02/06/2026
– Kelengahan pemilik kendaraan kembali menjadi celah empuk bagi pelaku pencurian sepeda motor. Sebuah Honda Beat milik warga Desa Gebangan, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, nyaris raib digondol pencuri setelah ditinggal dengan kunci masih menancap di kontak.
Beruntung, aksi pelaku berhasil digagalkan korban dan warga sekitar yang sigap melakukan pengejaran. Seorang pria asal Kota Semarang pun berakhir di tangan polisi.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (1/6/2026) siang di depan sebuah bengkel tambal ban di Jalan Raya Purwodadi–Semarang, Desa Gebangan.
Korban, Mijan (40), sebelumnya memarkirkan sepeda motor Honda Beat merah hitam miliknya di depan bengkel setelah membeli rokok di warung sekitar lokasi. Meski stang motor telah dikunci, kunci kontak ternyata masih tertinggal menancap di kendaraan.
Kesempatan itu langsung dimanfaatkan pelaku. Tak sampai dua menit setelah korban masuk ke dalam bengkel, seorang pria tak dikenal nekat menyalakan mesin dan membawa kabur motor tersebut.
Mendengar suara mesin motornya hidup, korban langsung berlari keluar. Saat itu pelaku sudah melaju beberapa meter dari lokasi parkir.
Tanpa pikir panjang, korban mengejar dan berhasil mendekati pelaku. Sebuah pukulan ke arah belakang kepala membuat pelaku kehilangan keseimbangan hingga terjatuh bersama motor curiannya.
Meski sempat berusaha kabur, langkah pelaku terhenti setelah korban berteriak "maling" dan mengundang perhatian warga sekitar. Warga yang berdatangan langsung ikut mengejar hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku.
Pelaku diketahui berinisial W (39), seorang sopir ekspedisi yang berdomisili di Pandansari, Semarang Tengah, Kota Semarang. Setelah diamankan warga, pelaku diserahkan ke Polsek Tegowanu untuk menjalani proses hukum.
Dari hasil pemeriksaan awal, W mengaku tidak beraksi seorang diri. Ia menyebut datang ke lokasi bersama seorang perempuan yang merupakan istrinya. Namun saat dirinya tertangkap, perempuan tersebut berhasil melarikan diri menggunakan kendaraan yang mereka pakai.
Plt Kapolsek Tegowanu AKP Abdul Kadir mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan masyarakat.