Keira Publishing

Keira Publishing Penerbit Buku Islam Ramah Keira Publishing adalah penerbit buku-buku serta sarana membaca yang edukatif. misi kami adalah untuk pembelajaran publik.

Kami mengutamakan pada penerbitan "buku-buku Islami" tentang berbagai hal yang layak dibaca dan perlu. Kesemuanya mengambil latar atau background yang sering terjadi dan kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Keira juga concern mengangkat kajian keagamaan di Bumi Nusantara ini. Hal ini dimaksudkan agar kita dapat belajar dari kultur, khazanah dan kearifan negeri sendiri. Keira juga mencoba menul

is buku-buku dengan nuansa khazanah Indonesia. Disajikan dalam bahasa yang sederhana, jelas dan gampang di mengerti tanpa harus meninggalkan jiwa, nilai, karakter dan esensi subyek yang ditulis. Ini semua kami maksudkan agar kalangan terdidik, dari lapisan pembaca anak-anak, tingkat pendidikan menengah hingga kalangan terpelajar, bisa memahami paparan isi, warna, dan maknanya. Bahasa yang mudah dimengerti, mulai dari kalangan umum, komunitas bisnis, kalangan profesional, hingga sekelas chairman dan CEO. Buku adalah "Perpustakaan Hidup" yang memiliki nilai dokumentasi tinggi sebagai "Warisan Abadi" bagi generasi sekarang dan masa yang akan datang.

Grand Syekh Ahmad Ath-Thayyib, bernama lengkap Ahmad Muhammad Ahmad at-Tayyib. Ia lahir pada 6 Januari 1946 di Luxor Pro...
05/08/2026

Grand Syekh Ahmad Ath-Thayyib, bernama lengkap Ahmad Muhammad Ahmad at-Tayyib. Ia lahir pada 6 Januari 1946 di Luxor Provinsi Qina, sebuah kota yang terletak di tepi timur sungai Nil Mesir. Saat ini, Syekh Ahmad Ath-Thayyib menduduki jabatan Grand Syekh al-Azhar atau Imam Besar al-Azhar.

Sebelumnya, ia merupakan Rektor Universitas Al-Azhar Mesir. Posisi itu ia emban sejak tahun 2003 hingga diangkat sebagai Grand Syekh tahun 2010. Sebelum menjadi Rektor, ia dipercaya sebagai M***i Negara Mesir, sejak tahun 2002.

Seperti kata Rasul, kebaikan sebiji dzarrah (sawi) akan tetap memiliki balasannya, yaitu kebaikanyang serupa. Pun sebali...
04/08/2026

Seperti kata Rasul, kebaikan sebiji dzarrah (sawi) akan tetap memiliki balasannya, yaitu kebaikanyang serupa. Pun sebaliknya, pada ranah keburukan, dalam hal ini adalah dosa, ia juga memiliki tingkatan yang akan menjerumuskan kita pada kesengsaraan, baik di dunia maupun di akhirat. Sekecil apapun dosa yang kita lakukan, tetap akan dipertanggungjawabkan.

Adapun dalam tingkatan dosa tersebut, buku ini hanya menyertakan dosa-dosa yang dianggap besar, hingga benar-benar membuat Allah sangat murka. Imam adz-Dzahabi turut menyertakan

secara terperinci jenis dari setiap dosa besar. Pembahasannya yang mudah dipahami oleh kalangan muslim awam akan menjadi nilai plus dalam buku ini. Juga bagi mereka yang ingin mengetahui landasan apa yang dipakai oleh Imam Adz-Dzahabi, dapat dijadikan acuan dan referensi yang bagus untuk membahas dosa-dosa yang membuat Allah marah.

Ustadz Adi Hidayat merupakan salah satu pendakwah Indonesia yang dikenal luas karena gaya penyampaian dakwahnya yang sis...
03/08/2026

Ustadz Adi Hidayat merupakan salah satu pendakwah Indonesia yang dikenal luas karena gaya penyampaian dakwahnya yang sistematis, mendalam, dan mudah dipahami. Dalam setiap ceramahnya, beliau menjelaskan ajaran Islam dengan merujuk pada Al-Qur'an, hadis, serta pendapat para ulama. Kemampuannya menghubungkan dalil dengan berbagai persoalan kehidupan sehari-hari membuat banyak masyarakat tertarik mengikuti kajian-kajiannya.

Selain aktif berdakwah di berbagai daerah, Ustadz Adi Hidayat juga memanfaatkan media digital untuk menyebarkan ilmu. Melalui video, seminar, dan media sosial, pesan-pesan keislamannya dapat diakses oleh jutaan orang dari berbagai kalangan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa dakwah dapat berkembang seiring kemajuan teknologi tanpa mengurangi nilai-nilai ajaran Islam.

Sebagai seorang pendidik, Ustadz Adi Hidayat mendorong umat Islam untuk mencintai ilmu pengetahuan, memperkuat akhlak, dan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup. Beliau sering menekankan pentingnya belajar secara berkelanjutan serta memahami agama dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab.

Keberadaan Ustadz Adi Hidayat memberikan kontribusi yang berarti dalam dunia dakwah di Indonesia. Melalui penyampaian yang ilmiah, santun, dan relevan dengan kehidupan modern, beliau menjadi salah satu tokoh yang menginspirasi banyak orang untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Pada awalnya, langkah Utsman membakukan Al-Qur’an dalam khat rasm utsmani, dimaksudkan untuk meminimalisir perpecahan di...
03/08/2026

Pada awalnya, langkah Utsman membakukan Al-Qur’an dalam khat rasm utsmani, dimaksudkan untuk meminimalisir perpecahan di antara umat muslim mengenai qira’at. Namun seiring meluasnya umat muslim di dunia ini, banyak para muslim non-Arab justru kesulitan membaca Al-Quran, sehingga banyak dari mereka salah melafalkan ayatnya. Fakta ini menunjukkan, rasm utsmani justru memunculkan problem baru di tengah masyarakat muslim. Sampai-sampai muncul perdebatan di kalangan cendekiawan muslim, sebagian mereka ada yang melarang, mengharamkan, sangat menganjurkan, membebaskan dengan syarat, dan lain-lain. Lambat laun, persoalan ini mengerucut dalam dua pendapat besar, pertama rasm utsmani sebagai ijtihad, dan kedua sebagai wahyu (tauqîfî).

Berkenaan dengan hal ini, maka diskusi panjang mengenai, “Apakah tulisan Al-Qur’an menggunakan khat Utsmani (rasm utsmani) adalah wahyu (tauqifi) atau ijtihad?” sejak masa Imam Malik, tak pernah selesai dibahas. Dengan begitu, kami menerbitkan karya monumental dari Dr. Zainal Arifin Madzkur sebagai bentuk apresiasi, sekaligus demi pengayaan referensi yang menghadirkan sudut pandang baru melalui analisa historis, yang selama ini luput dari kebanyakan para peniliti. Buku ini sangat diperlukan untuk para mahasiswa, peneliti, barangkali juga para penafsir, dan tak menutup kemungkinan pembaca awam. Bahasanya yang lugas nan sederhana, memudahkan kita untuk ikut meneliti rasm utsmani yang selama telah tersebar luas. Tabik!

Sayyidina Umar bin Khattab adalah sosok yang memperlihatkan bahwa kekuatan terbesar bukanlah kemampuan menaklukkan dunia...
01/08/2026

Sayyidina Umar bin Khattab adalah sosok yang memperlihatkan bahwa kekuatan terbesar bukanlah kemampuan menaklukkan dunia, melainkan kemampuan menaklukkan diri sendiri. Sebelum memeluk Islam, ia dikenal tegas, keras, dan ditakuti. Namun setelah menerima kebenaran, sifat keras itu tidak hilang; ia justru diarahkan untuk menjaga keadilan. Dari sini tampak sebuah pelajaran filosofis: karakter tidak selalu harus diubah, tetapi diarahkan menuju tujuan yang benar.

Dalam kehidupan Sayyidina Umar, keadilan bukan sekadar aturan hukum, melainkan kesadaran moral bahwa setiap manusia memiliki martabat yang sama di hadapan Tuhan. Ia memahami bahwa kekuasaan bukan hak untuk menguasai, tetapi amanah untuk melayani. Karena itu, ia sering mengoreksi dirinya sendiri sebelum mengoreksi orang lain. Kesadaran semacam ini menunjukkan bahwa pemimpin sejati hidup di bawah hukum nuraninya, bukan di atas rakyatnya.

Sayyidina Umar mengajarkan keseimbangan antara ketegasan dan kasih sayang. Ketegasan tanpa belas kasih melahirkan tirani, sedangkan belas kasih tanpa ketegasan melahirkan kekacauan. Ia berusaha memelihara keduanya agar masyarakat dapat hidup dalam keteraturan sekaligus kemanusiaan.

Pada akhirnya, Sayyidina Umar mengingatkan bahwa ukuran manusia bukan seberapa tinggi kedudukannya, melainkan seberapa besar tanggung jawab yang sanggup ia pikul. Dalam pandangan ini, kepemimpinan adalah perjalanan spiritual: semakin besar amanah, semakin besar p**a kerendahan hati yang harus dimiliki. Warisan pemikirannya tetap relevan karena menyentuh persoalan yang tak pernah usai, yaitu hubungan antara kekuasaan, moralitas, dan tanggung jawab manusia.

Di Indonesia belakangan ini, terjadi fenomena memprihatinkan bila terjadi perbedaan pendapat dalam paham keagamaan. Hal ...
31/07/2026

Di Indonesia belakangan ini, terjadi fenomena memprihatinkan bila terjadi perbedaan pendapat dalam paham keagamaan. Hal ini diperparah oleh keadaan dengan munculnya paham keagamaan yang lebih fokus dalam membahas perkara khilafiah daripada pembahasan akhlak sehingga terjadi benturan-benturan sosial pada masyarakat yang sangat mengkhawatirkan.

Fokus paham ini terhadap kontraversi fiqih membuat mereka mendapat peminat yang banyak khususnya orang-orang yang haus akan kebenaran dalam pengamalan ibadah. Doktrin yang ditanamkan bahwa sebaik-baik manusia dalam melaksanakan ibadah harus sesuai dengan al-Qur’an dan Sunnah, menjadi bius yang kuat sehingga dimensi akhlak menjadi suatu yang dikesampingkan pada aliran ini. Merasa paling benar, merendahkan pendapat orang lain, menuduh tanpa memahami keadaan kultur masyarakat, menjadi momok yang membahayakan bagi kelangsungan dakwah Islam dan persatuan umat.

Kehadiran buku Syekh Ali Jum’ah Bicara Islam ini bisa menjadi literatur yang menyejukkan. Sejumlah persoalan khilafiah yang selama ini diperdebatkan akan dibahas tuntas dalam buku ini. Kapasitas keilmuan Syekh Ali Jum’ah sebagai guru besar Al-Azhar dan m***i Mesir tak diragukan lagi. Buku ini disajikan dalam bentuk tanya jawab. Dalam setiap jawaban disajikan dalil-dalil Al-Qur’an dan Sunnah sebagai landasan utama.

Beliau pernah lapar hingga mengikat batu di perutnya. Pernah kehilangan istri tercinta, anak-anaknya, dan orang-orang ya...
30/07/2026

Beliau pernah lapar hingga mengikat batu di perutnya. Pernah kehilangan istri tercinta, anak-anaknya, dan orang-orang yang paling melindunginya. Pernah dihina, dilempari batu, dil*dahi, diboikot, bahkan terluka hingga wajahnya berd*rah.

Namun, tidak satu pun luka itu mengubah akhlaknya.
Beliau tidak membalas kebencian dengan kebencian. Tidak menjadikan penderitaan sebagai alasan untuk berhenti berbuat baik. Justru di tengah kehilangan, beliau tetap memikirkan keselamatan umatnya.

Ironisnya, banyak di antara kita mencintai Nabi hanya melalui pujian, tetapi jarang berusaha memahami perjuangannya.

Kita ingin syafaatnya, tetapi enggan meneladani kesabarannya. Kita ingin kemuliaannya, tetapi menghindari proses yang beliau jalani. Kita ingin hasilnya, tetapi menolak jalan yang ditempuhnya.
Mungkin karena kita terlalu sering melihat beliau sebagai sosok yang begitu agung, sampai lupa bahwa Allah sengaja mengutus seorang manusia agar tidak ada alasan bagi manusia untuk berkata, "Aku tidak mampu."

Semoga cinta kepada Rasulullah tidak berhenti di lisan, tetapi tumbuh menjadi akhlak yang mengikuti jejaknya.

اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد ﷺ

Apa sisi manusia Rasulullah yang paling menyentuh hati menurutmu?

Allah Swt. berfirman, “Maka tidakkah mereka menghayati (merenungi) Al Quran?. Sekiranya Al-Qur’an itu bukan dari Allah, ...
29/07/2026

Allah Swt. berfirman, “Maka tidakkah mereka menghayati (merenungi) Al Quran?. Sekiranya Al-Qur’an itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.” (QS: An-Nisa [4]: 82).

Selain faidah yang bisa didapatkan di dalamnya, al-Qur’an pun membahas tentang khasiat pengobatan, baik pengobatan untuk ruhani maupun jasmani. Allah Swt berfirman, “Dan apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkan Aku.” (QS: Asy-Syu’arâ’ [26]: 80).

Di dalam kitabnya, “Al-Itqân fi Ulûm al-Qur’an ”, Imam Suyuti membahas satu bab khusus tentang keutamaan dan khasiat al-Qur’an. Ia memberi judul, “Bab Ketujuh Puluh Lima tentang Keutamaan dan khasiat al-Qur‘an”. Oleh karena, begitu agung manfaat yang terdapat dalam al-Qur’an ini, dan pengaruh yang luar biasa bagi kehidupan setiap Muslim.

Buku Berobat dengan Al-Qur'an, Terapi Melalui Keagungan Ayat-ayat Suci Al-Qur’an, adalah hasil alih bahasa dari dua penulis yang dimiliki umat Islam, Imam Jalaludin As-Suyuti dan Muhammad Ibrahim Salim, yang keduanya berasal dari kitab Al-Qur’an Asy-Syâfi dan At-Tadâwi bi al-Qur’an wa al-Istisyfâ’ bi ar-Ruqâ wa at-Ta’awidz.

Buku ini membahas seputar Kota Madinah dan berbagai keutamaanya serta membahas tentang Masjid Nabawi dan sejarah pembang...
28/07/2026

Buku ini membahas seputar Kota Madinah dan berbagai keutamaanya serta membahas tentang Masjid Nabawi dan sejarah pembangunannya dari masa ke masa. Dibahas p**a hukum shalat di area tambahan dan pelatarannya. Dibahas juga secara mendalam status hukum shalat Arba’in dan fadhilahnya, dikemukakan hadisnya dan para perawinya, serta dipaparkan pendapat para ulama, baik yang berasal dari Saudi Arabia maupun dari Indonesia. Selain itu dikemukakan juga kisah yang amat menarik dan mengharukan yaitu upaya pencurian jasad Nabi Muhammad Saw oleh dua orang non muslim (kafir) dari Spanyol, dan juga jasad kedua sahabatnya yaitu Abu Bakar Shiddiq r.a dan Umar bin Khattab r.a yang diduga pelakunya adalah kaum Syi’ah.

Dalam buku ini dibahas juga Universitas Islam Madinah, Kompleks percetakan mushaf al-Qur’an, pemakaman Baqi’ Al-Gharqad dan dibahas p**a jabal magnet yang sangat menakjubkan, untuk melengkapi pembahasan-pembahasan penting tersebut, pada bab terakhir (Bab Sebelas) dikupas juga seputar masalah Kurma (Tamr) dengan berbagai nama dan khasiatnya serta manfaatnya, baik ditinjau dari sisi agamis maupun dari sisi medis. Kesemuanya itu, dalam buku ini dibahas dengan baik, menarik dan apik serta menggunakan bahasa yang mudah dicerna oleh masyarakat luas, terutama oleh para calon jamaah Haji dan Umrah yang akan berkunjung ke kota suci Madinah al-Munawwarah. Selamat membaca, semoga meraih banyak manfaat. Aamiin.

Membaca perjalanan hidup para ulama hebat yang pernah mewarnai duniaIslam memang mengasyikkan. Melalui cara ini kita bis...
27/07/2026

Membaca perjalanan hidup para ulama hebat yang pernah mewarnai duniaIslam memang mengasyikkan. Melalui cara ini kita bisa meraih kearifan dan motivasi, baik lewat kisah perjuangan mereka atau lewat petuah mereka yang bijak lagi sarat hikmah. Semangat untuk terus menuntut ilmu, mendekatkan diri kepada Allah, dan menerapkan perilaku mulia seringkali muncul secara spontan tatkala kita mengenang sosok para ulama dan auliya di masa lampau.

Salah satu bukti yang paling nyata adalah syekh Abdul Qadir al-Jailani. Dia telah menggapai puncak kenikmatan dunia dan akhirat sekaligus. Kedudukan dan kehormatannya sangat tinggi. Mengalahkan kehormatan para sultan, bahkan para pemimpin yang paling berkuasa di era itu.

Buku yang merupakan hikayat perjalanan seorang pemuka kaum Sufi ini bertujuan untuk melengkapi literatur yang tengah marak dengan kisah dan karomah Syekh Abdul Qadir al-Jailani, seperti kitab Qalâ’id al-Jawahir, Bahjat al-Asrâr dan al-Fuyûdhât al-Rabbâniyyah. Umumnya, kitab-kitab ini hanya membahas panjang lebar mengenai kisah Syekh Abdul Qadir al-Jailani dari sisi syariatnya saja.

Berbeda dengan kitab sejenis, buku ini memiliki keistimewaan pada penulisnya. Penulis buku ini adalah Al-‘Allamah Abdullah bin As’ad Al-Yafi’i r.a. (wafat tahun 868 H), beliaulah salah satu tokoh yang mampu memadukan antara ilmu syariat serta ilmu suluk para sufi, sehingga kita bisa mengambil hikmah dan faedah dari dua sisi ilmu ini.

Address

Jalan Raya Cilangkap No. 1 Tapos
Depok
16458

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 16:00
Wednesday 09:00 - 16:00
Thursday 09:00 - 16:00
Friday 09:00 - 16:00
Saturday 09:00 - 13:00

Telephone

+62218763609

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Keira Publishing posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Keira Publishing:

Shortcuts

Share

Category