lebih baik

lebih baik pemula

BREAKING: Federasi Sepak Bola Spanyol telah mengungkapkan kekecewaannya setelah Stadion MetLife tiba-tiba diterangi caha...
21/07/2026

BREAKING: Federasi Sepak Bola Spanyol telah mengungkapkan kekecewaannya setelah Stadion MetLife tiba-tiba diterangi cahaya biru muda dan putih tepat saat Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia. 🇪🇸🏆

Menanggapi kontroversi tersebut, FIFA menjelaskan bahwa warna tersebut memang merupakan bagian dari protokol resmi penutupan turnamen dan sesuai dengan identitas visual Piala Dunia.

FIFA juga menegaskan bahwa itu bukan bentuk penghormatan atau sindiran yang ditujukan kepada tim nasional mana pun. 🤔

📰 Diario AS

🚨 KERICUHAN PASCA FINAL PIALA DUNIA 2026: ALASAN PAREDES MENGAMUK TERUNGKAP! 🚨​Halo Sobat Tabloid Bola! Drama besar dan ...
21/07/2026

🚨 KERICUHAN PASCA FINAL PIALA DUNIA 2026: ALASAN PAREDES MENGAMUK TERUNGKAP! 🚨

​Halo Sobat Tabloid Bola! Drama besar dan keributan massal mewarnai akhir dari Final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, pada hari Senin (20/7/2026). Setelah peluit panjang dibunyikan dan Spanyol merayakan kemenangan 1-0 atas Argentina, emosi para pemain La Albiceleste justru meledak.

​Pusat perhatian tertuju pada gelandang Argentina berusia 32 tahun, Leandro Paredes. Ia tertangkap kamera mencekik pemain Spanyol, Eric Garcia, dan kemudian mendorongnya di depan asisten wasit Tomaz Klancnik serta pelatih Lionel Scaloni. Dalam situasi yang memanas tersebut, Paredes juga terlihat membanting gelandang muda Spanyol, Gavi.

​Apa pemicu ledakan emosi Paredes?
Terdapat beberapa versi mengenai kata-kata provokasi yang memicu insiden tersebut:

​Versi Paredes (via COPE): Paredes mengaku kehilangan kendali karena ucapan Gavi yang menghampirinya saat perayaan dan mengatakan dalam bahasa Spanyol bahwa tidak ada wasit atau VAR yang membantu Messi hari itu. Paredes menganggap sikap tersebut sangat tidak sopan, terutama karena diucapkan setelah pertandingan berakhir.

​Versi Media Sosial: Beredar laporan di platform media sosial bahwa Gavi melontarkan sindiran terkait dugaan pengaturan skor dengan berkata, "Aku hanya bertanya, 'Apa Infantino tidak mengangkat teleponmu kali ini?'".

​Versi Lisandro Martinez (via TyC Sports): Rekan setim Paredes, Lisandro Martinez, yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, membenarkan adanya provokasi namun menyebutkan kalimat yang berbeda. Menurut Martinez, justru Eric Garcia yang memicu emosi dengan berkata, "Messi kalah dan sekarang kalian semua pulang.".

​Konsekuensi Hukuman
Akibat aksi brutalnya, Paredes langsung diganjar kartu merah oleh wasit meski pertandingan telah usai. Ia menjadi pemain Argentina kedua yang diusir keluar lapangan dalam laga tersebut, menyusul Enzo Fernandez yang sebelumnya mendapat kartu kuning kedua karena melanggar Pau Cubarsi.

​Kini, Komite Disiplin FIFA dipastikan akan meninjau ulang insiden ini. Jika dinilai sebagai pelanggaran berat, Paredes berpotensi menerima sanksi larangan bermain tambahan untuk beberapa pertandingan internasional di luar hukuman otomatis kartu merahnya.

​Pernyataan dari Paredes ini juga kembali memanaskan isu lama mengenai dugaan Argentina mendapat keuntungan dari keputusan wasit selama turnamen. Isu ini sebelumnya juga sempat disinggung oleh pelatih Mesir, Hossam Hassan, yang mengkritik keputusan kontroversial wasit setelah timnya tersingkir di babak 16 besar.

​Bagaimana pendapat kalian tentang insiden ini, Sobat Bola? Apakah tindakan Paredes bisa dimaklumi mengingat panasnya tensi final, atau sanksi berat harus segera dijatuhkan? Tulis di kolom komentar! 👇

🇦🇷 Saat seremoni penyerahan trofi Piala Dunia 2026, para pemain Argentina secara massal membelakangi podium saat Rodri d...
20/07/2026

🇦🇷 Saat seremoni penyerahan trofi Piala Dunia 2026, para pemain Argentina secara massal membelakangi podium saat Rodri dan rekan-rekannya di timnas Spanyol merayakan gelar serta mengangkat trofi. Para pemain Argentina tidak memberikan tepuk tangan kepada Spanyol dan mereka hanya berdiri menghadap suporter Argentina di belakang gawang, enggan melihat ke arah sang juara Spanyol, lalu segera meninggalkan lapangan.

Tindakan ini menuai kritik keras. Banyak yang menyebut para pemain Argentina “tidak berkelas" dan tidak menghormati lawan.

Mantan pemain Inggris Stuart Pearce dan komentator lain menyoroti hal ini sebagai kurangnya sportivitas, terutama setelah insiden keributan pasca-laga.

Meski begitu, ada juga yang memahami bahwa itu muncul dari kekecewaan mendalam, terutama karena ini kemungkinan besar pertandingan terakhir Messi di Piala Dunia.

Messi sendiri tampak sangat emosional dan menangis saat menerima medali runner-up, sementara suporter Argentina terus menyanyikan namanya. Namun, aksi membelakangi trofi ini menjadi salah satu momen yang paling banyak dibahas di luar jalannya pertandingan.

Dalam sepak bola, tradisi menghormati juara memang diharapkan, meski emosi saat kalah sering sulit dikendalikan.

Messi & Argentina mengira mereka akan terus dimenangkan, mereka jumawa dan sombong, lupa kalau kekalahan mereka hanya di...
20/07/2026

Messi & Argentina mengira mereka akan terus dimenangkan, mereka jumawa dan sombong, lupa kalau kekalahan mereka hanya ditangguhkan. Semesta mengirim pemain nomor punggung yang sama dengan Ronaldo untuk menghentikan "kejanggalan" yang selama ini dibiar biarkan. Yap! Nomor 7 adalah pawang Argentina. Speak now !!!

0 shoot but 1 goal
26/06/2026

0 shoot but 1 goal

Address

Gresik

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when lebih baik posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share