GreSik RUWET

GreSik RUWET Berita gresik seng paling ruwet onok, seng pengen berbagi monggo. Sambatan, uneg-uneg, silahkan saja.

Permanently closed.
Aksi bejat SN pada keponakannya harus membuatnya berurusan dengan Unit PPA Satreskrim Polres Gresik. Kakek 51 tahun warg...
02/10/2024

Aksi bejat SN pada keponakannya harus membuatnya berurusan dengan Unit PPA Satreskrim Polres Gresik. Kakek 51 tahun warga Menganti, Gresik itu diringkus usai mencabuli keponakannya yang masih berusia 13 tahun.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan kasus tersebut terbongkar setelah ibu korban melaporkan aksi bejat pelaku. Itu setelah korban melaporkan dirinya mengalami pencabulan oleh SN.

"Korban ini bilang ke ibunya, bahwa pamannya telah melakukan pencabulan," kata Aldhino, Senin (30/9/2024).

Aldhino menjelaskan rupanya laporan tersebut membuat ibu korban geram. Pasalnya, ia juga pernah mengalami hal serupa seperti yang dialami putrinya.

"Jadi ibu korban ini pernah mengalami pelecehan juga waktu seusia anaknya. Hal itu membuat ibu korban memberanik

https://www.detik.com/jatim/hukum-dan-kriminal/d-7565720/cabuli-keponakan-paman-di-gresik-diringkus

Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menetapkan tiga orang tersangka terkait dugaan penyalahgunaan bantuan beras dari dana C...
30/09/2024

Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menetapkan tiga orang tersangka terkait dugaan penyalahgunaan bantuan beras dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Smelting. Tersangka tersebut adalah Kepala Desa Roomo, Taqwa Zaenudin, Sekretaris Desa Rudi Hermansyah, dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Nur Hasim.

Ketiga tersangka bersama enam saksi lainnya datang memenuhi panggilan Kejari Gresik pada Kamis siang (26/09/2024) sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka diperiksa di ruang Pidana Khusus (Pidsus) hingga Malam.

Ketiganya keluar dari ruangan dengan tangan diborgol dan mengenakan rompi orange bertuliskan Tahanan Kejaksaan Negeri Gresik. Setelah itu, mereka dibawa ke Rutan Kelas IIB Banjarsari, Gresik.

Baca artikel detikjatim, "Tiga Perangkat Desa di Gresik Jadi Tersangka Kasus Beras Bantuan CSR" selengkapnya https://www.detik.com/jatim/hukum-dan-kriminal/d-7560388/tiga-perangkat-desa-di-gresik-jadi-tersangka-kasus-beras-bantuan-csr.

Selengkapnya di detikJatim ya rek

Polisi masih terus menyelidiki kematian Sobikhul Alim di tengah sawah Desa Wotan, Kecamatan Panceng, Gresik. Dari hasil ...
27/03/2024

Polisi masih terus menyelidiki kematian Sobikhul Alim di tengah sawah Desa Wotan, Kecamatan Panceng, Gresik. Dari hasil autopsi, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada jasad remaja 20 tahun warga Desa Ima'an, Dukun, Gresik itu. Kendati demikian, polisi menemukan adanya racun di dalam tubuh korban.
"Dari hasil autopsi, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," kata Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik Ipda Komang Andhika Haditya Prabu kepada detikJatim, Rabu (27/3/2024).

Andhika menjelaskan penyebab awal kematian korban karena kekurangan oksigen. Untuk memastikan itu pihaknya telah menguji lab beberapa sampel bagian tubuh korban di Labfor Polda Jatim.

"Kita sudah lakukan tes lab. Untuk sementara memang karena Asfiksia atau masalah sistem pernapasan sehingga mengalami kekurangan oksigen," tambah Komang.

Dari hasil tes lab yang dilakukan pihak kepolisian, korban kekurangan oksigen karena mengalami keracunan. Namun, polisi masih belum memastikan jenis racun yang di minumnya.

"Untuk racunnya kita belum tahu jenisnya. Masih menunggu hasil laboratorium forensik,' tambah Komang.

Sumber


Mayat seorang remaja membuat geger Desa Wotan, Panceng, Gresik. Mayat tersebut ditemukan tewas di Tengah sawah Desa Weta...
26/03/2024

Mayat seorang remaja membuat geger Desa Wotan, Panceng, Gresik. Mayat tersebut ditemukan tewas di Tengah sawah Desa Wetan Panceng, Gresik.

Dari informasi yang dihimpun, mayat remaja tersebut bernama Sobikhul Alim (20) warga Desa Ima'an RT 9 RW 4, Dukun, Gresik. Ia ditemukan tewas oleh warga sekitar yang saat itu melintas di Jalan Alternatif Wotan- Gedangan.

Korban ditemukan tewas dengan menggubakan jaket hijau dan sarung merah. Selain itu sepeda motor Honda Revo bernopol W 6858 GZ berada tak jauh dari korban.

"Iya benar, ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB oleh warga," kata Kanit Resmob Sat Reskrim Polres Gresik Ipda Komang Andhika kepada detikJatim, Selasa (26/3/2024).

Saat itu, salah satu petani bernama Suhartono warga Desa Wotan Panceng Gresik hendak pergi ke sawah. Saat melintas di lokasi kejadian, Suhartono melihat ada orang dengan posisi terlentang.

"Karena melihat korban sudah meninggal, saksi tersebut menghubungi pemilik sawah dan dilanjutkan lapor ke polisi," jelas Komang.

Belum diketahui penyebab kematian korban. Polisi sudah mengevakuasi mayat korban ke RSUD Ibnu Sina untuk dilakukan autopsi.

"Penyebab kematian masih belum di ketahui. Saat ini masih dilakukan autopsi di RSUD Ibnu Sina. Kit juga sudah pasang police line," pungkas Komang.

Polisi masih terus menyelidiki kasus dugaan perampokan yang menimpa Mahfud, seorang pengusaha di Desa Ima'an, Dukun, Gre...
18/03/2024

Polisi masih terus menyelidiki kasus dugaan perampokan yang menimpa Mahfud, seorang pengusaha di Desa Ima'an, Dukun, Gresik. Saat ini penyidik masih berupaya merangkai kronologi peristiwa yang menewaskan istri Mahfud, Wardatun Toyibah (28).

"Kita masih memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti. Sampai saat ini sudah ada 10 orang," kata Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan kepada detikJatim, Minggu (17/3/2024).

Aldhino menambahkan, para saksi itu terdiri dari keluarga dan tetangga korban. Pihaknya juga masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Mahfud.

"Karena suaminya ini yang mengetahui pertama kali dan tinggal satu rumah. Makanya kita lakukan pemeriksaan intensif," tambahnya.

Sejauh ini ada beberapa keterangan Mahfud yang janggal. Dari keterangan yang diberikan, Mahfud mengaku baru bangun pukul 05.00 WIB dan mendapati istrinya sudah tergeletak di kamarnya dengan berlumur darah. Sedangkan anaknya juga mengalami luka di bagian kaki.

Namun, ia sempat bercerita kepada tetangganya bahwa istrinya memergoki pelaku yang hendak mencuri uang di laci. Kemudian pelaku membunuh istrinya.

"Kita juga mendengar keterangan itu (perampokan). Katanya dia berasumsi dan menebak kalau soal itu, tapi kita masih dalami lagi kasus ini. Masih kami periksa sebagai saksi," kata Aldhino.

"Keterangan suami korban menjadi hal yang sangat penting. Mengingat saat peristiwa, hanya dia dan anaknya yang berada di dalam rumah," lanjutnya.

Mantan Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya ini mengaku mendapati kendala saat proses penyidikan. Khususnya berkaitan dengan tempat kejadian perkara yang sudah berubah. Lantaran korban sudah berpindah tempat dan sudah dalam keadaan dimandikan hingga ditutup kain.

"Jadi saat kami datang, TKP sudah rusak. Korban juga sudah dimandikan oleh pihak keluarga. Tentu tim penyidik harus bekerja keras untuk menemukan jejak dari pelaku yang mungkin tertinggal," bebernya.

Demikian halnya keterangan yang disampaikan suami korban. Pria 42 tahun itu memang tidak menunjukkan gelagat mencurigakan. Namun, ekspresinya yang terkesan datar tanpa menunjukkan rasa sedih yang mendalam hingga terlihat tegar.

Sumber detikJatim

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Kedamean, Desa/Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Peristiwa nahas ini melibatka...
23/02/2024

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Kedamean, Desa/Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Peristiwa nahas ini melibatkan truk gandeng dan mobil HR-V.

"Kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.15 dini hari. Dua orang meninggal dunia," kata Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Gresik Iptu Tita Puspita Agustina kepada detikJatim, Jumat pagi (23/2/2025).

Tita menjelaskan, truk gandeng bernopol W 9714 UG yang dikemudikan Siswanto (55) asal Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember itu melaju dari arah selatan (Kedamean) menuju utara (Menganti) dengan kecepatan sedang.

Seng ati-ati rek, kadang kene wes ati-ati wong liyo seng teledor.

Foto
Sumber detikJatim



Aditya Rosadi alias (AR)  hingga kini masih mendekam di Polres Gresik, Jawa Timur. Aditya ditahan setelah membeli handph...
17/12/2023

Aditya Rosadi alias (AR) hingga kini masih mendekam di Polres Gresik, Jawa Timur. Aditya ditahan setelah membeli handphone dari Hengky Pratama Susanto dan Irfan Suryadi pada 29 November di Jawa Tengah.

Melalui salah satu kerabat Aditya, yang enggan disebutkan namanya itu menyatakan, Aditya tidak tahu jika handphone yang dibelinya berasal dari kejahatan. Sebelumnya, Hengky dan Irfan membunuh Aris Suprianto, warga Desa Pranti, Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur.

”Aditya membeli handphone itu secara cash on delivery setelah tahu ada unggahan di media sosial. Sementara Aditya ini tidak mengenal Hengky atau Irfan,” ungkap salah satu kerabat Aditya saat dihubungi JawaPos.com.

Kerabat Aditya sudah menemui Aditya dan mendapatkan banyak fakta yang tidak terduga. Salah satunya yakni penganiayaan yang dialami Aditya selama proses penyidikan kasus pembunuhan Aris Suprianto itu.

Kerabat Aditya itu membagikan satu rekaman suara ketika Aditya dikonfirmasi mengenai penganiayaan yang dialami. Dalam rekaman itu, Aditya mengungkapkan bahwa saat diinterogasi oleh pihak Polres Gresik, dirinya mengalami penyiksaan. Seperti, disetrum, dipukul di area p**i, hingga dibakar di area alat kelamin.

”Jadi, saya disemprot alat pembasmi nyamuk lalu dikorek di bawah itu alat kelamin. Jadi, rambut alat kelamin kebakar. Ini merah-merah bekas dibakar,” ujar Aditya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Humas Polres Gresik Iptu Wiwit Mariyanto mengatakan, pihaknya telah menyampaikan hasil dari pemeriksaan dan konfirmasi kepada unit Reskrim. ”Sudah ada di Instagram ,” ucap Wiwit Mariyanto singkat.

Pantauan JawaPos.com, Polres Gresik menyampaikan bahwa hasil periksa reserse Gresik dan RSUD Ibnu Sina tidak ditemukan adanya tanda kekerasan terhadap tubuh AR (Aditya). Berdasar hasil penyidikan, AR penuhi unsur pasal 480 KUHP.

Foto

1. AR salah satu pelaku penadah HP yang dijual pembunuh Aris Suprianto

2. Dua penadah motor (Kiri) dua di tengah pembunuh dan sebelah kanan AR. Dari kasus tersebut polisi mengamankan tiga penadah dan Dua pelaku pembunuhan.


Wanita spesialis gendam dengan modus mencari santunan anak yatim di Gresik diringkus. Wanita berinisial DS (51) warga Bu...
16/12/2023

Wanita spesialis gendam dengan modus mencari santunan anak yatim di Gresik diringkus. Wanita berinisial DS (51) warga Bubutan, Surabaya ini sudah melancarkan aksi gendamnya di puluhan rumah warga Gresik.

"Dari hasil pemeriksaan, wanita ini sudah melakukan aksi gendam dengan modus cari santunan lebih dari 20 TKP," ujar Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan kepada detikJatim, Jumat (15/12/2023).

Meski demikian, polisi hanya menerima 11 laporan polisi dari para korbannya. Biasanya pelaku beraksi di kawasan Driyorejo, Menganti, Duduksampeyan, Cerme, Balongpanggang, dan Gresik Kota.

"Saat mendatangi rumah korban, pelaku menggunakan jasa tukang ojek konvensional. Kemudian, pelaku menanyakan ke korban apakah mau menyumbang santunan kepada anak yatim," tambah Aldhino.

Jika korban bersedia menyumbang, lanjut Aldhino, maka pelaku akan mendoakan korban secara khusus. Pelaku kemudian meminta korban mandi terlebih dahulu sambil membaca surat Al Fatihah sebanyak 10 kali sebagai syarat didoakan. Anehnya korban menurut saja terhadap perkataan pelaku.

Padahal itu hanya modus pelaku saja untuk membuat lengah korban. Saat korban mandi, pelaku masuk ke dalam rumah korban dan mengambil handphone korban yang berada di dalam rumah korban.

"Modusnya selalu sama, yakni masuk rumah warga kemudian mengaku dari yayasan yatim piatu dan mencari santunan," jelasnya.

Dalam menjalankan aksinya yang terakhir, pelaku beraksi di Karangandong, Driyorejo, Gresik. Di sana, aksi pelaku terekam CCTV bersama tukang ojek tersebut.

"Dari situlah, kita menelusuri pemilik nopol sepeda motor yang mengantarkan pelaku. Ternyata pemilik motor tersebut merupakan tukang ojek yang biasa mangkal di sekitaran Terminal bunder dan menjadi langganan tukang ojek oleh pelaku penipuan tersebut," beber Aldhino.

===========================
Yang ingin berbagi informasi langsung ae rek DM. Atau duwe uneg-uneg, laporan, atau berita kehilangan langsung ae DM.
Ojok lali Share, ojok lali follow, dan paling penting Ojok lali bahagia.

Sumber : detikJatim
===========================

Address

Gresik

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GreSik RUWET posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share