02/06/2026
TERUPDATE. "SAMA SI4PA LAGI KAMI MENG4DU?!" J£RIT4N IBU K0RB4N BlKlN HATI T£RlRlS
"Adil... adil... tid4k ada keadilan! Kalau kay4k gitu, kau bhunvh saja nanti semua m4nvsia! Hanya 10 bulan di dalam tah4n4n. Adil itu, Pak...Tl0ng, sama siapa lagi kami harus meng4du..."
Teri4kan pilu seorang ibu pecah di halaman depan gedvng pengadilan. Di bawah langit yang mendung, ia men4ngis sambil mengg€nggam ft0 an4knya yang telah md, melvapkan kekec€waan terhadap putusan yang baru saja dibacakan.
----
Halaman depan gedvng pengadilan siang itu menjadi s4ksi runtvhnya harapan seorang ibu. Baru beberapa langkah keluar dari area sidang, air mat4nya tak lagi mampu dibendvng.
Sambil mengangkat ft0 putranya, ia bert€riak meminta keadilan di hadapan siapa pun yang mendengar.
"Coba bay4ngkan kalau hal ini terj4di pada an4k kalian sendiri, adil tid4k... Biarpun saya orang bd0h, saya tahu ini tid4k adil! Nya,wa an4k saya cvma dih4rgai sepuluh bulan penj4ra!"
Bagi keluarga, putusan tersebut terasa sangat berat untuk diterima. Mereka merasa kehil4ngan seorang an4k yang masih memiliki masa depan panjang, sementara hukvman yang dijatvhkan dinilai belum menc€rminkan rasa keadilan yang mereka harapkan.
----
Peristiwa yang mer€nggut nya,wa kor,ban bermvla dari insid€n yang kemudian berujvng pada prozes hukum dan persidangan panjang.
Kor,ban yang masih berstatus pelajar SMP sempat mendapatkan peraw4tan m€dis setelah meng4lami lvka serius. Namun, k0ndizinya terus membvruk hingga akhirnya diny4tak4n md.
Sejak saat itu, kehidupan keluarga berubah total. Hari-hari yang sebelumnya dipenuhi tawa kini berganti dengan dbka yang tidak kunjung reda.
Sambil mem€luk ft0 an4knya di halaman pengadilan, sang ibu kembali men4ngis.
"Ini tid4k adil, Pak! An4k saya masih di bawah umvr. Dia sudah tidak bisa pulang ke rumah. Dia tidak bisa duduk lagi bersama kami. Dia pulang dalam kead4an sudah tidak b€rny4wa. Tid4k adil, Pak!"
----
Putvsan 10 bulan penj4ra yang dijatvhkan kepada terd4kw4 menjadi alasan utama keluarga terus menyvarakan keber4tan mereka.
Di luar ruang sidang, keluarga menilai perjvangan mereka belum selesai. Bersama kuasa hukum, mereka berencana menempuh langkah hukvm lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi sang ibu, perjvangan itu bukan lagi soal dirinya, melainkan tentang su4ra seorang an4k yang tidak lagi bisa berbicara membela dirinya sendiri.
---
Sebuah persidangan mungkin telah berakhir, tetapi lvka yang ditinggalkan bagi keluarga kor,ban tamp4knya belum akan sembvh dalam waktu dekat.
Di halaman pengadilan itu, yang tersisa hany4lah t4ngis seorang ibu, ft0 an4k yang terus digenggam er4t, dan harapan agar keadilan yang mereka cari suatu hari benar-benar dapat mereka ras4kan.