12/08/2026
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran di Grobogan, Lansia Tewas Terjebak Api
GROBOGAN, JAWA TENGAH — Kebakaran melanda sebuah rumah di Dusun Jeruk, Desa Monggot, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Selasa (11/8/2026) sore. Peristiwa tersebut menewaskan seorang perempuan lanjut usia berinisial S (67), yang tengah sakit dan tidak mampu menyelamatkan diri dari kepungan api.
Kebakaran pertama kali diketahui Paiman (70), pemilik rumah. Saat berada di bagian belakang rumah, Paiman melihat kepulan asap tebal berasal dari salah satu kamar di bagian depan.
Setelah diperiksa, api diketahui telah membakar tumpukan pakaian di dalam kamar. Paiman kemudian berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar berdatangan dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan rumah yang sebagian besar konstruksinya berbahan kayu. Bangunan berukuran sekitar 15 x 20 meter tersebut akhirnya ludes terbakar.
Di tengah kepanikan, S yang sedang terbaring sakit masih berada di dalam rumah. Korban baru dapat dievakuasi setelah api berhasil dipadamkan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Akibat kebakaran tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp80 juta.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian, kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang masih menyala dan berada di atas tumpukan pakaian di kamar milik Yuli Maryono (44), anak Paiman.
Kapolsek Geyer AKP Daryanto mengatakan, berdasarkan keterangan tenaga kesehatan setempat, Yuli diketahui mengalami gangguan jiwa.
“Berdasarkan keterangan bidan Desa Monggot dan Puskesmas Geyer I, Yuli Maryono (44) diketahui mengalami gangguan jiwa atau ODGJ,” ujar AKP Daryanto.
Polsek Geyer turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban serta meminta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menghadapi musibah tersebut.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama terkait penggunaan sumber api dan keberadaan bahan-bahan yang mudah terbakar di dalam rumah.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan rumah, terutama ketika terdapat benda mudah terbakar dan sumber api. Pencegahan harus dilakukan sebelum munculnya potensi bahaya,” pungkas AKP Daryanto.
Sumber: Grobog Jateng