25/06/2026
“Hajj 1447 / 2026”.
Haji bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan kembali kepada fitrah.
Bukan tentang seberapa jauh kaki melangkah, tetapi seberapa dalam hati kembali kepada Allah SWT.
Haji mengajarkan bahwa kemuliaan bukan pada pakaian, jabatan, atau harta, melainkan pada ketakwaan.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ:
مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ، رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
Artinya:
“Barang siapa menunaikan haji karena Allah, lalu ia tidak berkata-kata kotor (rafats) dan tidak berbuat fasik, maka ia kembali (dari hajinya) seperti pada hari ia dilahirkan oleh ibunya.”
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari (No. 1521) dan Imam Muslim (No. 1350).