Islamic World News

Islamic World News Kabar Tentang Dunia Islam Terbaru

23/06/2021

ktivis Suriah menyatakan keterkejutannya atas penampilan mengerikan dari 32 tahanan yang dibebaskan oleh rezim akhir pekan ini,

17/06/2021

Aksi vandalisme itu ditemukan beberapa hari setelah serangan yang menewaskan 4 muslim

Palestinian grandmother bleeds profusely as Israeli occupation militias hit her in the face on her way to pray Laylat Al...
09/05/2021

Palestinian grandmother bleeds profusely as Israeli occupation militias hit her in the face on her way to pray Laylat Al-Qadr at AlAqsa Mosque.

06/05/2020

Dokumen Intelijen Negara ‘Five Eyes’ Bocor, Ungkap Bagaimana China Menipu Dunia lewat Virus Corona Sebuah berkas penelitian yang disusun oleh aliansi intelijen ‘Five Eyes’ …

06/05/2020

Pasien pertama COVID-19 seorang penjual ikan di Prancis.

06/05/2020

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Nasionalis Hindu menggunakan isu virus Corona atau Covid-19 untuk memicu kebencian terhadap Muslim. Mereka menggunakan platform online dan beberapa media arus utama untuk menuduh Muslim...

07/03/2020

ISLAMOFOBHIA

Jika ada orang Islam berbuat sedikit saja kesalahan, maka langsung disebut TERORIS.

Namun jika ada orang beragama Non Islam berbuat kesalahan besar sekali pun, maka tidak pernah disebut sbg Teroris, hanya disebut KRIMINAL biasa saja.

Jadi Label TERORIS hanya untuk Umat Islam saja.

𝐏𝐞𝐦𝐞𝐫𝐢𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐈𝐧𝐝𝐢𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚 𝐡𝐚𝐩𝐮𝐬 𝐬𝐞𝐣𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐊𝐚𝐬𝐡𝐦𝐢𝐫KASHMIR (Arrahmah.com) – Khalida Shah berbicara dengan pedih tentang alma...
02/03/2020

𝐏𝐞𝐦𝐞𝐫𝐢𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐈𝐧𝐝𝐢𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚 𝐡𝐚𝐩𝐮𝐬 𝐬𝐞𝐣𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐊𝐚𝐬𝐡𝐦𝐢𝐫

KASHMIR (Arrahmah.com) – Khalida Shah berbicara dengan pedih tentang almarhum ayahnya Sheikh Muhammad Abdullah, seorang pemimpin Kashmir modern paling berpengaruh yang warisannya yang disengketakan, menjadikannya pahlawan bagi sebagian orang dan penjahat di mata yang lain.

Selama beberapa dekade, ulang tahun Sheikh Abdullah yang jatuh pada tanggal 5 Desember menjadi hari libur negara bagian di Kashmir yang dikelola India. Tetapi sekarang hari libur tersebut telah dihapus dari kalender oleh pemeritnahan New Delhi, yang melucuti wilayah mayoritas Muslim tersebut dari otonomi terbatas enam bulan lalu.

“Ini benar-benar menyakitkan,” kata Shah (84) di rumahnya yang terletak di kota utama Srinagar. Shah juga menjadi tahanan rumah sejak Agustus tahun lalu sebagai bagian dari tindakan keras pemerintah terhadap politisi Kashmir, sebagaimana dilansir Al Jazeera pada Rabu (5/2/2020).

Saudaranya Farooq Abdullah dan keponakannya Omar Abdullah, keduanya mantan menteri, telah ditahan sejak Agustus.

“Pemerintah India berusaha menghapus sejarah Kashmir dengan melakukan ini,” katanya mengacu pada penghapusan perayaan ulang tahun Abdullah oleh Partai Nasionalis Hindu India yang memerintah, Partai Bharatiya Janata (BJP).

Pada 5 Agustus tahun lalu, Perdana Menteri Narendra Modi, yang telah berkampanye menentang status khusus untuk Kashmir, memutuskan untuk membatalkan Pasal 370 dan 35A konstitusi, ketentuan konstitusional yang dijamin oleh Abdullah 70 tahun yang lalu.

Pasal 370 memungkinkan Kashmir memiliki benderanya sendiri, konstitusi yang terpisah, dan kebebasan untuk membuat undang-undang.

Aktivis Kashmir khawatir penghapusan status khusus kemungkinan akan membuka pintu untuk perubahan demografis di wilayah mayoritas Muslim, karena orang luar sekarang dapat membeli tanah dan menetap di wilayah tersebut.

Banyak masyarakat yang menentang keputusan pemerintah Modi untuk menghapuskan libur Hari Syahid yang diperingati pada 13 Juli menandai tewasnya 22 orang dalam protes terhadap raja Hindu Kashmir pada 1931.

Bangkitnya Syekh Abdullah dimulai pada tahun 1931 ketika ia memimpin rakyat Kashmir menentang raja Dogra pada saat itu, Hari Singh, sehingga menjadikannya pahlawan.

Pemimpin Kashmir, yang berjuang untuk pemerintahan sendiri, kemudian setuju dengan keputusan Hari Singh untuk bergabung menjadi bagian negara India dengan syarat referendum akan menentukan masa depan wilayah mayoritas Muslim tersebut. (rafa/arrahmah.com)

40 𝐰𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐏𝐚𝐥𝐞𝐬𝐭𝐢𝐧𝐚 𝐥𝐮𝐤𝐚-𝐥𝐮𝐤𝐚 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐛𝐞𝐧𝐭𝐫𝐨𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐍𝐚𝐛𝐥𝐮𝐬NABLUS (Arrahmah.com) – Bentrokan antara warga sipil Palest...
02/03/2020

40 𝐰𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐏𝐚𝐥𝐞𝐬𝐭𝐢𝐧𝐚 𝐥𝐮𝐤𝐚-𝐥𝐮𝐤𝐚 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐛𝐞𝐧𝐭𝐫𝐨𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐍𝐚𝐛𝐥𝐮𝐬

NABLUS (Arrahmah.com) – Bentrokan antara warga sipil Palestina dan pasukan “Israel” kembali meletus di kota Nablus, Tepi Barat pada Jumat (28/2/2020).

Sedikitnya 40 warga Palestina, termasuk seorang remaja, terluka dalam bentrokan yang tidak seimbang tersebut.

Saksi mata mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pasukan “Israel” menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa di Gunung Arma, dekat kota Belta di Nablus.

LSM Bulan Sabit Merah Palestina dalam sebuah pernyataan mengkonfirmasi para korban, dan mengatakan bahwa di antara korban tersebut terdapat seorang anak berusia 16 tahun “yang terluka dengan peluru tajam di punggungnya”.

Mereka juga merawat 15 orang yang terluka akibat peluru karet dan 24 kasus asfiksia, kondisi kekurangan oksigen yang menyebabkan ketidaksadaran.

Sejak Jumat tengah malam (28/2), puluhan warga Palestina telah melakukan aksi duduk di Gunung Arma menyusul seruan oleh kelompok-kelompok pemukim ilegal Yahudi untuk berdemonstrasi di gunung dan merebutnya untuk membangun pemukiman Yahudi. (rafa/arrahmah.com)

𝐒𝐮𝐫𝐢𝐚𝐡 𝐌𝐞𝐦𝐚𝐧𝐚𝐬, 𝐏𝐁𝐁: 𝐑𝐞𝐳𝐢𝐦 𝐒𝐮𝐫𝐢𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐧 𝐑𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐒𝐞𝐧𝐠𝐚𝐣𝐚 𝐓𝐚𝐫𝐠𝐞𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐖𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐒𝐢𝐩𝐢𝐥SURIAH–Rezim Suriah dan sekutunya, Rusia, secar...
21/02/2020

𝐒𝐮𝐫𝐢𝐚𝐡 𝐌𝐞𝐦𝐚𝐧𝐚𝐬, 𝐏𝐁𝐁: 𝐑𝐞𝐳𝐢𝐦 𝐒𝐮𝐫𝐢𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐧 𝐑𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐒𝐞𝐧𝐠𝐚𝐣𝐚 𝐓𝐚𝐫𝐠𝐞𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐖𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐒𝐢𝐩𝐢𝐥

SURIAH–Rezim Suriah dan sekutunya, Rusia, secara sengaja menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil. Pernyataan ini disampaikan Kepala Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet pada Rabu (19/2/2020), Al Jazeera melaporkan.

Bachelet menjelaskan bagaimana dia merasa “ngeri” oleh gelombang pertempuran di Suriah barat laut. Ia juga menyerukan lembaga bantuan kemanusiaan untuk membantu eksodus warga sipil terbesar sejak Perang Dunia II.

“Tidak ada tempat berlindung yang aman sekarang. Dan ketika serangan rezim berlanjut dan orang-orang dipaksa masuk ke daerah kantong kecil bahkan lebih kecil, saya khawatir semakin banyak orang akan terbunuh,” kata Bachelet.

Dia juga menyerukan pada Jumat (14/2/2020) agar pasukan rezim dan kelompok oposisi segera menghentikan permusuhan mereka di provinsi Idlib yang dikuasai oposisi Suriah. Ia mengatakan upaya gencatan senjata terakhir lagi-lagi gagal melindungi warga sipil.

Serangan rezim terbaru, yang didukung oleh Rusia, telah memaksa ratusan ribu orang melarikan diri untuk menyelamatkan hidup. Serangan juga telah membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal selama musim dingin yang berat.

“Saya meminta tempat untuk melindungi anak-anak saya,” kata Fared Alhor, seorang aktivis media lokal, berbagi video dari Idlib. “Bom tidak membunuh mereka, namun aku tidak ingin mereka mati kedinginan,” tambahnya.

Sementara itu, delegasi Turki yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Sedat Onal bertemu dengan para diplomat Rusia untuk pembicaraan hari kedua di Moskow kemarin, dengan tidak ada kesepakatan yang ditandatangani mengenai situasi di Idlib.

Pada Rabu (19/2/2020), jet Rusia mengintensifkan serangan udara di pedesaan Aleppo dan Idlib yang melukai warga sipil. Sementara kelompok oposisi menargetkan kota Saraqeb dengan granat berpeluncur roket, Badan Pengamatan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) melaporkan.

Kelompok pertahanan sipil White Helmet dari Idlib juga mengatakan bahwa tiga warga sipil tewas dalam serangan Rusia dan sembilan lainnya terluka.

by Sodikin
(https://www.islampos.com/suriah-memanas-pbb-rezim-suriah-dan-rusia-sengaja-targetkan-warga-sipil-182145/?fbclid=IwAR2scFXgSRhxphcObitqCO5MvqdOXM6LD9V-EhKoETQ3i0JzEX7vbWfzFLQ)

𝑮𝒖𝒂𝒓𝒅𝒊𝒂𝒏: 𝑫𝒂𝒕𝒂 𝑩𝒐𝒄𝒐𝒓 𝑼𝒏𝒈𝒌𝒂𝒑 𝑷𝒆𝒏𝒂𝒉𝒂𝒏𝒂𝒏 𝑴𝒖𝒔𝒍𝒊𝒎 𝑼𝒊𝒈𝒉𝒖𝒓 𝒌𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝑨𝒈𝒂𝒎𝒂 𝑩𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒆𝒎𝒂𝒕𝒂 𝑺𝒐𝒂𝒍 𝑬𝒌𝒔𝒕𝒓𝒆𝒎𝒊𝒔𝒎𝒆- Salah satu alasan penaha...
20/02/2020

𝑮𝒖𝒂𝒓𝒅𝒊𝒂𝒏: 𝑫𝒂𝒕𝒂 𝑩𝒐𝒄𝒐𝒓 𝑼𝒏𝒈𝒌𝒂𝒑 𝑷𝒆𝒏𝒂𝒉𝒂𝒏𝒂𝒏 𝑴𝒖𝒔𝒍𝒊𝒎 𝑼𝒊𝒈𝒉𝒖𝒓 𝒌𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝑨𝒈𝒂𝒎𝒂 𝑩𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒆𝒎𝒂𝒕𝒂 𝑺𝒐𝒂𝒍 𝑬𝒌𝒔𝒕𝒓𝒆𝒎𝒊𝒔𝒎𝒆

- Salah satu alasan penahanan Muslim Uighur karena shalat atau mendatangi masjid.
- Database menunjukkan, Pemerintah Cina memusatkan pada agama sebagai alasan di balik penahanan mereka, bukan semata soal ekstremisme politik sebagaimana yang diklaim pemerintah selama ini. Menurut data tersebut, salah satu alasan utama penahanan adalah karena kegiatan yang biasa mereka lakukan seperti shalat atau mendatangi masjid.
- “Sangat jelas bahwa praktik keagamaan menjadi sasaran,” kata Darren Byler, akademisi University of Colorado yang meneliti soal Xinjiang.

Sebuah database milik Cina yang bocor mengungkapkan, pengiriman orang-orang Uighur ke kamp-kamp penahanan Cina karena agama. Indikatornya antara lain karena orang tersebut menumbuhkan jenggot, mengenakan jilbab, atau secara tidak sengaja mengunjungi situs web asing. Penilaian ini membuat seseorang dapat ditahan bahkan ketika tidak melakukan kejahatan.

Basis data yang disebut “daftar Karakax” ini terdiri atas 137 halaman. Data itu menguraikan secara perinci alasan utama penahanan 311 orang di tepi gurun Taklamakan di Xinjiang. Data itu bahkan tak hanya menyangkut mereka, tapi juga tentang lebih dari 2.000 orang kerabat mereka di luar negeri, tetangga, dan teman-teman mereka.

Daftar dalam data ini memuat antara lain nama orang yang ditahan, alamat, nomor kartu tanda penduduk (KTP), tanggal dan lokasi penahanan, serta data lain terkait keluarga, agama, dan latar belakang komunitas, alasan penahanan, serta alasan jika mereka memang harus dibebaskan.

Dilihat secara keseluruhan, database ini menunjukkan gambaran paling menyeluruh mengenai bagaimana Pemerintah Cina memutuskan orang yang akan masuk ke kamp penahanan. Kamp tersebut disebut berbagai media sebagai bagian dari penumpasan terhadap etnis minoritas dan mayoritas dari mereka adalah Muslim.

Database menunjukkan, Pemerintah Cina memusatkan pada agama sebagai alasan di balik penahanan mereka, bukan semata soal ekstremisme politik sebagaimana yang diklaim pemerintah selama ini. Menurut data tersebut, salah satu alasan utama penahanan adalah karena kegiatan yang biasa mereka lakukan seperti shalat atau mendatangi masjid.

Maka, jelas p**a bahwa kerabat orang-orang yang ditahan cenderung akan ikut ditahan p**a. Para kerabat itu menjadi subjek kriminalisasi terhadap seluruh anggota keluarga.



Laman the Guardian menyebutkan, tanggal terbaru dalam dokumen tersebut adalah Maret 2019. Para tahanan yang terdaftar berasal dari Karakax, sebuah permukiman tradisional sekitar 650.000 orang dengan lebih dari 97 persen penduduknya adalah orang Uighur.

Basis data menunjukkan, banyak informasi yang dikumpulkan oleh tim yang ditempatkan di masjid dikirim untuk mengunjungi rumah dan di-posting di masyarakat. Informasi ini kemudian disusun dalam sebuah dokumen yang disebut “tiga lingkaran”, yang mencakup kerabat, komunitas, dan latar belakang agama.

“Sangat jelas bahwa praktik keagamaan menjadi sasaran,” kata Darren Byler, akademisi University of Colorado yang meneliti soal Xinjiang.

Pemerintah Xinjiang tidak memberikan jawaban ketika dimintai keterangannya oleh Associated Press. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Geng Shuang kemudian ditanyai apakah kebijakan di Xinjiang membidik orang yang religius dan keluarga mereka. Geng menjawab, “Hal-hal tidak masuk akal ini tidak layak dikomentari.”

Selama ini Pemerintah Cina selalu mengatakan, pusat-pusat penahanan warga etnis minoritas adalah pusat pelatihan kejuruan. Pemerintah juga mengatakan, mereka tidak melakukan diskriminasi berdasarkan agama.

n dwina agustin/ap, ed: yeyen rostiyani
Red: Budi Raharjo

republika.co.id, Rabu , 19 Feb 2020, 10:31 WIB

Address

Duri

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Islamic World News posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category