RASI 107,8 FM - Cisewu

RASI 107,8 FM - Cisewu Media Dari, Oleh, Untuk Komunitas

Info listrik, untuk desa Panggalih hari ini padam terkendala bencana tihang roboh yang berokasi pesawahan samping rumah ...
09/06/2026

Info listrik, untuk desa Panggalih hari ini padam terkendala bencana tihang roboh yang berokasi pesawahan samping rumah Bapa kades Candra di kampung Pasir huit.
Hari ini juga personil PLN akan segera menindaklanjutinya.

05/06/2026

Grand Final Liga Voli Soekarno Cup 2026 Kecamatan Cisewu
Nabila versus PSA

Dari 5 Bakal Calon setelah melewati tahapan seleksi administrasi dan seleksi tulis tepat tanggal 3 Juni  ditetapkan 3 Ca...
03/06/2026

Dari 5 Bakal Calon setelah melewati tahapan seleksi administrasi dan seleksi tulis tepat tanggal 3 Juni ditetapkan 3 Calon yang akan berkontestasi pada pemilihan kepala desa PAW Cisewu 2026

Ketiga nama yang akan dipilih pada tanggal 8 Juli mendatang yakni : Jumardi, Ferdi Setia Primahadian dan Asep Bahrul Anwar

Dewan Jabar Asal Cisewu Jenguk Korban Amukan Babi Hutan, Tiga Anggota Keluarga TerlukaBandung, 2 Juni 2026 – Anggota DPR...
02/06/2026

Dewan Jabar Asal Cisewu Jenguk Korban Amukan Babi Hutan, Tiga Anggota Keluarga Terluka

Bandung, 2 Juni 2026 – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat asal Cisewu Dr. H. Tom Maskun, M.Pd hari ini menjenguk korban serangan babi hutan yang tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Santosa Bandung.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu (31/5) sekitar pukul 15.15 WIB di wilayah Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang perempuan berinisial E sedang berwudhu di jamban dekat rumahnya ketika tiba-tiba diserang seekor babi hutan yang diduga kabur dari aktivitas perburuan.

Babi hutan itu yang dalam istilah masyarakat dikenal sebagai “bagong mogok” itu diduga mengamuk karena merasa terdesak dan langsung menyerang korban secara brutal. Korban mengalami sejumlah luka serius akibat gigitan dan serudukan hewan tersebut.

Mendengar teriakan ibunya, anak korban berinisial C berusaha memberikan pertolongan. Namun nahas, ia juga menjadi sasaran serangan babi hutan tersebut. Tak lama kemudian, sang ayah yang sedang bekerja tidak jauh dari lokasi kejadian datang untuk membantu, tetapi turut menjadi korban dalam insiden tersebut.

Akibat kejadian itu, terdapat tiga korban, yakni seorang ibu, anak, dan ayah. Korban berinisial E mengalami luka paling parah karena menjadi sasaran serangan sejak awal kejadian. Kondisinya sempat sangat mengkhawatirkan akibat luka-luka serius yang dideritanya.

Saat ini, korban E masih menjalani perawatan intensif di RS Santosa Bandung, sementara anak dan suaminya menjalani perawatan di RSUD Welas Asih Bandung.

Dalam kunjungannya, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat asal Cisewu memberikan dukungan moril kepada korban dan keluarga serta mendoakan agar seluruh korban segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.

Tragedi ini menjadi pelajaran berharga bahwa aktivitas perburuan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Satwa liar yang terdesak dapat berubah menjadi sangat agresif dan membahayakan masyarakat yang sama sekali tidak terlibat.
Keselamatan warga harus menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak kembali merenggut rasa aman masyarakat.

Selamat memperingati hari lahir PANCASILA
01/06/2026

Selamat memperingati hari lahir PANCASILA

30/05/2026

Kesenian Bekicot merupakan kearifan lokal berupa alat musik perkusi yang berasal dari Desa Karangsewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Instrumen unik ini dibuat menggunakan cangkang bekicot (siput darat) yang dipadukan dengan bambu atau kayu, sehingga mampu menghasilkan suara nyaring yang khas.

🐌 Sejarah dan Asal Usul:
Alat musik ini diperkirakan muncul sekitar tahun 1960-an. Awal mulanya lahir dari keresahan seorang petani di Karangsewu yang mencari cara untuk mengusir hama dari kebun dengan memanfaatkan tempurung bekicot yang banyak ditemukan di sekitar area pertanian. Seiring waktu, tempurung tersebut dirakit sedemikian rupa menjadi instrumen musik yang dimainkan untuk mengisi waktu luang atau saat menjaga kebun.

🪵 Cara Pembuatan:
Pembuatan alat musik ini terbilang cukup teliti dan memerlukan keahlian dari perajin setempat:Cangkang Bekicot: Tempurung bekicot yang sudah kering, bersih, dan keras digunakan sebagai resonator utama.Bilah Bambu/Kayu: Potongan bambu atau kayu kecil dipasang pada bagian tengah cangkang.Penyatuan: Komponen tersebut disatukan menggunakan perekat hingga membentuk alat musik pukul yang kuat.

🎵 Cara Memainkan dan Pola Tabuh:
Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul khusus atau tabuh.Suara yang dihasilkan menyerupai suara katak namun terdengar jauh lebih nyaring.Terdapat berbagai teknik dan pola tabuh (ritme) yang dimainkan oleh para seniman lokal, diwariskan secara turun-temurun oleh para tokoh dan sesepuh desa.Saat ini, kesenian unik dari Garut selatan tersebut terus dilestarikan oleh pemerintah daerah dan akademisi setempat (seperti penelitian di ISBI Bandung) sebagai warisan budaya yang khas.

.karlina14

Penetapan 5 Bakal Calon Kades PAW Cisewu 2026, kelima bakal calon tersebut adalah : Jumardi, Muhamad Ali, Suherman, Asep...
29/05/2026

Penetapan 5 Bakal Calon Kades PAW Cisewu 2026, kelima bakal calon tersebut adalah : Jumardi, Muhamad Ali, Suherman, Asep Bahrul Anwar dan Ferdi Setia Primahadian

Selanjutnya dari kelima bakal calon tersebut akan melangkap pada tahapan berikutnya berupa seleksi administrasi sehingga dari kelima bakal calon akan diambil 3 nama sebagai Calon

Selamat Pagi Indonesia
28/05/2026

Selamat Pagi Indonesia

 Menag: Momentum Idul Adha tidak sekedar ritual, tapi saling berbagiJakarta, 27/5 (ANTARA) - Menteri Agama (Menag), Nasa...
28/05/2026


Menag: Momentum Idul Adha tidak sekedar ritual, tapi saling berbagi

Jakarta, 27/5 (ANTARA) - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menjelaskan esensi dari perayaan Idul Adha tidak sekadar menjalankan ritual ibadah, melainkan momentum saling berbagi, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kebahagiaan dan pemenuhan nutrisi yang sama.

"Idul Adha ini sebetulnya identik dengan bulan berbagi. Kita berharap melalui momentum ini, semua orang bisa mencicipi gizi hewani, baik melalui jalur ibadah kurban maupun skema bantuan sosial seperti yang kita lakukan, salah satunya di Masjid Istiqlal ini,” ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Menag mengatakan dari semangat berbagi itu, tidak semua hewan yang dititipkan di Masjid Istiqlal pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah berasal dari umat Islam. Ada tiga kategori, yakni hewan kurban, Dam dan bantuan sosial.

Menurutnya, semangat berbagi tidak hanya datang dari umat Muslim, tetapi juga masyarakat non-Muslim. Dari puluhan hewan yang diterima Istiqlal, sebagian diantaranya merupakan sumbangan dari masyarakat umum dan institusi keagamaan lain, termasuk Gereja Katedral Jakarta.

"Banyak teman kita yang non-Muslim juga menyerahkan hewan kurban. Bahkan, hampir separuh dari total hewan yang ada berasal dari masyarakat umum yang mungkin niatnya tidak dimasukkan sebagai kurban secara syariat Islam. Kami sangat mengapresiasi toleransi dan kepedulian sosial ini," kata Menag.

Menurutnya, secara hukum Islam, ibadah kurban memang diwajibkan bagi Muslim yang mampu. Namun, fakta bahwa saudara-saudara non-Muslim ikut serta menunjukkan tingginya kesadaran sosial untuk membantu sesama di tengah tingginya permintaan masyarakat terhadap daging kurban.

Guna mengakomodasi berbagai jenis penyerahan tersebut, Menag menjelaskan Istiqlal menerapkan tiga skema pengelolaan. Skema pertama adalah pengelolaan hewan kurban konvensional yang secara syariat memang diniatkan sebagai kurban wajib maupun sunah bagi umat Islam.

Selanjutnya, skema penitipan Dam yang mengakomodasi jamaah haji di Arab Saudi untuk menyalurkan denda atau penebusan mereka di Indonesia, sebuah langkah yang dinilai lebih berdampak nyata bagi masyarakat di tanah air.

Sementara itu, skema ketiga bergerak di jalur bantuan sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) guna menampung kontribusi dari perusahaan maupun individu non-Muslim dalam bentuk sedekah sosial untuk memperkuat ketersediaan kuota daging.

Hingga hari raya ini, Masjid Istiqlal menerima sebanyak 63 ekor sapi, 18 ekor kambing dan seekor domba.

Seluruh hewan tersebut mulai disembelih pada 28 Mei 2026 dan didistribusikan secara akuntabel kepada masjid, mushalla, panti asuhan, majelis taklim, pondok pesantren, madrasah, hingga perguruan tinggi Islam yang berada di bawah binaan atau memiliki relasi dengan Istiqlal.

"Insya Allah sistem pertanggungjawaban di Istiqlal ini kami lakukan dengan transparan. Nanti kami laporkan kembali kepada para penyumbang sesuai dengan bentuk penyerahan dan niatnya masing-masing," katanya.

Terkait hewan kurban dari pimpinan negara, Menag mengonfirmasi bahwa pihak Masjid Istiqlal menerima penyerahan secara resmi dari Presiden dan Wakil Presiden pada malam takbiran.

Menag berharap perayaan Idul Adha 1447 Hijriah menjadi kesempatan masyarakat untuk dapat menikmati gizi hewani secara merata.

"Kita ingin masyarakat kita di Indonesia ini tersenyum pada saat Idul Adha, merasakan kebersamaan lewat bantuan dari manapun datangnya," kata Menag.

(T.A088//E009/E009) 27-05-2026 22:40:36 - Kesra - Jakarta

Pewarta : Asep Firmansyah
Editor : Endang Sukarelawati

Pembangunan KDMP Desa Karangsewu Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut rampung sudah
28/05/2026

Pembangunan KDMP Desa Karangsewu Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut rampung sudah

Address

Garut
44166

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RASI 107,8 FM - Cisewu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to RASI 107,8 FM - Cisewu:

Share

Category