09/04/2026
Kritik terhadap jalan rusak kerap ditujukan pada Pemkab Gianyar, Bali, hampir setiap tahun.
Namun rupanya hal tersebut tidak berdampak pada survei kepuasan, terhadap hasil kerja Bupati Gianyar, I Made Mahayastra. Dalam survei terungkap bahwa 80,8 persen responden menyatakan puas pada kinerja Bupati Gianyar.
Survei tersebut dilakukan Badan Riset Daerah (BRIDA) Gianyar bersama LPPM Universitas Udayana. Tujuan dari survey ini untuk menganalisis persepsi kepuasan masyarakat, terhadap layanan pada berbagai aspek mulai dari infrastruktur, pelayanan publik dan kinerja aparatur pemerintahan.
Namun dalam survei ini, BRIDA Gianyar hanya mengambil sample 400 orang saja. Mereka berasal dari tujuh kecamatan di Gianyar. Kepala BRIDA Gianyar, I Ketut Sedana, Rabu 8 April 2026 menjelaskan, dalam penelitian ini pihaknya berpatok pada sembilan indikator.
Di antaranya, pelayanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, ketersediaan sembako, pelayanan kependudukan, pelayanan disabilitas, transportasi, internet, pertanian dan perikanan, penataan lingkungan Kota Gianyar dan penanganan sampah.
Sedana mengungkapkan, bahwa pada pelayanan kesehatan gratis, hasil survei menunjukkan baru sekitar 50 persen warga Gianyar yang mengetahui adanya program tersebut, sehingga diperlukan sinergi antar instansi agar informasi pelayanan kesehatan dapat dinikmati seluruh warga Gianyar.
Hasil survei ke Perpustakaan Daerah masih sangat rendah, di mana persentase kunjungan baru mencakup 6,8 persen. Hal ini menunjukkan perlu adanya peningkatan layanan dan memperkuat program literasi. "Walau demikian, sebanyak 60 persen warga Gianyar sudah melek informasi dengan melalukan verifikasi terhadap berita di media sosial," ujarnya.
Meski demikian, kata dia, didapati 7,8 persen warga masih terpapar informasi hoaks. Lebih lanjut dijelaskan, layanan yang paling memuaskan masyarakat Gianyar berada di sektor primer. Seperti, ketersediaan kebutuhan pokok, biaya kesehatan gratis, penataan Kota Gianyar.
Selengkapnya di Tribunbali.com