Koran Bali Express

Koran Bali Express Official Account
Bali Express (Jawa Pos Group)
berada dibawah naungan PT. Bali Ekspres Intermedia
(4)

Pohon Beringin ternyata memiliki peran yang sangat vital dan sakral dalam upacara keagamaan di Bali, khususnya dalam rit...
29/11/2025

Pohon Beringin ternyata memiliki peran yang sangat vital dan sakral dalam upacara keagamaan di Bali, khususnya dalam ritual Pitra Yadnya atau Mamukur (penyucian atma). Penggunaannya bahkan diatur dengan detail ritual khusus.

Menurut Dr. Wayan Murniti, Dosen Upakara IAHN Mpu Kuturan, Beringin menjadi sarana penting dalam upacara pengajuman pada rangkaian Mamukur, di mana tujuannya adalah membebaskan atma (roh) dari sifat keduniawiannya agar dapat menyatu dengan Sang Pencipta menjadi Dewa Pitara.

Daun beringin dipetik (ngangget don bingin) untuk mewujudkan prakerti sang pitara dalam bentuk puspa lingga.

Proses dan Aturan Sakral:

- Persiapan: Sebelum pemetikan, seorang Sulinggih akan ngwekasang banten (menghaturkan sesajen) kepada Dewa Sangkara (dewa tumbuhan), dilanjutkan dengan panca sembah oleh masyarakat.

- Aksi Pemetikan: Daun digait sebanyak tiga kali mengikuti arah jarum jam (Murwa Daksina).

- Aturan Ketat: Daun yang sudah digait tidak boleh jatuh ke tanah. Karena aturan inilah, masyarakat Bali menggunakan kain kafan atau kain putih sebagai wadah penampung saat proses penggaitan.

Secara mitologi, pohon beringin diyakini sebagai tumbuhan sorga dan tempat anjangsana (berkunjung) para pitara dan dewa. Dalam lontar Siwagama, dikisahkan bahwa pohon beringin mendapat anugerah dari Bhagawan Salukat untuk menjadi pelindung para Dewa dan wahana penyucian.

Pemilihan pohon beringin dalam Mamukur ini, menurut Dr. Murniti, bermakna sebagai wahana penyucian bagi arwah leluhur agar bisa mencapai kesempurnaan.

Apakah tradisi penggunaan simbol-simbol alam seperti Pohon Beringin ini menunjukkan kuatnya hubungan spiritual masyarakat Bali dengan lingkungan?

Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Tabanan, kembali menjadi pusat perhatian spiritual dan budaya. Pengempon Pura bersama...
29/11/2025

Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Tabanan, kembali menjadi pusat perhatian spiritual dan budaya. Pengempon Pura bersama Manajemen DTW Tanah Lot siap menggelar upacara Wraspati Kalpa yang diawali dengan prosesi Mendak Siwi pada Rabu (2/12) mendatang.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, menjelaskan bahwa upacara ini merupakan rangkaian penting pasca rampungnya proses pemugaran Pelinggih Utama di Pura Luhur Tanah Lot yang telah berlangsung sejak Juni 2025. Kini, bangunan suci tersebut dapat difungsikan secara penuh untuk menopang upacara adat dan kegiatan keagamaan.

Meskipun aktivitas pujawali sedang berlangsung, Sudiana menegaskan bahwa DTW Tanah Lot akan tetap beroperasi secara terbatas dan teratur. Hal ini bertujuan agar wisatawan tetap dapat menikmati keindahan sekaligus mengenal kekayaan budaya dan spiritualitas Bali. Selama upacara, pengunjung berkesempatan menyaksikan langsung ngaturan ayahan dan persembahan tari-tarian sakral.

Mengingat akses menuju pura sangat dipengaruhi oleh kondisi pasang surut air laut, Manajemen Tanah Lot telah menyiapkan dukungan teknis maksimal, termasuk pengamanan berlapis, petugas Balawista, dan pos pantau di titik-titik strategis.

Pihak manajemen mengimbau para pemedek dan pengunjung untuk tetap waspada, berhati-hati, dan menyesuaikan waktu tangkil dengan jadwal pasang surut demi kelancaran prosesi dan keselamatan bersama, terutama dalam kondisi cuaca yang mungkin memburuk.

Bagaimana cara terbaik bagi manajemen DTW untuk menyeimbangkan antara pelaksanaan upacara sakral dan pelayanan wisata di objek yang memiliki keterbatasan akses seperti Tanah Lot?

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan mengambil langkah progresif dengan resmi membebaskan dua tersangka kasus pencurian mel...
29/11/2025

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan mengambil langkah progresif dengan resmi membebaskan dua tersangka kasus pencurian melalui mekanisme restorative justice atau keadilan restoratif. Penghentian penuntutan ini menandai penerapan penegakan hukum yang lebih humanis di Gumi Lumbung Padi.

Kepala Kejaksaan Negeri Tabanan, Arjuna M. Wiritanaya, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah semua syarat formil dan materiil terpenuhi sesuai Peraturan Kejaksaan RI Nomor 15 Tahun 2020. Syarat yang wajib dipenuhi antara lain: terjadinya perdamaian antara tersangka (KK dan AP) dan korban, pemulihan kerugian, serta jaminan bahwa perkara tidak lagi menimbulkan gangguan sosial.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum, Ngurah Wahyu Resta, menambahkan bahwa proses ini telah melalui gelar perkara bersama Jaksa Agung Muda di Kejaksaan Agung RI. Pertimbangan lain yang menguatkan adalah sikap kooperatif tersangka, belum pernah dihukum, dan adanya dukungan dari tokoh masyarakat bahwa kasus ini tidak lagi memicu konflik.

Mekanisme ini berorientasi pada pemulihan keadaan, di mana korban telah memaafkan dan kerugian telah dipulihkan.

Menariknya, meskipun tidak menjalani hukuman pidana, kedua tersangka tetap dikenakan sanksi sosial, yaitu kewajiban melakukan kegiatan pembersihan tempat ibadah selama periode yang disepakati. Sanksi sosial ini berfungsi sebagai bentuk tanggung jawab moral dan pemulihan hubungan sosial.

Seberapa efektif mekanisme keadilan restoratif yang mengedepankan perdamaian dan sanksi sosial ini dalam mengurangi angka residivisme (pengulangan kejahatan) di Indonesia?

Siapa sangka, berawal dari balik mikrofon studio radio, perjalanan hidup Ayu Putri Suryaningrat menemukan panggilan jiwa...
29/11/2025

Siapa sangka, berawal dari balik mikrofon studio radio, perjalanan hidup Ayu Putri Suryaningrat menemukan panggilan jiwa yang luar biasa di dunia seni pedalangan.

Perkenalannya dengan seorang dalang senior di Denpasar saat bekerja sebagai penyiar membuka jalan bagi Ayu untuk mendalami seni Wayang Lemah. Ia memberanikan diri mengikuti kelas pedalangan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Proses ini bukan hanya sekadar belajar teknis, tetapi juga penempaan mental dan penyelesaian ritual pawintenan sebagai seorang dalang.

Meskipun sempat vakum untuk fokus pada rumah tangga, kecintaan Ayu pada seni tak pernah pudar. Mimpinya untuk memiliki seperangkat wayang sendiri akhirnya terwujud, menandai kembalinya Ayu sebagai seorang Jro Dalang Perempuan yang kini aktif berkarya.

Perjalanan profesionalnya tak kalah panjang dan inspiratif. Lulusan Magister Linguistik Universitas Udayana ini memiliki rekam jejak yang solid, mulai dari menjadi pengajar, dosen honorer, hingga aktif sebagai Penyuluh Bahasa Bali dan kini bertugas sebagai Penyuluh Agama Hindu di Kementerian Agama Kabupaten Klungkung—semua berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kontribusi Ayu pada pelestarian budaya Bali sangat luas. Selain menjadi dalang dan seniman Drama Gong, ia juga aktif sebagai pembina dan juri berbagai kompetisi bahasa dan sastra Bali, bahkan menyusun buku pelajaran Bahasa Bali.

Rentetan prestasi sejak 2006 di bidang Kekawin, Dharma Wacana, dan pidato Bahasa Bali, hingga kelulusannya sebagai Narasumber Nasional, mengukuhkan reputasinya.

Sosok Ayu Putri Suryaningrat membuktikan bahwa perempuan Bali mampu mengabdi pada budaya melalui berbagai peran, dari panggung seni hingga ruang kelas dan kantor pemerintahan. Menurut kalian, bidang mana yang paling memerlukan peran aktif tokoh seperti beliau saat ini, dan bagaimana kita dapat mendorong lebih banyak perempuan Bali mengikuti jejaknya?

Pemkot Denpasar mengambil langkah tegas dalam penataan kawasan Tukad Badung. Mulai tahun 2026, bangunan pertokoan di sep...
29/11/2025

Pemkot Denpasar mengambil langkah tegas dalam penataan kawasan Tukad Badung. Mulai tahun 2026, bangunan pertokoan di sepanjang Jalan Sulawesi akan mengalami pergeseran atau pemunduran sejauh 3 meter dari bibir sungai. Penataan ini dilakukan untuk menambah sempadan sungai, terutama setelah musibah banjir yang sempat merenggut korban jiwa dan menimbulkan kerugian materiil pada September 2025.

Langkah ini bukanlah tanpa persetujuan. Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, pada Selasa (25/11), memastikan bahwa seluruh pemilik toko — sebanyak 38 orang — telah sepakat dan menandatangani kesepakatan bersama untuk membongkar dan memundurkan bangunan mereka sendiri.

Pelaksanaan penataan ini akan dimulai pada tahun 2026, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan fasilitas pendukung yang dirancang Pemkot.

Sebagai kompensasi dan nilai tambah bagi kawasan tersebut, Pemkot Denpasar berjanji akan membangun taman dan meningkatkan kualitas jalan di depan pertokoan. Penataan kawasan Tukad Badung ini diarahkan agar dapat memiliki value baru, bahkan berpotensi dimanfaatkan sebagai pasar malam atau ruang aktivitas masyarakat di malam hari.

Namun, di tengah keseragaman persetujuan, terdapat satu bangunan yang masih dalam kajian khusus: Hotel Raya. Hotel tersebut disebutkan sudah memiliki izin resmi sejak lama, meski secara aturan melanggar sempadan sungai. Pemkot berhati-hati agar penanganannya tidak salah langkah.

Bagaimana pendapat kalian tentang rencana Pemkot Denpasar yang mengubah wajah Jalan Sulawesi dan Tukad Badung ini? Apakah langkah ini efektif mencegah banjir dan meningkatkan fungsi ekonomi kawasan?

Kabar Baik! Pemkab Bangli Siapkan Rp3 Miliar Lebih untuk Bantuan Ngaben Massal 2026, Cek Syaratnya!Pemerintah Kabupaten ...
29/11/2025

Kabar Baik! Pemkab Bangli Siapkan Rp3 Miliar Lebih untuk Bantuan Ngaben Massal 2026, Cek Syaratnya!

Pemerintah Kabupaten Bangli kembali menunjukkan komitmennya untuk meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan upacara Pitra Yadnya. Melalui anggaran 2026, Pemkab Bangli telah merancang bantuan dana untuk upacara ngaben massal dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp3 miliar.

Plt Kepala Bagian Kesra Setda Bangli, I Made Yuana Kartadi Natih, pada Rabu (26/11), menjelaskan bahwa besaran rancangan anggaran untuk tahun depan tetap sama dengan tahun ini, meskipun penyerapan tahun sebelumnya hanya mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Hal ini menunjukkan kesiapan Pemkab Bangli untuk mendukung penuh program warisan dari periode pertama Bupati Sang Nyoman Sedana Arta ini.

Bantuan ini khusus ditujukan untuk upacara ngaben massal, bukan ngaben pribadi, dengan perhitungan bantuan yang diterima sebesar Rp1 juta per sawa (jenazah).

Lalu, bagaimana cara mendapatkannya?

Masyarakat yang berencana menyelenggarakan ngaben massal dapat mengajukan proposal kepada Pemkab Bangli. Salah satu syarat utama dan wajib adalah melampirkan akta kematian warga yang akan diupacarai. Menurut Yuana, pengajuan proposal biasanya mulai masuk sekitar bulan Maret, menjelang puncak musim ngaben pada Juni-Juli.

Program ini memiliki manfaat ganda: selain meringankan beban biaya upacara, ia juga berfungsi menertibkan administrasi kependudukan, khususnya pengurusan akta kematian.

Apakah menurut kalian program bantuan ngaben massal ini sudah tepat sasaran dan efektif membantu masyarakat Bangli?

Insiden perusakan fasilitas publik kembali terjadi di Denpasar. Pos Polisi yang berlokasi strategis di kawasan Simpang E...
29/11/2025

Insiden perusakan fasilitas publik kembali terjadi di Denpasar. Pos Polisi yang berlokasi strategis di kawasan Simpang Enam, Jalan Teuku Umar, Denpasar Barat, menjadi sasaran aksi vandalisme oleh orang tak dikenal (OTK) pada Sabtu (15/11) siang.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh anggota Satuan Lalu Lintas sekitar pukul 15.30 WITA yang tengah melakukan pengecekan rutin. Petugas terkejut mendapati pos dalam kondisi berantakan dengan tembok penuh coretan cat dan sejumlah kaca pecah. Kerugian akibat ulah OTK ini diperkirakan mencapai Rp10 juta.

Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, mengonfirmasi insiden ini pada Rabu (26/11). Ia memastikan bahwa pos yang dirusak telah diperbaiki dan kasusnya sedang ditangani serius oleh Satreskrim Polresta Denpasar.

Dugaan sementara, pelaku diperkirakan lebih dari satu orang dan beraksi saat pos dalam keadaan tidak dijaga, memanfaatkan celah untuk leluasa melakukan perusakan.

Polresta Denpasar saat ini tengah gencar mengumpulkan bukti dan keterangan di lapangan untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku.

Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi atau menyaksikan kejadian tersebut agar segera melapor. Tindakan perusakan fasilitas negara ini merupakan tindak pidana serius. Menurut kalian, apa motif di balik perusakan pos polisi ini, dan bagaimana peran CCTV di sekitar lokasi dalam membantu pengungkapan kasus?

Seorang wanita warga negara asing (WNA) asal Afrika Selatan, Lungile Ntombenhile Mzimela (32), resmi menyandang status t...
29/11/2025

Seorang wanita warga negara asing (WNA) asal Afrika Selatan, Lungile Ntombenhile Mzimela (32), resmi menyandang status terpidana usai divonis bersalah dalam kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (25/11).

Kasus ini menarik perhatian karena Mzimela, yang ditangkap di Bandara Ngurah Rai pada 13 Juli 2025, nekat menyelundupkan hampir satu kilogram sabu (1.093,02 gram brutto) yang disembunyikan di dalam celana dalamnya, saat itu ia tengah hamil enam bulan lebih.

Majelis Hakim yang diketuai Dr. Iman Luqmanul Hakim menjatuhkan vonis pidana penjara selama delapan tahun enam bulan (8,5 tahun). Hukuman ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut 11 tahun penjara. Selain itu, Mzimela diwajibkan membayar denda sebesar Rp1 miliar, subsider tiga bulan kurungan.

Mzimela terbukti melanggar Pasal 113 ayat (2) UU Narkotika. Hal yang memberatkan adalah tindakannya bertentangan dengan program pemberantasan narkotika pemerintah, apalagi ia berstatus WNA yang seharusnya mematuhi hukum Indonesia.

Namun, kondisinya yang sedang mengandung (berbadan dua), bersikap sopan, jujur, dan berterus terang di persidangan menjadi pertimbangan hakim yang meringankan vonis. Mzimela, melalui penasihat hukumnya, menyatakan menerima putusan tersebut, sikap yang sama juga diambil oleh JPU.

Terdakwa mengaku dijanjikan upah sekitar Rp17 juta oleh seorang wanita bernama Sindi (kini buron) untuk membawa sabu dari Johannesburg ke Bali.

Bagaimana pendapat kalian mengenai vonis yang mempertimbangkan faktor kemanusiaan seperti kondisi ibu hamil, di tengah kejahatan narkotika yang tergolong berat?

Rapat Koordinasi Akhir Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) tingkat Provinsi Bali di Kantor Gubernur, Rabu (26/11), kembal...
29/11/2025

Rapat Koordinasi Akhir Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) tingkat Provinsi Bali di Kantor Gubernur, Rabu (26/11), kembali menyoroti isu mendesak: penataan struktur penguasaan dan pemanfaatan lahan.

Pemerintah Kabupaten Buleleng, melalui Bupati I Nyoman Sutjidra, secara tegas menyampaikan bahwa ancaman terbesar saat ini adalah pengendalian alih fungsi lahan pertanian yang bergerak masif. Laju konversi lahan akibat tekanan investasi dan peningkatan nilai ekonomi tanah dinilai sulit dibendung dan dikhawatirkan mengancam ketahanan pangan daerah.

Sebagai wadah koordinasi lintas sektor, GTRA bertujuan memastikan akses tanah adil bagi masyarakat dan kelompok rentan. Namun, hal ini menjadi sia-sia jika lahan produktif terus menyempit.

Bupati Sutjidra menegaskan komitmen Buleleng untuk memperketat alih fungsi lahan, khususnya pada Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Bahkan, ia menyampaikan rencana untuk membatasi konversi di masa depan dan siap membuat lahan sawah baru sebagai upaya mengimbangi konversi yang sudah terjadi.

Strategi yang sudah dijalankan Buleleng antara lain pemberian insentif pajak bagi masyarakat yang mempertahankan lahan pertaniannya. Hal ini diproyeksikan menciptakan keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan keberlanjutan pertanian. Namun, efektivitas langkah ini sangat bergantung pada konsistensi implementasi dan kontrol perizinan yang ketat.

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, juga menekankan bahwa reforma agraria harus menjadi instrumen pengentasan kemiskinan dan harus tepat sasaran. Ia mengingatkan agar GTRA tidak hanya sebatas forum, melainkan harus melahirkan kebijakan konkret di lapangan.

Strategi pengawasan dan insentif pajak seperti yang diterapkan Buleleng ini, apakah sudah cukup kuat untuk membendung laju investasi yang masif mengkonversi lahan pertanian?

Ratusan Guru Pensiun Tiap Tahun, Solusi Apa yang Disiapkan Disdikpora Karangasem untuk Atasi Krisis?Setiap tahun, Kabupa...
29/11/2025

Ratusan Guru Pensiun Tiap Tahun, Solusi Apa yang Disiapkan Disdikpora Karangasem untuk Atasi Krisis?

Setiap tahun, Kabupaten Karangasem menghadapi tantangan serius di sektor pendidikan. Seiring dengan masuknya sejumlah besar tenaga pendidik ke masa purna tugas, sekolah-sekolah di seluruh Gumi Lahar kini mengalami kekurangan guru yang signifikan.

Data dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem menunjukkan bahwa meskipun saat ini sudah ada 4.093 guru dari jenjang PAUD hingga SMP, angka ini masih jauh dari kata cukup. Karangasem tercatat masih membutuhkan lebih dari seribu guru lagi untuk mengisi kekosongan di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Disdikpora Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana, mengakui bahwa hampir semua sekolah di Karangasem merasakan dampak dari pensiunnya ratusan guru ini. Pihaknya mengaku kesulitan mencari jalan keluar karena kewenangan pengangkatan guru kini berada di pemerintah pusat, dan regulasi juga membatasi perekrutan tenaga kontrak baru.

Dalam jangka pendek, Disdikpora berencana menjalin kerja sama dengan pihak Universitas, di mana mahasiswa kependidikan nantinya dapat melaksanakan pelatihan atau praktik sebagai guru di Karangasem. Rencana ini masih dalam tahap kajian dan menunggu persetujuan pimpinan.

Langkah strategis apa yang paling efektif untuk menekan defisit guru ribuan ini? Apakah pengangkatan CPNS dari pusat menjadi satu-satunya harapan bagi Karangasem?

Kasus pembobolan Toko Jayamaruti di Kintamani, Bangli, akhirnya berhasil diungkap oleh pihak kepolisian. Yang mengejutka...
29/11/2025

Kasus pembobolan Toko Jayamaruti di Kintamani, Bangli, akhirnya berhasil diungkap oleh pihak kepolisian. Yang mengejutkan, pelaku utamanya adalah mantan karyawan toko tersebut, Hendra (19).

Pencurian yang terjadi pada Senin (10/11) ini terkuak setelah karyawan menemukan mess dan toko dalam kondisi berantakan dengan kerusakan pada pintu, kaca pecah, dan ventilasi. Kerugian yang dialami toko mencapai Rp50 juta uang tunai dari laci kasir, ditambah dua slop rokok. Di lokasi, ditemukan satu batang linggis berwarna kuning yang ditinggalkan pelaku.

Penemuan linggis inilah yang menjadi petunjuk utama. Berdasarkan penelusuran di toko penjual linggis, polisi berhasil mengidentifikasi pembeli dengan ciri-ciri yang mengarah kepada Hendra. Pelaku yang sempat bekerja delapan bulan di toko ini akhirnya ditangkap di kampung halamannya, Bondowoso.

Kepada polisi, Hendra mengakui perbuatannya yang didorong oleh faktor ekonomi. Ia beraksi tidak sendirian, melainkan dibantu oleh temannya, Wahyudi, yang saat ini masih dalam pengejaran. Atas perbuatannya, Hendra dijerat Pasal 363 Ayat (1) atau Pasal 362 KUHP.

Seberapa besar peran petunjuk sekecil linggis ini dalam proses pengungkapan kasus kriminal?

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
28/11/2025

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Bertepatan dengan Hari Raya Kuningan, hujan di sejumlah wilayah di Bali diperkirakan turun pada siang hingga malam hari.

Address

Jalan Cok Agung Tresna, No. 63
Denpasar
80361

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Koran Bali Express posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Koran Bali Express:

Share