Safrin Luawo

Safrin Luawo tantangan dan peluang itu hanyalah sebuah hal yang dengan cepatnya berlalu

Pentadio Area
18/04/2025

Pentadio Area

Yang Jelas Istri paling paham dengan apa yang suami dan anak - anaknya butuhkan.
18/04/2025

Yang Jelas Istri paling paham dengan apa yang suami dan anak - anaknya butuhkan.

23/06/2019

Pimpinan MPR dan pimpinan fraksi2 di MPR menerima tamu Wakil Ketua Kongres Rakyat China. Prinsip2 kita adalah:

1. Kita menghormati kedaulatan semua negara sebagaimana kita ingin kedaulatan negara kita dihormati oleh semua negara.

2. Kita tidak alergi dengan kerjasama luar negeri sepanjang tidak mengganggu kepentingan nasional kita. Kerjasama dgn negara manapun kita lakukan sepanjang saling menguntungkan, terutama menguntungkan kepentingan nasional kita.

3. Bangsa2 di dunia adalah setara dan tidak boleh saling merugikan.

4. Dalam konstitusi kita sudah jelas tertulis bahwa pemerintah Republik Indonesia mesti "ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial."

pengembangan pendaratan pesawat amfbi..
11/12/2017

pengembangan pendaratan pesawat amfbi..

Designt 3D Museum Pendaratan Pesawat Amfibi di Gorontalo

saya pun bangga dan merasa banyak tanya bagaimana para nenek moyang kita memperoleh kemerdekaan ?3aku bangga hidup di go...
11/12/2017

saya pun bangga
dan merasa banyak tanya bagaimana para nenek moyang kita memperoleh kemerdekaan ?
3aku bangga hidup di gorontalo

ABAD BESAR GORONTALO YANG HILANG?

Saya yg ngotot agar perhitungan selesai malam itu.

Sofyan Uli—ahli matematika yg saya minta membuat persamaan rumit pertumbuhan penduduk Gorontalo ratusan tahun sebelumnya—sudah tak sabar ingin membuka tabir yg benar-benar bikin penasaran. Benarkah sudah ada peradaban di Gorontalo sebelum abad ke-16 atau sekitar tahun 1400-an?

Sepintas... memang ada yg aneh. Betapa sebuah bangsa yg punya peradaban masa lampau yg besar, penduduknya sampai hari ini baru satu juta lebih sedikit. Peradaban macam apa yg bisa dibuat oleh populasi manusia yg terbilang kecil itu?

***

Sofyan terus mengutak-ngatik data penduduk tiga tahun terakhir ke dalam model matematika untuk menemukan rumus umum pertumbuhan populasi Gorontalo. Prinsipnya sederhana: bahwa laju pertumbuhan populasi harus berbanding lurus dgn jumlah populasi saat itu.

“Puuuyyeeengg...” Sofyan menggerutu.

Tapi, apa boleh buat. Hanya itu satu-satunya cara. Setelah tahu rumusan umumnya, kita bisa menebak kira-kira ada berapa orang yang hidup pada rentang 1400-an sampai 1600-an.

“Tom... Coba ente lia ini!” Sofyan memecah suasana.

Saya terkejut. Secara teoritis, jumlah orang Gorontalo di abad 17 tak lebih dari 1000 orang. Pada abad 16 dan 15 hanya puluhan orang. Abad-abad sebelumnya nyaris nol. Tak berpenghuni!

“Tak mungkin... pasti ada yang salah, Yan,” saya benar-benar tak percaya.

Pikiran saya campur aduk. Antara percaya-tak percaya. Jika benar ada peradaban sebelum abad 16, maka peradaban macam apa yg bisa dibuat oleh masyarakat yg hanya puluhan orang itu? Orang-orang macam apa mereka sehingga mampu membuat peradaban?

Ataukah telah terjadi peristiwa luar biasa selama 400 tahun yg mampu memusnahkan manusia dalam jumlah besar seperti perang besar, penyakit menular, atau bencana alam?

Lama kami terdiam. Kertas-kertas perhitungan—yg mungkin telah keliru itu—berserakan di sana-sini.

“Jangan-jangan...,” pikir kami, “memang tak ada peradaban pada rentang waktu itu?” Yg ada hanyalah peristiwa-peristiwa kultural biasa yg dilakukan oleh manusia-manusia pengelana. Yang datang, lalu pergi.

Tapi, pendapat itu tertolak kalau disandingkan dgn tulisan-tulisan ilmiah, semisal Dr. Haga. Ataukah Doktor Belanda itu hanya menulis kisah-kisah biasa yg tak cukup digolongkan sebagai peradaban? Bukankah peristiwa-peristiwa semacam itu bisa ditemukan di semua Bangsa Melayu?

Semua masih jadi misteri. Tertutup rapat. Saya dan Sofyan masih belum menemukan penjelasan yg utuh.

“Atau kami memang telah benar-benar salah berhitung?”

Setidaknya, ada jawaban yg bisa dirumuskan sementara. Bahwa bisa jadi dataran Gorontalo pada abad 14, 15, dan 16 adalah tempat persinggahan. Tujuan migrasi manusia yg datang dari peradaban-peradaban besar. Mereka bercampur jadi satu, lalu tiba-tiba pergi lagi.

Entahlah.

28/11/2017

Tak pernah terlalu pagi untuk bahagia.
Tak pernah terlalu siang untuk memaafkan.
Dimana pun, siapa pun dirimu,
Semoga tak lupa tersenyum.
_ fier
#

10/11/2017
kehidupan itu keras ..mari kita buat dia menyenangkan
30/09/2017

kehidupan itu keras ..
mari kita buat dia menyenangkan

Address

Gorontalo

Telephone

082349627549

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Safrin Luawo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share