Kilas Aktual.Com

Kilas Aktual.Com Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Kilas Aktual.Com, News & Media Website, Gorontalo.

Insiden mengejutkan menimpa Ketua DPC AKPERSI Gorontalo Utara, Iron Tangahu, yang diduga mengalami tindakan kekerasan ol...
27/04/2026

Insiden mengejutkan menimpa Ketua DPC AKPERSI Gorontalo Utara, Iron Tangahu, yang diduga mengalami tindakan kekerasan oleh oknum aparat saat berada di lokasi pertambangan, pada Senin (27/04/2026).

Peristiwa tersebut terjadi ketika Iron tengah menjalankan aktivitas jurnalistik di area tambang. Berdasarkan keterangannya, ia mendatangi lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus berinteraksi dengan sejumlah pihak yang berada di area tersebut.

“Saya berada di tambang, lalu saya tanya anggota yang sering datang. Saya bilang dari media, langsung baku bage,” ujar Iron, menggambarkan kronologi singkat kejadian yang menimpanya.

Diduga, setelah memperkenalkan diri sebagai bagian dari media, situasi tiba-tiba memanas hingga berujung pada tindakan pemukulan oleh oknum aparat yang berada di lokasi. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti identitas oknum aparat yang dimaksud maupun motif di balik tindakan tersebut.

Insiden ini memicu keprihatinan serius, terutama terkait perlindungan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugasnya di lapangan. Sebagai organisasi profesi, AKPERSI dikenal aktif dalam mendorong independensi pers dan perlindungan terhadap insan media dari segala bentuk intimidasi maupun kekerasan.

Simak Berita Selengkapnya Di:
https://kilasaktual.com/ketua-dpc-akpersi-gorontalo-utara-diduga-jadi-korban-kekerasan-saat-liputan-di-tamba

Aroma tak sedap dugaan pemborosan anggaran dan ketidakberesan proyek infrastruktur kembali mengguncang Gorontalo.Divisi ...
22/03/2026

Aroma tak sedap dugaan pemborosan anggaran dan ketidakberesan proyek infrastruktur kembali mengguncang Gorontalo.

Divisi Pendidikan DPD Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (Akpersi) Provinsi Gorontalo secara terang-terangan membongkar kejanggalan fantastis pada proyek penggantian jembatan di bawah naungan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Gorontalo.

Roy Syawal, tokoh dari Divisi Pendidikan DPD Akpersi Provinsi Gorontalo, menyoroti tajam perbedaan angka yang sangat jomplang pada proyek pekerjaan jembatan yang secara spesifikasi panjang dan lebarnya hampir sama, khususnya di kawasan Desa Tapadaa.

Fakta di lapangan menunjukkan ketimpangan anggaran yang tidak masuk akal:

Jembatan Dulimata: Menelan anggaran hanya sekitar Rp 5 Miliar lebih.
Jembatan Palu-Palu: Menelan anggaran sekitar Rp 8 Miliar lebih.
Jembatan Dilehito – Hutamonu – Boalemo: Anggarannya membengkak fantastis hingga mencapai Rp 12.402.743.000 (Dua Belas Miliar Empat Ratus Dua Juta Tujuh Ratus Empat Puluh Tiga Ribu Rupiah).
“Ini adalah angka yang sangat irasional! Ketiga jembatan ini memiliki volume, panjang, dan lebar yang hampir serupa. Lalu dari mana datangnya selisih miliaran rupiah pada Jembatan Dilehito? Ketimpangan harga yang sangat jauh ini jelas memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Jangan salahkan publik jika mencium adanya indikasi mark-up atau permainan kotor di balik angka 12,4 miliar ini!” tegas Roy Syawal.

Yang lebih memprihatinkan, pihak BPJN Provinsi Gorontalo seolah-olah bermain petak umpet dan lari dari tanggung jawab.

Roy Syawal mengungkapkan bahwa sejak bulan lalu, dirinya telah berupaya menempuh jalur persuasif dengan menghubungi pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN melalui Kepala Satuan Kerja (KaSatker) untuk mempertanyakan dasar dari perbedaan angka yang mencurigakan tersebut. Namun, hingga rilis ini diturunkan, tidak ada satu pun jawaban, balasan, atau klarifikasi dari pihak BPJN.

“Sikap bungkam dari pihak BPJN ini justru semakin mempertegas kecurigaan kami. Ada apa sebenarnya di balik proyek 12,4 Miliar ini? Apakah ada oknum yang sedang melindungi kepentingan tertentu? Institusi negara yang menggunakan uang rakyat tidak seharusnya bersikap antikritik dan tertutup seperti ini,” cecar Roy dengan nada geram.

DPD Akpersi Provinsi Gorontalo mendesak agar BPJN Provinsi Gorontalo segera membuka rincian Rencana Anggaran Biaya (RAB) Jembatan Dilehito ke ranah publik. Jika sikap bungkam ini terus dipertahankan, Akpersi tidak akan segan-segan untuk membawa temuan ini ke aparat penegak hukum dan instansi pengawas terkait agar dilakukan audit investigasi secara menyeluruh.

“Uang rakyat bukan untuk dibagi-bagi dalam keheningan. Kami tunggu keberanian BPJN Gorontalo untuk bicara!” tutup Roy.

Simak Berita Selengkapnya Di:
https://kilasaktual.com/sama-ukuran-beda-harga-jembatan-dilehito-telan-124-miliar-akpersi-soroti-dugaan-perampokan-uang-rakyat-oleh-bpjn/

Pemerintah Provinsi Riau menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang diinisiasi Polda Riau sejak awal...
21/03/2026

Pemerintah Provinsi Riau menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang diinisiasi Polda Riau sejak awal tidak pernah bergantung pada bantuan anggaran dari pemerintah daerah maupun Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan bahwa inisiatif pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari gerakan kolaboratif yang digagas Polda Riau untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah yang masih terbatas akses infrastrukturnya.

“Sejak awal, Polda Riau tidak pernah meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Riau maupun Baznas terkait pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi. Ini murni gerakan kolaboratif yang dibangun atas semangat gotong royong,” ujar SF Hariyanto, Jumat (20/03/2026).

Ia menilai, pendekatan yang dilakukan Polda Riau justru menjadi contoh baik dalam membangun infrastruktur berbasis kolaborasi lintas sektor, tanpa membebani anggaran pemerintah maupun dana sosial masyarakat.

“Yang dibangun adalah semangat kebersamaan. Ada kontribusi dari dunia usaha melalui CSR, ada partisipasi masyarakat, dan ini menjadi model pembangunan yang sangat positif,” lanjutnya.

Lebih jauh, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi juga merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional yang berangkat dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Kapolri kepada seluruh jajaran Polda di Indonesia, termasuk Polda Riau, untuk bergerak aktif mengeksekusi pembangunan infrastruktur sederhana yang mampu membuka akses wilayah, meningkatkan konektivitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam konteks tersebut, Polda Riau hadir tidak hanya sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di daerah-daerah yang masih membutuhkan sentuhan infrastruktur dasar.

Sementara itu, Polda Riau mengapresiasi niat baik dan kepedulian Baznas Provinsi Riau yang sempat berencana ikut berkontribusi dalam pembangunan jembatan tersebut.

Simak Berita Selengkapnya Di:
https://kilasaktual.com/plt-gubernur-riau-tegaskan-polda-tak-pernah-minta-dana-baznas-jembatan-presisi-dibangun-skema-kolaboratif/

Dewan Pimpinan Daerah AKPERSI (Asosiasi Keluarga Pers Indonesia) Provinsi Gorontalo menyampaikan kecaman keras atas peri...
21/03/2026

Dewan Pimpinan Daerah AKPERSI (Asosiasi Keluarga Pers Indonesia) Provinsi Gorontalo menyampaikan kecaman keras atas peristiwa jebolnya aliran air yang meluap hingga ke badan jalan umum di Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato pada Jumat (20/03/2026). Insiden tersebut diduga kuat merupakan dampak dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang kian tak terkendali.

Peristiwa ini tidak hanya mengganggu akses publik, tetapi juga menjadi indikator terganggunya keseimbangan ekosistem akibat aktivitas tambang ilegal. Aliran air yang semestinya mengarah ke jalur normal di sekitar jembatan besar perbatasan Desa Popaya dan Desa Karya Baru diduga kehilangan ruang alir akibat intervensi aktivitas PETI.

Ketua DPD AKPERSI, Imran Uno, menilai kejadian ini sebagai bentuk kelalaian serius yang mencerminkan absennya tanggung jawab ekologis dari para pelaku tambang ilegal.

“Ini bukan sekadar air yang meluap ke jalan, melainkan alarm keras atas kerusakan sistemik yang sedang terjadi. Lebih ironis lagi, ini terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri, saat masyarakat seharusnya menjalankan aktivitas ibadah dengan tenang, bukan justru dihadapkan pada gangguan seperti ini,” tegas Imran.

Ia menegaskan bahwa praktik PETI telah melahirkan pola eksploitasi yang timpang—menguntungkan segelintir pihak, namun membebankan risiko sosial dan lingkungan kepada masyarakat luas.

AKPERSI secara tegas menuntut para pelaku PETI untuk bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan. Menurut Imran, tindakan mengeruk sumber daya tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan adalah bentuk ketidakadilan yang nyata.

“Jangan hanya mengambil keuntungan, lalu mengabaikan kerusakan yang ditinggalkan. Ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pelanggaran moral terhadap masyarakat,” lanjutnya.

Simak Berita Selengkapnya Di :
https://kilasaktual.com/akpersi-kecam-peti-dengilo-eksploitasi-tanpa-tanggung-jawab-lingkungan/

Address

Gorontalo

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kilas Aktual.Com posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share