12/08/2026
297 Lansia di Magelang Tengah Lulus Sekolah Lansia, Dibekali Ilmu agar Tetap Sehat, Mandiri dan Produktif
BALIEXPRESS.ID — Usia bukan alasan untuk berhenti belajar. Sebanyak 297 warga lanjut usia (lansia) di Kecamatan Magelang Tengah berhasil menyelesaikan pendidikan di Sekolah Lansia, sebuah program yang dirancang untuk membuat para peserta tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Program tersebut bukan sekadar kegiatan belajar bagi kelompok lanjut usia. Sekolah Lansia menjadi ruang bagi para peserta untuk memperoleh pengetahuan sekaligus pendampingan yang dapat diterapkan dalam kehidupan mereka setelah memasuki usia lanjut.
Para peserta mendapatkan pembelajaran melalui kurikulum lansia tangguh yang mencakup berbagai aspek penting dalam kehidupan.
Materi yang diberikan meliputi kesehatan holistik, keagamaan, kemandirian sosial, hingga kemandirian ekonomi.
Dengan pembekalan tersebut, para lansia diharapkan tidak hanya mampu menjaga kesehatan fisik dan mental, tetapi juga tetap memiliki peran di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
297 Lansia Resmi Lulus
Prosesi wisuda Sekolah Lansia se-Kecamatan Magelang Tengah berlangsung di Gedung Wanita Kota Magelang, Senin (10/8).
Kegiatan tersebut digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMP4KB) Kota Magelang.
Sebanyak 297 peserta yang telah mengikuti rangkaian pembelajaran kemudian dinyatakan lulus.
Bagi para peserta, kelulusan tersebut bukan berarti proses belajar harus berakhir. Justru, pengetahuan yang telah diperoleh diharapkan menjadi bekal untuk menjalani masa lanjut usia dengan lebih percaya diri dan mandiri.
Perwakilan wisudawan Sekolah Lansia Gelangan, Herdion Suwandi, mengatakan materi serta pendampingan selama program memberikan manfaat penting bagi para lansia.
Menurutnya, pembelajaran tersebut membantu peserta memahami bagaimana tetap menjaga kemandirian dan produktivitas meskipun telah memasuki usia lanjut.
Ingin Program Terus Berlanjut
Herdion berharap Sekolah Lansia tidak berhenti setelah para peserta menyelesaikan pendidikan.
Menurut dia, keberlanjutan program menjadi hal penting agar pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan dapat terus diterapkan sekaligus dikembangkan.
“Harapan kami program ini adalah program yang berkelanjutan. Ini adalah awal dari sesuatu kelanjutan yang menjadi Kota Magelang yang luar biasa,” kata Herdion antusias.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa Sekolah Lansia tidak hanya dipandang sebagai program pendidikan sesaat.
Para peserta membutuhkan ruang untuk terus berinteraksi, belajar, berbagi pengalaman, serta menjaga aktivitas sosial agar tetap memiliki kualitas hidup yang baik.
Lansia Bukan Sekadar soal Usia
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono yang hadir dalam kegiatan tersebut turut memberikan pesan kepada para wisudawan.
Menurutnya, kelompok lanjut usia tidak seharusnya hanya dilihat dari angka usia.
Lebih dari itu, lansia masih memiliki peran penting dalam kehidupan sosial. Pengalaman hidup yang panjang membuat mereka memiliki pengetahuan dan nilai-nilai yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Saya berpesan di sini, tetap menjadi sumber teladan, nasihat, serta inspirasi bagi generasi-generasi muda,” ujar Damar.
Pesan tersebut menegaskan bahwa bertambahnya usia bukan berarti seseorang kehilangan peran di tengah masyarakat.
Justru, para lansia dapat menjadi sumber pengalaman, teladan, nasihat, dan inspirasi bagi anak-anak serta generasi muda.
Pemkot Siapkan Ruang yang Lebih Inklusif
Pemkot Magelang menyatakan komitmennya untuk terus memberikan perhatian terhadap kelompok lanjut usia.
Damar mengatakan pemerintah daerah akan menyediakan kebijakan dan ruang publik yang inklusif agar para lansia tetap dapat beraktivitas dan memperoleh kesempatan yang setara untuk menjalani kehidupan secara mandiri.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi kelompok lanjut usia.
Sebab, peningkatan jumlah penduduk lansia membutuhkan perhatian tidak hanya dalam bidang kesehatan, tetapi juga dalam aspek sosial, ekonomi, lingkungan, hingga kesempatan untuk tetap berkontribusi.
Sekolah Lansia Jadi Bekal Menuju Masa Tua Berkualitas
Lulusnya 297 lansia dari Sekolah Lansia di Magelang Tengah menjadi gambaran bahwa proses belajar tidak memiliki batas usia.
Program semacam ini dapat menjadi ruang bagi para lansia untuk terus mengembangkan kemampuan, menjaga kesehatan, memperluas interaksi sosial, sekaligus mempertahankan kemandirian.
Lebih jauh, keberadaan Sekolah Lansia juga mengajarkan bahwa masa tua bukan berarti berhenti berkarya.
Dengan dukungan keluarga, pemerintah, dan lingkungan masyarakat, para lansia tetap bisa menjadi bagian aktif dalam pembangunan sosial.
Harapannya, program tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak lansia sehingga semakin banyak warga lanjut usia yang dapat menikmati masa tua dengan sehat, mandiri, produktif, dan bermartabat.
(BE-OR002)