22/11/2025
Sebuah pesta minuman keras (miras) jenis arak Bali di bedeng proyek pembangunan di Tabanan berujung tragis setelah seorang buruh proyek bernama Giarto (asal Lumajang) tewas dianiaya secara brutal oleh dua rekan kerjanya.
Korban tewas akibat luka bacokan senjata tajam dan pukulan balok kayu usai terlibat perkelahian hebat yang dipicu kondisi mabuk.
Peristiwa mengerikan ini terjadi pada Minggu malam (16/11/2025) di lokasi bedeng proyek PT. AKM (Aditya Karya Mandiri) yang berada di Banjar Dinas Bale Agung, Desa Bantas, Selemadeg Timur, Tabanan.
Kapolsek Selemadeg Timur, AKP I Dewa Made Pramantara, pada Jumat (21/11/2025), membenarkan insiden tersebut. Ia mengungkapkan, dua buruh proyek yang menjadi pelaku penganiayaan, Moh. Nasihul Amin dan Budi Santoso, telah berhasil diamankan tak lama setelah kejadian.
AKP Pramantara menjelaskan, perkelahian antar buruh proyek ini bermula dari pesta miras yang dilakukan oleh empat orang, yaitu Moh. Nasihul Amin, Ifan, Budi Santoso, dan korban Giarto.
Sekitar pukul 19.00 Wita pada Minggu malam, Nasihul, Ifan, Budi, dan Giarto patungan untuk membeli sembako dan dua botol arak Bali. Mereka kemudian kembali ke bedeng dan mulai minum arak bersama sekitar pukul 20.00 Wita. Hanya Ifan yang tidak ikut minum dan hanya menemani.
Dua botol arak ludes ditenggak. Korban Giarto yang merasa kurang, kemudian mengajak Nasihul untuk membeli satu botol arak lagi menggunakan uang pribadinya. Setelah kembali, mereka melanjutkan pesta miras hingga larut.
Dalam kondisi mabuk berat alias oleng, korban Giarto tiba-tiba mengeluarkan kata-kata menantang dan mengajak berkelahi rekan sesama buruh, Nasihul. Walaupun Nasihul berulang kali meminta maaf dan tidak meladeni, Giarto tetap emosi.
------
https://radarbali.jawapos.com/hukum-kriminal/706863542/pesta-arak-berujung-maut-picu-duel-sadis-di-bedeng-proyek-tabanan-satu-buruh-tewas