13/02/2026
✨ Belajar Koding di Usia yang Tidak Lagi Muda? Kenapa Tidak! ✨
Dulu saya berpikir koding itu hanya untuk anak-anak muda, anak IT, atau mereka yang memang “jago komputer”. Tapi ternyata saya salah.
Awalnya saya hanya ingin memahami dunia digital lebih dalam. Sebagai guru, saya merasa tidak cukup hanya mengajar teori. Saya ingin tahu bagaimana aplikasi dibuat, bagaimana sistem bekerja, dan bagaimana teknologi bisa membantu pembelajaran di kelas.
Pertama kali belajar koding, rasanya campur aduk.
Bingung? Iya.
Pusing? Banget.
Ingin menyerah? Pernah.
Melihat barisan kode yang penuh tanda kurung, titik koma, dan simbol aneh rasanya seperti membaca bahasa alien 😅
Tapi perlahan saya mulai paham.
Saya belajar tentang logika.
Saya belajar tentang sabar.
Saya belajar bahwa error itu bukan kegagalan, tapi petunjuk untuk belajar lebih dalam.
Yang paling berkesan adalah saat pertama kali berhasil membuat program sederhana berjalan tanpa error. Rasanya luar biasa! Bukan karena programnya hebat, tapi karena saya berhasil menaklukkan rasa takut saya sendiri.
Belajar koding membuat saya sadar satu hal:
🌱 Kita tidak pernah terlalu tua untuk belajar.
🌱 Kita tidak pernah terlambat untuk berkembang.
🌱 Dan guru pun harus terus menjadi pembelajar.
Sekarang saya justru semakin semangat. Saya ingin siswa-siswa saya tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tapi juga pencipta teknologi.
Kalau dulu saya ragu untuk mulai, sekarang saya bersyukur karena sudah melangkah.
Karena ternyata…
Belajar koding bukan hanya tentang membuat aplikasi.
Tapi tentang melatih cara berpikir, ketekunan, dan keberanian mencoba hal baru.
Siapa di sini yang juga sedang belajar hal baru? 😊
Yuk, jangan takut mulai!