Keira Publishing

Keira Publishing Penerbit Buku Islam Ramah Keira Publishing adalah penerbit buku-buku serta sarana membaca yang edukatif. misi kami adalah untuk pembelajaran publik.

Kami mengutamakan pada penerbitan "buku-buku Islami" tentang berbagai hal yang layak dibaca dan perlu. Kesemuanya mengambil latar atau background yang sering terjadi dan kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Keira juga concern mengangkat kajian keagamaan di Bumi Nusantara ini. Hal ini dimaksudkan agar kita dapat belajar dari kultur, khazanah dan kearifan negeri sendiri. Keira juga mencoba menul

is buku-buku dengan nuansa khazanah Indonesia. Disajikan dalam bahasa yang sederhana, jelas dan gampang di mengerti tanpa harus meninggalkan jiwa, nilai, karakter dan esensi subyek yang ditulis. Ini semua kami maksudkan agar kalangan terdidik, dari lapisan pembaca anak-anak, tingkat pendidikan menengah hingga kalangan terpelajar, bisa memahami paparan isi, warna, dan maknanya. Bahasa yang mudah dimengerti, mulai dari kalangan umum, komunitas bisnis, kalangan profesional, hingga sekelas chairman dan CEO. Buku adalah "Perpustakaan Hidup" yang memiliki nilai dokumentasi tinggi sebagai "Warisan Abadi" bagi generasi sekarang dan masa yang akan datang.

Kita hidup di zaman yang aneh. Informasi dipercaya hanya karena sering muncul di layar. Opini dianggap kebenaran hanya k...
04/06/2026

Kita hidup di zaman yang aneh. Informasi dipercaya hanya karena sering muncul di layar. Opini dianggap kebenaran hanya karena diucapkan dengan percaya diri. Sementara itu, hadits yang diwariskan melalui proses verifikasi paling ketat dalam sejarah justru menjadi salah satu hal yang paling sering diragukan.

Mungkin masalahnya bukan karena manusia kekurangan informasi. Mungkin kita kekurangan kesabaran untuk memahami. Di balik setiap hadits yang sampai kepada kita hari ini, ada perjalanan panjang yang jarang dibicarakan. Ada ulama yang menempuh ribuan kilometer hanya untuk memastikan satu kalimat benar-benar berasal dari Nabi. Ada generasi yang mengorbankan waktu, tenaga, bahkan hidupnya agar kebenaran tidak tenggelam di antara kebohongan dan kepentingan politik.

Ironisnya, semakin mudah akses terhadap ilmu, semakin mudah p**a orang mengambil kesimp**an tanpa penelitian. Padahal sejarah mengajarkan satu hal penting: kebenaran tidak lahir dari keyakinan yang tergesa-gesa. Kebenaran lahir dari kesungguhan mencari, keberanian menguji, dan kerendahan hati untuk mengakui bahwa tidak semua hal dapat dipahami hanya dalam beberapa menit.

Mempelajari sejarah hadits bukan sekadar mempelajari masa lalu. Ia adalah latihan untuk membedakan antara prasangka dan pengetahuan, antara suara yang paling keras dan fakta yang paling kuat. Karena terkadang, yang perlu dipertanyakan bukanlah warisan yang telah bertahan berabad-abad. Melainkan cara kita menilainya.

Doa bukan sekadar rangkaian kata yang diucapkan oleh lisan, melainkan ungkapan kebutuhan terdalam seorang hamba kepada R...
03/06/2026

Doa bukan sekadar rangkaian kata yang diucapkan oleh lisan, melainkan ungkapan kebutuhan terdalam seorang hamba kepada Rabb-nya. Ketika seseorang datang kepada Allah dengan hati yang penuh harap, mengakui kelemahan dirinya, serta menggantungkan seluruh harapannya hanya kepada-Nya, maka ia sedang menempuh salah satu jalan tercepat menuju pertolongan dan rahmat Allah.

Harapan yang terus hidup di dalam hati memiliki kedudukan yang besar dalam doa. Selama seorang hamba tidak berputus asa, tidak merasa doanya sia-sia, dan tetap yakin bahwa Allah mendengar setiap bisikan serta keluh kesahnya, maka ia berada dalam keadaan yang dicintai Allah. Keyakinan tersebut membuatnya terus berdoa, bersabar, dan menanti dengan penuh husnuzan kepada ketetapan-Nya.

Terkadang pengabulan doa datang dalam bentuk yang langsung terlihat. Terkadang p**a Allah menundanya karena hikmah yang lebih baik, atau menggantinya dengan sesuatu yang lebih bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat. Namun, bagi hamba yang terus memohon dengan penuh kerendahan hati, tidak ada doa yang benar-benar hilang di sisi Allah.

Karena itu, jangan lelah mengetuk pintu langit. Teruslah memohon, berharap, dan merendahkan diri di hadapan Allah. Selama harapan itu tetap menyala dan keyakinan kepada-Nya tidak padam, maka pertolongan dan pengabulan-Nya akan datang pada waktu yang paling tepat.

Kita hidup seolah memiliki banyak waktu. Padahal setiap hari yang berlalu adalah waktu yang tidak akan pernah kembali. M...
03/06/2026

Kita hidup seolah memiliki banyak waktu. Padahal setiap hari yang berlalu adalah waktu yang tidak akan pernah kembali. Mungkin yang kita butuhkan bukan tambahan motivasi untuk mengejar dunia, tetapi pengingat agar tidak kehilangan arah dalam menjalaninya. Ada buku yang tidak membuat kita merasa lebih hebat setelah membacanya. Justru membuat kita sadar betapa banyak yang perlu diperbaiki. Kitab Daqaiqul Akhbar adalah salah satunya. Silakan dibaca!

Sebagian buku-buku Keira Grup ada di sini. Silakan mampir ke stand Pustaka Tok Kenali.
02/06/2026

Sebagian buku-buku Keira Grup ada di sini. Silakan mampir ke stand Pustaka Tok Kenali.

Banyak laki-laki senang mengutip ayat tentang ketaatan istri. Tapi mengapa jarang membahas bahwa Nabi Muhammad ﷺ juga me...
02/06/2026

Banyak laki-laki senang mengutip ayat tentang ketaatan istri. Tapi mengapa jarang membahas bahwa Nabi Muhammad ﷺ juga mendengarkan nasihat istrinya?

Dalam Perjanjian Hudaibiyah, ketika situasi begitu sulit dan para sahabat diliputi kebingungan, Rasulullah tidak memilih mempertahankan ego sebagai pemimpin. Beliau justru mendengarkan saran Ummu Salamah.

Dan sejarah mencatat, nasihat itu menjadi jalan keluar. Hari ini, tidak sedikit rumah tangga yang kehilangan kehangatan bukan karena kurang cinta, melainkan karena terlalu banyak ego. Terlalu banyak yang ingin didengar, tetapi terlalu sedikit yang mau mendengar.

Kita sering berbicara tentang hak suami dan kewajiban istri. Namun jarang bertanya: Sudahkah kita meneladani kerendahan hati Rasulullah dalam menghargai pendapat pasangannya?

Kamu adalah tamu terhormat di bumi. Datang dengan napas yang dititipkan Tuhan, lalu p**ang tanpa membawa apa pun selain ...
29/05/2026

Kamu adalah tamu terhormat di bumi. Datang dengan napas yang dititipkan Tuhan, lalu p**ang tanpa membawa apa pun selain jejak amal dan nama yang pernah disebut dalam doa. Maka jangan merendahkan dirimu dengan menangisi serpihan dunia seolah hidupmu bergantung padanya. Dunia sering membuat manusia lupa bahwa dirinya lebih mulia daripada harta yang dikejar, lebih berharga daripada pujian yang diminta-minta.

Lihatlah langit, ia tetap luas meski awan datang dan pergi. Begitu p**a hidup. Kehilangan bukan akhir dari kehormatanmu. Tidak semua yang lepas harus ditangisi, sebab ada hal-hal yang memang hanya singgah untuk mengajarkan bahwa hati manusia tidak pantas menggantungkan makna hidup pada sesuatu yang fana.

Jangan berdiri di depan dunia seperti pengemis yang memohon belas kasihan. Berdirilah seperti seorang musafir yang tahu bahwa bumi hanyalah tempat singgah, bukan rumah selamanya. Sebab orang yang mengenal nilai dirinya tidak akan hancur hanya karena ditolak manusia, ditinggalkan keadaan, atau gagal memiliki apa yang diinginkannya.

WE ARE HIRING 💻English Book EditorWork from Home (remote/part-time position)Qualifications:• Advance proficiency in Engl...
28/05/2026

WE ARE HIRING 💻

English Book Editor
Work from Home (remote/part-time position)

Qualifications:
• Advance proficiency in English (written and verbal), deep understanding of English grammar, punctuation, and style guides
• Excellent ability to write in human-friendly style
• Strong communication skills and a collaborative team spirit
• Exceptional attention to detail and the ability to maintain high quality under tight deadlines
• Minimum of 2 year of experience as an Editor or Proofreader (experience in book publishing is highly preferred)

Apply now! Send your CV and portfolio to: [email protected]
Application deadline: June 8, 2026

Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H. Sesungguhnya setiap kita adalah Ibrahim, dan setiap Ibrahim pasti memiliki Ismail. I...
26/05/2026

Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H.

Sesungguhnya setiap kita adalah Ibrahim, dan setiap Ibrahim pasti memiliki Ismail. Ismail itu bukan selalu seorang anak yang dicintai, tetapi segala sesuatu yang begitu melekat dalam hati dan sulit dilepaskan: jabatan yang dibanggakan, harta yang dikumpulkan, ambisi yang dikejar, ego yang dipertahankan, atau rasa memiliki terhadap dunia yang perlahan membuat manusia lupa kepada Allah. Idul Adha mengajarkan bahwa pengorbanan bukan sekadar tentang menyembelih hewan kurban, melainkan tentang keberanian menundukkan hal-hal yang paling kita cintai agar tidak menjadi penghalang antara diri kita dan Tuhan. Sebab ujian terbesar dalam hidup bukan ketika kita tidak memiliki apa-apa, tetapi ketika kita memiliki banyak hal lalu diminta tetap taat dan tidak diperbudak olehnya.

Maka di hari raya kurban ini, mari belajar menjadi Ibrahim yang rela menyerahkan apa yang dicintainya demi ketaatan kepada Allah. Jika Ismail kita adalah harta, maka belajarlah berbagi dan membantu sesama. Jika Ismail kita adalah jabatan, maka gunakan ia untuk melayani, bukan meninggikan diri. Jika Ismail kita adalah ego dan ambisi, maka tundukkan ia agar hati tetap rendah dan penuh syukur.

Bertaubatlah. Bukan karena kita sudah suci. Tapi karena kita sadar, tanpa Allah hidup ini perlahan kehilangan makna. Tid...
26/05/2026

Bertaubatlah. Bukan karena kita sudah suci. Tapi karena kita sadar, tanpa Allah hidup ini perlahan kehilangan makna. Tidak ada manusia yang terlalu kotor untuk kembali. Tidak ada dosa yang lebih besar dari ampunan-Nya. Pulanglah. Sebelum hati benar-benar mati. Jika tulisan ini terasa dekat di hatimu, mungkin jiwamu sedang lelah dan ingin kembali p**ang.

Buku kami hadir untuk menemani orang-orang yang sedang kehilangan arah, lelah memikul hidup sendirian, dan ingin kembali mengenal dirinya bersama Allah.

Di tempat yang salah, sekalipun kamu memberikan seluruh tenaga, perhatian, bahkan bagian terbaik dari dirimu, semuanya t...
26/05/2026

Di tempat yang salah, sekalipun kamu memberikan seluruh tenaga, perhatian, bahkan bagian terbaik dari dirimu, semuanya tetap terasa kurang. Bukan karena kamu tidak berharga, melainkan karena hati yang tidak mampu melihat nilai akan selalu sibuk menghitung kekurangan. Ada lingkungan yang membuat seseorang terus merasa gagal, meski ia telah berjuang sampai kelelahan. Seperti bunga yang dipaksa tumbuh di tanah tandus, seberapa pun indah warnanya, ia tetap dianggap biasa karena tempat itu tidak tahu cara menghargai kehidupan.

Sebaliknya, di tempat yang tepat, kehadiranmu saja sudah cukup untuk berarti. Tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain agar diterima. Tidak perlu mengorbankan jati diri demi mendapatkan pengakuan. Sebab penghargaan yang tulus lahir dari penerimaan, bukan tuntutan. Tempat yang tepat tidak selalu membuatmu dipuji, tetapi membuatmu merasa aman untuk menjadi diri sendiri tanpa rasa takut kehilangan nilai dirimu.

Hidup mengajarkan bahwa tidak semua perjuangan harus dipaksakan. Kadang yang perlu diubah bukan dirimu, melainkan arah langkahmu. Karena manusia sering kelelahan bukan akibat kurang berusaha, tetapi karena terlalu lama tinggal di tempat yang membuatnya merasa tidak pernah cukup.

Address

Jalan Raya Cilangkap No. 1 Tapos
Depok
16458

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 16:00
Wednesday 09:00 - 16:00
Thursday 09:00 - 16:00
Friday 09:00 - 16:00
Saturday 09:00 - 13:00

Telephone

+62218763609

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Keira Publishing posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Keira Publishing:

Share

Category