Sunnah To Jannah

Sunnah To Jannah Sunnah to Jannah

05/02/2025
KITA SEMUA adalah BURONAN KEMATIAN Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:"Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kamu lar...
23/01/2025

KITA SEMUA adalah BURONAN KEMATIAN

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.""
(QS. Al-Jumu'ah 62: Ayat 8)

KENAPA BANYAK ISTRI KURANG BERSYUKUR PADA SUAMINYA..?Foto seorang ikhwan yang sedang tidur di trotoar karena kecapek an ...
19/06/2024

KENAPA BANYAK ISTRI KURANG BERSYUKUR PADA SUAMINYA..?

Foto seorang ikhwan yang sedang tidur di trotoar karena kecapek an kerja jualan barang dagangan keliling desa. Ia sebagai kepala rumah tangga harus mencari nafkah hanya untuk membahagiakan istri dan anaknya.

ISTRI
Taukah dirimu kalau suamimu mungkin sering dicaci maki bosnya•••❓

ISTRI
Taukah dirimu kalau suamimu mungkin sering mendapat hinaan di luar sana•••❓

ISTRI
Taukah dirimu mungkin suamimu bahkan baru saja mempertaruhkan nyawanya demi dirimu dan anak" mu.

ISTRI
Taukah dirimu kalau suamimu mungkin sering menahan lapar demi bisa p**ang membawa uang.

Sebelum istri cemberut pada suaminya,,,
Hitung lah dulu telah berapa juta tetes keringat istri peras dari tubuh suaminya.

Sebelum istri marah pada suaminya,,,
Tataplah lekat-lekat mata suaminya, mungkin tanpa istri sadari mata semua itu telah banyak mengeluarkan air mata demi melihat diri istri tersenyum 😊 😞

Ketahuilah
Apabila sampai hari ini suami belum bisa memenuhi segala keinginan istri, itu hanya karena faktor keadaan.

Tak seorang pun kepala rumah tangga (suami) yang tidak ingin melihat keluarganya (istri dan anak) bahagia.
Sebelum istri marah kepada suaminya, lihatlah dan renungkan lah apa yg telah dilakukan oleh seorang suami.

Betapa suamimu sudah kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

Sebagian suami tak pandai menceritakan kepedihannya pada istri dan anaknya, ia telan sendiri.
Ia tak mau istri dan anaknya tahu betapa susahnya ia berjuang.. Ia hanya ingin istri dan anaknya bangga terhadap dirinya, terhadap pekerjaannya.

Untuk para ayah di mana pun berada.
Semoga amal ibadahmu diridhoi oleh Allah ﷻ dan menjadi pahala baginya. Aamiin.

Bagaimana Imam Bukhari Wafat? Imam Bukhari mendapat tekanan keras di akhir hayatnya dari penguasa kota-kota muslim. Lebi...
25/05/2024

Bagaimana Imam Bukhari Wafat?

Imam Bukhari mendapat tekanan keras di akhir hayatnya dari penguasa kota-kota muslim. Lebih tepatnya kota Naisabur, Bukhara, dan Samarkhan.

Di antara sebabnya:

- Imam Bukhari menolak mengajarkan anak-anak mereka di istana. Beliau selalu berkata: "Ilmu itu didatangi. Bukan dibawakan ke pintu-pintu"

- Rasa iri sebagian orang terhadap Imam Bukhari karena ketenaran dan sejarah yang ditorehnya.

- Dan sebab-sebab lainnya.

Ketika Imam Bukhari berumur 62 tahun, penguasa Naisabur memerintahkannya untuk keluar dari kota dan berkata bahwa keberadaannya tidak lagi diharapkan.

Beliau pun meninggalkan Naisabur hingga sampai di tanah lahirnya, Bukhara. Orang berbondong-bondong menyambutnya di gerbang kota dengan harta dan gula. Masyarakat biasa, penuntut ilmu, dan sebagian ahli hadist berkumpul di sana meninggalkan majelis ahli hadis lain sehingga hal itu membuat panas hati sebagian orang.

Tetapi tidak berselang lama, ketenaran itu membuat murka penguasa Bukhara, di samping datangnya surat dari penguasa Naisabur bahwa Imam Bukhari harus segera diusir dari Bukhara sebagaimana beliau diusir sebelumnya dari Naisabur.

Utusan penguasa Bukhara sampai di depan rumah dan meminta Imam Bukhari untuk segera meninggalkan Kota. Perintahnya berbunyi "Sekarang juga" beliau harus keluar!.

Imam Bukhari bahkan tidak diberi waktu untuk sekedar mengumpulkan dan merapikan buku-bukunya. Beliau terpaksa keluar kemudian berkemah di perbatasan Kota selama tiga hari untuk merapikan buku-bukunya sedangkan beliau tidak tau entah mau pergi kemana.

Imam Bukhari akhirnya memutuskan berangkat ke arah Kota Samarkhan. Tidak sampai masuk ke Kota, beliau berbelok ke arah salah satu desa disekitarnya, desa Kartank. Bertamu kepada sebagian kerabatnya di sana. Kali ini beliau ditemani oleh Ibrahim bin Ma'qil.

Tetapi hal itu tidak berlangsung lama. Pengawal penguasa Samarkhan pun sampai di depan pintu rumah tempat Imam Bukhari bertamu.

Kali ini perintah dari penguasa Samakhan adalah: Imam Bukhari harus keluar dari Samarkhan dan desa-desa sekitarnya. Padahal saat itu adalah malam Idul Fitri. Sayangnya, beliau disuruh untuk keluar "Sekarang" bukan setelah Idul Fitri.

Imam Bukhari takut membuat masalah untuk kerabat yang sudah memuliakannya. Ibrahim bin Ma'qil merapikan buku beliau di salah satu tunggangan beliau dan menyiapkan tunggangan lainnya untuk Imam Bukhari.

Ibrahim bin Ma'qil kembali ke rumah, barulah Imam Bukhari keluar dalam keadaan terpaksa. Keduanya berjalan menuju tunggangan.

Setelah 20 langkah, Imam Bukhari merasakan letih yang amat sangat. Beliau meminta Ibnu Ma'qil menunggunya sebentar untuk beristirahat.

Imam Bukhari duduk di tepi jalan kemudian tertidur. Beberapa menit setelahnya, ketika Ibnu Ma'qil ingin menbangunkan beliau, ternyata ruh beliau sudah diangkat ke sisi Allah. Rahimahullah.
Imam Bukhari wafat di tepi jalan pada malam Idul Fitri, 1 Syawal 256H. Dalam keadaan terusir dari satu kota ke kota lain di usia tuanya, 62 tahun.

Hari ini, tidak ada yang mengenali nama penguasa Naisabur, Bukhara, dan Samarkhan ketika itu. Tetapi semua kenal dengan Imam Bukhari.

Semoga Allah merahmati Imam Bukhari dan mengangkat derajatnya di surga yang tinggi bersama para nabi, syuhada, dan orang-orang salih.

📔 Siyar A'lam An-Nubala 12/468

via Muhammad Yusuf Rustam

Bismillah KISAH SEORANG WANITA YANG BERGELAR ISTRI SHALIHAHDiterjemahkan oleh Ustadz Dr Firanda AndirjaSahabat Fillahku....
20/09/2023

Bismillah

KISAH SEORANG WANITA YANG BERGELAR ISTRI SHALIHAH

Diterjemahkan oleh Ustadz Dr Firanda Andirja

Sahabat Fillahku.....

Kisah ini mungkin sudah dibaca oleh sahabat semua, dan ana tidak bosan membacanya, bahkan sampai berulang-ulang. Disini ana posting kembali sebagai muhasabah bagi ana pribadi dan semoga bisa jadi muhasabah p**a bagi yang membacanya.

Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata :

Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya...

Ia menikahiku pada tahun 1390 H... Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) dirumah ayahnya, sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi...

Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya...

Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini...

Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami... Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi...

Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (ditempat kerjanya,) dan p**ang tinggal bersama kami seminggu...

Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun…

Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H, tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh, ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik…

Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma... Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak...

95 persen organ otaknya telah rusak... Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia...

Dan semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa') tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya...

Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya…

Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali...

Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan,

karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya...

Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka-, yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati...

Akan tetapi aku menolaknya, benar-benar aku menolak anjuran tersebut...

Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada diatas muka bumi ini...

Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain, atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki...

Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah (mendidik) putri kecilku...

Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran, hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur'an, padahal umurnya kurang dari 10 tahun...

Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya...

Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu...

Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam, padahal sejak umurnya belum 7 tahun...

Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah (mendidik) putriku,

demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah...

Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya...

Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata kepadaku : Ummi, biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku...

Setelah keraguan menyelimutiku, akhirnya akupun mengizinkannya...

Putriku bercerita :

Aku duduk disamping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai... Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur...

Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku,

lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-...

Lalu sekali lagi, akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih ditempat sholatku...

Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, "Bangunlah…!!,.. bagaimana engkau tidur, sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??,..

bagaimana engkau tidur, sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??"...

Akupun bangun… seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…

lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-...

Aku berkata dalam do'aku, "Yaa Robbku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)… Yaa 'Adziim (Yang Maha Agung).., Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…,

Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…, Yaa Mut'aal (Yang Maha Tinggi)…, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…,

ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan, dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…,

kami beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu..,

Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…

Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…

sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…

Ya Allah…
sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…

Ya Allah,
milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…"

Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh...

Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.., "Siapa engkau?,..
apa yang kau lakukan disini?"...

Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun...

Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku…

Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…,

sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar...

Ia berkata, "Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku!"...

Maka aku berkata kepadanya, "Aku ini putrimu Asmaa'"...

Maka ayahku pun terdiam...

Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter... Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi, merekapun keheranan...

Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : "Subhaanallahu"...

Dokter yang lain dari Mesir berkata, "Maha suci Allah, Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering"...

Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya...

Iapun menangis…

dan berkata:

, اللهُ خُيْرًا حًافِظًا وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ
Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…,

demi Allah, tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan, aku berniat untuk berhenti melaksanakan sholat dhuha,

aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat dhuha atau tidak??...

Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa' akhirnya kembali lagi bagi kami, sebagaimana biasanya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun...

Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua…

Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…, Yang telah menjaga putrinya…,

Yang telah memberi taufiq kepadaku, dan menganugerahkan keikhlasan bagiku, hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku… meskipun ia dalam keadaan koma…

Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do'a…, sesungguhnya tidak ada yang menolak qodoo' kecuali do'a…

barangsiapa yang menjaga syari'at Allah,
maka Allah akan menjaganya...

Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua…

dan hendaknya kita ingat bahwasanya ditangan Allah lah pengaturan segala sesuatu…

ditanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur…

Ini adalah kisahku sebagai 'ibroh (pelajaran), semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup,

dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup…

Maka ketuklah pintu langit dengan do'a,
dan yakinlah dengan pengabulan Allah….
Demikianlah, Alhamdulillahi Robbil 'Aaalamiin

(SELESAI)...

Janganlah pernah putus asa jika Tuhanmu adalah ALLAH..…
Cukup ketuklah pintu-NYA dengan doamu yang tulus…

Hiaslah do'amu dengan berhusnudzon kepada ALLAH Yang Maha Suci....
Lalu yakinlah dengan pertolongan yang dekat dariNYA…

Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 19-11-1434 H / 25 September 2013 M

sumber : http://www.muslm.org/vb/archive/index.php/t-416953.html

https://firanda.com/898-kisah-istri-sholehah-berhak-untuk-dibaca.html

12/09/2023
BismillahSekedar mengingatkan, barangkali mungkin ada yang belum tahu..
06/09/2023

Bismillah

Sekedar mengingatkan, barangkali mungkin ada yang belum tahu..

Bismillah TETAPLAH TAAT "Tetaplah sholat.. Meski nikmat ibadah itu hampir tidak ada lagi.., meskipun tilawah Qur'an mu s...
26/08/2023

Bismillah

TETAPLAH TAAT

"Tetaplah sholat..
Meski nikmat ibadah itu hampir tidak ada lagi.., meskipun tilawah Qur'an mu seolah sudah mati rasa..

Tetaplah sholat..
Sebab engkau tidak tahu dirakaat mana kasih Allah akan mendekapmu.
Dan di ayat mana Allah mulai melembutkanmu hatimu."

Ustadz Abul Azmi

Address

Gunungtua

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sunnah To Jannah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Sunnah To Jannah:

Share