NUTV Nutizen Televisi

NUTV Nutizen Televisi NUTV Televisi Nahdliyin Komunitas

Nulondalo.com Tumbuh Bersama PembacaDi tengah arus informasi yang semakin cepat, kami percaya media yang berpihak pada n...
29/05/2026

Nulondalo.com Tumbuh Bersama Pembaca

Di tengah arus informasi yang semakin cepat, kami percaya media yang berpihak pada nilai, kebudayaan, pendidikan, dan kepentingan publik tetap harus hidup. Nulondalo.com hadir bukan sekadar menyampaikan berita, tetapi juga menjaga suara masyarakat, merawat tradisi intelektual, serta menghadirkan tulisan yang mencerahkan dan bermakna.

Namun menjaga media independen agar terus berjalan bukan perkara mudah. Ada biaya liputan, operasional website, produksi konten, dokumentasi, hingga kerja-kerja redaksi yang terus dilakukan setiap hari agar informasi tetap sampai kepada pembaca dengan baik.

Karena itu, kami mengajak Anda menjadi bagian dari perjalanan ini.

Dukungan dan donasi Anda akan membantu Nulondalo.com:

Menghadirkan berita dan artikel berkualitas
Mendukung jurnalisme independen dan edukatif
Mengangkat isu budaya, pendidikan, dan sosial masyarakat
Mengembangkan platform media yang lebih profesional dan berkelanjutan
Menjaga ruang informasi yang sehat dan mencerdaskan

Sekecil apa pun kontribusi Anda sangat berarti bagi keberlangsungan media ini. Dukungan Anda adalah energi bagi kami untuk terus menulis, mendokumentasikan, dan menyuarakan hal-hal penting bagi masyarakat.

Mari bertumbuh bersama.
Mari menjaga media ini tetap hidup.

Salurkan donasi terbaik Anda untuk Nulondalo.com melali QRIS
Karena media yang baik hanya bisa bertahan dengan dukungan orang-orang baik.

Hotline nulondalo.com - 085652338442

Email : nulondalo.online.com

Terima kasih atas kepercayaan dan dukungannya.
https://nulondalo.com/donasi-pembaca-setia/

Nulondalo.com Tumbuh Bersama Pembaca Di tengah arus informasi yang semakin cepat, kami percaya media yang berpihak pada nilai, kebudayaan, pendidikan, dan kepentingan publik tetap harus hidup. Nulondalo.com hadir bukan sekadar menyampaikan berita, tetapi juga menjaga suara masyarakat, merawat tradis...

“Syariatisasi” yang tidak seimbang_Kita sibuk mengklaim “APBN adalah Baitul Mal”. “Presiden adalah Khalifah”, “bentuk ne...
29/05/2026

“Syariatisasi” yang tidak seimbang

_Kita sibuk mengklaim “APBN adalah Baitul Mal”. “Presiden adalah Khalifah”, “bentuk negara kita adalah negara islami”, “BSI adalah bank syariah”, dan sebagainya. Kita masih sibuk memoles lembaga agar terkesan syar’i. Tapi kita jarang mensyariatisasi perilaku. Kita jarang menyesuaikan perilaku kita agar sesuai dengan norma agama._

Penulis : *Abdullah Aniq Nawawi*

Selengkapnya di :

Saya sangat bersyukur beberapa hari terkahir ini jagat maya cukup sesak dengan diskusi fikih terkait kurban presiden. Ini menarik bagi saya, karena daripada beranda medsos penuh dengan gosip murahan, lebih baik dipenuhi dengan adu argumen fikih. Salah satu yang cukup menarik perhatian publik adalah....

Pemerkosaan terhadap Teks: Gus Aniq Kritik Pembelaan Kurban Presiden dengan Dana APBN
28/05/2026

Pemerkosaan terhadap Teks: Gus Aniq Kritik Pembelaan Kurban Presiden dengan Dana APBN

nulondalo.com - Polemik mengenai pembagian hewan kurban Presiden Prabowo Subianto menggunakan dana APBN terus memantik perdebatan publik. Di tengah silang pendapat antara pihak yang mengkritik dan membela kebijakan tersebut, Katib Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Abdullah Aniq Nawawi atau yang akrab dis...

*Post-Human: Refleksi atas Novel Origin*Penulis : *Pepi Al-Bayqunie*
30/04/2026

*Post-Human: Refleksi atas Novel Origin*

Penulis : *Pepi Al-Bayqunie*

Membaca karya-karya Dan Brown selalu terasa seperti memasuki sebuah lorong yang penuh lapisan—lapisan simbol, sejarah, dan makna yang tidak pernah benar-benar tunggal. Ketertarikan saya pada Dan Brown berawal dari menonton film berbasis novelnya The Da Vinci Code dan Angels and Demons, lalu berlan...

30/04/2026

Kisah memilukan datang dari Odisha ,India

Seorang pria bernama Jeetu Munda nekat menggali makam kakaknya yang telah meninggal.

Ia kemudian membawa kerangka tersebut berjalan kaki sejauh 3 kilometer ke bank.

Tujuannya satu: membuktikan kematian sang kakak agar bisa mencairkan saldo sekitar 20 ribu rupee.

Bank sebelumnya menolak karena pemilik rekening tidak hadir secara langsung.

Sebagai warga yang buta huruf, Jeetu tidak memahami prosedur administrasi seperti surat kematian.

Aksi ekstrem ini pun viral dan menuai simpati publik.

Setelah intervensi aparat dan pemerintah setempat, dana akhirnya dicairkan ke ahli waris.

Kisah ini membuka mata banyak pihak.

Bahwa birokrasi yang kaku bisa sangat menyulitkan masyarakat kecil.

29/04/2026

Aksi kejahatan kembali terjadi di Bogor pada 28 April 2026 dini hari.

Seorang pelaku begal berhasil ditangkap warga di depan sebuah minimarket.

Dalam video, pelaku terlihat tergeletak dengan tangan terikat dan mengalami luka.

Warga mengamankan pelaku setelah diduga membawa senjata tajam dan obat terlarang.

Pelaku sempat mengaku sebagai anak anggota aparat, namun tetap diamankan.

Satu pelaku lainnya dilaporkan berhasil melarikan diri.

Korban diketahui berasal dari kawasan Telaga Kahuripan.

Pelaku kemudian diserahkan ke pihak berwajib untuk proses hukum.

Kasus ini kembali memicu kemarahan publik terhadap maraknya aksi begal.

Warga berharap penindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang.

25/04/2026

Keributan terjadi di simpang empat Ahmad Yani pada 24 April 2026.

Dua juru parkir liar terlibat perkelahian di tengah jalan yang ramai.

Aksi tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas dan menarik perhatian warga.

Dalam video, terlihat seorang anggota TNI yang melintas langsung turun tangan.

Dengan sigap, ia melerai kedua pria yang terlibat bentrok.

Situasi pun berhasil dikendalikan sebelum semakin memanas.

Peristiwa ini jadi pengingat bahwa konflik kecil bisa berdampak besar di ruang publik.

Pesannya jelas: kekerasan bukan solusi, apalagi di tengah jalan umum.

25/04/2026

Seorang driver Grab perempuan viral setelah menangis di pinggir jalan.

Ia harus menanggung pesanan makanan senilai Rp470 ribu yang tiba-tiba dibatalkan pelanggan.

Padahal, order sudah diambil dan siap diantar.

Dalam video, ia terlihat kebingungan dan berharap ada yang mau membeli makanan tersebut agar kerugiannya tidak terlalu besar.

Akun X turut menyoroti kejadian ini dan mengecam perilaku pelanggan yang dianggap tidak bertanggung jawab.

Netizen pun ramai bersimpati, mendoakan sang driver, dan mengkritik sistem aplikasi yang memungkinkan pembatalan sepihak.

Banyak yang meminta aturan lebih tegas agar kejadian serupa tidak terulang.

03/04/2026

Langkah berani ditunjukkan Vicky Katiandagho yang memilih mundur dari institusi Polri.

Keputusan ini diambil saat dirinya tengah menangani dugaan kasus korupsi di Polres Minahasa.

Di tengah proses tersebut, ia justru dimutasi ke Polres Kepulauan Talaud.

Alih-alih melanjutkan karier, Vicky memilih mundur secara terhormat.

Momen perpisahannya di Polda Sulawesi Utara pun viral, dengan pesan kuat: “sekali Bhayangkara, selamanya Bhayangkara.”

Aksi ini langsung menuai pujian dari publik, yang melihatnya sebagai simbol integritas.

Namun di balik itu, muncul pertanyaan besar tentang dinamika penanganan kasus di internal.

Satu langkah berani, membuka banyak perbincangan.

Kabar Duka: Kiai Imam Aziz, Murid Gus Dur dan Intelektual NU, Wafat di Usia 63 Tahun |
12/07/2025

Kabar Duka: Kiai Imam Aziz, Murid Gus Dur dan Intelektual NU, Wafat di Usia 63 Tahun |

Kiai Imam Aziz dikenal sebagai pendiri Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS)—salah satu pusat intelektual Islam progresif yang berpengaruh sejak era 1990-an. Kiprahnya di PBNU semasa menjadi Ketua juga menunjukkan konsistensinya dalam menjembatani nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin dengan kebu...

Address

Gorontalo

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when NUTV Nutizen Televisi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to NUTV Nutizen Televisi:

Share

Category