19/01/2026
Repost: Geo Genius
Indonesia perlu berpikir jujur mengapa pihak asing, khususnya Arab Saudi, belum sepenuhnya menaruh kepercayaan. Padahal Indonesia merupakan penyumbang jemaah haji dan umrah terbesar di dunia, dengan aliran dana puluhan triliun rupiah setiap tahun. Namun kontribusi besar itu belum diimbangi dengan kepercayaan yang setara, baik dalam investasi, penggunaan produk Indonesia, adopsi sistem pembayaran nasional, maupun perlindungan pekerja migran.
Masalahnya bukan semata pada pihak luar, tetapi juga pada sikap Indonesia sendiri. Terlalu lama Indonesia merasa cukup menjadi penyumbang terbesar tanpa berani menegaskan posisi tawarnya. Hub**gan internasional tidak berjalan atas dasar jumlah semata, melainkan keberanian memperjuangkan kepentingan nasional. Ketika produk dalam negeri tidak diperjuangkan dan perlindungan warga negara lemah, kepercayaan sulit tumbuh.
Indonesia harus membangun kesadaran nasional, berani berbicara dengan posisi sejajar, dan menuntut timbal balik yang adil. Tanpa sikap tegas, Indonesia akan terus menjadi kontributor besar, tetapi hanya dipandang sebagai pasar dan penyedia dana, bukan sebagai mitra strategis yang dihormati.