05/05/2026
Dunia pendidikan di Garut tengah menjadi pusat perhatian. Unggahan video aksi razia rambut yang dianggap berlebihan terhadap siswi memicu gelombang kekecewaan dari para pelajar dan masyarakat.
Siswa merasa tindakan tersebut tidak lagi bersifat mendidik, melainkan memberikan tekanan psikologis. “Guru téh sakuduna ngadidik jeung méré conto nu hade,” ungkap salah satu siswa yang merasa trauma dengan metode pembinaan di sekolahnya.
Netizen pun ramai mendesak adanya evaluasi total terhadap sistem pembinaan agar sekolah kembali menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa, bukan tempat yang memicu ketakutan.
Bagaimana menurut kalian? Apakah metode razia seperti ini masih relevan diterapkan di dunia pendidikan saat ini? 👇
Koreksi jika dalam penyampaian informasi yang kami sajikan terdapat kesalahan. Yuk follow, like & share sebagai bentuk dukungan terhadap konten-konten kami. Jangan biarkan proyek penataan sungai berubah jadi polemik korupsi. Hatur nuhun.