Berita Bali

Berita Bali Berbagi informasi apa saja tentang Bali

Terdapat sebuah kulkul bersejarah sekaligus misterius di Desa Adat Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Badung. Kulkul duwe...
15/01/2026

Terdapat sebuah kulkul bersejarah sekaligus misterius di Desa Adat Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Badung. Kulkul duwe Puri Gede Kamasan Sibang itu kini tersimpan di pohon beringin yang berada di Pasar Rakyat Sibanggede.

Ketika berhenti sejenak di traffic light Sibang, di timur ruas Jalan Denpasar–Petang terdapat beringin yang diapit gedung Pasar Rakyat Desa Adat Sibanggede dan Pura Kahyangan Desa lan Puseh Desa Adat Sibanggede. Di pohon beringin itulah tersimpan kulkul yang diyakini bukan buatan manusia.

Panglingsir Semeton Puri Kamasan I Gusti Agung Ngurah Dirga, 83, menuturkan, kulkul yang disebut Pajenengan Sangkur itu merupakan peninggalan Raja Sibang I Gusti Agung Gde Kamasan Sakti. Raja Sibang III tersebut memimpin di bawah Raja Mengwi V Ida Cokorda Agung Made Agung Munggu (1745–1760).

Kata Ngurah Dirga, kulkul setinggi saka bale bandung itu merupakan pemberian wong samar ketika Raja Sibang III hendak membangun jembatan yang kini dikenal sebagai Kreteg Tua di Banjar Badung, Sibanggede. Ketika kulkul itu dibunyikan pasukan wong samar datang dari barat daya dan timur laut Sibang—bersiap menerima perintah dari Raja Sibang.

“Supaya tidak dibunyikan sembarangan, kulkul yang awalnya digantung di pohon waru di jaba sisi puri itu dipindahkan oleh Ida ke pohon beringin bertepatan Tumpek Wariga zaman itu,” beber Ngurah Dirga ketika ditemui di Saren Kauh Puri Gede Kamasan Sibang, Selasa (13/1/2026).

Sejak terakhir kali dibunyikan secara tidak sengaja oleh seorang anak dari pangabih (bawahan) Raja Sibang III, yang mendatangkan pasukan wong samar—kulkul yang disakralkan itu kini tidak ada yang berani membunyikan. Meski begitu, Ngurah Dirga menuturkan bahwa kulkul berusia 2,5 abad lebih itu pernah berbunyi sendiri.

Ketika berbunyi sendiri, hal tersebut menandakan peristiwa besar akan terjadi. ...
..

𝐒𝐞𝐥𝐞𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐰𝐰𝐰.𝐍𝐮𝐬𝐚𝐁𝐚𝐥𝐢.𝐜𝐨𝐦

Reporter NusaBali : Ngurah Ratnadi
📷 : Ngurah Ratnadi

Kasanga Festival Kota Denpasar 2026 menjelang Nyepi Saka 1948 akan hadir dengan konsep yang lebih segar dan berbeda dari...
15/01/2026

Kasanga Festival Kota Denpasar 2026 menjelang Nyepi Saka 1948 akan hadir dengan konsep yang lebih segar dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Meski tetap menampilkan parade ogoh-ogoh, format yang digunakan tahun ini dikemas dalam bentuk karnaval budaya dengan sistem penilaian yang tidak lagi terpusat di satu titik.

Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar Anak Agung Made Angga Harta Yana, menjelaskan bahwa perubahan konsep ini dilakukan untuk mengurai kepadatan penonton sekaligus memberi kesempatan masyarakat menikmati atraksi budaya secara lebih merata. Kasanga Festival rencananya digelar selama tiga hari pada 6–8 Maret 2025.

“Biasanya ogoh-ogoh hanya melintas di Jalan Udayana lalu atraksi budayanya baru setelah sampai di Patung Catur Muka dengan juri di satu lokasi. Tahun ini berbeda. Atraksi pengiring ogoh-ogoh dimulai sejak start dan terus berjalan hingga Catur Muka,” ujarnya, Rabu (14/1).

Dalam konsep baru ini, parade tetap berjalan di jalur utama, namun setiap peserta wajib menampilkan fragmen dan kreativitas layaknya karnaval. Empat orang juri akan disebar di beberapa titik sepanjang rute, tidak lagi berpusat di satu lokasi.

“Jurinya kami pecah supaya semua penonton dari awal sampai akhir bisa menikmati pementasan. Bukan hanya yang berada di Catur Muka saja,” kata Angga Harta Yana.

Meski sistem penilaian berubah, lomba ogoh-ogoh tetap digelar secara kompetitif. Penilaian akan dilakukan langsung di lapangan dengan pengamatan menyeluruh terhadap pementasan, kreativitas, dan konsep ogoh-ogoh.

Selain parade utama, Kasanga Festival tahun ini juga menambah sejumlah kategori lomba, di antaranya lomba tapel, lomba barong, serta lomba mural bertema lingkungan. Beragam pameran turut digelar, mulai dari ogoh-ogoh mini, sketsa ogoh-ogoh, hingga pameran foto dan video.
..

𝐒𝐞𝐥𝐞𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐰𝐰𝐰.𝐍𝐮𝐬𝐚𝐁𝐚𝐥𝐢.𝐜𝐨𝐦

Reporter NusaBali : Miasa
📷 : IST

Bek muda Bali United FC, Kadek Arel Priyatna, terpilih sebagai salah satu pengurus Asosiasi Pesepakbola Profesional Indo...
15/01/2026

Bek muda Bali United FC, Kadek Arel Priyatna, terpilih sebagai salah satu pengurus Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) untuk periode tiga tahun ke depan. Organisasi yang bernaung di bawah FIFPRO dan diakui FIFA tersebut menjadi wadah baru bagi pemain berusia 20 tahun itu untuk berkembang di bidang organisasi sepak bola.

Kapten Timnas Indonesia U-23 itu dipercaya mengemban tugas sebagai Anggota Executive Committee (Exco) APPI bersama sejumlah nama besar seperti Sutanto Tan, Andritany Ardhiyasa, Achmad Jufriyanto, serta pemain putri Shalika Aurelia.

Arel menyebut, kepercayaan tersebut menjadi tantangan baru dalam kariernya sebagai pesepakbola muda Indonesia. Ia bergabung sebagai perwakilan pemain muda dalam struktur kepengurusan APPI. “Ini menjadi tantangan saya berikutnya sebagai pemain muda untuk menjalankan tugas ini. Saya sangat bangga karena ini bagian dari upaya mengembangkan sepak bola Indonesia,” ujar Arel dikutip dari halaman Bali United pada Rabu (14/1).

Kedepan, Arel akan terlibat dalam penyusunan rencana serta pelaksanaan program kerja APPI hingga 2029 yang menyasar seluruh pesepakbola profesional di Indonesia.

APPI sendiri berdiri sejak 2008 dan berperan sebagai organisasi yang melindungi hak pemain, memberikan edukasi, serta membangun solidaritas di kalangan pesepakbola profesional Tanah Air.

Menurut Arel, perkembangan sepak bola Indonesia saat ini sudah menunjukkan kemajuan signifikan, meski masih membutuhkan sejumlah pembenahan.

“Menurut saya sepak bola Indonesia sudah sangat berkembang sejauh ini, hanya saja memang masih ada kekurangan yang perlu dibenahi untuk kemajuan sepak bola Indonesia,” tambahnya.
..

𝐒𝐞𝐥𝐞𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐰𝐰𝐰.𝐍𝐮𝐬𝐚𝐁𝐚𝐥𝐢.𝐜𝐨𝐦

Reporter NusaBali : Patrix
📷 : IST

Selama Usaba Dalem Puri Besakih di Banjar Kedungdung, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, parkir kendaraan pame...
15/01/2026

Selama Usaba Dalem Puri Besakih di Banjar Kedungdung, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, parkir kendaraan pamedek terpusat di Terminal Banjar Kedungdung. Jika terminal telah penuh, maka kendaraan roda empat dialihkan parkir di parkir baseman.

Kasatlantas Polres Karangasem AKP I Gusti Agung Putu Maha Putra memaparkan hal itu di selama memantau jalur pamedek di Banjar Kedungdung, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Rabu (14/1). Dia menambahkan, seluruh kendaraan bus wajib parkir di Terminal Banjar Kedungdung. Selanjutnya, jika Terminal Kedungdung tidak lagi mampu memuat kendaraan, dialihkan ke parkir baseman atau Terminal Pura Manik Mas Besakih. Khusus untuk pamedek yang mengendarai sepeda motor langsung diarahkan ke parkir Terminal Pura Manik Mas Besakih.

Disebutkan, untuk kendaraan roda empat yang parkir di Terminal Banjar Kedungdung, nantinya untuk meninggalkan terminal, melalui jalur Banjar Batusesa, Desa Besakih atau jalur timur, agar tidak krodit. Sedangkan bus-bus besar, untuk meninggalkan Terminal Banjar Kedungdung tetap kembali ke jalur semula ke arah selatan melintasi Banjar Tegenan, Desa Menanga, Kecamatan Rendang.

Lanjut Kasatlantas AKP Maha Putra, tidak mungkin bus-bus besar meninggalkan Terminal Banjar Kedungdung, melalui Banjar Batusesa, atau ke arah timur Banjar Suukan, Desa Menanga. Sebab, melintasi tikungan tajam dan jalannya agak sempit, sehingga menyulitkan bagi bus-bus yang angkut pamedek. "Kendaraan bus meninggalkan Terminal Banjar Kedundung, tetap kembali ke jalar selatan. Sebelumnya datangnya dari selatan," jelasnya.

Sehingga setelah kendaraan pamedek parkir di Terminal Banjar Kedungdung, seluruh pamedek wajib jalan kaki ke arah utara menuju Pura Dalem, sejauh 500 meter.
..

𝐒𝐞𝐥𝐞𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐰𝐰𝐰.𝐍𝐮𝐬𝐚𝐁𝐚𝐥𝐢.𝐜𝐨𝐦

Reporter NusaBali : Nantra
📷 : Nantra

Kerusakan sejumlah ruas jalan disebabkan cuaca ekstrem belakangan ini menjadi atensi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruan...
15/01/2026

Kerusakan sejumlah ruas jalan disebabkan cuaca ekstrem belakangan ini menjadi atensi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPRK) Bangli. Ada lima ruas jalan yang mengalami senderan jebol dan longsor di Bangli. Guna menangani kejadian itu, Pemkab Bangli akan mengucurkan Rp 3,5 miliar untuk perbaikan.

Kepala Dinas PUPRK Bangli I Dewa Agung Putra Suryadarma mengatakan kalau dari pendataan yang dilakukan oleh jajarannya, ada lima titik yang perlu diperbaiki sesegera mungkin. Lima titik itu masing - masing tiga titik di Kecamatan Susut yakni di ruas Jalan Penataan - Manuk, ruas Jalan Mancingan - Selat dan ruas Jalan Sribatu - Malet. Kemudian dua lainnya, yakni di ruas Jalan Bebalang - Taman Bali, Kecamatan Bangli dan ruas Jalan Penelokan - Batur, Kecamatan Kintamani. "Semuanya kami sudah data. Total lima titik yang alami longsor/jebol bagian senderannya dan sudah kita estimasi biaya perbaikannya," terangnya, Rabu (14/1).

Diuraikan, untuk penanganan keempat ruas jalan terdampak itu akan membutuhkan biaya kurang lebih Rp 3,5 miliar. Terkait pos anggaran yang digunakan, Suryadarma mengaku kalau itu nantinya memanfaatkan pergeseran dana. Yang mana, anggaran dari pos lainya, atau dari Dinas lainnya dialihkan penangan kerusakan itu. "Setelah kami hitung, itu butuh Rp 3,5 miliar. Kalau soal anggaran, itu diperkirakan dari proses pergeseran. Ya, nanti mekanisme rapat dengan instansi terkait dan harus ada persetujuan bapak Bupati," urai Suryadarma.

Dia menyebutkan, kalau proses pengajuan anggaran sudah dilakukan pihaknya beberapa waktu lalu. Saat ini tinggal menunggu rapat dengan instansi terkait untuk memutuskan anggaran yang akan dialokasikan atau digeser ke penanganan jalan. Setelah nanti ada persetujuan, maka pihaknya segera ditenderkan untuk sesegera mungkin ditangani. "Kami sudah ajukan, tinggal menunggu, semoga dalam waktu dekat itu sudah ada. Setelah anggaran ada, maka butuh waktu 10 hari kita proses tender, barulah ada pemenangnya untuk perbaikan," imbuhnya lagi.
..

𝐒𝐞𝐥𝐞𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐰𝐰𝐰.𝐍𝐮𝐬𝐚𝐁𝐚𝐥𝐢.𝐜𝐨𝐦

Reporter NusaBali : Tian
📷 : Dok. NusaBali

Hujan lebat yang mengguyur kawasan Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, membuat air Danau Beratan tercemar lum...
15/01/2026

Hujan lebat yang mengguyur kawasan Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, membuat air Danau Beratan tercemar lumpur dan serpihan kayu. Kondisi ini sempat menuai keluhan wisatawan karena mengganggu pemandangan di kawasan destinasi wisata unggulan Bali tersebut.

Pencemaran air danau diduga terpicu material lumpur dari aktivitas pembuatan jalan di areal hutan Banjar Kembang Merta yang hanyut terbawa aliran air ke danau. Selain itu, serpihan kayu juga diduga berasal dari luapan sungai yang bersumber dari kawasan hutan di atas Kebun Raya.

Manajer DTW Ulun Danu Beratan I Wayan Mustika mengakui kondisi air danau berubah keruh sejak sekitar empat hari terakhir. Air danau tampak berwarna cokelat, terutama di bagian utara. “Wisatawan sempat menanyakan kenapa air danau terlihat keruh,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Rabu (14/1).

Mustika menjelaskan, perubahan warna air danau tersebut bukan disebabkan banjir di wilayah Pancasari. Menurutnya, jarak Pancasari cukup jauh dari Danau Beratan. “Kami menduga kuat karena material pembuatan jalan di Banjar Kembang Merta. Sedangkan serpihan kayu terbawa aliran sungai dari hutan di atas Kebun Raya,” tegasnya. Pihak pengelola DTW Ulun Danu Beratan saat ini telah melakukan upaya pembersihan secara bertahap serta rutin memantau kondisi air danau. “Sekarang tingkat kekeruhannya sudah mulai berkurang,” kata Mustika.

Bendesa Adat Kembang Merta I Nyoman Widastra memastikan tidak ada dampak terhadap tanaman maupun perkebunan warga akibat banjir di Pancasari. “Wilayah Pancasari cukup jauh dari Kembang Merta. Perkebunan kami masih aman, tidak ada kerusakan dan tidak terdampak banjir,” ujarnya.

Sementara itu, peneliti dan akademisi Program Studi Akuakultur, Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP), Universitas Udayana, Gde Raka Angga Kartika SPi MP menjelaskan, air dari daratan yang masuk ke danau dapat membawa material tertentu. Material tersebut dapat berupa nutrien dari pertanian di sekitar danau, maupun bahan organik dari kawasan wisata dan permukiman.

“Peningkatan nutrien seperti fosfat, nitrat maupun kandungan organik lain pada perairan hangat seperti di area tropis atau eutropik ini dapat menyebabkan kesuburan perairan Danau Beratan meningkat dan berpotensi memicu ledakan pop**asi fitoplankton tertentu,” ungkap Raka ketika, dihubungi NusaBali.com, Rabu (14/1).

Kata Raka, ledakan pop**asi fitoplankton yang perlu diwaspadai adalah jenis blue-green algae (Cyanobacteria). Ledakan pop**asi alga biru-hijau ini dapat mengubah warna perairan menjadi hijau pekat dan berpotensi mengeluarkan bau tidak sedap sehingga fenomena ini kerap dikenal sebagai harmful bloom atau harmful algal bloom (ledakan alga berbahaya). Namun, tidak semua fitoplankton dapat memanfaatkan kondisi eutropik di perairan danau dan tidak semua fitoplankton p**a berbahaya bagi ekosistem. Akan tetapi, Cyanobacteria merupakan jenis fitoplankton yang cepat berkembang dalam kondisi eutropik—dan merupakan fitoplankton berbahaya bagi kelangsungan ekosistem danau.
..

𝐒𝐞𝐥𝐞𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐰𝐰𝐰.𝐍𝐮𝐬𝐚𝐁𝐚𝐥𝐢.𝐜𝐨𝐦

Reporter NusaBali : Desak, Ngurah Ratnadi
📷 : IST

Rumpun bambu tumbang menutup badan jalan di jalur Banjar Jasan, Desa Sebatu menuju Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, G...
15/01/2026

Rumpun bambu tumbang menutup badan jalan di jalur Banjar Jasan, Desa Sebatu menuju Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Rabu (14/1) dini hari. Peristiwa ini menyebabkan satu unit mobil yang melintas tertimpa bambu. Pasangan suami istri (pasutri) terjebak di dalam kendaraan. Peristiwa ini dilaporkan oleh Camat Tegallalang, Ari Trisna Handayani, sekitar pukul 22.18 Wita.

Mobil dengan nomor polisi DK 1962 FQ itu dikemudikan seorang perempuan dengan satu penumpang yakni I Wayan Rida, selaku pemilik kendaraan. Saat melintas di jalur yang minim penerangan, pengemudi mendengar suara ranting patah sebelum rumpun bambu roboh dan menimpa mobil. Pintu mobil terjepit bambu sehingga pengemudi dan penumpang yang merupakan pasutri tidak dapat keluar. Keduanya terjebak cukup lama di dalam mobil sambil menunggu bantuan datang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar bersama personel TNI dan Polri segera turun ke lokasi melakukan evakuasi dan pembersihan bambu yang menutup jalan.

Setelah proses evakuasi, pengemudi dan penumpang berhasil dikeluarkan dalam kondisi selamat. Wayan Rida mengaku sempat panik karena pintu mobil hanya bisa terbuka sekitar 10 centimeter. “Saya tertahan di dalam mobil dan tidak bisa membuka pintu. Istri saya terus menenangkan dan kami menunggu bantuan,” ujarnya. Kejadian ini dilaporkan oleh Camat Tegallalang Ari Trisna Handayani sekitar pukul 22.18 Wita. Jalur utama Jasan-Timbul sempat tertutup total akibat rumpun bambu yang roboh. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar I Gusti Ngurah Dibya Prasasta mengatakan, penanganan di lokasi baru bisa dilakukan sekitar 60 persen. “Akses jalan sudah terbuka dan mobil yang tertimpa sudah berhasil dievakuasi. Namun sisa akar bambu belum bisa ditangani karena tidak ada sumber air terdekat. Penanganan lanjutan akan dikoordinasikan kembali,” jelasnya.
..

𝐒𝐞𝐥𝐞𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐰𝐰𝐰.𝐍𝐮𝐬𝐚𝐁𝐚𝐥𝐢.𝐜𝐨𝐦

Reporter NusaBali : Novi
📷 : IST

Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di perempatan Jalan Surapati-Jalan Kepundung, Kelurahan Dangin Puri, Kecamatan Denpa...
15/01/2026

Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di perempatan Jalan Surapati-Jalan Kepundung, Kelurahan Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur, Rabu (14/1) pagi pukul 08.15 WITA. Pengendara sepeda motor Honda Vario DK 2758 DI berinisial TAT, 24, tewas di lokasi kejadian setelah menabrak sepeda motor Yamaha Jupiter Z DK 4104 ABA yang dikendarai DGNH, 31.

Korban tewas menderita cedera kepala berat. Hidung dan telinganya mengeluarkan banyak darah. Jenazah korban asal Denpasar itu dievakuasi petugas BPBD Kota Denpasar ke kamar mayat RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar. Sementara pengendara Yamaha Jupiter Z DK 4104 ABA menderita luka pada tangan kanan. Korban yang juga asal Denpasar itu dilarikan ke RSUD Wangaya Denpasar untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kasat Lantas Polresta Denpasar, Kompol Yusuf Dwi Admodjo, menjelaskan sebelum kejadian pengendara sepeda motor Yamaha Jupiter Z bergerak dari arah timur menuju barat. Motor tersebut membuntuti sebuah mobil yang tidak dikenal identitasnya dari sisi kanan belakang. Pada saat yang sama, pengendara Honda Vario DK 2758 DI bergerak dari arah barat menuju timur.

Tiba di perempatan, mobil yang tak dikenali identitasnya tadi bersama pengendara Yamaha Jupiter Z belok kanan ke utara menuju ke Jalan Kepundung. Sementara pengendara Honda Vario yang saat itu melaju kencang dari arah barat zig zag melewati mobil tak dikenal itu hingga akhirnya menabrak pengendara motor Yamaha Jupiter Z. "Kecelakaan terjadi diduga akibat pengendara Honda Vario tidak hati-hati,” ungkap Kasatlantas.

Akibat tabrakan itu, lanjut Kompol Yusuf, korban yang tinggal di Jalan Gunung Batukaru, Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, itu tewas di tempat. Jenazah korban kemudian dibawa menuju kamar jenazah RSUP Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar menggunakan mobil ambulans Kota Denpasar.
..

𝐒𝐞𝐥𝐞𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐰𝐰𝐰.𝐍𝐮𝐬𝐚𝐁𝐚𝐥𝐢.𝐜𝐨𝐦

Reporter NusaBali : Patrix
📷 : IST

Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Bali mengerahkan alat berat dan petugas untuk membersihka...
15/01/2026

Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Bali mengerahkan alat berat dan petugas untuk membersihkan material banjir di ruas jalan nasional Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada Buleleng. Penurunan alat berat di lokasi sudah dilakukan sejak Senin (12/1) sampai kondisi kembali normal.

Sejumlah personel juga diturunkan untuk membersihkan material banjir secara manual, terutama yang menyumbat saluran air dan badan jalan. Fokus utama penanganan diarahkan pada titik-titik krusial yang berpotensi memicu genangan ulang. Salah satunya berada di area belakang Hotel Pancasari. Saluran air di sekitar Kawasan ini ditemukan tersumbat material berat berupa kayu dan sampah kiriman dari kawasan perbukitan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Bali, Yoni Santhia Rabu (14/1) menjelaskan, sumbatan tersebut terjadi pada bendungan kecil yang berfungsi membagi aliran air hujan dari wilayah Pancasari dan Dasong. Saat hujan deras, saluran tersebut tak mampu menampung debit air karena dipenuhi material, sehingga air meluap ke jalan nasional.

“Selain debit air memang besar, material kayu menumpuk cukup parah di saluran ini. Kalau tidak segera dibersihkan, potensi banjir susulan sangat besar,” ujar Yoni.

Sebanyak dua alat berat diturunkan untuk penanganan normalisasi drainase Pancasari. Yakni satu unit excavator dan backhoe loader serta dump truck lengkap dengan 10 orang tenaga lapangan diturunkan untuk mempercepat pembersihan. Material yang lebih ringan di badan jalan sudah ditangani, sementara sisa pekerjaan kini difokuskan pada pengangkatan bongkahan besar di saluran air.

Selain pemulihan darurat, Satker PJN juga bersiaga menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Januari. Alat berat disiagakan untuk merespons cepat jika terjadi longsor atau banjir lanjutan.
..

𝐒𝐞𝐥𝐞𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐰𝐰𝐰.𝐍𝐮𝐬𝐚𝐁𝐚𝐥𝐢.𝐜𝐨𝐦

Reporter NusaBali : Lilik
📷 : IST

DPRD Provinsi Bali menegaskan pengendalian alih fungsi lahan pertanian tidak akan efektif tanpa keterlibatan aktif pemer...
15/01/2026

DPRD Provinsi Bali menegaskan pengendalian alih fungsi lahan pertanian tidak akan efektif tanpa keterlibatan aktif pemerintah kabupaten/kota hingga aparatur desa adat dan desa dinas. Setelah Perda Tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Produktif dan Larangan Alih Kepemilikan Lahan Secara Nominee (kepemilikan tanah meminjam nama warga lokal,red) resmi ditetapkan, tahapan krusial berikutnya adalah memastikan pengawasan berjalan hingga tingkat terbawah.

Koordinator Panitia Khusus (Pansus) pembahasan Ranperda Tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Produktif dan Larangan Alih Kepemilikan Lahan Secara Nominee Agung Bagus Tri Candra Arka alias Gung Cok mengatakan sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali dengan pemerintah kabupaten/kota menjadi kunci untuk menekan laju alih fungsi lahan yang kian masif. Menurutnya, Perda ini merupakan langkah strategis dan mendesak untuk menahan degradasi lahan pertanian produktif di Bali.

Anggota DPRD Bali yang bertugas di Komisi IV membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) itu menekankan, pentingnya sosialisasi secara masif dengan melibatkan seluruh jajaran pemerintah daerah. Ia menilai pengendalian alih fungsi lahan tidak akan berjalan optimal tanpa peran aparatur di tingkat desa. “Kami sangat berharap Perda ini disosialisasikan secara serius dengan berkoordinasi bersama pemerintah kabupaten/kota. Aparatur terbawah seperti perbekel atau kepala desa, kelian adat, kelian subak, dan unsur desa lainnya harus benar-benar memperhatikan perkembangan lahan sawah di wilayahnya,” tegas Gung Cok di temui di Kantor Gubernur Bali, Niti Mandala Denpasar, Rabu (14/1).

Ia menilai selama ini praktik alih fungsi lahan kerap terjadi akibat lemahnya pengawasan di tingkat bawah. Padahal, setiap pembangunan pasti melalui tahapan perizinan yang diketahui oleh aparatur setempat. “Tidak mungkin tiba-tiba ada bangunan berdiri tanpa proses. Pasti ada izin, ada tahapan, dan aparatur di bawah pasti mengetahui. Inilah yang harus ditegaskan kembali agar tidak ada pembiaran,” ujar Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bali ini.
....

𝐒𝐞𝐥𝐞𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐰𝐰𝐰.𝐍𝐮𝐬𝐚𝐁𝐚𝐥𝐢.𝐜𝐨𝐦

Reporter NusaBali : Adi Putra
📷 : Adi Putra

Pusat Daur Ulang (PDU) di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, mulai beroperasi secara bertahap sebagai ba...
15/01/2026

Pusat Daur Ulang (PDU) di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, mulai beroperasi secara bertahap sebagai bagian dari upaya penguatan pengelolaan sampah perkotaan. Fasilitas yang mulai dioperasikan sejak Oktober 2025 lalu mampu mengolah sekitar 12 hingga 14 ton sampah per hari.

Mandor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Giri Putra, Rabu (14/1) mengatakan, operasional PDU diawali dengan pengaktifan mesin pencacah ranting pada 21 Oktober 2025. Setelah dinilai berjalan optimal, pengolahan diperluas dengan mengoperasikan mesin pencacah sampah organik sejak 8 November 2025. “Awalnya kami operasikan pencacah ranting. Setelah berjalan baik, kami lanjutkan dengan pencacah organik,” ujar Giri Putra.

Sampah yang diolah di PDU Kesiman Kertalangu berasal dari kegiatan penyapuan kota serta sampah pasar di wilayah Denpasar. Jenis sampah yang masuk meliputi sampah organik dan anorganik. Sebelum diolah, seluruh sampah dipilah terlebih dahulu oleh tenaga kerja di lokasi.

Giri Putra berharap ke depan sampah yang dikirim ke PDU sudah dalam kondisi terpilah sejak dari sumbernya, sehingga proses pengolahan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Untuk menunjang pengolahan sampah, PDU Kesiman Kertalangu dilengkapi dengan berbagai fasilitas mesin, di antaranya tiga mesin pencacah organik, satu mesin pencacah plastik, dua mesin pencacah serabut kelapa, dua mesin pencetak pelet, satu mesin peleleh plastik, serta empat mesin pencetak paving block. Selain itu, saat ini masih dilakukan pemasangan mesin pengolah sampah residu.

Dari sisi kapasitas, volume sampah yang dapat diolah sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Pada musim hujan, sampah cenderung basah dan berlumpur sehingga lebih sulit dipilah maupun dicacah. ...
....

𝐒𝐞𝐥𝐞𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐰𝐰𝐰.𝐍𝐮𝐬𝐚𝐁𝐚𝐥𝐢.𝐜𝐨𝐦

Reporter NusaBali : Miasa
📷 : Miasa

Pemerintah Kabupaten Badung di bawah kepemimpinan Bupati I Wayan Adi Arnawa Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta bergerak men...
15/01/2026

Pemerintah Kabupaten Badung di bawah kepemimpinan Bupati I Wayan Adi Arnawa Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta bergerak menyikapi kondisi Pantai Kuta yang compang camping akibat abrasi. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemerintah Kabupaten Badung kini tengah melakukan penataan pasir yang mulai dilakukan sejak Selasa (13/1) lalu.

“Kalau kita bicara Kuta, salah satu yang paling menonjol adalah surfing. Ombaknya yang indah dan lima besar terbaik dunia, menjadikan daerah ini terkenal di kalangan wisatawan internasional. Saya ingin mengembalikan kejayaan Kuta, menjaga orisinalitas serta kenyamanan wisatawan, sekaligus memastikan manfaat ekonomi dirasakan oleh masyarakat lokal,” tegas Bupati Adi Arnawa.

Terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Badung Anak Agung Rama Putra, mengatakan pengisian pasir mulai dilakukan sejak Selasa. Selain mengisi kembali area terdampak abrasi, pihaknya juga melakukan perapian jalur pejalan kaki atau pedestrian yang terdampak pergerakan pasir dan gelombang tinggi.

Pria yang akrab disapa Gung Rama menjelaskan, pekerjaan saat ini fokus di depan Hardrock Kuta hingga ke arah selatan, serta di kawasan depan Beachwalk Shopping Center. Penanganan dilakukan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan akibat abrasi, dengan total panjang area terdampak sekitar 100 meter.

Ia menambahkan, lokasi abrasi di Pantai Kuta juga mengalami pergeseran. Jika tahun lalu abrasi dominan terjadi di sekitar setra (kuburan) Desa Adat Kuta sebelah Tsunami Shelter, namun kini bergeser ke arah timur. “Sekarang abrasinya bergerak ke timur, di depan Hardrock dan depan Beachwalk. Kita tangani spot-spot yang rusak, kira-kira totalnya sekitar 100 meter,” katanya.

Ia lebih lanjut mengatakan, pasir yang digunakan merupakan pasir eksisting di kawasan pantai. Pasir diambil dari lokasi kemudian dikumpulkan dan dipindahkan untuk mengisi kembali bagian pantai yang terkikis gelombang tinggi. Dalam pelaksanaannya, pihaknya menurunkan masing-masing satu unit buldoser dan eskavator.

Dari sisi anggaran, kegiatan ini disebut dilaksanakan secara swakelola dengan sistem upah tenaga kerja harian. Pemeliharaan Pantai Kuta pun direncanakan terus dilakukan sepanjang tahun, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Ia pun berharap melalui pemeliharaan ini, Pantai Kuta kembali stabil dan memberi rasa nyaman bagi pengunjung. “Kita harapkan pemeliharaan ini bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung, baik luar negeri dan dalam negeri yang ingin pergi ke daerah Pantai Samigita,” harapnya.

𝐒𝐞𝐥𝐞𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐰𝐰𝐰.𝐍𝐮𝐬𝐚𝐁𝐚𝐥𝐢.𝐜𝐨𝐦

Reporter NusaBali : Rikha Setya
📷 : PROKOMPIM SETDA BADUNG, IST

Address

Denpasar
80235

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Berita Bali posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share