Cahaya TV

Cahaya TV Media dakwah Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

Menyajikan tayangan konten dan berita Islami untuk keluarga Anda dirumah, dengan ilmu agama yang bersambung sanadnya.

Denpasar, 12 April 2026 — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah terus digencark...
12/04/2026

Denpasar, 12 April 2026 — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah terus digencarkan melalui kegiatan edukatif bertajuk Pengolahan Sampah Berbasis Sumber yang diselenggarakan pada Minggu (12/4) di Bale Banjar Buagan, Denpasar.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber H. Maskuon yang memberikan pemaparan mengenai pentingnya penanganan sampah sejak dari sumbernya, khususnya sampah organik. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak harus rumit atau mahal, namun dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan aplikatif di lingkungan rumah tangga.
“Penanganan sampah organik di sumber dapat dilakukan dengan konsep yang mudah, murah, dan memberikan manfaat. Jika masyarakat terbiasa memilah dan mengolah sampah sejak awal, maka volume sampah yang dibuang ke TPA akan berkurang secara signifikan,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dusun Banjar Buagan, I Gede Supartha, serta Perbekel Desa Pamecutan Kelod yang memberikan dukungan penuh terhadap program pengelolaan sampah berbasis sumber di wilayahnya.

Dalam sambutannya, pihak desa menyampaikan bahwa persoalan sampah menjadi tantangan bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, edukasi seperti ini dinilai sangat penting untuk membangun kesadaran sekaligus memberikan solusi nyata.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari warga yang hadir. Selain pemaparan materi, peserta juga mendapatkan pemahaman praktis tentang cara mengolah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi lingkungan dan pertanian.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Banjar Buagan dan sekitarnya dapat menerapkan pola hidup yang lebih peduli lingkungan dengan memulai pengolahan sampah dari sumbernya. Konsep mudah, murah, dan manfaat menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Untuk Lebih jelasnya bisa klik tautan dibawah ini :
https://youtu.be/7xnzIEqbVHQ

Zakat adalah Syariat dan Amanah Umat."Pemberitaan zakat untuk MBG adalah TIDAK BENAR."Zakat bukan sekadar kewajiban, tet...
27/02/2026

Zakat adalah Syariat dan Amanah Umat.

"Pemberitaan zakat untuk MBG adalah TIDAK BENAR."

Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi amanah suci yang harus ditunaikan dan disalurkan dengan penuh tanggung jawab kepada mereka yang berhak, khususnya fakir dan miskin.

Sebagaimana disampaikan oleh Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, Pimpinan BAZNAS RI, bahwa zakat memiliki aturan syariat yang jelas. Penyalurannya harus tepat sasaran sesuai dengan ketentuan 8 asnaf yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an.

Pemberitaan mengenai zakat untuk MBG adalah tidak benar. BAZNAS senantiasa berpegang teguh pada prinsip syariah, regulasi, dan akuntabilitas dalam setiap pengelolaan dan pendistribusian dana zakat.

Mari bersama menjaga kepercayaan umat dengan menunaikan zakat melalui lembaga resmi yang amanah dan transparan.

Zakat yang kita tunaikan adalah harapan bagi mereka yang membutuhkan, dan keberkahan bagi kita semua




Kasus Kuota Haji Tambahan, Guru Besar Hukum UII: Tak Ada Kerugian Negara, KPK Harus Akui Pasal 9 Sah
06/02/2026

Kasus Kuota Haji Tambahan, Guru Besar Hukum UII: Tak Ada Kerugian Negara, KPK Harus Akui Pasal 9 Sah

'Ya selagi diskresi itu ada, peraturannya ada, semuanya ada, KPK atau lembaga penyidik lain harus mengakui lebih dulu bahwa itu ada.'

IKADIN NTB Nilai KPK Mainkan Dagelan Hukum Kasus Haji 2024, Desak Pimpinan dan Penyidik Dicopot
06/02/2026

IKADIN NTB Nilai KPK Mainkan Dagelan Hukum Kasus Haji 2024, Desak Pimpinan dan Penyidik Dicopot

MATARAM – Penanganan dugaan kasus pengelolaan haji tahun 2024 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai kritik keras dari kalangan advokat. Ketua DPD Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Nusa Tenggara Barat, Dr. Irpan Suriadiata, S.HI., M.H., menilai langkah KPK telah keluar dari rel hukum dan b...

05/02/2026

Mini Soccer Ala Bapak Bapak 😀😍
"Ke pasar beli kedond**g, Pulangnya beli ragi. Lari d**g jangan bengong."

"Makan soto campur bihun, Belinya di pinggir jalan. Sepatu baru jersey kinyis-kinyis, Disenggol dikit minta gantian."😆

05/02/2026

"AL HASANIYAH CHAMPIONSHIP"

"Prioritas Konten"
Karena zaman sekarang, fotografer lebih penting daripada wasit.
"Main bola itu nomor dua. Nomor satu itu fotonya harus jernih dan aesthetic."

"Bayar patungan lapangan: Mahal ❌. Bayar patungan fotografer: Gas ✅."
"Fungsi utama Mini Soccer: Memperbarui stok foto profil WhatsApp."
"Skor akhir gak penting, yang penting foto slide pertama kelihatan lagi sprint."
"Bola lewat dibiarin, kamera lewat langsung pasang aksi."

04/02/2026

Saat ini, olahraga telah bergeser dari sekadar kompetisi kaku menjadi sebuah industri hiburan yang masif, atau sering disebut dengan istilah "Sportainment" (Sports + Entertainment).

Khususnya untuk olahraga komunitas seperti Mini Soccer ,unsur "hiburan" ini justru seringkali lebih dominan daripada skor akhirnya.

04/02/2026

OLAH RAGA MEMPERSATUKAN ANTAR UMAT
"Habib Segaf Baharun"

"GUYON ALA NU"Filosofi Dji Sam Soe (234) & Bintang 9Bagi warga NU, rokok Dji Sam Soe (234) punya "maqam" (kedudukan) ter...
02/02/2026

"GUYON ALA NU"

Filosofi Dji Sam Soe (234) & Bintang 9
Bagi warga NU, rokok Dji Sam Soe (234) punya "maqam" (kedudukan) tersendiri karena cocoklogi angkanya.

"Kenapa rokok kiai NU rata-rata Dji Sam Soe? Coba dijumlahkan angkanya: 2 + 3 + 4 = 9. Sesuai dengan lambang NU, Bintang Sembilan (Wali Songo). Jadi, merokok 234 itu adalah bentuk kecintaan pada jam'iyah!"😀

30/01/2026

Jangan risaukan hari esok, karena Pemilik hari esok sudah menjamin bagianmu. Tugasmu hanya memastikan hari ini kau berjalan di jalan yang diridhai-Nya."

“KPK BBERHENTILAH MENGGALANG OPINI” !!Haji Bukan Sekadar Angka: Mengapa Rasio 50:50 Adalah Solusi Realistis*Oleh: H. Hen...
30/01/2026

“KPK BBERHENTILAH MENGGALANG OPINI” !!
Haji Bukan Sekadar Angka: Mengapa Rasio 50:50 Adalah Solusi Realistis
*Oleh: H. Hendra Umar (Ketua Kloter BPN 10 Tahun 2023)*
Saya masih ingat betul perjuangan tahun 2023 saat bertugas sebagai Ketua Kloter BPN 10. Pengalaman itu mengajarkan saya satu hal fundamental: mengurus jamaah haji bukanlah perkara teknis di atas kertas. Orang luar mungkin hanya melihat data, statistik, atau hasil rapat meja bundar. Namun, saya merasakan langsung getirnya membawa ratusan nyawa—mayoritas lansia—menembus lautan manusia di Tanah Suci.
Tambahan kuota 20.000 jamaah pada tahun 2024 terdengar seperti angin segar untuk memangkas antrean. Niatnya mulia, patut kita apresiasi. Namun, di lapangan, tambahan tanpa manajemen ruang yang matang adalah resep menuju bencana. Inilah mengapa diskresi Menteri Agama dalam menata kuota tambahan menjadi krusial.
Tragedi Ruang: Realita di Muzdalifah dan Mina
Mari kita bicara fakta lapangan. Di Muzdalifah, ruang untuk jamaah Indonesia hanya seluas 82.350 { m}^2. Pada tahun 2023 dengan kuota normal, setiap jamaah rata-rata hanya mendapat jatah 0,45 { m}^2. Itu pun sudah sangat sesak; jalur keluar Muzdalifah bahkan dijuluki "jembatan shirathal mustaqim" karena saking sempitnya.
Bayangkan jika beban itu ditambah 20.000 orang lagi tanpa pembagian yang tepat. Ruang per orang akan menyusut drastis menjadi hanya 0,29 \text{ m}^2. Bagaimana Anda bisa menjamin keselamatan ratusan ribu manusia di ruang sesempit itu?
Saya pernah mengawal 299 jamaah; 68% di antaranya lansia (di atas 65 tahun), beberapa menggunakan kursi roda dan tongkat. Di tengah kepadatan ekstrem, ini bukan lagi soal kenyamanan, melainkan soal nyawa.
Logika di Balik Rasio 50:50
Kondisi di Mina tidak jauh berbeda. Tenda-tenda sudah seperti "kaleng sarden". Jamaah reguler kita biasanya berada di Zona 4 ke bawah yang sangat padat. Sementara itu, Zona 1 hingga 3 yang lebih dekat dengan Jamarat seringkali memiliki celah ruang karena dikelola secara khusus dengan harga premium.
Dengan skema 50:50 (Reguler dan Khusus), kita sebenarnya sedang melakukan manajemen risiko:
Jamaah Khusus: Memiliki akses ke zona-zona yang lebih longgar karena kontrak langsung dengan pihak Arab Saudi.
Dekompresi Kepadatan: Dengan mengalihkan sebagian kuota ke jalur khusus, kepadatan di area jamaah reguler bisa diredam.
Jika 20.000 tambahan itu dipaksakan masuk ke jalur reguler semua, mau ditaruh di mana? Mina Jadid sudah tidak digunakan lagi berdasarkan pertimbangan ulama. Kita tidak boleh menumpuk manusia seperti barang di gudang. Mereka adalah tamu Allah, bukan sekadar angka di tabel Excel.
Kesimpulan: Keselamatan di Atas Segalanya
Jika ada desas-desus soal "permainan" atau upeti, biarlah itu menjadi ranah hukum dan KPK. Namun, dari kacamata kebijakan publik dan keselamatan jiwa, rasio 50:50 adalah langkah yang logis. Saya siap berdebat soal ini karena saya bicara berdasarkan jejak kaki di lapangan, bukan sekadar teori di balik meja ber-AC.
Haji bukan hanya soal "berapa banyak yang bisa berangkat", tapi "bagaimana mereka bisa pulang dengan selamat". Jangan sampai niat baik menambah kuota justru berakhir menjadi musibah karena ego sektoral.




Address

Jalan Gunung Ringin IV Tegal Harum
Denpasar
80112

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cahaya TV posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Cahaya TV:

Share