Manusia AKHIR ZAMAN

Manusia AKHIR ZAMAN Manusia Akhir Zaman Adalah Fanpage Pengingat Akhir Zaman Agar Kita Selalu Bersiap Dari Fitnah yang Sedang Dan Akan Terjadi Di Akhir Zaman

24/02/2026

Sholat bukanlah beban, ia sebagai istirahat bagi Hamba Allah yang hatinya lelah, jiwanya terkuras oleh dunia.





13/02/2026

Selalu ada kesempatan bagi kita untuk berubah dan menjadi seorang hamba yang shalih.

Sebentar lagi Ramadan 💜





23/01/2026

🗓️ 4 Sya'ban 1447 / 23 Januari 2026
🕌 26 hari menuju Ramadhan

💚Ayat :
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya. {QS. Al-Ahzaab :56}

💚Hikmah :
Al-Fudhail bin 'Iyadh berkata, "Jika Allaah mengetahui di dalam hatimu ada cinta untuk Baginda Nabi, maka Dia akan membuat lisanmu banyak bershalawat kepadanya."
Allaahumma shalli 'alaa Muhammad ﷺ

💚Risalah :
Imam Ibnu Hibban berkata,
"Orang cerdas berakal seharusnya tidak perlu berduka, karena duka cita & kesedihan tidak dapat menghapus kemalangan. Namun duka cita yang berkepanjangan mengurangi akal & kebijaksanaan." [Raudhatul' Uqola, 38]

🌹Kata-kata baik adalah cara untuk memenangkan hati, sekaligus bernilai sedekah di waktu yang bersamaan ketika kita mengucapnya.

22/01/2026

🗓️ 3 Sya'ban 1447 / 22 Januari 2026
🕌 27 hari menuju Ramadhan

🌦️Ayat :
Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut-pengikut `Isa yang setia, “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada Rasul-Ku.” Mereka menjawab, “Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai Rasul) bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (muslim).” {QS. Al-Maidah :111}

🌦️Hikmah :
Berbahagialah hati yang senantiasa berkata, "aku beriman kepada Allaah." Lalu ia merasakan ketenangan.

🌦️Risalah :
Amal shalih tidak otomatis menjadi mulia / besar pahalanya berdasarkan jumlahnya (banyak melakukan amalan tersebut), melainkan berdasarkan apa yang terjadi di dalam hati saat melakukan perbuatan itu (ikhlas & itqon ketika melakukannya). [Ibnu Taymiyyah]

🌸Jika kau merasa kesulitan & sedih, ucaplah selalu:
لَّاۤ إِلَـٰهَ إِلَّاۤ أَنتَ سُبۡحَـٰنَكَ إِنِّی كُنتُ مِنَ ٱلظَّـٰلِمِینَ
“Tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Engkau, Maha suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

21/01/2026

🗓️ 2 Sya'ban 1447 / 21 Januari 2026
🕌 28 hari menuju Ramadhan

🌘Ayat :
Wahai manusia! Bertakwalah kepada Rabbmu dan takutlah hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (p**a) menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu terpedaya kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu terpedaya oleh penipu dalam (menaati) Allah. {QS. Luqman :33}

🌘Hikmah :
Pada hari itu, telah usai semua pertolongan dari manusia, yang tersisa hanyalah rahmat Rabbnya manusia & amalanmu sebagai penyelamat.

🌘Risalah :
Ulurkan tanganmu untuk bersedekah. Jika tak mampu, maka jauhilah perbuatan zalim. Bebaskan lidahmu untuk berzikir mengingat Allah; jika tak mampu, maka tahanlah lidahmu dari gibah. [Ibnul Jauzi]

💖Panggillah Allah jika kesedihan menyelimutimu; siapa yang menyeru-Nya di saat kesusahan, ia tidak akan kecewa.

10/07/2024

Kali ini kami jadikan postingan feed (bukan reels) agar videonya tidak terpotong 🙏

Tahukah Sahabat kondisi P4lest1n4 tahun 1930-1940-an? Cek video sampai akhir ya

28/04/2022
21/01/2022

*ILMU YANG SUDAH JARANG DITEMUKAN DI ZAMAN INI*

Suatu hari, Umar bin Khatab R.A. sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi.
Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu.
Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka.

Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata :
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, Wahai Amirul Mukminin..!"

"Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini.. !".

Umar segera bangkit dan berkata :
"Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda..?"

Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata :
"Benar, wahai Amirul Mukminin."

"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.

Pemuda lusuh itu kemudian memulai ceritanya :

"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku di kota ini, ku ikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia (unta).

Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera ku cabut pedangku dan kubunuh ia (lelaki tua tadi). Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."

"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.

"Tegakkanlah hukum Allah atasnya..!" timpal yang lain.

Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh.

"Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat", ujarnya.

"Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat (tebusan) atas kematian ayahmu", lanjut Umar.

"Maaf Amirul Mukminin," sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala,

"Kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa".

Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur, dan bertanggung jawab.

Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata :
"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah", ujarnya dengan tegas.

"Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh 3 hari. Aku akan kembali untuk diqishash".

"Mana bisa begitu...?", ujar kedua pemuda yang ayahnya terbunuh.

"Nakk.., tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu..?", tanya Umar.

"Sayangnya tidak ada, Amirul Mukminin".
"Bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggung jawaban kaumku bersamaku..?", pemuda lusuh balik bertanya kepada Umar.

"Baik, aku akan memberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji." kata Umar.

"Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah-lah penjaminku wahai orang-orang beriman", rajuknya.

Tiba-tiba dari belakang kerumunan terdengar suara lantang :
"Jadikan aku penjaminnya, wahai Amirul Mukminin".

Ternyata Salman Al Farisi R.A. yang berkata.

"Salman..?" hardik Umar marah.
"Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini".

"Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, yaa, Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya", jawab Salman tenang.

Akhirnya dengan berat hati, Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh. Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.

Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua. Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.

Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman, salah satu sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa_sallam yang paling utama.

Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatangan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh.

Akhirnya tiba waktunya penqishashan. Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi. Hadirin mulai terisak, karena menyaksikan orang hebat seperti Salman akan dikorbankan.

Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali.

”Itu dia..!” teriak Umar.
“Dia datang menepati janjinya..!”.

Dengan tubuhnya bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pangkuan Umar.

”Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku, wahai Amirul Mukminin..” ujarnya dengan susah payah,
“Tak kukira... urusan kaumku... menyita... banyak... waktu...”.
”Kupacu... tungganganku... tanpa henti, hingga... ia sekarat di gurun... Terpaksa... kutinggalkan... lalu aku berlari dari sana..”

”Demi Allah..!”, ujar Umar menenanginya dan memberinya minum,

“Mengapa kau susah payah kembali..? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang..?” tanya Umar.

_*”Aku kembali agar jangan sampai ada yang mengatakan... di kalangan Muslimin... tak ada lagi ksatria... menepati janji...”*_ jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.

Mata Amirul Mukminin pun berkaca-kaca, sambil menahan haru, lalu ia bertanya :
“Lalu kau, Salman, mengapa mau- maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal..?"

Kemudian Salman menjawab : _

_*Agar jangan sampai dikatakan, dikalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya”.*_

Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu.

”Allahu Akbar.. !”, Tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak.

“Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu”.

Semua orang tersentak kaget.

“Kalian...” ujar Umar.
“Apa maksudnya ini..? Mengapa kalian..?” Umar semakin haru.

Kemudian dua pemuda menjawab dengan membahana :

_*”Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya”.*_

”Allahu Akbar..!” teriak hadirin.

Pecahlah tangis bahagia, haru dan sukacita oleh semua orang.
MasyaAllah..., saya bangga menjadi muslim bersama kita ksatria-ksatria muslim yang memuliakan Al Islam dengan berbagi pesan nasehatnya untuk berada di jalan_NYA .
Allahu Akbar ..

Beginilah layaknya contoh umat islam yg sebenarnya, saling mahabah berkasih sayang satu dg yg lain

*"Tidaklah sempurna iman kalian sebelum mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri..".*

17/01/2022

Telah banyak nasehat yang disampaikan oleh para Nabi dan Rasul berserta orang-orang saleh mengenai berbagai tipu daya Iblis dan langkah-langkahnya agar terhindar dari tipu daya tersebut. Sebagaimana dikisahkan dalam kitab Ihya’ ‘Ulumuddin karya Imam Abu Hamid Al Ghazalli (w. 505 H) mengenai perjumpaan Nabi Nuh As. dengan Iblis.

Suatu hari ketika Nabi Nuh As. menaiki kapalnya, ia melihat seorang laki-laki tua yang tidak dikenalnya. Lantas, Nabi Nuh As. bertanya kepada lelaki tua tersebut, “Apa yang menyebabkan dirimu masuk kepal ini ?” Lelaki tua itu menjawab, “Aku masuk ke kapal ini agar aku dapat mempengaruhi hati pengikut mu supaya hati mereka bersamaku akan tetapi badan mereka bersama engkau.”

Lalu Nabi Nuh As. berkata kepadanya “Keluarlah engkau (dari kapal ini) wahai musuh Allah!” Rupanya, lelaki tua itu adalah Iblis yang mencoba mempengaruhi hati umat Nabi Nuh As. agar ingkar dengan sesuatu yang dirisalahkan kepada Nabi Nuh As.

Iblis itu kemudian berkata, “Ada lima hal yang lazimnya aku gunakan untuk mencelakakan manusia. Aku akan memberitahukan tiga halnya itu dan aku rahasiakan dua hal lainnya.”

Maka Allah berfirman kepada Nabi Nuh As. “Sesungguhnya engkau tidak memerlukan yang tiga hal itu. Perintahlah ia (Iblis) untuk memberitahukan kepada engkau dua hal saja.” Nabi Nuh As. pun memerintahkan Iblis itu agar menyebutkan dua hal saja.

Iblis berkata, “Dengan kedua hal itu aku mencelakakan manusia dan keduanya tidak berdusta. Kedua hal itu ialah hasad dan sifat tamak. Karena sifat hasad, aku dilaknat oleh Allah dan dijadikannya aku setan yang terkutuk. Dan karena sifat tamak, aku memperbolehkan kepada Adam As. seluruh apapun yang ada di surga, lalu aku mendapatkan hal yang aku inginkan darinya (yakni dapat mengeluarkan Adam As. dari surga karena disebabkan Iblis membujuk Adam As. untuk memakan buah Khuld) dan aku pun diusir dari surga.”

Dari kisah di atas dapat kita ambil pelajaran, bahwasanya dua senjata utama Iblis yang digunakan untuk mencelakakan manusia yakni menimbulkan dalam diri manusia sifat hasad (dengki) dan tamak (sarakah).

Sifat hasad merupakan bentuk pengingkaran akan ketentuan dan ketetapan Allah yang telah menetapkan takdir setiap makhluk-Nya. Maka, orang yang memiliki sifat hasad akan bersikap tidak senang atas kenikmatan yang Allah karuniakan kepada seseorang.

Dikatakan menurut sebagai Ulama hikmah, sifat hasad (dengki) merupakan sifat tercela pertama yang ada dalam diri seorang makhluk. Sedangkan sifat tamak merupakan ambisi untuk mendapatkan segala hal yang diinginkannya dengan berbagai cara apapun, ia tidak memperpedulikan apakah dengan caranya tersebut dapat mendatangkan rahmat Allah atau justru mengundang amarah-Nya.

Semoga kita dilindungi dari 2 sifat tercela ini. Aamiin.

Assalamu'alaikum

07/01/2022

Pentingnya Pemahaman yang Benar
(Bagian 1)

Alangkah pentingnya bagi kita untuk memiliki pemahaman yang benar tentang segala sesuatu, khususnya tentang agama kita. Sebab ia dapat membantu keselamatan amal, baiknya penerapan dan memelihara kita dari ketergelinciran.

Umar bin Abdul Aziz ra berkata, "Barangsiapa yang beramal tanpa didasari ilmu, maka unsur merusaknya lebih banyak daripada maslahatnya " (Sirah wa Manaqibu Umar bin Abdul Aziz, oleh Ibnul Jauzi:250).

Orang ikhlas yang beramal, tetapi tidak memiliki pemahaman yang benar dan tidak mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya, mungkin dapat tersesat jauh.

Rasulullah saw telah menetapkan bahwa beberapa orang sesat dan dikelompokkan sebagai makhluk terburuk, padahal mereka shalat, puasa, tilawah, dan amal baiknya sangat banyak.

Rasulullah saw bersabda mengenai orang-orang Khawarij dan pemimpin mereka, "Sesungguhnya, ia mempunyai beberapa sahabat, dimana salah seorang dari kamu meremehkan shalat dan shaumnya dibanding shalat dan shaum mereka. Mereka membaca al Quran, tetapi tidak melampaui kerongkongan mereka." (Fathul Bari: 67/14. Nomor : 3610)

Rasulullah saw juga bersabda, "Mereka adalah seburuk-buruk makhluk dan seburuk-buruk pengganti." (Muslim: 2/750. Nomor: 1067)

Penyebab kesesatan tersebut adalah cacatnya pemahaman yang menyimpang dan stagnan. Imam ibnu Taimiyah berkomentar tentang kaum Khawarij,

"Meskipun shalat, shaum dan bacaan Al Quran mereka banyak, namun mereka keluar dari kelompok Ahlus-Sunah wal-Jamaa'ah. Mereka adalah kaum ahli ibadah, wara' (berhati-hati terhadap yang syubhat) dan zuhud, tetapi itu semua tidak didasari dengan ilmu (kepahaman)." (Majmu'ul Fatawa Ibnu Taimiyah. Juz: 28)

Memang benar bahwa yang menjadi tolok ukur keutamaan bukan banyaknya pengetahuan, hafalan dan amal semata, melainkan bagusnya pemahaman, benarnya pengertian, dan selamatnya pengetahuan.

(Bersambung)

21/12/2021

Dahsyatnya Kalimat:

LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH

Dahsyatnya...
*لا حول ولا قوة إلا بالله*

Bagi seorang muslim kalimat *Hawqalah* yaitu *lafaz 'Laa hawla wa laa quwwata illa billah'* bukan hal yang asing. Ucapan tersebut sering kali diucapkan secara spontan ketika seseorang dalam kesulitan, dalam keadaan tertekan atau bisa juga ketika seseorang terkagum-kagum menyaksikan keajaiban yang terjadi, yaitu suatu kejadian yang mustahil terjadi menurut pikiran manusia.

Dikisahkan sahabat *'Auf bin Malik Al-Asyja'i* pergi menemui Rasulullah, dan berkata: _"Ya Rasulullah sesungguhnya anakku Malik pergi bersamamu berperang di jalan Allah dan ia belum p**ang, apa yang harus saya perbuat? Padahal seluruh pasukan sudah p**ang."_

Rasulullah bersabda: _"Ya 'Auf perbanyaklah kamu dan istrimu mengucapkan:_

*لا حول ولا قوة إلا بالله*
_*Laa haula wa laa quwwata illa billah...* Tidak ada daya dan kekuatan selain dari Allah._

Auf p**ang ke rumah dan istrinya sendiri menanti anaknya yang belum datang. Melihat suaminya datang istrinya bertanya:

_"Wahai 'Auf apa yang diberikan Rasulullah ?"_

Auf menjawab: _Beliau mewasiatkan untuk ku dan kamu juga agar kita banyak mengucapkan_

*لا حول ولا قوة إلا بالله*

Apa jawaban istri yang shalehah dan sabar ini?

_"Ya, sungguh benar Rosulullah"_

Akhirnya mereka berdua duduk terus berdzikir dengan

*لا حول ولا قوة إلا بالله*

Sampai saat malam yang gelap tiba, seketika ada yang mengetuk pintu, dan Auf berdiri membuka pintu, ternyata yang datang adalah anaknya Malik membawa banyak sekali domba sebagai ghonimah.

Maka Auf bertanya: Apa ini?

Malik menjawab:
_"Sesungguhnya musuh menangkapku dan mengikatku dengan rantai besi dan mengikat dua kakiku, maka ketika malam tiba saya berusaha keras untuk kabur tapi tidak bisa, karena kuatnya ikatan dikedua tangan dan kaki. Tiba-tiba ikatan borgol yang dari besi perlahan-lahan longgar sehingga ikatan dikedua tangan dan kaki bisa lepas. Maka saya bisa datang sekarang dengan kambing-kambing ghanimah ini."_

Maka Auf berkata: "Wahai ananda bukankah jarak antara musuh dan kita jauh sekali? Bagaimana kamu bisa datang dalam waktu satu malam?"

Malik menjawab: _"Wahai ayahanda, demi Allah ketika ikatan itu lepas saya merasa ada Malaikat yang membawa saya."_

Subhanallahal 'adzim...

Maka Auf mendatangi Rasulullah untuk memberi kabar beliau.
Tetapi sebelum Auf memberi kabar beliau, Rasulullah SAW mengatakan kepada Auf: _Wahai Auf bergembiralah bahwa Allah swt menurunkan ayatnya tentang urusanmu:_

*وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُ ۥ مَخۡرَجً۬ا (٢) وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ‌ۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ ۥۤ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمۡرِهِۦ‌ۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدۡرً۬ا (٣*

_"Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."_ (QS Ath-Thalaq:2-3)

Ketahuilah, sesungguhnya

*لا حولا ولا قوة إلا بالله*
*adalah harta terpendam dibawah singgasana 'Arsy Ar-Rahman*.

*Ia adalah obat bagi 99 penyakit, yang paling ringan adalah penyakit gundah*

*Kalimat ini juga merupakan simpanan pahala yang banyak di surga.*

Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada ‘Abdullah bin Qois,

_“Wahai ‘Abdullah bin Qois, katakanlah *‘Laa hawla wa laa quwwata illa billah’*, karena ia merupakan simpanan pahala berharga di surga”_ (HR. Bukhari no. 7386).

Dari Abi Musa Al-Asy’ari radhiallahu anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata kepadaku: _“Maukah aku tunjukkan kepadamu salah satu bacaan yang menjadi simpanan kekayaan di dalam syurga?” Maka aku menjawab: “Tentu, wahai Rasulullah”._ Maka beliau menjawab: _*“Ucapkanlah Laa Haula wa Laa Quwwata illa Billaah”*_

Subhanallah..

Saudara-saudaraku..

Jika antum mau share niatkanlah dengan baik mudah-mudahan bisa jadi obat bagi masalah antum dan kita semua.

Aamiin Yaa'rabbal Alaamiin

Address

Depok
16432

Telephone

+6281282858144

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Manusia AKHIR ZAMAN posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Manusia AKHIR ZAMAN:

Share

Category