha Memberi Kesejahteraan
6 Al-Mu’minu الْمُؤْمِنُ Yang Maha Memberi Keamanan
7 Al-Muhaiminu الْمُهَيْمِنُ Yang Maha Pemelihara
8 Al-`Azizu الْعَزِيْزُ Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
9 Al-Jabbâru الْجَبَّارُ Yang Maha Perkasa
10 Al-Mutakabbiru الْمُتَكَبِّرُ Yang Maha Megah
11 Al-Khâliqu الْخَالِقُ Yang Maha Pencipta
12 Al-Bâri’u الْبَارِئُ Yang Maha Melepaskan
13 Al-Mushawwiru الْمُصَوِّرُ Yang Maha Membentuk Rupa (makhluknya)
14 Al-Ghaffaru الْغَفَّارُ Yang Maha Pengampun
15 Al-Qahhâru الْقَهَّارُ Yang Maha Memaksa
16 Al-Wahhâbu الْوَهَّابُ Yang Maha Pemberi Karunia
17 Ar-Razzâqu الرَّزَّاقُ Yang Maha Pemberi Rezeki
18 Al-Fattâhu الْفَتَّاحُ Yang Maha Pembuka Rahmat
19 Al-`Alîmu الْعَلِيْمُ Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
20 Al-Qâbidlu الْقَابِضُ Yang Maha Menyempitkan (makhluknya)
21 Al-Bâsithu الْبَاسِطُ Yang Maha Melapangkan (makhluknya)
22 Al-Khâfidlu الْخَافِضُ Yang Maha Merendahkan (makhluknya)
23 Ar-Râfi`u الرَّافِعُ Yang Maha Meninggikan (makhluknya)
24 Al-Mu`izzu الْمُعِزُّ Yang Maha Memuliakan (makhluknya)
25 Al-Mudzillu الْمُذِلُّ Yang Maha Menghinakan (makhluknya)
26 As-Samî`u السَّمِيْعُ Yang Maha Mendengar
27 Al-Bashîru الْبَصِيْرُ Yang Maha Melihat
28 Al-Ḫakamu الْحَكَمُ Yang Maha Menetapkan
29 Al-`Adlu الْعَدْلُ Yang Mahaadil
30 Al-Lathîfu اللَّطِيْفُ Yang Mahalembut
31 Al-Khabîru الْخَبِيْرُ Yang Maha Mengetahui Rahasia 32 Al-Ḫalîmu الْحَلِيْمُ Yang Maha Penyantun
33 Al-`Adhîmu الْعَظِيْمُ Yang Mahaagung
34 Al-Ghafûru الْغَفُوْرُ Yang Maha Pengampun
35 Asy-Syakûru الشَّكُوْرُ Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai)
36 Al-`Aliyyu العَلِيُّ Yang Maha Tinggi
37 Al-Kabîru الْكَبِيْرُ Yang Maha Besar
38 Al-Ḫafîdhu الْحَفِيْظُ Yang Maha Menjaga
39 Al-Muqîtu الْمُقِيْتُ Yang Maha Pemberi Kecukupan 40 Al-Ḫasîbu الْحَسِيْبُ Yang Maha Membuat Perhitungan
41 Al-Jalîlu الْجَلِيْلُ Yang Mahamulia
42 Al-Karîmu الْكَرِيْمُ Yang Maha Pemurah
43 Ar-Raqîbu الرَّقِيْبُ Yang Maha Mengawasi
44 Al-Mujîbu الْمُجِيْبُ Yang Maha Mengabulkan
45 Al-Wâsi`u الْوَاسِعُ Yang Maha Luas
46 Al-Ḫakîmu الْحَكِيْمُ Yang Maha Maka Bijaksana
47 Al-Wadûdu الْوَدُوْدُ Yang Maha Pencinta
48 Al-Majîdu الْمَجِيْدُ Yang Maha Mulia
49 Al-Bâ`itsu الْبَاعِثُ Yang Maha Membangkitkan
50 Asy-Syahîdu الشَّهِيْدُ Yang Maha Menyaksikan
51 Al-Ḫaqqu الْحَقُّ Yang Mahabenar
52 Al-Wakîlu الْوَكِيْلُ Yang Maha Memelihara
53 Al-Qawiyyu الْقَوِيُّ Yang Mahakuat
54 Al-Matînu الْمَتِيْنُ Yang Mahakokoh
55 Al-Waliyyu الْوَلِيُّ Yang Maha Melindungi
56 Al-Ḫamîdu الْحَمِيْدُ Yang Maha Terpuji
57 Al-Muḫshî الْمُحْصِيْ Yang Maha Mengalkulasi
58 Al-Mubdi’u الْمُبْدِئُ Yang Maha Memulai
59 Al-Mu`idu الْمُعِيْدُ Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
60 Al-Muḫyi الْمُحْيِ Yang Maha Menghidupkan
61 Al-Mumîtu الْمُمِيْتُ Yang Maha Mematikan
62 Al-Ḫayyu الْحَيُّ Yang Mahahidup
63 Al-Qayyûmu الْقَيُّوْمُ Yang Mahamandiri
64 Al-Wâjidu الْوَاجِدُ Yang Maha Penemu
65 Al-Mâjidu الْمَاجِدُ Yang Mahamulia
66 Al-Wâḫidu الْوَاحِدُ Yang Maha Tunggal
67 Al-Aḫadu الْأَحَدُ Yang Maha Esa
68 Ash-Shamadu الصَّمَدُ Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
69 Al-Qâdiru الْقَادِرُ Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70 Al-Muqtadiru الْمُقْتَدِرُ Yang Maha Berkuasa
71 Al-Muqaddimu الْمُقَدِّمُ Yang Maha Mendahulukan
72 Al-Muakhiru الْمُؤَخِّرُ Yang Maha Mengakhirkan
73 Al-Awwalu الْاَوَّلُ Yang Mahaawal
74 Al-Âkhiru الْآخِرُ Yang Mahaakhir
75 Adh-Dhâhiru الظَّاهِرُ Yang Mahanyata
76 Al-Bâthinu الْبَاطِنُ Yang Maha Ghaib
77 Al-Wâlî الْوَالِي Yang Maha Memerintah
78 Al-Muta`âli الْمُتَعَالِي Yang Maha Tinggi
79 Al-Barru الْبَرُّ Yang Maha Penderma
80 At-Tawwabu التَّوَّابُ Yang Maha Penerima Tobat
81 Al-Muntaqimu الْمُنْتَقِمُ Yang Maha Penuntut Balas
82 Al-`Afuwwu الْعَفُوُّ Yang Maha Pemaaf
83 Ar-Ra’ûfu الرَّؤُوْفُ Yang Maha Pengasih
84 Mâlikul-mulki مَالِكُ الْمُلْكِ Yang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
85 Dzul-Jalâli wal-Ikram ذُوْ الْجَلَالِ وَالْاِكْرَامِ Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86 Al-Muqsithu الْمُقْسِطُ Yang Mahaadil
87 Al-Jâmi`u الْجَامِعُ Yang Maha Mengumpulkan
88 Al-Ghaniyyu الْغَنِيُّ Yang Maha Berkecukupan
89 Al-Mughnî الْمُغْنِيْ Yang Maha Memberi Kekayaan
90 Al-Mâni`u الْمَانِعُ Yang Maha Mencegah
91 Adl-Dlâru الضَّارُ Yang Maha Memberi Derita
92 An-Nâfi`u النَّافِعُ Yang Maha Memberi Manfaat
93 An-Nûru النُّوْرُ Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
94 Al-Hâdî الْهَادِيْ Yang Maha Pemberi Petunjuk
95 Al-Badî`u الْبَدِيْعُ Yang Maha Pencipta
96 Al-Bâqî الْبَاقِيْ Yang Mahakekal
97 Al-Wâritsu الْوَارِثُ Yang Maha Pewaris
98 Ar-Rasyîdu الرَّشِيْدُ Yang Mahapandai
99 Ash-Shabûru الصَّبُوْرُ Yang Mahasabar

Demikian daftar 99 nama indah Allah atau Asmaul Husna. Jumlah Asmaul Husna Sebenarnya terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait jumlah nama-nama Allah. Sebagian mengatakan bahwa nama Allah pada dasarnya tidak terbatas pada angka tertentu. Ada p**a yang berpendapat, bahwa jumlah nama itu terbatas di angka tertentu (100, 1000, 99, dan lainnya) meskipun sebagian nama-nama-Nya tidak diketahui manusia secara keseluruhan. Pendapat bahwa Asmaul Husna berjumlah 99 adalah paling populer dengan berpatokan pada hadits di atas.

Wallahu a'lam.semoga bermanfaat,

TUTUP PINTU DAN BEJANA DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAHDari Sahabat Jabir bin Abdillah bin Haram al-Anshari radhiyallahu ‘anhu...
05/06/2026

TUTUP PINTU DAN BEJANA DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH

Dari Sahabat Jabir bin Abdillah bin Haram al-Anshari radhiyallahu ‘anhu ( 607 - 697 M, Madinah) beliau berkata: Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا كَانَ جُنْحَ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَـيْـتُم، فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإِنَّ الشَّـيْطَانَ يَـنْـتَـشِرُ حِـيْـنَـئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَخَلُّوْهُمْ، وَأَغْلِقُوْا الأَبْوَابَ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، فَإِنَّ الشَّـيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَاباً مُغْلَقاً، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، وَخَمِّرُوا آنِـيَتَكُمْ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، وَلَوْ أَنْ تَعْرِضُوا عَلَيْهَا شَـيْئاً، وَأَطْفِـئُوا مَصَابِـيْحَكُمْ.

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tutuplah pintu2, dan sebutlah nama Allah (ketika menutupnya), karena setan tidak akan membuka pintu yg sudah terkunci dgn menyebut nama Allah. Tutup jugalah tempat air minum (qirab dalam bahasa Arab adalah tempat menyimpan air minum yg terbuat dari kuit binatang) dan bejana2 kalian (untuk masa sekarang seperti lemari, bupet, kulkas dan lainnya) sambil menyebut nama Allah, meskipun kalian hanya menyimpan sesuatu di dalamnya dan (ketika hendak tidur), matikanlah lampu2 kalian” (HR. Imam Muslim rahimahullah atau Al-Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi, wafat 5 Mei 875 M, Naisabur, Iran)

Imam ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah atau Abu Umar Yusuf bin Abdullah bin Muhammad bin Abdil Bar bin Ashim An-Namari Al-Qurtubi (29 November 978 - 2 Desember 1071 M Spanyol)
mengatakan dalam kitabnya Al Istidzkar, Al Jaami' Li Madzaahibi Fuqahail Amshar wa Ulamail Aqthar Fiima Tadhommanahu Al Muwatha, 8/363 :

“Di dalam hadits ini terdapat perintah untuk menutup pintu2 rumah pada waktu malam hari, dan hal ini merupakan suatu sunnah yg diperintahkan sbg bentuk kebaikan bagi manusia dalam melawan setan dari jenis jin dan manusia. Adapun sabda beliau, ‘Karena setan tidak dapat membuka pintu yg tertutup dan mengurai ikatan tali’ merupakan sebuah pemberitahuan dan pemberitaan dari beliau akan nikmat Allah ‘azza wa jalla untuk hamba2Nya dari golongan manusia dengan tidak diberikannya bangsa jin kemampuan membuka pintu, mengurai ikatan, dan menyingkap tutup bejana, hal-hal ini telah diharamkan bagi mereka. Di sisi lain, bangsa jin diberi kemampuan lebih dibanding manusia berupa kemampuan tidak terlihat oleh manusia dan kemampuan untuk merasuki manusia, sedangkan manusia tidak dapat merasuki.”

Imam al-Qurthubi rahimahullah atau Abu 'Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakr Al-Anshari al-Qurthubi (1214 Spanyol - 29 April 1273 M, Mesir), berpendapat hukumnya sunnah saja, karena perintah menutup bejana ini terkait dgn mashlahat duniawi. Seperti halnya perintah Allah dalam firman-Nya: “Dan persaksikanlah apabila kamu berjual-beli – QS. Al-Baqarah: 282”. Sehingga perintah menutup bejana ini bukan dimaksudkan sbg perintah wajib, tujuannya hanyalah bersifat sunnah saja. (Kitab Ahkamul Adwiyah hal. 51).

Namun, apapun hukumnya, perintah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hal menutup bejana ini (wadah air dan makanan) mempunyai banyak sekali faedah dan hikmah yg terkandung didalamnya.

Al-Imam al-Allamah Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf an-Nawawi ad-Dimasyqi Asy-Syafii atau Imam Nawawi rahimahullah (1233 - 10 Desember 1277 M, Nawa, Suriah)
dalam kitab Syarah an-Nawawi ‘Ala Shahih Muslim menyimpulkan sebagai berikut:

1. Terjaganya seorang muslim dari setan, karena setan tidak bisa membuka penutup atau membuka tali pengikat kantung air.
2. Terjaganya seseorang dari wabah penyakit yg turun pada suatu malam pada setiap tahun.
3. Terjaganya dari benda2 najis dan kotoran.
4. Terjaganya seorang muslim dari serangga dan hewan2 melata yg mungkin jatuh kedalamnya lalu dia meminum (memakannya), sementara dia tidak tahu sehingga mendapat bahaya.

Adapun perkara mematikan api (lampu (listrik, lilin, pelita) kompor, gas, dan lain sebagainya) ketika hendak tidur sudah diperingatkan Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam jauh2 hari.

Diceritakan oleh Abu Musa al-Asy’ari, bahwa suatu malam sebuah rumah di Madinah terbakar hingga menewaskan penghuninya. Usai memperoleh kabar ini, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya api ini musuh kalian. Maka jika kalian akan tidur, padamkanlah (terlebih dahulu)” (Muttafaqun ‘alaih)

Dalam riwayat lain, beliau shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian meninggalkan api (dalam keadaan menyala) di rumah kalian saat kalian tidur” (Muttafaqun ‘alaih)

Semoga bermanfaat

ADA APA DI HARI JUM'AT Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ Dawuh: Sebaik-baiknya hari yg terbitnya matahari di hari tersebut ialah h...
04/06/2026

ADA APA DI HARI JUM'AT

Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ Dawuh:
Sebaik-baiknya hari yg terbitnya matahari di hari tersebut ialah hari Jum'at yg mana di hari Jum'at itu:

• Terciptanya Nabi Adam As dan di masukkannya ke dalam syurga
• Turunnya nabi Adam As ke bumi,
Taubatnya Nabi Adam As
• Wafatnya Nabi Adam As
• Terjadinya Hari Kiamat
• Di hari Jum'at p**a di sisi Allah ialah merupakan hari yg bertambahnya seperti penamaan Malaikat di langit.
• dan hari Jum'at merupakan hari kesempatan kita untuk bertemu Allah SWT di dalam surga.

‏📖~إحياء علوم الدين. ١/١٧٩

DOA DI PAGI HARI JUM'AT, DAN WAKTU IJABAH DI HARI JUM'ATPerlu diketahui, bahwa semua doa yang diucapkan selain pada hari...
04/06/2026

DOA DI PAGI HARI JUM'AT, DAN WAKTU IJABAH DI HARI JUM'AT

Perlu diketahui, bahwa semua doa yang diucapkan selain pada hari Jum'at diucapkan p**a untuk hari Jum'at, tetapi dengan tambahan memperbanyak dzikir padanya lebih dari hari² yang lain, karena hal ini disunahkan. Ditambahkan p**a dengan memperbanyak membaca shalawat untuk Rasulullah ﷺ.

Kami meriwayatkan di dalam kitab Ibnu Sinni melalui sahabat Anas r.a, yang menceritakan bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:

مَنْ قَالَ صَبِيحَةَ يَوْمِ الْجُمُعَةِ قَبْلَ صَلَاةِ الْغَدَاةِ: أََسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِِلَهَ إِِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، غَفَرَ اللَّهُ ذُنُوبَهُ وَلَوْ كَانَتْ ذُنُوبُهُ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Barang siapa di pagi hari jum'at sebelum shalat Subuh mengucapkan doa berikut:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

"Aku memohon ampun kepada Allah Yang tidak ada Tuhan selain Dia Yang Hidup Abadi lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dan aku bertobat kepada-Nya," sebanyak tiga kali, niscaya Allah akan mengampuni dosa²nya, sekalipun sebanyak buih di lautan

Dan disunahkan memperbanyak doa pada hari Jum'at mulai dari fajar terbit hingga matahari terbenam, dengan harapan dapat menemui sa'atul ijabah. Mengenai sa'atul ijabah ini masih diperselisihkan waktunya oleh banyak pendapat.

Menurut suatu pendapat, sa'atul ijabah terletak sesudah fajar terbit dan sebelum matahari terbit. Menurut pendapat lain, sesudah matahari terbit. Menurut pendapat lain lagi mengatakan sesudah matahari tergelincir dari tengah langit. Menurut pendapat yang lainnya, sesudah shalat Asar, dan menurut pendapat yang lain lagi selain waktu² itu. Tetapi menurut pendapat yang shahih ialah berdasar kepada ketetapan yang ada di dalam kitab Shahih Muslim melalui sahabat Abu Musa Al-Asy'ari r.a, dari Rasulullah ﷺ bahwa sa'atul ijabah itu terletak di antara imam duduk di atas mimbar hingga ia bersalam dari shalatnya."

Referensi:(Al-Adzkar an-Nawawiyah. Hal. 80)

AMALKAN  INI DI HARI JUM'AT,MESKIPUN SEKALI SEUMUR HIDUPImam Ashbahani meriwayatkan dari Ibnu Abbas, Rasulullah Saw bers...
04/06/2026

AMALKAN INI DI HARI JUM'AT,MESKIPUN SEKALI SEUMUR HIDUP

Imam Ashbahani meriwayatkan dari Ibnu Abbas, Rasulullah Saw bersabda:

"Barangsiapa yang melaksanakan shalat Dhuha 4 raka'at pada hari jum'at sekali seumur hidupnya, ia membaca surat al Fatihah (10 kali), surat an Nas (10 kali), al Falaq (10 kali), al Ikhlas (10 kali), surat Al Kafirun (10 kali), ayat Kursi (10 kali) dalam setiap raka'atnya, kemudian ketika sudah mengucapkan salam lalu membaca istighfar (70 kali) dan membaca tasbih:
سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم (70 kali)
Maka Allah akan menghindarkan dia dari kebvruk4n penduduk langit dan bumi dan dari kebvruk4n j!n dan manusia."

Kitab: Bughyatul Mustarsyidin

Faidah agung: Termasuk amalan Supaya BERJUMPA Nabi SAW Dalam MIMPIBarangsiapa mandi di malam jum'at ( mudah2an maksudnya...
04/06/2026

Faidah agung: Termasuk amalan Supaya BERJUMPA Nabi SAW Dalam MIMPI

Barangsiapa mandi di malam jum'at ( mudah2an maksudnya mandi taubat ) kemudian shalat dua rakaat ( sunat muthlak ) disetiap rakaatnya (setelah membaca alfatihah ) dibaca 1000 x surat Al-ikhlas insya ALLAH akan berjumpa nabi dalam mimpinya. ( Hadist )

Referensi kitab NURIL LUM'AH KHASAISUL JUM'AT karya Imam Alhafid Jalaluddin ASsyuyuti.

Faidah agung: Barang Siapa Membaca Setelah Setiap Salat, Sebelum Berbicara (lihat gambar):maka dituliskan baginya pada s...
04/06/2026

Faidah agung: Barang Siapa Membaca Setelah Setiap Salat, Sebelum Berbicara (lihat gambar):

maka dituliskan baginya pada setiap jam siang dan malam sebanyak tujuh puluh juta pahala sejak waktu membacanya samp ai ditiup sangkakala.

Wallahu a'lam

Ref:kitab kasful hijab

Sembilan Hal yang Menyebabkan Tumbuhnya Rambut Ubanتسعة أشياء تورث الشيب:9 hal yang bisa menyebabkan tumbuhnya ubanأحدها...
04/06/2026

Sembilan Hal yang Menyebabkan Tumbuhnya Rambut Uban

تسعة أشياء تورث الشيب:

9 hal yang bisa menyebabkan tumbuhnya uban

أحدها: شرب الماء البارد عند القيام من النوم

1. Minum air dingin ketika bangun tidur.

الثاني: غسل الشعر بماء الورد

2. Mencuci rambut dengan air kembang mawar.

الثالث: النوم مع النساء

3. Tidur bersama wanita.

الرابع: النظر إلى ستر المرأة

4. Melihat aurat wanita.
الخامس: النوم منبطحا

5. Tidur dengan posisi tengkurap.

السادس: مسح الوجه بالملبوس

6. Mengusap wajah dengan pakaian (yang sedang dipakai).

السابع: كثرة الجماع

7. Sering melakukan jimak.

الثامن: كثرة الهم

8. Banyak susah.

التاسع: ضيق المعيشة

9. Sempitnya ekonomi.

Ref: An Nawadir, hal:125

Doa dan Amalan agar Sholat Khusyuk ala imam Syek Abu Hasan Asy-SyadziliKhusyuk serta fokus saat beribadah, terutama saat...
03/06/2026

Doa dan Amalan agar Sholat Khusyuk ala imam Syek Abu Hasan Asy-Syadzili

Khusyuk serta fokus saat beribadah, terutama saat melakukan ibadah sholat, merupakan hal yang sangat penting dan tentunya sangat diinginkan oleh mereka yang salih secara spiritual. Pasalnya, ibadah, khususnya sholat merupakan simbol penghambaan, layaknya bertemu dan bercakap dengan Sang Kekasih. Tak pelak, Rasulullah SAW berkali-kali mengatakan bahwa sholat baginya adalah qurratu ‘aini fisshalah “Penyejuk hatiku berada di dalam shalat.”

Namun dalam praktiknya, menjaga kekhusyukan bukanlah perkara mudah. Pikiran sering kali mengembara ke berbagai hal, mulai dari pekerjaan yang belum selesai, tugas rumah, bahkan hal-hal sepele seperti daftar belanja atau isi chat yang belum dibaca.

Imam Abu Hasan As Syadzili merekomendasikan untuk membaca sebuah doa dan amalan agar dapat khusyuk dalam sholat.

Pentingnya Menjaga Kualitas Khusyu Saat Sholat
Menurut Hujjatul Islam Al Ghazali, sholat adalah ibarat hadiah yang dipersembahkan seorang hamba kepada Tuhannya. Maka, sebagaimana seseorang tentu akan memberikan hadiah terbaik kepada seorang raja. Demikian p**a seharusnya kita menghadiahkan sholat dengan sebaik-baiknya lahir dan batin.

Jika sholat kita hanya bagus secara gerakan tapi kosong dari kehadiran hati, itu seperti memberikan hadiah yang indah dari luar, tapi isinya sudah rusak. Sebaliknya, jika sholat kita asal-asalan secara gerakan, itu seperti memberikan hadiah yang cacat. Keduanya, menurut al-Ghazali, adalah bentuk ketidaksopanan kepada Allah.

قالَ الإِمامُ الغَزالي - رَحِمَهُ اللهُ تَعالى مَثَلُ الَّذِي يُقِيمُ صُورَةَ الصَّلَاةِ الظَّاهِرَةِ وَيَغْفُلُ عَنْ حَقِيقَتِهَا الْبَاطِنَةِ، كَمَثَلِ الَّذِي يُهْدِي إِلَى مَلِكٍ عَظِيمٍ وَصِيفَةً مَيِّتَةً لَا رُوحَ فِيهَا. وَمَثَلُ الَّذِي يُقَصِّرُ فِي إِقَامَةِ ظَاهِرِ الصَّلَاةِ، كَمَثَلِ الَّذِي يُهْدِي إِلَى الْمَلِكِ وَصِيفَةً مَقْطُوعَةَ الْأَطْرَافِ، مَفْقُوءَةَ الْعَيْنَيْنِ فَهُوَ وَالَّذِي قَبْلَهُ مُتَعَرِّضَانِ مِنَ الْمَلِكِ بِهَدِيَّتِهِمَا لِلْعِقَابِ وَالنَّكَالِ، لِاسْتِهَانَتِهِمَا بِالْحُرْمَةِ، وَاسْتِخْفَافِهِمَا بِحَقِّ الْمَلِكِ

Artinya: ”Orang yang hanya melakukan sholat secara lahiriah (gerakan bagus dan sesuai syariat), namun abai dari makna batinnya (tanpa khusyu’), seperti orang yang memberi hadiah kepada seorang raja besar berupa seorang pelayan wanita yang sudah mati, tidak bernyawa. Sedangkan orang yang bermalas-malasan dalam melaksanakan sholat pun tanpa kekhusyu’an, seperti orang yang menghadiahkan pelayan kepada raja, tetapi pelayan itu cacat: tangannya buntung dan matanya buta. Maka keduanya, baik yang lalai dari hati maupun yang malas dalam gerakan—sama-sama sedang menyerahkan hadiah yang tidak pantas kepada sang raja, dan itu bisa membuat mereka mendapat hukuman dan celaan, karena telah meremehkan kehormatan dan tidak menghargai sang raja.” (An Nasaih ad-Diniyyah Wa al-Wasaya al-Imaniyyah, [Dar al-Hawi, 1999] hal. 116)

Amalan Doa agar Khusyu saat Melakukan Ibadah Sholat:

Syekh Nawawi al Bantani dalam kitab karyanya Nihayatuz Zain menulis amalan dari Imam Abu Hasan As Syadzili kepada muridnya agar khusyuk dalam melaksanakan ibadah sholat. Beliau menganjurkan sebelum melakukan takbiratul ihram memegang dada dengan tangan kanan kemudian membaca;

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْخَلَّاقِ الْفَعَّالِ

Subḥān al-Malik al-Quddūs al-Khallāq al-Faʿʿāl

Dzikir ini dibaca sebanyak 7 kali, kemudian membaca surat Al-Fathir ayat 16-17

اِنْ يَّشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيْدٍۚ وَمَا ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ بِعَزِيْزٍ

in yasya' yudz-hibkum wa ya'ti bikhalqin jadîd. wa mâ dzâlika ‘alallâhi bi‘azîz

Artinya: "Jika berkehendak, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru. Yang demikian itu bagi Allah tidak sulit"

Demikian amalan doa dari Imam Abu Hasan Asy-Syadzili agar sholat khusyuk, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bisshawab.

Address

Demak

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pena Aswaja posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Pena Aswaja:

Share