30/10/2024
Analisis menarik dilontarkan Raja Isa Raja Akram Syah terkait komentar negatif atas performa Timnas Indonesia U-17 saat main imbang tanpa gol dengan Timnas Australia U-17 pada laga terakhir Kualifikasi Piala Asia U-17 di Kuwait hari Minggu (27/10/2024).
"Semua orang atau pengamat sepak bola punya hak untuk mengkritik atas performa dan gaya main negatif Indonesia," kata Raja Isa.
"Tapi sudah, stop bicara jelek tentang Timnas Indonesia U-17. Jika terus dibully, sepakbola Indonesia sendiri yang rugi."
"Karena para pemain masih muda dengan mental belum kuat. Apapun yang terjadi, ayo kita berpikir positif dan terbuka," tambahnya.
"Posisi Indonesia dan Australia tidak mudah. Jika main normal, Indonesia dan Australia sama-sama punya probabilitas menang dan kalah di partai itu," Raja Isa memberikan ulasan.
"Jika salah satu tim menang, maka tim yang kalah butuh empat tahun lagi lolos ke final. Permainan kemarin solusi terbaik, karena peluang lolos ke Arab Saudi sudah di depan mata," ujarnya.
Menurut mantan pelatih Persipura itu pertandingan sepak bola ibarat pergi ke medan perang. Dibutuhkan taktik jitu, bahkan, pengorbanan untuk meraih hasil terbaik.
"Dalam taktik perang, terkadang seorang jenderal harus mengorbankan nyawa anak buahnya demi merebut tujuan lebih besar," Raja Isa mengungkapkan.
"Seharusnya lolosnya Indonesia dan Australia jadi kebanggaan. Karena wakil dari AFF di level Asia tambah banyak," ucapnya.