10/02/2026
(Dawuh Kyai Nur)
antara satu muslim dengan muslim yang lain itu umpama bangunan, material bangunan itu akan saling melengkapi, ada batu bata, semen, air, koral, pasir, semua saling menguatkan, baru islam akan kuat, jika bersatu. membentuk bangunan iman, yang kukuh kuat saling menopang, dan setelah saling mendukung dan menopang dan saling melengkapi maka akan terbentuk bangunan islam saerat yang kuta dan islam, menyelematkan penghuni rumah islam yang kuat dari gempuran gempa perubahan zaman, dari tsunami tehnologi dan globalisasi.
tapi kalau sesama orang islam mudah di bentrokkan mudah di adu domba, antara pasir, dan semen tak mau rukun, semen membatu karena merasa benar, yang bukan semen itu salah, yang paling kuat dan hebat itu semen, karena di olah di pabrik yang mahal, harganya juga tinggi, yang jadi batu bata juga tak mau di pakai, karena merasa yang jadi batu bata itu hanya tanah pilihan, yang bukan tanah pilihan tak akan bisa di pilih jadi batu bata. semua merasa paling hebat dan kelompoknya lah yang paling benar akidahnya, maka bangunan tak akan jadi, kecuali hanya berupa material berserakan, tak ada guna.
jangan mudah di adu domba, sekarang ini islam itu banyak pemeluknya, tapi hanya seperti buih di laut yang mudah di pecah belah dan di ombang ambingkan ombak peradaban.
kau lihatlah buih di laut itu, siapa yang mau mengambil buih? di pegang tak jadi apa apa, dan tak ada orang memperdulikannya.
Semoga bermanfaat.