08/11/2025
Nilai moral perjuangan yang diwariskan I Gusti Ngurah Rai disebutkan oleh Yuan diantaranya :
1. Loyalitas harga mati pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
I Gusti Ngurah Rai memilih bertempur sampai mati daripada menerima ajakan untuk mendukung Belanda mewujudkan Negara Indonesia Timur. Padahal jika mau, pastilah I Gusti Ngurah Rai mendapat jabatan terhormat serta fasilitas mewah dari Belanda.
2. Dalam pandangan I Gusti Ngurah Rai kehadiran Belanda di Bali telah membuat keamanan tergganggu dan telah memperkosa kehendak rakyat Bali.
Dalam era kekininian, kita masih melihat adanya praktek pemerkosaan kehendak rakyat, gangguan keamanan termasuk didalamnya korupsi yang menyengsarakan rakyat.
โKita tidak lagi melawan bangsa lain, atau melawan pemerintahan. Namun praktek penyalahgunaan kekuasaan oleh oknum pejabat yang membuat rakyat menderita harus kita lawan dengan semangat puputanโ, ujar Yuanpriana dengan bersemangat.
Untuk itu Yuanpriana selaku pimpinan Partai Buruh Bali menyerukan agar generasi muda Bali mampu menghayati surat sakti I Gusti Ngurah Rai dan menjadikan pedoman dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
โI Gusti Ngurah Rai belum mencapai usia 30 tahun, namun dengan gagah berani bertempur sampai titik darah penghabisan karena didasari oleh sebuah nilai moral. Jangan sampai perjuangan beliau sia-sia. Mari kita junjung dan kita hayati semangat perjuangan Puputan Margarana,โ tutup Yuanpriana Sukariadha.
KitaIndonesia.com, Denpasar, Sebentar lagi kita akan memperingati Hari Puputan Margarana. Sebuah pertempuran heroik dsampai titik darah penghabisan oleh pejuang kemerdekaan RI yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai pada 20 November 1946 di sebuah areal ladang jagung di Desa Marga, Tabanan. Saat itu I...