Sahabat Hijrah

Sahabat Hijrah Semangat meniti jalan Ketaqwaan
Berjuang untuk taat
Meraih keberkahan

16/06/2025

DUNIA BUKAN TEMPAT MENCARI ADIL
Satu kabar yang jujur harus saya sampaikan ke antum sekalian..
Bahwa dunia itu tidak adil.
Tidak selalu yang baik akan menang.
Bahkan sudah teramat sering kita melihat yang jahat tertawa dan bahagia.
Betul bahwa Alloh menjanjikan kemenangan bagi mereka yang benar, beriman dan bertakwa.. tapi ingat..!! Alloh tidak menjanjikan kemenangan itu harus terjadi di dunia.
Karena itu jangan kaget, jika dunia ini tidak adil.
Dunia ini memang tidak adil.
Yang jujur, kadang kalah nilai sama yang curang.
Yang punya keahlian, kalah dengan yang punya orang dalam.
Bahkan yang beriman dan bertakwa, tak selalu lebih sejahtera hidupnya dari yang jahat dan maksiat.
Dunia ini memang tidak adil..
Hakimnya bisa disuap, pasalnya bisa ditafsir semaunya, aparatnya bisa dibayar, saksinya bisa berdusta, buktinya bisa diatur sedemikian rupa.
Dunia ini tidak pernah Alloh desain untuk adil. Karena itu, ada PENGADILAN AKHIRAT di mana Alloh Subhanahu Wa Ta'ala sendiri yang akan menjadi pengadilnya.
مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ

"Pemilik hari pembalasan." (QS. Al-Fatihah: 4)
Maka siapapun yang sedang mencari keadilan di dunia. Bersiaplah kecewa..
Pilihan kita dengan dunia ini hanya 3;
1. Sabar menjalani takdir.
2. Ridho dengan apa yang jadi ketetapan Alloh sepahit apapun itu.
3. Dan jangan putus asa dengan keadilan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Dan jika dirasa butuh hiburan untuk mengobati kekecewaan terhadap dunia, Alloh dan RasulNya mengajarkan kita satu hal.. "Ingatlah akhirat."
Itulah satu-satunya obat yang akan membuatmu bertahan dengan ketidakadilan dunia.
Karena di sana (surga) lah semua kekecewaan bertemu gantinya. Dan semua sakit ketemu obatnya.
Klaten, 16 Juni 2025
Salam
Andre Raditya
✅️ Oiya kawan, untuk yang ingin berinteraksi lebih intens, silahkan ikut circle khusus yang saya bangun.. (info lebih lanjut ada di komen)

30/08/2024

JANGAN LUPA TUKERIN DULU
Sekarang harusnya mikirnya gini..
Kita ketika pergi ke luar negeri saja, salah satu yang sering kita pikirin pertama dan dipersiapkan adalah nukerin duit yang berlaku di negara tujuan.
Beda negara.. beda mata uangnya.
Yang berlaku di sini, tak selalu berlaku di sana.
Kalau beda negara saja beda mata uangnya, apalagi kalau beda alam..??
Hari ini, mungkin kita termasuk orang yang punya harta di dunia, tapi ketika nanti di akhirat?? Belum tentu kawan.
Ada manusia yang ketika di dunia dia berharta. Namun ketika pindah alam.. dia menjadi orang yang teramat miskin di sana. Lantaran lupa menukarkan apa yang dimiliki saat ini dengan apa yang berlaku di akhirat sana.
Yaitu amal sholeh.
Ada orang-orang yang miskin di akhirat lantaran ia enggan menukarkan apa yang dimilikinya di dunia dengan amal sholeh ketika kesempatan itu masih ada.
Dia lupa menggunakan hartanya untuk beramal.
Dia lupa menukarkan pengetahuannya jadi ilmu yang bermanfaat.
Dia lupa menjadikan tenaganya menjadi ibadah bernilai pahala di sisi Alloh.
Padahal pindah alam itu pasti.
Pulang ke kampung akhirat itu hanya masalah waktu.
Seharusnya..
Mulai pikirkan apa yang nanti berguna dan bisa kita pakai ketika di sana.
Jangan semuanya dihabiskan di sini.
Jangan semuanya disimpan di sini.
Mulai kirim sebagian besar ke alam sana, agar ketika nanti kita p**ang, harta kita sudah terpampang dan siap digunakan.
Tinggal senangnya.
Tinggal bahagianya.
Klaten, 30 Agustus 2024
Salam
Andre Raditya

29/06/2024

Saya kasih amalan. Percaya atau tidak...
Saya ini sudah sering melihat.. khususnya para laki-laki.
Mereka yang lepas dari kesulitan hidup, hutang lunas, rezeki meningkat dan urusan mudah jalan keluarnya dimulai dari sikap memuliakan istrinya.
Begitu bisa baik kepada istri, sayang ke istri, baik komunikasinya ke istri, lemah lembut, dekat dan akrab dengan istri.. Dan ngajak istrinya kepada kebaikan.. seolah pintu-pintu rezeki mulai terbuka.
Barusan nih.. ada lagi yang cerita hal demikian. Begitu komunikasi dengan istri membaik, hati kembali terpaut dan sefrekuensi, langsung jalan terang terlihat.
Istri juga demikian..
Bangun sebaik mungkin cara bicara dengan suami. Jangan sampai suamimu nyaman bicara dengan orang lain, tapi tak nyaman berbicara lama dan terbuka denganmu. Jangan mudah ngambekan, cemberut dan marah jika suami bercerita.
Istri harus bisa jadi sahabat terdekatnya suami.
Jadilah temannya bercanda. Dan jadilah temannya dalam serius.
Jadi teman terdekat dalam hobi (positif) dan jadi partner terbaik dalam diskusi masa depan.
"Loh.. tapi kan suami istri bukannya tiap hari juga pasti ngobrol tadz??"
Ngobrol itu.. belum tentu berkomunikasi.
"Udah makan yah?"
"Mau tidur bun?"
"Anak-anak kemana?"
"Tolong nitip belikan lauk"
"Beras bulanan habis yah.."
Itu semua ngobrol.. tapi bukan membangun komunikasi.
Komunikasi bersifat membangun perubahan, mempererat hubungan, membuka sekat prasangka, dan mengungkapkan harapan dengan jelas.
Maka siapapun antum..
Yang ingin keluarganya menjadi wasilah rezeki. Pernikahannya jadi pintu-pintu rezeki.
Maka mulailah dari bicara hal penting, samakan visi, pikiran dan frekuensi.
Ungkapkan keinginan hati dan bangun keterbukaan serta komunikasi yang jujur.
Sampaikan apa yang selama ini takut antum sampaikan dan pikirkan caranya untuk menyampaikan itu dengan lembut dan baik.
Bicarakan hal menyenangkan dan aturan-aturan rumah tangga, meski seolah sepele.. tapi antum ingin itu dibahas dan yakin bisa jadi tambahan kebaikan.
Selesaikan setiap masalah di hari yang sama agar esok tak lagi menjadi beban.
Dan tak kalah pentingnya,.. bicarakan urusan akhirat. Karena keluarga yang baik dan hebat.. Pasti isi obrolannya adalah perkara akhirat.
Jadi bisa menentukan arah pendidikan anak.
Mereka bisa bicara alokasi keuangan.
Mereka bisa berbagi energi berbakti ke orang tua.. baik ke tetangga, datang ke majelis. Dan lain-lain.. itu semua bisa terjadi jika terbiasa ngobrolkan perkara akhirat.
Karena Romantis yang benar itu adalah saat tujuan berumah tangga kita adalah sehidup sesurga dalam ridho Alloh ta'ala. Dan insyaallah rezeki lancar jadi akibatnya.. aamiin.
Salam,
Andre Raditya

21/04/2024

PAHIT.. TAPI INILAH KENYATAAN
Salah satu kesalahan terbesar yang sering mewarnai hidup kita dan jadi sebab terbanyak patah hati dan kecewa adalah..
Kita berpikir, bahwa jika kita baik kepada orang lain, orang itu akan baik kepada kita.
Jika kita tulus mencintainya, dia akan tulus mencintai kita.
Jika kita berikan kesetiaan kepada mereka, mereka akan kembali setia kepada kita.
Jika kita bersedia berkorban demi orang lain, orang lain pun akan berkorban untuk kita.
Sayangnya..
Kenyataan tidak mengenal rumus itu sebagai aturan mutlak.
👉 Ada banyak orang yang ketika kita berikan kebaikan, dia cenderung memanfaatkan.
👉 Ada yang orang yang ketika kita berikan ketulusan, dia justru menganggap kita polos dan mudah ditipu.
👉 Ada yang ketika diberikan kesetiaan, dia justru memperbudak dengan halus.
👉 Ada yang ketika dihadiahi pengorbanan, dia justru makin semena-mena menghancurkan.
Sebelum terjadi.. atau mungkin bagi sebagian orang ini sudah terjadi.
Saya beritakan salah satu keadaan yang pasti kita semua akan alami sebagai bagian dari rumusan pasti kehidupan.
Yakni..
Akan datang masa dimana kita hanya akan didatangi saat dibutuhkan, dan dilupakan saat tidak lagi diperlukan.
Siapkan mental untuk itu.
Jangan baper.
Karena bisa jadi.. kita pun tanpa sadar melakukan itu kepada orang lain.
Begitulah rata-rata sifat manusia.
Namun karena hal itulah.. kita jadi tahu, mana sahabat betulan, mana yang jadi-jadian.
Mana cinta yang sebenarnya, mana yang hanya karena nafsu dan kepentingan.
Dan bila waktu itu datang.. ada saran agar hati tak mudah kecewa.
✅️ Pertama, ingatlah bahwa bisa bermanfaat pun adalah karunia dari Alloh. Tak apa dimanfaatkan.. selama hati ikhlas, itu akan jadi pahala yang kelak meringankan hisab.
✅️ Kedua, kebaikan itu tidak pernah sia-sia. Meski seolah tidak berbalas. Malaikat tak pernah lupa mencatat. Kelak, semua kebaikan akan kembali untuk kita. Entah itu di dunia atau di akhirat. Pasti.. insyaallah.
✅️ Ketiga, jangan sedih. Karena yang kehilangan bukanlah dirimu. Tapi mereka yang membuangmu adalah orang yang rugi sebab telah kehilangan manusia mulia seperti dirimu. Dan bagimu, insyaallah akan Alloh hadirkan penggantinya yang lebih baik.
Selama hidup masih punya waktu tersisa..
Akan selalu hadir kembali orang baru sebagai gantinya untuk menemani perjalanan.
Tugas kita adalah bersabar menantinya. Dan ubah tujuanmu untuk mulai menuju kepada akhirat.
Karena biasanya, yang setia dan mau bertahan sampai akhir perjalanan.. hanya mereka yang tujuannya sama-sama menuju akhirat bertemu Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Klaten, 19 April 2024
Salam
Andre Raditya

20/04/2024

RAHASIA TERCEPAT MELATIH HATI
Ada yang sering bertanya begini..
"Bagaimana cara melatih hati agar sabar..??"
"Gimana supaya hati gampang bersyukur..??"
"Apa yang harus dilakukan agar hati bisa ridho menerima ketetapan Alloh..?"
Intinya, kira-kira seperti itu.
Daripada saya jawab satu-satu. Semoga tulisan ini bisa menjadi langkah awal untuk kawan-kawan yang sedang mencari jawabannya.
Perlu dipahami bahwa sabar, syukur, ridho, ikhlas, dan qona'ah. Atau apapun amalan yang masuk ke dalam kategori amalan hati..
Pada dasarnya memiliki rumus yang sama dengan amalan fisik.
Untuk bisa menguasainya, terbiasa dengannya dan ahli dengan itu, caranya adalah DILATIH.
Begitu p**a dengan semua kebiasaan.
Mau itu aktivitas fisik, hati atau akal. Semua hanya perlu dilatih.
Orang terbiasa berpikir kritis, analitika, logika dan sejenisnya pun adalah hasil dari latihan.
Sama seperti orang yang begitu ahli dengan push up, s**t up, atau pull up. Semua itu bisa dilakukan karena dilatih. Dibiasakan.
Ototnya merekam kebiasaan itu, badannya beradaptasi dan akhirnya menjadi mudah.
Tak ada bedanya dengan dua jenis aktivitas di atas (otak dan fisik), amalan hati pun juga perlu dilatih dan dibiasakan.
Yang jadi pertanyaan.. bagaimana caranya??
👉 Alloh dan RasulNya sudah mengajarkan itu semua. Dimulai dari MELATIH LISAN.
Rasulullah Shollallahu'alaihi wassallam bersabda..

لَا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ ، وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ

“Tidaklah istiqomah iman seorang hamba sampai istiqomah hatinya, dan tidaklah istiqomah hatinya sampai istiqomah lisannya.” (HR. Imam Ahmad)
✅️ So.. kalau mau hati bisa sabar, mulai dari biasakan ngomong..
"Ya Alloh, hamba sabar.." meski sambil netes air mata. Nggak papa.
Meski hati sambil perih..
Terus paksa lisan, "insyaallah sabar ya Alloh.. sabar ini."
✅️ Pingin gampang bersyukur?? Biasakan ngomong.
"Alhamdulillah.. aku bersyukur kepadamu ya Alloh. Alhamdulillah alhamdulillah. Terimakasih ya Alloh."
✅️ Pingin bisa ridho, tinggal biasakan ngomong..
"Ya Alloh, hamba Ridho atas pilihanMu. Hamba ridho atas takdirMu."
✅️ Demikian p**a dengan ikhlas..
"Dengan izinMu ya Alloh. Kami ikhlas. Kami lepas ya Alloh. Kami serahkan kepada-Mu.. kami sudah ikhlas."
Dan seterusnya..
Mau hati galau, perih, sakit, terasa berat. Apapun keadaan hati. Lisan harus menyangkalnya.
Maka tak salah kalau orang tua kita zaman dulu ketika marah, tapi sambil ngelus dada bilang..
"Sabar..sabar..sabar.."
Karena secara alami. Kita tahu caranya.
Dan itulah yang Alloh Subhanahu Wa Ta'ala juga ajarkan.
Lihat bagaimana Nabi Ismail Alaihissallam ketika dikabarkan oleh ayahnya hendak dikurbankan??
Perhatikan cara menjawab Nabi Ismail Alaihissallam..
"Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Alloh) kepadamu; insya-Alloh engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."" (QS. As-Saffat: 102)
Nabi Ismail mengafirmasi diri dengan lisannya. ➡️ "Insyaallah aku termasuk orang yang sabar."
👉 Karena kuncinya hati, ada di lisan yang baik.
Nah.. maka mulai sekarang. Katakan berulang ke diri.
"Aku sabar, aku ikhlas, aku ridho, aku bersyukur.." Dan seterusnya. Maka insyaallah..
Itu p**a yang akan terjadi. Aamiin.
Klaten, 20 April 2024
Salam
Andre Raditya

07/04/2024

SHOLEHMU BELUM TENTU JADI REZEKIMU
Jangan kau kira jika dirimu beriman.. dunia akan dilimpahkan untukmu.
Jangan kau menduga.. jika kau rajin ibadah, Alloh berikan harta yang banyak di bawah kakimu.
Belum tentu..??
Karena Alloh yang lebih tahu mana yang terbaik untuk hamba-Nya.
Andai kesholehan pasti mendatangkan rezeki, tentu Abu Hurairah Radhiallahu'anhu akan amat sangat kaya.
Namun Alloh takdirkan Abu Hurairah miskin, bahkan sampai pernah pingsan karena lapar.
Sebab Alloh tahu..
Beliau lebih berguna di bidang ilmu. Dan terbukti.. hari ini, banyak hadits yang diriwayatkan dari jalur Abu Hurairah Radhiallahu'anhu.
Andai Abu Hurairah Radhiallahu'anhu diberi harta yang banyak, tentulah Beliau akan sibuk menghitung-hitung hartanya. Tak ada waktu lagi bermajelis dan belajar dari Rasulullah sholallahu'alaihi wa salam.
Perhatikan..!!
Alloh lebih tahu kebutuhanmu.
Tidak selalu ibadah dan kesholehanmu diganjar dengan harta dan kekayaan.
Tapi, ada satu yang Alloh janjikan.
Yang pasti didapatkan oleh setiap orang yang beriman dan beramal sholeh.
Yakni HATI YANG SELALU PENUH KETENANGAN DAN TERASA LAPANG.
Dengan hati yang lapang, apapun keadaan yang ada.. dirimu akan dengan mudah melewatinya.
Gampang melaluinya. Tenang dan nyaman menjalaninya.
Kesehariannya pun tetap nyaman untuk dijalani, sebab hatinya, dadanya dan nafasnya terasa longgar.
Solusi pun mudah dipikirkan, sebab isi kepala merasakan tenang.
Pembawaannya tetap tenang. Tetap kalem. Tidak panikkan dan tidak gegabah mengambil keputusan. Insyaallah dengan begitu.. hidup jauh dari celaka.
Jangan risau lagi kalau ibadah tak kunjung diganti dengan limpahan rezeki yang banyak. Sebab Alloh amat sangat tahu mana yang terbaik.
Bisa saja tidak Alloh balas dengan harta, namun Alloh lapangkan hati di saat kita membutuhkannya.
Klaten, 4 April 2024
Salam,
Andre Raditya


Dikutip langsung dari akun Andre Raditya

06/04/2024

YANG SERING TERLUPA DARI RAMADHAN KITA
Jika ukuran nikmat adalah harta, maka berarti kita cemburu dengan kedudukan Firaun dan Qarun.
Karenanya..
Seorang mukmin diarahkan Alloh untuk gembira dengan nikmat yang lain yang lebih menyelamatkan. Apa itu??
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman..

يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ قَدْ جَآءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِ ۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ

"Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman." (QS. Yunus: 57)
Itu adalah Quran.
Tak selesai sampai disitu.. Alloh meminta kita di Ayat berikutnya.

قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَـفْرَحُوْا ۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ

"Katakanlah (Muhammad), "Dengan karunia Alloh dan rahmat-Nya, hendaklah DENGAN ITU MEREKA BERGEMBIRA. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan."" (QS. Yunus: 58)
Quran adalah nikmat terbaik. Lebih baik dari semua nikmat yang selama ini kita kumpulkan.
● Adanya bulan Ramadhan, karena diturunkan Al Quran di bulan ini.
● Adanya Lailatul Qadr sebab malam dimana Quran turun.
● Adanya tarawih.. sebab di dalamnya banyak dibacakan ayat Al Quran.
Bahkan Rasulullah sholallahu'alaihi wa salam pun bertugas untuk menyampaikan risalahnya berupa Al Qur'an.
Qur'an itu rezeki terbaik bagi manusia.
Jangan salah tujuan. Sumber kebahagiaan seorang mukmin bukan harta dunia.
Jangan sampai tertipu hanya karena para influencer pamer kekayaan. Hanya karena para crazy rich menunjukkan hartanya.
Seorang mukmin tahu.. Qur'an itu lebih berharga dari semua itu. Dan Bulan Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki hubungan kita dengan Al Qur'an.
Bahkan Puasa Ramadhan itu, sebenarnya adalah kegembiraan yang muncul karena diturunkannya Al Quran di bulan ini.
Maka orang puasa tanpa menikmati waktunya dengan Al Qur'an ibarat orang yang mengundang orang-orang untuk makan-makan di rumahnya sebagai bentuk syukur karena dia baru saja menikah.
Tapi.. dia justru menghabiskan waktu berhari-hari untuk menjamu tamunya sampai mengabaikan istri yang baru dinikahinya.
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَا نَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰ نُ هُدًى لِّلنَّا سِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَا لْفُرْقَا نِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَـصُمْهُ ۗ

"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah." (QS. Al-Baqarah: 185)
Puasa adalah ekspresi gembira seorang mukmin karena Al Quran sudah diturunkan di bulan mulia ini. Berbahagialah dan jatuh cintalah dengan Al Quran.
Inilah hal yang sering kali terlupa dari kita di bulan Ramadhan.
Bahagia dengan Al Quran.
Intim dengan Al Quran.
Jangan sibuk dengan puasa, tapi lupa dengan sebab kenapa kita berpuasa.
Klaten, 31 Maret 2024
Salam
Andre Raditya


Dikutip langsung dari Akun Ust Andre Raditya. Barakallahu fiih

04/04/2024

INI TENTANG MENGATUR HATI
Ada yang bertanya bagaimana caranya mengatur agar orang lain menyukai dan tidak membenci kita??
Jujur saja.. ini termasuk hal yang paling sulit untuk dilakukan. Karena hal yang paling susah dan rumit untuk dikendalikan itu adalah Hati.
Jangankan hati orang lain..
Hati sendiri saja belum tentu bisa dikendalikan.
Karena sudah menjadi sifatnya hati, ia selalu berubah-ubah setiap waktu.
Sesaat yakin, tiba-tiba ragu.
Sekarang baik, nanti jadi penuh benci.
Hari ini semangat, esok malas.
Kadang memuncak iman, tak jarang merasakan futur.
Karenanya, tidaklah seorang mukmin yang hatinya selalu ingin terbimbing melainkan ia pasti akan memperbanyak doa kepada Alloh.
Sebab, meski hati itu di dalam diri kita.. tapi perlu diakui, ia susah dikendalikan.
Tak bisa dilihat, tak bisa dipegang.
Maka serahkan penguasaan hati kepada Yang Maha Memiliki Hati. Yaitu Alloh Robbul 'alamiin.
Seringlah berdoa kepada Alloh agar hati terbimbing.
Dan itu yang dilakukan Rasulullah sholallahu'alaihi wa salam dengan doa beliau.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

“Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”
Fokus saja ngatur hati sendiri.
Biarkan sekiranya orang lain menebar benci.. yang penting hati ini bisa memaafkan dan tidak mendendam.
Biarkan orang lain hasad.. yang penting hati ini tetap berbaik sangka dan tetap ikhlas tersenyum kepada mereka.
Sebab.. kita nantinya akan dihisab dengan apa yang ada di dalam hati kita.
Kita tidak dimintai pertanggungjawaban atas isi dan sikap hati orang lain.
Andai sudah baik dan tetap ada hati yang jahat, maka tugas kita adalah mengendalikan hati dengan berdoa kepada Alloh agar diberi kesabaran dan kendali penuh atas hati.
Karena pada akhirnya.. hidup ini hanya bicara tentang bagaimana kita mengatur hati.
Semakin pandai mengatur hati.. hidup semakin ringan dan semakin tenang.
Hati yang tak terkendali, hanya akan melahirkan kelelahan, kurangnya rasa syukur dan kemarahan atas banyak hal.
Klaten, 2 April 2024
Salam
Andre Raditya

Address

Jalan Gotong Royong
Depok
16451

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sahabat Hijrah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share