15/01/2026
- Nasib peternak sapi dan kambing di Blok Bolang, Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, kian memprihatinkan. Mereka kini menghadapi krisis pakan berkepanjangan yang diperparah dengan konflik lahan perkebunan tebu.
Krisis pakan sudah dirasakan sejak beberapa tahun terakhir, namun kondisinya semakin parah setelah tidak lagi tersedia lahan angonan untuk ternak. Akibatnya, peternak terpaksa menggembalakan sapi di sekitar kebun tebu.
Masalah pun muncul. Sebanyak 17 peternak sapi dituntut mengganti rugi lahan tebu yang disebut rusak akibat ternak. Total kerusakan diklaim mencapai 41 hektare, tersebar di Desa Jambak dan Desa Amis, dengan nilai ganti rugi Rp 10 juta per hektare.
“Kami diminta mengganti rugi, padahal kami sendiri tidak tahu bentuk kerusakannya seperti apa,” kata Tarmo, salah satu peternak, Kamis (15/1/2026).
Mediasi sempat dilakukan di Kantor Kecamatan Cikedung pada 5 Januari 2026. Para peternak menyatakan siap bertanggung jawab, namun meminta kerusakan diverifikasi terlebih dahulu agar tidak memberatkan mereka.
Blok Bolang selama ini dikenal sebagai sentra peternakan di Indramayu. Tercatat sekitar 65 peternak sapi dengan hampir 2.000 ekor ternak. Namun, Tarmo mempertanyakan mengapa hanya 17 peternak yang dituntut.
Peternak juga berharap pemerintah daerah segera turun tangan, terutama menyediakan kembali lahan angonan agar konflik serupa tidak terus berulang.
Selain itu, mereka menyayangkan hasil penelitian dari sejumlah perguruan tinggi yang dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan peternak.
“Banyak yang datang penelitian, tapi setelah itu pergi begitu saja. Kami tidak merasakan manfaatnya,” ujar Tarmo.
Para peternak berharap ada solusi nyata, bukan sekadar janji, agar sentra peternakan Blok Bolang tetap bertahan dan tidak terus terpuruk.
Semoga ada titik temu yang terbaik untuk semua pihak 🤲