13/05/2026
Bertahun-tahun kita jadi tukang gali kekayaan bumi sendiri, lalu hasilnya dikirim ke luar negeri, terus kita beli lagi dalam bentuk barang jadi. Hah, ini akar yang bikin APBN boncos. Miris kan? Tapi di tangan Pak Prabowo, pola lama ini sedang diubah dengan Indonesia berani mengolahnya sendiri.
Kok bisa? Yuk kita bahas. Udah tahu kan ya, bahwa selama ini Indonesia ekspor bahan mentah dengan harga murah lalu impor barang jadinya dengan harga selangit. Nah, inilah salah satu yang bikin APBN kita terbebani.
Namun, di era pemerintahan Prabowo, rantai setan ini sekarang pelan-pelan diputus. Dan gak tanggung-tanggung, ada tiga belas proyek hilirisasi strategis yang sedang digenjot. Nilai investasinya 116 triliun rupiah, guys.
Apa aja bang tiga belas proyek itu? Banyak kalau disebutin satu-satu. Di antaranya energi kita diolah di Dumai dan Cilacap.
Baja kita ditempa di Cilegon dan Morowali. Kekayaan kita di Maluku dan Sumatera tidak lagi dijarah mentah-mentah.
Ada proyek tangki, batu bara, sawit, aspal, pala, dan banyak lagi kalau mau dijelasin. Kenapa ini luar biasa? 116 triliun ini akan berubah jadi lapangan kerja, transfer teknologi, dan yang paling penting pendapatan negara yang berkali-kali lipat lebih besar dari sekedar jualan barang mentah.
Artinya, negara kita lagi geser posisi dari buruh dunia jadi pusat industri. Mantap kan? Langkah ini tergolong berani guys dan juga tantangannya juga besar. Tekanan global pasti ada. Pihak yang selama ini menikmati keuntungan karena kita jual mentah pasti enggak terima.
Nanti akan ada aja caranya biar menekan perkembangan ini. Jadi, gimana menurut kalian? 116 triliun ini cukup gak buat bikin Indonesia jadi raja industri baru?Tulis pendapatnya di kolom komentar, kita bedah bareng.