31/01/2026
Banjir bukan hanya tentang hujan…
Tapi tentang hati manusia yang lupa menjaga amanah bumi.
Akhir-akhir ini, banjir datang silih berganti.
Air meluap, rumah terendam, sawah rusak,
anak-anak menangis, orang tua terdiam menatap sisa harapan.
Kita sering menyebutnya sebagai bencana alam.
Namun pelan-pelan, mari kita jujur pada diri sendiri…
Apakah semua ini murni karena alam?
Hutan ditebang tanpa rasa cukup.
Lahan dibuka tanpa memikirkan dampak.
Sungai dijadikan tempat sampah raksasa.
Tanah kehilangan pelindungnya.
Lalu ketika air datang,
kita bertanya: “Kenapa ini terjadi?”
Padahal bumi sudah lama berbisik,
memberi tanda,
memberi peringatan.
Allah menitipkan bumi kepada manusia,
bukan untuk dirusak,
tetapi untuk dijaga.
Mungkin ini saatnya kita berhenti saling menyalahkan,
dan mulai saling mengingatkan.
Mulai dari hal kecil:
Tidak membuang sampah sembarangan.
Menanam kembali pohon.
Mengolah lahan dengan bijak.
Mengajarkan anak-anak mencintai alam.
Karena menjaga lingkungan
bukan sekadar urusan aktivis,
tapi urusan iman.
Jika hari ini kita menjaga bumi,
insyaAllah esok bumi akan menjaga kita.