Gresik Damai

Gresik Damai Media Informasi Grup GRESIK DAMAI (Dekat-Aman/Amanah-Maju-Aktif-Inovatif).

2 Bocah di Desa Sekarputih Tewas Terseret Banjir Luapan Kali Lamong_____________________________________________Balongpa...
27/05/2020

2 Bocah di Desa Sekarputih Tewas Terseret Banjir Luapan Kali Lamong
_____________________________________________

Balongpanggang, - Banjir luapan Kali Lamong yang melanda Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, memakan korban jiwa, Rabu (27/6). Dua bocah warga Dusun Sekarputih Desa Sekarputih Kecamatan Balongpanggang tewas setelah terseret derasnya banjir yang melanda desa setempat, sekitar pukul 14.50 WIB.

Kedua korban diketahui bernama Zakiyah Dwi Pratiwi (9), warga RT 07 RW 02 Dusun Sekarputih, dan Dwi Citra Evaris (10), warga RT 06 RW 02 Dusun Sekarputih.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Tarso Sagito membenarkan kejadian tersebut.

Menurut Tarso, sebelumnya ada 10 bocah warga Dusun Sekarputih yang bermain air di sekitar lokasi kejadian. Sejumlah warga yang mengetahui hal itu, memperingatkan mereka agar berhenti bermain, karena saat itu arus air sedang deras.

"Jadi, sebelum kejadian sudah diperingatkan oleh warga dan sepuluh anak tersebut sudah ditegur," ujar Tarso.

Namun, ternyata teguran itu tak dihiraukan oleh para bocah. Tak lama kemudian, 2 di antara 10 bocah itu terseret derasnya banjir luapan Kali Lamong.

"Warga yang tahu ada 2 anak terseret air, lalu beramai-ramai mencari korban. Kedua korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal," terang Tarso.

Warga kemudian membawa kedua jenazah korban ke rumah duka. Petugas UPT Puskesmas Dapet yang datang langsung melakukan visum terhadap jenazah korban.

__

(Odp.me)

RIP DIDI KEMPOTGresik Damai mengucapkan turut berduka atas meninggalnya Didi Kempot. Terima kasih untuk karya-karya yang...
05/05/2020

RIP DIDI KEMPOT

Gresik Damai mengucapkan turut berduka atas meninggalnya Didi Kempot. Terima kasih untuk karya-karya yang menghibur lara hati sekaligus membuat campursari menjadi musik untuk semua kalangan.

27/04/2020

PSBB Gresik Dimulai Hari ini 28/4 s.d 11/5.

Segenap warga Gresik, mulai malam ini. Pada pukul 00.00 Wib, Kabupaten Gresik sudah memulai pelaksanaan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Oleh karena itu, kami mohon agar segenap warga masyarakat Gresik dapat mematuhinya. Sehingga dalam waktu 14 hari kedepan, kita bisa bekerjasama dengan baik untuk memutus PENYEBARAN COVID-19 di Gresik. Betul-betul dapat kita tekan, dengan ikhtiar kita untuk tetap dan .
Kalau ini berhasil, Insya Allah PSBB TIDAK AKAN DIPERPANJANG.

Semoga upaya kita bersama ini, dapat berhasil dengan baik. Aamiin Allahumma aamiin...

PSBB Surabaya, Sidoarjo dan Gresik Diberlakukan 28 April_____________________________________________Surabaya (beritajat...
23/04/2020

PSBB Surabaya, Sidoarjo dan Gresik Diberlakukan 28 April
_____________________________________________

Surabaya (beritajatim.com) - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memastikan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik akan diberlakukan efektif mulai Selasa (28/4/2020) mendatang. PSBB akan diberlakukan selama 14 hari hingga 11 Mei 2020.

Pada Kamis (23/4/2020) pukul 22.20 WIB malam, Gubernur Jatim menyerahkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Penyakit Virus Corona (Covid-19) di Provinsi Jatim kepada tiga pemerintah daerah, yaitu Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga menyerahkan Surat Keputusan Gubernur untuk masing-masing Surabaya (PSBB penuh), Sidoarjo (parsial atau sebagian PSBB) dan Gresik (parsial atau sebagian PSBB). Dari Surabaya, diwakilkan oleh Sekkota Surabaya Hendro Gunawan. Gresik diwakilkan oleh Wabup Gresik Qosim dan Sidoarjo diterima oleh Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Saifuddin.

“Besok Jumat (24/4/2020) pagi, Insya Allah Perwali dan Perbup final. Kemudian, pada hari Sabtu akan sosialisasi pemberlakukan PSBB selama tiga hari, artinya Sabtu, Minggu dan Senin sosialisasi. Pada hari Selasa mulai efektif berlaku, ”jelasnya.

Sumber:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/psbb-surabaya-sidoarjo-dan-gresik-diberlakukan-28-april/

(odp.ce)

Sobat Jatim, berikut ini kami sampaikan peringatan dini gelombang tinggi wilayah perairan Jawa Timur berlaku mulai tangg...
22/04/2020

Sobat Jatim, berikut ini kami sampaikan peringatan dini gelombang tinggi wilayah perairan Jawa Timur berlaku mulai tanggal 23 April 2020 pukul 07.00 WIB s.d.24 April 2020 pukul 07.00 WIB.

https://t.co/vuoxXJTuxH

Menkes Sudah Menyetujui Permohonan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tiga Kota di Jatim___________________________...
21/04/2020

Menkes Sudah Menyetujui Permohonan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tiga Kota di Jatim
_____________________________________________

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyetujui pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diusulkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Ketiga daerah yang disetujui diterapkan PSBB adalah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik.

"Setelah dilakukan kajian oleh tim teknis, kami menyetujui usulan PSBB di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik. Jadi PSBB bisa diterapkan di sana," kata Terawan, dalam situs resmi Kemenkes, Selasa (21/4/2020)

Keputusan PSBB itu telah disetujui Terawan pada 21 April melalui Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/Menkes/264/2020. Persetujuan ini didasari peningkatan dan persebaran kasus COVID-19 di daerah tersebut secara signifikan.

Berdasarkan hal itu, PSBB dinilai sudah harus ditetapkan dalam rangka percepatan penanganan COVID-19. Penetapan PSBB itu didasari kajian epidemiologi dan pertimbangan kesiapan daerah dalam aspek sosial, ekonomi, serta aspek lainnya oleh tim teknis.

Selain itu, pemerintah daerah setempat wajib melaksanakan PSBB dan mensosialisasikan secara konsisten pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. PSBB tersebut dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terbukti terdapat bukti penyebaran.

Sumber: https://m.detik.com/news/berita/d-4985262/menkes-setujui-psbb-di-surabaya-sidoarjo-dan-gresik

Foto: e100

Resmi.. Presiden Jokowi Larang Masyarakat Untuk Tidak Mudik_____________________________________________Kalau sebelumnya...
21/04/2020

Resmi.. Presiden Jokowi Larang Masyarakat Untuk Tidak Mudik
_____________________________________________

Kalau sebelumnya Presiden hanya melarang aparatur negara seperti ASN, TNI, POLRI, dan karyawan BUMN beserta anak perusahaanya mudik. Hari ini, Presiden resmi melarang semua masyarakat untuk mudi ke kampung halaman.

Langkah ini dibuat untuk mencegah semakin meluasanya Covid-19 menjelang bulan suci Ramadan dan saat Idulfitri.

Berdasarkan data hasil survei Kementerian Perhubungan, ada sekitar 68% masyarakat yang tidak berencana mudik. Kemudian, ada 24% punya keinginan mudik, dan 7 persen sudah mudik.

Kementerian Perhubungan sendiri sudah mulai menggarap aturan setingkat Peraturan Menteri untuk mengatur jalannya transportasi saat pelarangan mudik. Dalam aturan ini, bagi yang masih nekat mudik bakal kena sanksi.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menjelaskan bahwa sanksinya akan berpatokan pada UU no 6 tahun 2018 soal Kekarantinaan Kesehatan.

Foto: Biro Setpres. Informasi dirangkum dari berbagai sumber.

Selamat Hari Kartini 21 April 2020.
20/04/2020

Selamat Hari Kartini 21 April 2020.

Bupati Gresik Tak Hadiri Rapat Bahas PSBB dengan Gubernur, Dewan: Sembrono, Sosial Care-nya Rendah______________________...
19/04/2020

Bupati Gresik Tak Hadiri Rapat Bahas PSBB dengan Gubernur, Dewan: Sembrono, Sosial Care-nya Rendah
_____________________________________________

GRESIK, - Sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Gresik mempertanyakan ketidakhadiran Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dalam rapat dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Rapat itu membahas usulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dampak virus COVID-19 di Gedung Grahadi, Surabaya, Minggu (19/4).

Bupati justru mengutus Penjabat (Pj) Sekda Gresik Nadlif untuk mewakili rapat. Padahal, rapat tersebut sangat penting menyangkut kondisi Kabupaten Gresik yang tengah dilanda pandemi COVID-19, dan keselamatan warga Gresik.

"Mengapa Pak Bupati tak menghadiri rapat penting ini? Apa beliaunya sakit?," ujar Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Gresik, Moh. Abdul Qodir, Minggu (19/4).

Sebagai anggota dewan, Abdul Qodir mengaku sangat menyesalkan ketidakhadiran Bupati Gresik dalam rapat bersama Gubernur Jatim untuk membahas hal yang penting, yakni wabah Corona yang telah merenggut banyak korban nyawa, korban sakit dan berikut dampaknya. "Ini sembrono. Ketidakhadiran Bupati menunjukkan social care-nya rendah," cetusnya.

Mestinya, lanjut Abdul Qodir, Bupati hadir langsung apabila tidak ada halangan berarti. "Langkah ini untuk memperkuat psikologi masyarakat, bahwa pemimpinya sangat care untuk membantu mengatasi pandemi COVID ini-19," terangnya.

Senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim. Ia juga menyesalkan ketidakhadiran bupati dalam rapat PSBB COVID-19 dengan Gubernur. "Seharusnya Pak Bupati hadir, karena ini menyangkut keselamatan masyarakat Gresik," katanya.

Menurut Nurhamim, ketidak hadiran bupati dalam rapat PSBB akan menimbulkan munculnya pertanyaan di masyarakat. Masyarakat bisa menganggap bahwa bupati tidak peka terhadap kondisi pandemi COVID-19. "Banyak masyarakat yang tanya, kenapa Bupati tak hadir, sementara kepala daerah yang lain hadir," ungkapnya.

Sementara Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik, Reza Pahlevi belum bisa memberikan penjelasan soal ketidakhadiran Bupati Sambari Halim Radianto dalam rapat membahas PSBB COVID-19 tersebut.

"Saya masih ikut rapat," katanya saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Gresik, Tarso Sagito membenarkan kalau Bupati tak bisa ikut rapat PSBB. "Tadi saya sudah matur Pak Bupati. Pak Bupati izin tak bisa hadir rapat PSBB dan menunjuk Pak Pj. Sekda (Nadlif) untuk mewakili," katanya.

Sumber: http://m.bangsaonline.com/berita/72811/bupati-gresik-tak-hadiri-rapat-bahas-psbb-dengan-gubernur-dewan-sembrono-sosial-care-nya-rendah

Surabaya, Sidoarjo dan Gresik Akan Ajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Kemenkes•••••••••••••••••••••••••••...
19/04/2020

Surabaya, Sidoarjo dan Gresik Akan Ajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Kemenkes
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

Surabaya - Kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik akan mengajukan PSBB ke Kemenkes melalui Pemprov Jatim. Kesepakatan diambil dalam pertemuan tiga kepala daerah tersebut bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

"Dari diskusi yang konstruktif dan produktif ini juga diikuti ikhtiar ini, maka tadi bersama-sama kami mengambil kesepakatan di Surabaya, lalu di sebagian wilayah Sidoarjo, di sebagian wilayah Gresik diberlakukan PSBB," kata Khofifah usai pertemuan, Minggu (19/4/2020).

"Ditambah tim dari Polda Jatim, Kodam, DPRD akan membahas secara detail, dari draft gubernur yang sudah disiapkan dan dilanjutkan dengan peraturan bupati dan wali kota. Lalu akan diajukan ke Kemenkes RI. Untuk areanya kita sepakati masuk dalam PSBB," imbuhnya.

Pertemuan itu digelar di Gedung Negara Grahadi sejak pukul 14.00 WIB. Pertemuan rapat tersebut dihadiri oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini; Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin; sedangkan Gresik dihadiri oleh Plh Sekretaris Daerah Kabupatan Gresik, Nadlif di Gedung Negara Grahadi.

"Penjelasan detail dan langkah-langkah berlapis yang telah dilakukan oleh Pemkot Surabaya, Pemkab Sidoarjo, Pemkab Gresik telah kita terima. Kesepakatan kita wilayah tersebut akan masuk ke PSBB dan akan disiapkan surat ke Kemenkes," lanjutnya.

Menurut Khofifah, keputusan PSBB diambil karena kasus Corona di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik terus bertambah meski tracing terus dilakukan. "Para Forkopimda Pemkot, Pemkab terkait mengetahui hal itu juga," sambungnya.

Sebelumnya, Khofifah menyampaikan penilaian atas kajian epidemiologi yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair. Yang mengarah pada pentingnya penerapan PSBB di Surabaya.

"Berdasarkan penilaian tersebut, total nilai untuk Surabaya mencapai nilai 10, atau tertinggi dari skala evaluasi. Beberapa hal yang menjadi catatan di antaranya adalah doubling time telah terjadi 4 kali serta telah terjadi transmisi level 2 dan transmisi lokal maupun lintas wilayah," papar Khofifah.

Pemberlakuan PSBB ini rencananya akan diberlakukan penuh di kota Surabaya, sedangkan di Kabupaten Gresik dan Sidoarjo akan dilakukan sebagian.

Setelah pertemuan ini, ketiga daerah bersama Pemprov Jatim akan mengusulkan penerapan PSBB ke Kementerian Kesehatan. Seiring pengajuan itu, masing-masing kepala daerah bersama DPRD dan Forkopimda akan membahas tentang penyiapan aturan yang menyertai penerapan PSBB.

Gubernur bersama Forkopimda Jatim akan membahas dan menyusun draf Peraturan Gubernur tentang penerapan PSBB di tiga daerah Surabaya Raya.

Sementara masing-masing kepala daerah juga akan membahas dan menyusun baik peraturan Wali Kota maupun peraturan Bupati berkaitan penerapan PSBB.

Pembahasan tindak lanjut PSBB ini dilandasi rekomendasi Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI)

Dalam rapat bersama Gugus Tugas Covid-19 Jatim, Sabtu (18/4/2020) kemarin, PERSI menekankan pentingnya penerapan status PSBB untuk Kota Surabaya. Rekomendasi PERSI merujuk pada hasil penilaian atau scoring evaluasi epidemiologi yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair.


Sumber: m.detik.news


Jadi kapan PSBB dimulai? Jawabannya kita tunggu keputusan dari Kemenkes ya, Rek.

Pelayanan SIM di Satlantas Polres Gresik dibuka kembali. Silahkan buat para pemohon sim baru atau perpanjangan bisa dila...
07/04/2020

Pelayanan SIM di Satlantas Polres Gresik dibuka kembali. Silahkan buat para pemohon sim baru atau perpanjangan bisa dilakukan.

Bagi pemohon yang masa berlakunya sudah habis per tanggal 31 Maret - 7 April 2020. Bisa diperpanjang langsung tanpa melakukan pengurusan SIM baru.

Jumlah Positif Corona Tak Bertambah, Gubernur Khofifah Tetap Minta Masyarakat Waspada___________________________________...
03/04/2020

Jumlah Positif Corona Tak Bertambah, Gubernur Khofifah Tetap Minta Masyarakat Waspada
_____________________________________________

Surabaya, - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat merilis data terbaru persebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Jawa Timur per Kamis (2/4/2020) di Gedung negara Grahadi Surabaya.

Tercatat sebanyak 103 orang terkonfirmasi positif Covid-19, 686 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 8395 Orang Dalam Pemantaua (ODP). Selain itu juga tercatata sebanyak 22 pasien dinyatakan sembuh (21,3%) dan 11 pasien (10,6%) meninggal dunia.

Mengacu Peta Persebaran Covid-19 di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa, mengatakan bahwa total pasien postif tidak mengalami perubahan atau jumlahnya masih sama. Meski begitu, ia tetap menekankan pentingnya melakukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bagi seluruh masyarakat dan petugas serta semua pihak yang menangani persebaran Covid-19.

"Walaupun pasien postif tak ada penambahan, saya tetap mengajak semua untuk waspada dan siaga tanpa diikuti kepanikan. Tetaplah tinggal di rumah untuk memberi perlindungan dan keamanan kecuali ada kepentingan logistik, kesehatan, perdagangan dan ekonomi," ujar Gubernur saat memberikan keterangan pers di gedung Grahadi Surabaya.

Menurutnya, saat ini sudah ada 307 permukiman yang dijaga oleh aparat keamanan dengan harapan area permukiman itu bisa saling menjaga bagi penghuninya maupun bagi tamu yang ingin datang ke area permukiman tersebut. Selain dari urusan logistik, kesehatan, perdagangan atau perekonomian maka tidak boleh masuk ke area permukiman tersebut. "Ini harus diikuti oleh seluruh warga Jawa Timur supaya ikhtiar kita bisa mencegah penyebaran Covid19 secara efektif" tuturnya.

Sumber:
http://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/jumlah-positif-corona-tak-bertambah-gubernur-khofifah-tetap-minta-masyarakat-waspada

Admin juga berpesan, tetaplah pada ikhtiar kita. Untuk tetap patuh pada semua himbauan dan instruksi yang ada. Dan berdoa agar wabah ini segera berakhir. Semua pasien sembuh, tidak ada lagi yang meninggal dunia maupun bertambah kasus baru lagi. (ce)

Address

Gresik
61172

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gresik Damai posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Gresik Damai:

Share

Category