Nalar Juang

Nalar Juang kemana nalar muda hidup, zaman terang

Kerjasama: 082151117493 (WhatsApp)

13/07/2026

Negara Kartu-Kartuan dan Luka Seorang Nenek

Nenek Suparti, 60 tahun, tubuh digerogoti diabetes, ekonomi remuk karena dagangan tak laku. Ia harus membuktikan kemiskinannya di trotoar Bundaran HI, 12 Juli 2026. Rela bermalam, menahan sakit perut, demi secarik kartu untuk hak paling dasar: berobat. Apakah pemerintah Jakarta sedang melayani, atau mendakwa masyarakat?

Kartu telah menjadi pemujaan birokrasi, mengaburkan instrumen keadilan. Fenomena negara kartu-kartuan adalah gejala kapitalisme birokratik: negara menciptakan ilusi kehadiran lewat simbol, sambil membiarkan ketimpangan berjalan tanpa gangguan. Semua tampak progresif, tapi mereproduksi logika pasar. anda hanya layak dilayani jika lolos seleksi administratif yang melelahkan.

Nenek Suparti bukti bahwa kartu tak menghapus kemiskinan, malah mengubahnya jadi sirkus birokrasi. Masyarakat miskin dan lansia dipaksa antre, menginap, membuktikan penderitaannya berulang kali. Ritual perendahan yang dilembagakan. Padahal negara punya data terpadu dan identitas digital. Mengapa masih harus antre fisik?

Negara gagal membangun sistem terintegrasi—atau sengaja mempertahankan fragmentasi demi proyek baru: anggaran kartu, vendor, seremoni. Program sosial dikelola sebagai proyek bisnis. Kartu jadi komoditas politik. Setiap rezim berganti, rakyat jadi konsumen yang harus mendaftar ulang. Inikah efisiensi pemerintahan Prabowo-Gibran? Ini bentuk paling rakus dari inefisiensi.

Realitas yang sesungguhnya absurd: bayangkan untuk berobat, seorang lansia harus lebih dulu jatuh sakit karena sistem. Negara yang seharusnya pelindung, berubah jadi mesin reproduksi penderitaan.

Nenek Suparti adalah buruh tua yang dihantam pasar. Pemerintah menjawabnya dengan kartu, alih-alih redistribusi atau layanan universal. Negara ini sibuk bermain kartu, sementara rakyatnya terus kalah dalam permainan hidup yang sesungguhnya.

PemberitahuanAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Kepada seluruh sahabat, pendukung, dan pengikut Nalar Juang, ka...
03/07/2026

Pemberitahuan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kepada seluruh sahabat, pendukung, dan pengikut Nalar Juang, kami menyampaikan bahwa kanal YouTube Nalar Juang, yang telah hadir dan menemani perjalanan literasi publik selama hampir tujuh tahun sejak September 2019 hingga saat ini, untuk sementara tidak dapat diakses karena telah dihapus oleh pihak YouTube.

Atas kondisi tersebut, kami telah mengajukan banding resmi melalui mekanisme yang disediakan oleh YouTube dan saat ini sedang menunggu proses peninjauan. Kami berharap keputusan yang diambil nantinya dapat memberikan kejelasan serta hasil yang terbaik.

Kami mengucapkan terima kasih atas doa, dukungan, dan perhatian dari seluruh sahabat Nalar Juang. Kepercayaan yang telah diberikan selama hampir tujuh tahun menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan konten-konten edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selama proses banding berlangsung, kami memohon doa, kesabaran, dan dukungan dari seluruh sahabat. Kami juga akan terus menyampaikan perkembangan terbaru melalui media sosial dan kanal resmi Nalar Juang apabila terdapat informasi dari pihak YouTube.

Terima kasih atas kebersamaan dan dukungan yang tidak pernah putus. Apa pun hasilnya nanti, semangat kami untuk terus menghadirkan ruang belajar, berdiskusi, dan menumbuhkan nalar kritis tidak akan berhenti.

Salam hormat,

Tim Nalar Juang

25/06/2026

Negara Lain Tegas, Kita Beda!

Ketika sebuah keputusan menyangkut kepentingan publik, setiap negara punya cara berbeda dalam menjaga kepercayaan rakyat terhadap para pemegang kekuasaan.

Lalu, apa yang membuat perbedaan itu terjadi? Dan pelajaran apa yang bisa kita ambil? 🤔

23/06/2026

HUT Jakarta, Warga Cikini Justru Gelisah: Tolak Rencana Pembongkaran RW 01"

Di hari ulang tahun Jakarta, 22 Juni 2026, warga RW 01 Cikini justru menyampaikan keresahan.

Mereka menolak rencana pembongkaran dan penggusuran yang disebut menyangkut fasilitas umum dan fasilitas sosial di wilayah mereka. Warga meminta pemerintah membuka ruang dialog sebelum keputusan diambil."

Hingga kini, warga RW 01 Cikini menyuarakan agar persoalan ini dapat diselesaikan melalui musyawarah dengan mempertimbangkan kepentingan lingkungan dan warga sekitar.

dari informasi yang diterima nalar juang ada foto terlihat ada spanduk bertuliskan. "Kami Warga RW 01 Cikini Menolak Pembongkaran/Penggusuran Kantor Sekretariat RW 01" dan timestamp 22 Juni 2026, tetapi klaim soal status lahan, siapa yang memerintahkan, dan alasan pembongkaran perlu dikonfirmasi ke pihak resmi.

22/06/2026

Undangan Eksklusif untuk Konglomerat

Pemerintah melirik duit besar lewat Patriot Bond Danantara, tapi undangannya khusus, bukan untuk umum.

21/06/2026

atasan buka akses

6 tersangka, 41 nama berkeliaran, setoran ke atasan rutin, proyek rugikan keuangan negara, rakyat semakin menderita dinegara yang kaya sumber daya alam.

20/06/2026

kalau bukan MAHASISWA, siapa lagi?

Malam itu mahasiswa bertanya. Jawabannya justru memicu pertanyaan lebih besar. Apa yang terjadi? Tonton videonya.

19/06/2026

BEBAS berekspresi? Boleh, tapi BAWA NIB dulu!😅

Kreator kini dihadapkan pada aturan baru perihal legalitas, pajak, dan birokrasi. Menertibkan profesi bisa menjadi langkah positif, tapi tanpa sosialisasi dan perlindungan yang jelas, aturan bisa berubah menjadi beban.

apakah pemerintah benar-benar membangun ekosistem kreator, atau hanya memperbesar kewajiban?

Address

Utan Kayu Utara, Kec. Matraman
East Jakarta
13120

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nalar Juang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Nalar Juang:

Shortcuts

Share

Category