21/11/2025
Di beranda thread salah satu akun, terlihat kondisi tebing di samping Kelingking Beach yang sudah mulai dikeruk dan dipromosikan kepada calon investor. Sekilas tampak seperti gambar AI, tapi setelah mimin cek lewat Google Earth, ternyata benar: sudah ada pengerukan dan penataan lahan. Lokasinya persis di samping tebing Kelingking, sehingga kalau resort ini jadi, view-nya akan langsung menghadap ikon Kelingking yang terkenal itu.
Soal izin, entah sudah lengkap atau belum. Namun setahu mimin, membangun di kawasan tebing dan zona rawan bencana berpotensi melanggar Undang-Undang Penataan Ruang, RTRW, serta ketentuan kawasan lindung geologi dan sempadan pantai yang seharusnya tidak boleh dibangun struktur berat.
Walaupun sering dibungkus dengan alasan “investasi” atau “pemberdayaan masyarakat lokal”, tapi dampak jangka panjangnya sangat berbahaya: kerusakan ekosistem, ancaman longsor, hingga hilangnya identitas alam yang selama ini jadi daya tarik utamanya.
Seorang motivator pernah bilang:
“Kalau kamu s**a pantai, jangan bangun rumah di pantai. Kalau kamu s**a gunung, jangan bangun rumah di gunung. Sesuatu yang kamu cintai akan lebih terasa kalau dinikmati secukupnya.”
Artinya, kalau sesuatu terlalu dieksploitasi, justru hilang nilai dan pesonanya. Begitu juga Kelingking. Mungkin resort di tepi tebing terlihat bagus untuk sementara, tapi dalam jangka panjang tempat ini bisa kehilangan daya tarik alaminya.
Karena itu, kawasan resort, wisata, dan konservasi harus berada dalam zona peruntukan yang sesuai, bukan dicampur aduk seperti sekarang. Bila izin terus dibuka selebar-lebarnya, bukan tidak mungkin suatu hari puncak tebing Kelingking ikut dipotong dan dijadikan hotel.