Journastoria

Journastoria Memadukan Jurnalisme dan Sejarah

πŸ“£ Yuk ikut berkontribusi dalam Pelatihan Penulisan Sejarah Lokal!πŸ“ Palu, 10–11 September 2025πŸ“Œ Kuota terbatas hanya untu...
17/08/2025

πŸ“£ Yuk ikut berkontribusi dalam Pelatihan Penulisan Sejarah Lokal!
πŸ“ Palu, 10–11 September 2025
πŸ“Œ Kuota terbatas hanya untuk 20 peserta

Caranya gampang: cukup kirimkan abstrak singkat (maks. 150 kata) tentang topik sejarah lokal yang ingin kamu tulis. Kalau sudah ada topik yang spesifik, sangat dianjurkan untuk disampaikan agar lebih kuat dan fokus.

πŸ“ Kirim abstrak terbaikmu ke:
πŸ‘‰ bit.ly/PelatihanMenulisSejarahLokal2025

⏳ Batas pengumpulan abstrak: 30 Agustus 2025
πŸ“ž Narahubung: 085255969357 (Jefrianto)

Mari menulis, mendokumentasikan, dan merawat ingatan sejarah dari tanah kita sendiri ✨

Bedah buku "Perompak Donggala", karya sejarawan dan budayawan asal Donggala, Jamrin AB I
30/12/2023

Bedah buku "Perompak Donggala", karya sejarawan dan budayawan asal Donggala, Jamrin AB I

Malam ke tujuh belas Ramadan akan segera tiba. Menyambut malam Lailatul Qadar hingga malam lebaran, masyarakat Desa Tomo...
06/04/2023

Malam ke tujuh belas Ramadan akan segera tiba. Menyambut malam Lailatul Qadar hingga malam lebaran, masyarakat Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong biasanya melaksanakan dengan sebuah tradisi yang disebut dengan Mo Tunju Poindo, atau tradisi menyalakan lampu. Seiring perkembangan jaman, tradisi ini mulai pudar.

FOTO: Ilustrasi. FOTO: hulondalo.id

Selengkapnya di:

https://www.journastoria.com/2023/04/pudarnya-tradisi-motunju-poindo.html

22/03/2023
Journastoria dan Gerakan Peduli Situs Sejarah di Kota Palu, menginisiasi sebuah kegiatan bertajuk Jelajah Kota Kolonial ...
19/11/2021

Journastoria dan Gerakan Peduli Situs Sejarah di Kota Palu, menginisiasi sebuah kegiatan bertajuk Jelajah Kota Kolonial Palu. Lewat kegiatan ini, masyarakat Kota Palu dapat mengenali kawasan kolonial Palu, lewat jejak bangunan bernuansa kolonial, dan melihat langsung keadaan sejumlah bangunan tersebut saat ini.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada esok hari, Sabtu (20/11/2021), mulai pukul 15.30 WITA (diharapkan bapak/ibu dan kawan-kawan yang hendak hadir agar tepat waktu), dengan titik kumpul di Gedung Juang. Dari Gedung Juang, kita akan melewati sejumlah ruas jalan dengan rute yang ada di poster, dengan berjalan kaki. Untuk itu, para peserta diharapkan agar mempersiapkan diri, menggunakan masker, membawa hand sanitizer, minuman, serta kelengkapan pribadi lainnya.
Untuk gambaran mengenai kawasan kolonial Kota Palu, bapak/ibu dan kawan-kawan dapat membaca tulisan berikut.
https://www.journastoria.com/2021/11/gedung-juang-dan-kawasan-kolonial-di.html

Siapa nyana, alasan Presiden pertama RI, Soekarno, mengubah nama bandara Masovu menjadi Mutiara, tidak hanya dilatarbela...
19/11/2021

Siapa nyana, alasan Presiden pertama RI, Soekarno, mengubah nama bandara Masovu menjadi Mutiara, tidak hanya dilatarbelakangi oleh kekaguman sang proklamator terhadap keindahan alam lembah Palu. Kedatangan Soekarno ke Palu pada 10 Oktober 1957, rupanya menyisakan cerita tersendiri di balik keputusan mengubah nama bandara kebanggaan Sulawesi Tengah tersebut.

Chung Hwa Xue Xiao, Sekolah Tionghoa pertama di Palu.
19/11/2021

Chung Hwa Xue Xiao, Sekolah Tionghoa pertama di Palu.

Masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah, memiliki segudang metode lokal terkait penyembuhan penyakit. Selain itu, mereka j...
18/11/2021

Masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah, memiliki segudang metode lokal terkait penyembuhan penyakit. Selain itu, mereka juga memiliki penanda, apabila ada seseorang yang terbaring sakit di rumah mereka.

Masyarakat di masa lalu, mengambil sekelompok ranting muda dari pohon atau tanaman apa pun dan menggantungnya di atas balok lantai dekat tangga. Ini adalah tanda bagi orang asing (orang-orang dari desa lain), bahwa mereka tidak diizinkan naik ke atas. Ketika ada tamu yang datang ke rumah yang memiliki tanda larangan ini, penting untuk terlebih dahulu bertanya, apakah anda bisa naik ke atas atau tidak. Seperti tanda larangan lainnya, tanda ini juga dibiarkan menggantung, meskipun alasan pemasangannya telah menghilang atau orang sakit tersebut telah sembuh.

Pada masa kolonial, kapal menjadi satu-satunya alat transportasi massal penghubung antar pulau di Nusantara. Untuk urusa...
18/11/2021

Pada masa kolonial, kapal menjadi satu-satunya alat transportasi massal penghubung antar pulau di Nusantara. Untuk urusan penyeberangan antar pulau ini, didirikanlah Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) pada 4 September 1888 oleh Rotterdamsche Lloyd (RL) dan Stoomvaart Maatschappij Nederland (SMN), yang dengan berkantor pusat di gedung Scheepvaarthuis, Amsterdam, Belanda, yang dibangun oleh seorang bangsawan bernama Prins Hendrikkade, untuk mengelola pelayaran regional intersinsuler (antar pulau) di kepulauan Hindia Belanda.

Wilayah Sulawesi bagian tengah, khususnya Palu, juga menjadi pelabuhan persinggahan kapal-kapal penumpang milik KPM.

Pada masa kolonial, kapal menjadi satu-satunya alat transportasi massal penghubung antar pulau di Nusantara. Untuk urusan penyeberangan antar pulau ini, didirikanlah Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) pada 4 September 1888 oleh Rotterdamsche Lloyd (RL) danΒ Stoomvaart Maatschappij Nederland (...

Address

Donggala

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Journastoria posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Journastoria:

Share