22/02/2026
Keindahan Jalan Letjen Ibrahim Adjie di kawasan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, kini terusik oleh ulah tak bertanggung jawab sekumpulan pemuda.
Jalanan yang dikenal estetik tersebut justru disalahgunakan menjadi sirkuit balap liar, terutama saat momentum menjelang buka puasa atau ngabuburit.
Keresahan masyarakat memuncak setelah rekaman video amatir yang memperlihatkan aksi berbahaya tersebut tersebar luas di media sosial.
Dalam video berdurasi lebih dari satu menit, tampak para pemuda memblokade jalan dan memacu motor dengan kecepatan tinggi.
Tak hanya sekadar mengebut, mereka juga melakukan atraksi berbahaya seperti jumping dan standing tanpa alat pengaman. Hingga saat ini, unggahan tersebut telah ditonton puluhan ribu kali dan memancing kegeraman netizen.
" pak punten lah ieu unggal sore sok babalapan ngaganggu pisan pami ngaliwat teh ngahalangan pisan (Pak, tolong ini setiap sore sering balapan, sangat mengganggu kalau lewat, menghalangi jalan)," tulis akun ****** di kolom komentar.
Berdasarkan penelusuran melalui tangkapan layar video dan pencocokan street view Google Maps, lokasi aksi tersebut teridentifikasi berada di kawasan Pasawahan, tepatnya di depan sebuah pabrik pengolahan beton.
Warga setempat pun mengeluhkan gangguan suara knalpot bising serta polusi asap yang ditimbulkan. Nurul (26), salah satu warga Tarogong Kaler, mengungkapkan kekecewaannya.
"Banyak, yang ugal-ugalan selain balapan liar. Suaranya (knalpot) bising, baunya juga bikin sesak," keluhnya.
Menanggapi fenomena yang viral ini, pihak kepolisian segera mengambil langkah preventif. Kasi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adi, menegaskan bahwa pihaknya tengah memperketat pengawasan di area tersebut.
"Polres Garut meningkatkan patroli menjelang ngabuburit. Kami juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan balap liar," tegas Ipda Susilo Adi.
Sangat disayangkan jalanan ini disalahgunakan, mengingat fungsinya sebagai akses vital dan ikon baru di Garut. Berikut adalah profil singkat jalan tersebut:
Panjang & Lebar: Memiliki panjang lebih dari 6 km dengan lebar 14 meter.
Akses Wisata: Jalur utama menuju pemandian air panas Cipanas dari arah Bandung/Nagreg.
Daya Tarik: Dikenal dengan pemandangan "Tiga Gunung" (Gunung Guntur, Papandayan, dan Cikuray) yang memanjakan mata.