28/05/2026
Ditengah kemajuan pembangunan di Kabupaten Badung, ternyata ada salah satu warganya belum memiliki fasilitas mandi cuci kakus (MCK). Dia adalah keluarga I Made Nuada (57), Lokasi rumahnya warga yang masuk data keluarga sasaran ini tak jauh dari Puspem Badung. Tepatnya di Banjar Tegehe, Kelurahan Sempidi Badung, Kecamatan Mengwi. Selain tidak memiliki MCK, rumah Nuada dalam kondisi tidak layak huni, jika terjadi hujan dipastikan bocor.
Ditemui dikediamnnya, Kondisi Nuada sebagai kepala keluarga cukup memprihatinkan. Dia yang mengalami cacat permanen pada bagian kaki sehingga tidak bisa bekerja dengan maksimal. “Dulu tyang mengalami kecelakaan kerja, kaki ini tertimpa semen,”katanya sambil menunjuk kaki kanan yang terlihat tidak normal. Dulu dia bekerja serabutan menjadi buruh bangunan.
Dia mengaku memiliki putra yang putus sekolah karena menolak melanjutkan pendidikan, dan kini telah bekerja. Yang membuat cukup miris, ternyata keluarga ini tidak memiliki fasilitas MCK. Kalau untuk keperluan buang air, mereka harus ke sungai yang berada di sebelah timur rumahnya. Kondisi sungainya pun lebat dipenuhi semak belukar. Sedangkan untuk mandi, mereka memanfaatkan ruang kosong disebelah rumah, dengan hanya ditutupi selembar kain sobek.
Keluarga ini mengaku dulu sudah sempat mendapatkan program bedah rumah dari Pemkab Badung, saat anggarannya masih mendapatkan Rp4 juta. Keluarga ini bukannya tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Menurut pihak Lurah Sempidi IGAK Oka Dewi Pertiwi, keluarga Made Nuada masuk dalam data keluarga sasaran dan rutin mendapatkan bantuan. Termasuk bantuan uang hari raya keagamaan sebesar Rp2 juta. Untuk usulan bedah rumah juga telah disampaikan ke Pemkab Badung melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim). “Untuk proposal usulan bedah rumah sudah kami sampaikan ke Dinas Perkim,”ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Perkim Anak Agung Ngurah Bayu Kumara membenarkan usulan bedah rumah, atas nama keluarga I Made Nuada asal Keluarahan Sempidi telah masuk dan menjadi prioritas. “Sudah, sudah (masuk), tahun 2026 ini menjadi salah satu prioritas untuk dikerjakan,”katanya.
Source :