14/12/2025
VIRAL! Perkelahian Pelajar di Pantai Patas Buleleng, Dipicu Masalah Asmara.
Perkelahian antar pelajar kembali terjadi di Kabupaten Buleleng, Bali. Kali ini, aksi baku hantam melibatkan pelajar yang diduga berasal dari SMA Negeri 1 Gerokgak dan terjadi di Pantai Patas, Kecamatan Gerokgak.
Peristiwa tersebut dengan cepat viral di media sosial, termasuk beredar luas melalui pesan WhatsApp. Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 40 detik, terlihat dua pelajar saling pukul, sementara puluhan siswa lain berseragam olahraga sekolah hanya menonton dari sekitar lokasi.
Setelah beberapa saat, kedua pelajar akhirnya dipisahkan. Menariknya, usai perkelahian keduanya terlihat bersalaman dan sepakat berdamai. Aksi tersebut diketahui berlangsung pada Jumat (12/12) siang.
Menindaklanjuti kejadian itu, Polsek Gerokgak langsung turun tangan. Polisi bersama pihak sekolah menggelar mediasi di SMAN 1 Gerokgak pada Sabtu (13/12) siang. Mediasi melibatkan kepala sekolah, aparat kepolisian, para guru, wali kelas, serta orang tua dari kedua siswa.
Kedua pelajar yang terlibat diketahui masih kelas X dan bahkan berada di kelas yang sama, masing-masing berinisial Made KDM dan Kadek WE.
Kapolsek Gerokgak, Kompol I Made Derawi, menjelaskan bahwa perkelahian tersebut dipicu masalah asmara yang berujung kesalahpahaman dan emosi.
“Berawal dari persoalan hubungan dengan seorang perempuan, sehingga terjadi salah paham dan emosi yang tidak terkendali hingga berujung perkelahian,” jelasnya, Minggu (14/12).
Dalam proses mediasi, kedua siswa beserta orang tua dipanggil dan diberikan pembinaan serta imbauan agar kejadian serupa tidak terulang. Keduanya juga menyampaikan permohonan maaf dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.
Hasil mediasi menyepakati perdamaian dan tidak membawa kasus ke ranah hukum. Pihak sekolah tetap menjatuhkan sanksi edukatif sesuai tata tertib, serta memperkuat pembinaan karakter melalui bimbingan dan konseling.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan, komunikasi, dan pembinaan karakter pelajar agar emosi tidak berujung pada kekerasan.
--
Video: 📽istimewa