Hikmah Harian

Hikmah Harian 🌿Hikmah Harian
"Sedikit kata, sejuta makna. Renungan Islami setiap hari untuk hati yang ingin selalu dekat dengan Allah."

“Sahabat Hijrah Muslimah” adalah tag line kami

Bismillah..."Allah tahu prosesmu, Allah tahu niat baikmu,*tenanglah Allah Pasti bantu segala urusanmu*."`ومن يتق الله يج...
01/02/2026

Bismillah...

"Allah tahu prosesmu, Allah tahu niat baikmu,
*tenanglah Allah Pasti bantu segala urusanmu*."

`ومن يتق الله يجعل له من أمره يسرا`

"Kita tak pernah tertinggal,
*hanya saja kita berbeda jalan*."





31/01/2026




Ada kalanya kita berusaha terlalu keras menggenggam sesuatu yang sebenarnya tidak pernah ditakdirkan menjadi milik kita....
26/01/2026

Ada kalanya kita berusaha terlalu keras menggenggam sesuatu yang sebenarnya tidak pernah ditakdirkan menjadi milik kita.

Kita mengejar, menunggu, berharap, bahkan memaksakan diri hingga lupa bahwa segala sesuatu di dunia ini berjalan dengan ketentuan Allah.

Jika ingin diselamatkan....Kau mengeluh lelah, seolah Allah yang membuatmu hancur, padahal yang melelahkanmu adalah hidu...
23/01/2026

Jika ingin diselamatkan....

Kau mengeluh lelah, seolah Allah yang membuatmu hancur, padahal yang melelahkanmu adalah hidup tanpa benar-benar melibatkan-Nya. Kau minta tenang, tapi shalatmu kau tunda. Kau minta kuat, tapi doamu kau singkat. Kau menangis meminta jalan keluar, sementara perintah Allah kau tawar.

Kau bilang imanmu ada, tapi waktumu habis untuk dunia. Kau berharap Allah memahami lelahmu, namun kau jarang memahami apa yang Allah minta darimu. Saat hatimu kosong dan dadamu sesak, kau bertanya kenapa hidup terasa berat.

Ketahuilah, Allah tidak pernah meninggalkanmu. Kitalah yang sibuk berjalan menjauh, lalu lelah sendiri, lalu menyalahkan takdir. Lelahmu hari ini bukan karena ujian terlalu berat, tapi karena hatimu terlalu lama hidup tanpa sujud yang jujur.

Jika kau masih ingin diselamatkan, berhentilah lari. Pulanglah kepada Allah, bukan saat semuanya baik-baik saja, tapi justru saat kau paling hancur dan paling capek. Sebab hanya di dekat-Nya lelah tidak sia-sia, air mata dicatat sebagai ibadah, dan luka berubah menjadi jalan menuju ampunan.

Tamparan untuk Hati yang LalaiKita sering menangis karena takdir,padahal dosa kita tertawa setiap hari.Kita marah saat h...
22/01/2026

Tamparan untuk Hati yang Lalai

Kita sering menangis karena takdir,
padahal dosa kita tertawa setiap hari.
Kita marah saat hidup terasa berat,
tapi tak pernah marah pada diri sendiri
yang ringan melanggar perintah Allah.

Shalat ditunda,
maksiat disegerakan.
Aurat dijaga saat dilihat manusia,
tapi dibuka lebar di hadapan
Rabb semesta alam.

Lisan sibuk menilai dosa orang lain,
sementara dosa sendiri disimpan rapi
dan diberi nama “ini cuma manusiawi.”

Hati merasa baik-baik saja,
padahal sudah lama mati
tak tersentuh ayat,
tak gentar ancaman neraka,
tak rindu surga.

Yang lebih menampar:
kita berharap husnul khatimah,
namun setiap hari berlatih su’ul amal.

Ingat.
Allah Maha Pengampun, iya.
Tapi Allah juga Maha Adil,
dan dosa yang dibiarkan
bisa menjadi alasan azab,
bukan ampunan.

Jika hari ini belum menangis karena dosa,
takutlah… bisa jadi esok kita menangis
karena penyesalan yang tak lagi berguna.

Beginilah knp tidak boleh...
22/01/2026

Beginilah knp tidak boleh...


21/01/2026

Dikasih cobaan ya di cobain, coba dngn Bismillah dikasih nikmat ya di nikmatin, nikmati dngn Alhamdulillah

4 MACAM BUMBU OLESAN BAKARANENAK DAN SIMPEL BANGET👌😍1️⃣ Olesan Pedas ManisBahan:• 5 sdm saus pedas• 5 sdm kecap manis• 2...
21/01/2026

4 MACAM BUMBU OLESAN BAKARAN
ENAK DAN SIMPEL BANGET👌😍

1️⃣ Olesan Pedas Manis
Bahan:
• 5 sdm saus pedas
• 5 sdm kecap manis
• 2 sdm minyak goreng
• 2 sdm margarin
• 1 sdm boncabe (sesuai selera)

Cara Membuat:
1. Panaskan wajan, masukkan margarin dan minyak hingga leleh.
2. Masukkan saus pedas dan kecap manis, aduk rata.
3. Tambahkan boncabe, aduk hingga mengkilap dan agak mengental.
4. Angkat, siap digunakan sebagai olesan.

Cocok untuk:
Ayam bakar, sosis bakar, jagung bakar, bakso bakar, ikan bakar.

2️⃣ Olesan Barbeque
Bahan:
• 5 sdm saus barbeque
• 2 sdm kecap manis
• 1 sdm saus tomat
• 2 sdm minyak goreng
• 2 sdm margarin

Cara Membuat:
1. Lelehkan margarin dan minyak di wajan.
2. Masukkan saus barbeque, kecap manis, dan saus tomat.
3. Masak sambil diaduk hingga harum dan kental.
4. Angkat dan siap digunakan.

Cocok untuk:
Ayam bakar, sosis bakar, ikan bakar, jagung bakar

3️⃣ Olesan Balado Pedas
Bahan:
• 2 sdm bumbu balado bubuk
• 2 sdm minyak goreng
• 2 sdm margarin
• 1–2 sdm air (opsional, agar tidak terlalu kental.

Setelah bertahun-tahun kejujurannya membawa bertemu dengan jodohnya.Dikisahkan, suatu hari Imam Muhammad bin Abdul Baqi ...
21/01/2026

Setelah bertahun-tahun kejujurannya membawa bertemu dengan jodohnya.

Dikisahkan, suatu hari Imam Muhammad bin Abdul Baqi pergi menuju Makkah untuk melaksanakan ibadah haji. Namun karena jarak yang ia tempuh sangat jauh dan melelahkan, bekal-bekal yang ia bawa habis ketika sampai di kota suci Makkah. Di sana, keadaannya sangat memprihatinkan. Ia benar-benar jatuh dalam kefakiran, dan tidak ada sedikit pun harta yang ia miliki. Pada suatu hari, rasa lapar menekannya dengan amat kuat, maka ia memutuskan keluar dari tempat tinggalnya untuk mencari sepotong roti atau apa pun yang bisa menahan laparnya. Namun dalam keadaan seperti itu, tak disangka ia menemukan sebuah bungkusan kecil dari kain sutra merah yang tergeletak di tanah. Ia pun membukanya, dan betapa terkejutnya ketika ia mendapati di dalamnya sebuah kalung mutiara yang sangat indah dan berharga. Nilainya menurut perkiraan saat itu bisa mencapai lima puluh ribu dinar. Baca Juga Kisah Buah Apel dan Pemuda Saleh Imam Muhammad bin Abdul Baqi kemudian pulang dengan membawa bungkusan itu. Namun belum jauh ia melangkah, terdengarlah seorang lelaki berseru-seru di tengah keramaian, yang mengumumkan bahwa ia kehilangan sebuah bungkusan sutra, dan siapa pun yang menemukannya akan diberi imbalan lima puluh dinar. Imam Muhammad bin Abdul Baqi pun datang untuk menghampiri laki-laki tua tersebut, kemudian bertanya: “Apa isi bungkusan sutra yang hilang darimu?” “Sebuah kalung mutiara yang sangat berharga.” Jawab lelaki itu. Ia pun bertanya lagi tentang ciri-ciri kalung tersebut. Dan ketika semua tanda yang disebutkan sesuai persis dengan apa yang ia temukan, maka tanpa ragu sedikit pun Imam Muhammad Abdul Baqi menyerahkan bungkusan itu kepada pemiliknya. Melihat kejujurannya, laki-laki tua itu sangat bangga dan senang kepadanya, kemudian segera mengeluarkan lima puluh dinar sebagai hadiah dan menyerahkan dinar tersebut kepadanya. Namun Sang Imam menolaknya dengan tegas, karena ia merasa tidak pantas mengambil imbalan atas barang temuan yang ia kembalikan kepada pemiliknya. Imam Muhammad Abdul Baqi juga menegaskan bahwa pengembalian barang temuan itu tak karena ingin mendapatkan hadiah, tetapi murni semata-mata karena mengharap rida Allah. Padahal, saat itu ia benar-benar sedang dililit kelaparan dan tentu saja membutuhkan uang untuk membeli makanan, namun ia tetap menolak uang tersebut. Lelaki pemilik kalung itu hanya bisa mendoakan kebaikan untuknya, lalu pergi meninggalkannya. Beberapa hari kemudian, Muhammad Abdul Baqi memutuskan meninggalkan Makkah dan menaiki kapal laut. Ia berharap bisa menemukan jalan rezeki di tempat lain. Namun di tengah perjalanan laut, badai besar tiba-tiba menerjang kapal mereka. Ombak menghantam tanpa ampun hingga akhirnya kapal itu hancur dan tenggelam. Namun atas kuasa Allah, ia berhasil berpegangan pada sepotong papan dari reruntuhan kapal. Berhari-hari ia terombang-ambing di tengah lautan dan bergelut antara hidup dan mati, hingga akhirnya ombak melemparkannya ke sebuah pantai dalam keadaan sangat lemah dan nyaris tak berdaya. Dengan sisa tenaga yang ada, ia melangkahkan kakinya menuju sebuah masjid yang ia lihat dari kejauhan. Sesampainya di masjid tersebut, ia masuk ke dalamnya tanpa mengenal daerah itu, serta tidak mengetahui seorang pun dari penduduknya. Tak lama kemudian, seorang lelaki masuk ke dalam masjid dan melihat keadaannya. Ia bertanya tentang keadaannya hingga kisah yang dialaminya. Kemudian lelaki itu memberinya makanan, minuman, dan pakaian untuk menghangatkan tubuhnya. Kemudian ia berkata bahwa penduduk setempat sedang mencari seseorang untuk menjadi imam masjid. Dan ketika Imam Muhammad Abdul Baqi menyampaikan bahwa ia hafal Al-Qur’an, mereka segera memintanya menjadi imam. Setelah mengetahui bahwa ia juga pandai menulis dan mengajar, mereka pun memintanya mengajarkan anak-anak mereka. Dan sejak saat itu, kehidupannya mulai membaik. Ia hidup dengan cukup dan terhormat. Hingga suatu hari, penduduk setempat datang kepadanya dengan sebuah permohonan. Mereka memiliki seorang gadis yatim dan ingin menikahkannya dengan Imam Muhammad Abdul Baqi. Bahkan tidak sekadar memohon, tetapi juga mendesaknya untuk menerimanya hingga akhirnya ia pun menerimanya. Ketika ia dipertemukan dan menikahkannya dengan gadis itu, matanya tertuju pada sebuah kalung mutiara yang tersemat di dadanya. Seketika ia terdiam dan menatapnya dengan penuh heran, karena kalung itu adalah kalung yang dahulu ia temukan di Makkah. Namun tanpa ia sadari, tatapannya yang lama membuat sang gadis keluar sambil menangis. Ia mengira suaminya tidak menyukainya dan hanya terpaku pada kalung di dadanya. Setelah shalat Subuh, penduduk menanyakan hal itu kepadanya. Maka ia pun menceritakan kisah kalung tersebut secara lengkap perihal bagaimana ia menemukannya di Makkah dan mengembalikannya kepada pemiliknya tanpa mengambil imbalan. Mendengar itu, seluruh jamaah bertakbir dengan suara keras hingga masjid bergemuruh. Mereka lalu menjelaskan kepadanya bahwa pemilik kalung itu adalah ayah dari gadis yatim tersebut. Lelaki itu dahulu adalah imam masjid mereka. Ia telah wafat beberapa waktu sebelumnya. Namun sejak kembali dari haji, ia tak pernah berhenti berdoa dengan lafal berikut: اللَّهُمَّ إِنِّي لَنْ أَجِدَ أَحَدًا مِثْلَ صَاحِبِ الْعِقْدِ، اللَّهُمَّ لَقِّنِي بِهِ حَتَّى أُزَوِّجَهُ وَحِيدَتِي Artinya, “Ya Allah, sesungguhnya aku tidak akan menemukan seorang pun (yang lebih baik) seperti penemu kalung itu. Ya Allah, pertemukanlah aku dengannya, agar aku dapat menikahkannya dengan putriku satu-satunya.” Benar saja, doa yang senantiasa ia panjatkan kepada Allah benar-benar diijabah oleh-Nya. Putri satu-satunya menikah dengan laki-laki penemu kalung di Makkah, meskipun sang ayah telah wafat saat hari pernikahan yang dinantikannya. Kisah di atas sebagaimana diabadikan oleh Syekh Ahmad bin Muhammad Abu Syannar dalam kitab Fadhailul Akhlak, halaman 221, ketika membahas tentang keutamaan menjaga amanah. Beliau juga menegaskan bahwa apa yang diraih oleh Imam Muhammad Abdul Baqi merupakan balasan bagi orang yang menjaga amanah dan memelihara kehormatan diri. Kejujuran yang dilakukannya tidak pernah hilang sia-sia. Ia mungkin tidak langsung berbuah, tetapi Allah menyimpannya untuk mengembalikannya pada waktu yang paling indah dan paling tepat.

19/01/2026

Kita punya "kendala", Allah punya "kendali". Yakinlah kalau "Allah sudah ikut andil", maka "tidak ada hal yang mustahil"

Address

Citramas Indah, Batu Besar, Nongsa
Depok
29349

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hikmah Harian posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share