29/07/2026
Flores. ~50.000 tahun lalu, ada manusia lain di sana β setinggi dada kita, beda spesies, bukan mitos. Dan kita hampir tidak pernah tahu bahwa mereka pernah ada.
Homo floresiensis baru ditemukan 20 tahun lalu, tersembunyi di Liang Bua. Tapi pertanyaan yang lebih besar bukan "siapa mereka", tapi "apa yang hilang ketika mereka pergi?"
Ini bukan fiksi ilmiah. Ini sejarah Indonesia yang hampir terlewat.
β
EP04 dari seri sebuah motion comic yang mengeksplorasi sejarah alternatif Nusantara. Bagaimana dunia kita bisa berbeda jika beberapa momen kritis berjalan dengan cara yang lain.
Di episode ini, Radya seorang mahasiswa sejarah yang naik KRL, kepikiran satu pertanyaan: kalau Homo floresiensis tidak punah, seperti apa Indonesia hari ini?
β
TENTANG SERI INI:
adalah seri motion comic yang memvisualisasikan sejarah alternatif nusantara. Setiap episode mengambil satu momen kritis dari sejarah Indonesia, dan bertanya: seandainya berbeda?
Tayang setiap Rabu, 19.00 WIB.
β
TONTON EPISODE LAIN:
βΆ EP01 β Seandainya Toba Tidak Marah β https://www.facebook.com/share/v/1G3G5CymBr/
βΆ EP02 β Seandainya Sundaland Tidak Tenggelam β https://www.facebook.com/share/v/1HRU8PhiBt/
βΆ EP03 β Seandainya Lukisan Gua Sulawesi Tidak Pernah Dibuat β https://www.facebook.com/share/v/1F6bQADJGy/
β
SUMBER & REFERENSI:
β’ Brown, P. et al. (2004). "A new small-bodied hominin from the Late Pleistocene of Flores, Indonesia." Nature, 431, 1055β1061.
β’ Morwood, M.J. & van Oosterzee, P. (2007). "A New Human." Smithsonian Books.
β’ Sutikna, T. et al. (2016). "Revised stratigraphy and chronology for Homo floresiensis at Liang Bua in Indonesia." Nature, 532, 366β369.
β Paper ini merevisi tanggal kepunahan dari ~12.000 menjadi ~50.000 tahun lalu.
β’ Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Indonesia β data ekskavasi Liang Bua.
β