15/01/2026
Terdapat sebuah kulkul bersejarah sekaligus misterius di Desa Adat Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Badung. Kulkul duwe Puri Gede Kamasan Sibang itu kini tersimpan di pohon beringin yang berada di Pasar Rakyat Sibanggede.
Ketika berhenti sejenak di traffic light Sibang, di timur ruas Jalan Denpasar–Petang terdapat beringin yang diapit gedung Pasar Rakyat Desa Adat Sibanggede dan Pura Kahyangan Desa lan Puseh Desa Adat Sibanggede. Di pohon beringin itulah tersimpan kulkul yang diyakini bukan buatan manusia.
Panglingsir Semeton Puri Kamasan I Gusti Agung Ngurah Dirga, 83, menuturkan, kulkul yang disebut Pajenengan Sangkur itu merupakan peninggalan Raja Sibang I Gusti Agung Gde Kamasan Sakti. Raja Sibang III tersebut memimpin di bawah Raja Mengwi V Ida Cokorda Agung Made Agung Munggu (1745–1760).
Kata Ngurah Dirga, kulkul setinggi saka bale bandung itu merupakan pemberian wong samar ketika Raja Sibang III hendak membangun jembatan yang kini dikenal sebagai Kreteg Tua di Banjar Badung, Sibanggede. Ketika kulkul itu dibunyikan pasukan wong samar datang dari barat daya dan timur laut Sibang—bersiap menerima perintah dari Raja Sibang.
“Supaya tidak dibunyikan sembarangan, kulkul yang awalnya digantung di pohon waru di jaba sisi puri itu dipindahkan oleh Ida ke pohon beringin bertepatan Tumpek Wariga zaman itu,” beber Ngurah Dirga ketika ditemui di Saren Kauh Puri Gede Kamasan Sibang, Selasa (13/1/2026).
Sejak terakhir kali dibunyikan secara tidak sengaja oleh seorang anak dari pangabih (bawahan) Raja Sibang III, yang mendatangkan pasukan wong samar—kulkul yang disakralkan itu kini tidak ada yang berani membunyikan. Meski begitu, Ngurah Dirga menuturkan bahwa kulkul berusia 2,5 abad lebih itu pernah berbunyi sendiri.
Ketika berbunyi sendiri, hal tersebut menandakan peristiwa besar akan terjadi. ...
..
𝐒𝐞𝐥𝐞𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐰𝐰𝐰.𝐍𝐮𝐬𝐚𝐁𝐚𝐥𝐢.𝐜𝐨𝐦
Reporter NusaBali : Ngurah Ratnadi
📷 : Ngurah Ratnadi