25/12/2025
Pada 26 November 2018, wahana InSight (Interior Exploration using Seismic Investigations, Geodesy and Heat Transport) milik NASA resmi mendarat di Planet Mars. Tak lama setelah mendarat, InSight mengirimkan foto pertamanya ke Bumi—sebuah gambar sederhana namun bersejarah yang memperlihatkan permukaan Mars dengan lensa kamera yang masih tertutup debu tipis akibat proses pendaratan.
Berbeda dengan Perseverance, InSight bukanlah rover, melainkan lander. Artinya, InSight tidak berjalan menjelajahi Mars, tetapi diam di satu lokasi untuk melakukan penelitian mendalam tentang bagian dalam planet. Misi utamanya adalah mempelajari struktur internal Mars—mulai dari kerak, mantel, hingga inti—menggunakan seismometer super sensitif untuk merekam “gempa Mars” (marsquake).
Foto pertama yang dikirim InSight bukan soal keindahan visual, melainkan bukti keberhasilan pendaratan. Debu yang terlihat di gambar berasal dari awan pasir yang terangkat saat roket pendaratan menyentuh permukaan. Setelah penutup lensa dibuka, barulah InSight mengirimkan gambar yang lebih jernih dari dataran Elysium Planitia, lokasi pendaratannya.
Sebelum InSight, Mars telah lebih dulu diselidiki oleh rover seperti Opportunity dan Curiosity, yang berfokus pada permukaan dan sejarah lingkungan Mars. Setelah InSight, NASA mengirim Perseverance, rover canggih yang diluncurkan pada 30 Juli 2020 dan mendarat pada Februari 2021, dengan misi utama mencari tanda-tanda kehidupan purba serta mengumpulkan sampel batu dan tanah untuk dibawa ke Bumi di masa depan.
Melalui misi-misi ini, pandangan kita tentang Mars terus berubah. Planet yang tampak merah dan gersang dari kejauhan ternyata menyimpan cerita kompleks tentang air, aktivitas geologi, dan kemungkinan masa lalu yang lebih “hidup” dari yang pernah kita bayangkan.
🚀 Dari satu foto sederhana InSight, hingga eksplorasi canggih Perseverance—Mars perlahan membuka rahasianya.
🪐🔴