Bagi Kertas Lite

Bagi Kertas Lite Akun Official Bagi Kertas Lite di Facebook. Hubungi kami: https://linktr.ee/bagikertas

Pada 26 November 2018, wahana InSight (Interior Exploration using Seismic Investigations, Geodesy and Heat Transport) mi...
25/12/2025

Pada 26 November 2018, wahana InSight (Interior Exploration using Seismic Investigations, Geodesy and Heat Transport) milik NASA resmi mendarat di Planet Mars. Tak lama setelah mendarat, InSight mengirimkan foto pertamanya ke Bumi—sebuah gambar sederhana namun bersejarah yang memperlihatkan permukaan Mars dengan lensa kamera yang masih tertutup debu tipis akibat proses pendaratan.

Berbeda dengan Perseverance, InSight bukanlah rover, melainkan lander. Artinya, InSight tidak berjalan menjelajahi Mars, tetapi diam di satu lokasi untuk melakukan penelitian mendalam tentang bagian dalam planet. Misi utamanya adalah mempelajari struktur internal Mars—mulai dari kerak, mantel, hingga inti—menggunakan seismometer super sensitif untuk merekam “gempa Mars” (marsquake).

Foto pertama yang dikirim InSight bukan soal keindahan visual, melainkan bukti keberhasilan pendaratan. Debu yang terlihat di gambar berasal dari awan pasir yang terangkat saat roket pendaratan menyentuh permukaan. Setelah penutup lensa dibuka, barulah InSight mengirimkan gambar yang lebih jernih dari dataran Elysium Planitia, lokasi pendaratannya.

Sebelum InSight, Mars telah lebih dulu diselidiki oleh rover seperti Opportunity dan Curiosity, yang berfokus pada permukaan dan sejarah lingkungan Mars. Setelah InSight, NASA mengirim Perseverance, rover canggih yang diluncurkan pada 30 Juli 2020 dan mendarat pada Februari 2021, dengan misi utama mencari tanda-tanda kehidupan purba serta mengumpulkan sampel batu dan tanah untuk dibawa ke Bumi di masa depan.

Melalui misi-misi ini, pandangan kita tentang Mars terus berubah. Planet yang tampak merah dan gersang dari kejauhan ternyata menyimpan cerita kompleks tentang air, aktivitas geologi, dan kemungkinan masa lalu yang lebih “hidup” dari yang pernah kita bayangkan.

🚀 Dari satu foto sederhana InSight, hingga eksplorasi canggih Perseverance—Mars perlahan membuka rahasianya.

🪐🔴

Sekitar 130 tahun lalu, manusia untuk pertama kalinya berhasil mengabadikan wajah tetangga kosmik terdekat kita — Galaks...
25/12/2025

Sekitar 130 tahun lalu, manusia untuk pertama kalinya berhasil mengabadikan wajah tetangga kosmik terdekat kita — Galaksi Andromeda. 🌌✨

Pada 1888–1889, sebuah foto revolusioner diambil oleh Isaac Roberts, seorang pengusaha sekaligus astronom amatir asal Inggris yang dikenal sebagai salah satu astrofotografer terbaik di masanya. Karyanya ini dianggap sebagai mahakarya terbesar Roberts dan menjadi tonggak penting dalam sejarah astronomi.

📷 Bagaimana foto ini diambil?
Roberts memotret Andromeda menggunakan teleskop reflektor berdiameter 50 cm, yang dilengkapi teleskop refraktor pemandu 17,7 cm. Seluruh sistem teleskop tersebut ia pasang di kediaman pribadinya di Liverpool — bukan di observatorium besar.
Yang lebih menakjubkan, foto ini dihasilkan dengan waktu eksposur sekitar 4 jam, sebuah pencapaian luar biasa di era ketika teknologi fotografi masih sangat terbatas.

🔭 Nebula atau galaksi?
Pada masa itu, objek ini dikenal sebagai Nebula Andromeda. Banyak ilmuwan mengira ia hanyalah awan gas redup yang merupakan bagian dari Galaksi Bima Sakti. Belum ada bukti bahwa alam semesta berisi banyak galaksi seperti yang kita ketahui sekarang.

🧠 Perubahan besar datang pada 1923
Baru pada tahun 1923, astronom Edwin Hubble membuktikan bahwa “nebula” Andromeda sebenarnya berada jauh di luar Bima Sakti. Jaraknya diperkirakan sekitar 1 juta tahun cahaya (pengukuran modern menunjukkan jarak yang lebih akurat, yakni ±2,53 juta tahun cahaya).
Temuan ini mengubah segalanya — untuk pertama kalinya manusia menyadari bahwa alam semesta berisi banyak galaksi, bukan hanya satu. Alam semesta tiba-tiba menjadi jauh lebih besar dari yang pernah dibayangkan.

🌠 Andromeda hari ini
Kini, kita mengenal Andromeda sebagai galaksi spiral raksasa, tetangga terdekat Bima Sakti, dengan ukuran yang hampir sebanding. Melihat Andromeda seolah sedang bercermin ke masa depan, karena suatu hari nanti kedua galaksi ini akan bertabrakan dan menyatu.
Memandang Andromeda juga seperti melihat potret rumah kita sendiri dari luar — sesuatu yang tidak akan pernah bisa kita saksikan secara langsung dari dalam Bima Sakti.

✨ Dari halaman belakang rumah di Liverpool hingga mengubah cara manusia memandang alam semesta, foto pertama Galaksi Andromeda ini membuktikan bahwa rasa ingin tahu, kesabaran, dan ilmu pengetahuan mampu membuka tabir kosmos.

Hari ini, memotret di bawah air terasa begitu mudah. Smartphone tahan air, action cam, hingga kamera selam profesional m...
24/12/2025

Hari ini, memotret di bawah air terasa begitu mudah. Smartphone tahan air, action cam, hingga kamera selam profesional membuat dunia bawah laut bisa diabadikan hanya dengan satu sentuhan. Namun lebih dari seabad lalu, mengambil foto di bawah air adalah tantangan ekstrem yang nyaris mustahil.

Lalu, siapa orang pertama yang berani melakukannya?

Jawabannya adalah Louis Boutan, seorang ilmuwan dan fotografer asal Prancis (❗bukan Rumania). Ia dikenal sebagai pelopor fotografi bawah air dunia. Sekitar akhir abad ke-19, Boutan bekerja di Laboratorium Biologi Kelautan Banyuls-sur-Mer, Prancis Selatan. Di sanalah kecintaannya pada laut dan aktivitas menyelam mendorongnya untuk melakukan eksperimen yang belum pernah dicoba siapa pun sebelumnya.

Pada tahun 1893, Boutan mulai mengembangkan kamera khusus yang dapat digunakan di bawah air dengan bantuan saudaranya, Auguste Boutan. Kamera ini dilengkapi dengan rumah kedap air dan sistem pengoperasian mekanis yang memungkinkan pengaturan fokus serta pemotretan dari dalam laut.

Namun tantangan terbesarnya bukan kamera—melainkan cahaya.
Cahaya matahari sangat cepat berkurang di bawah permukaan laut, sementara teknologi lampu saat itu masih sangat terbatas. Untuk mengatasinya, Boutan menciptakan sistem pencahayaan ekstrem berupa lampu magnesium dan lampu alkohol yang dipicu oksigen, sebuah metode berbahaya namun inovatif pada masanya.

Akibat keterbatasan teknologi, proses pemotretan bisa memakan waktu hingga 30 menit hanya untuk satu eksposur. Hasilnya pun jauh dari sempurna. Foto bawah air pertama yang diambil sekitar tahun 1899 terlihat gelap, kontras tinggi, dan nyaris seperti foto horor hitam-putih. Tapi justru dari keterbatasan inilah sejarah besar dimulai.

Meski tampak menyeramkan dan minim detail warna, karya Louis Boutan menjadi tonggak penting dalam sejarah fotografi. Eksperimennya membuka jalan bagi dokumentasi ilmiah laut, fotografi selam modern, hingga industri visual bawah air yang kita nikmati hari ini.

🌊 Dari eksperimen berisiko tinggi di laut Prancis, hingga kamera di genggaman tangan kita sekarang—semua berawal dari satu keberanian untuk mencoba hal yang dianggap mustahil.

✨ Sejarah membuktikan: kemajuan teknologi selalu dimulai dari rasa ingin tahu.

Sekilas, foto ini tampak seperti dua ujung jarum dengan cahaya kecil berpendar di tengahnya. Namun titik terang itulah y...
24/12/2025

Sekilas, foto ini tampak seperti dua ujung jarum dengan cahaya kecil berpendar di tengahnya. Namun titik terang itulah yang membuat foto ini istimewa—sebuah atom tunggal yang benar-benar berhasil dipotret.

Foto berjudul “Single Atom in an Ion Trap” ini diambil oleh David Nadlinger, mahasiswa doktoral Universitas Oxford. Berbeda dari anggapan umum, foto ini bukan hasil ilustrasi komputer atau mikroskop elektron, melainkan foto asli yang diambil menggunakan kamera digital biasa di atas tripod, dipadukan dengan lensa tambahan untuk memperpanjang fokus.

📌 Apa sebenarnya yang terlihat?
Titik cahaya kecil itu adalah sebuah ion strontium bermuatan positif. Atom tersebut ditahan menggunakan ion trap—perangkat yang memanfaatkan medan listrik untuk “menggantung” atom di ruang hampa. Jarak antara dua elektroda (yang tampak seperti ujung jarum) sekitar 2 milimeter, dan atom berada tepat di tengahnya.

📌 Kenapa atomnya bisa terlihat bercahaya?
Atom ini disinari laser dengan panjang gelombang tertentu. Ketika atom menyerap energi dari laser dan memancarkannya kembali, cahaya tersebut cukup kuat untuk tertangkap kamera dengan eksposur panjang, meskipun ukurannya jauh lebih kecil dari panjang gelombang cahaya itu sendiri.

📌 Lingkungan ekstrem di balik foto sederhana
Walau peralatan kamera terlihat “sederhana”, proses ilmiahnya tidak. Atom dipotret melalui jendela ruang vakum bertekanan ultra-tinggi, hampir tanpa udara sama sekali, agar atom tidak bertabrakan dengan partikel lain dan tetap stabil.

🏆 Prestasi ilmiah dan visual
Foto ini memenangkan kategori “Equipment and Facilities” dalam Engineering and Physical Sciences Research Council (EPSRC) Science Photography Competition 2018. Kemenangan ini bukan hanya karena keindahannya, tetapi karena berhasil menjembatani sains tingkat tinggi dengan visual yang bisa dipahami publik.

✨ Foto ini menjadi pengingat bahwa:

Bahkan sesuatu yang paling kecil di alam semesta bisa meninggalkan jejak cahaya—asal kita tahu cara melihatnya.

📚 Sumber:
EPSRC & laporan ABC Australia Plus (14 Februari 2018)
📷 Kredit foto: David Nadlinger, University of Oxford

Tahukah kamu? Sue adalah nama panggilan untuk salah satu fosil Tyrannosaurus rex paling lengkap, terbesar, dan paling te...
23/12/2025

Tahukah kamu? Sue adalah nama panggilan untuk salah satu fosil Tyrannosaurus rex paling lengkap, terbesar, dan paling terpelihara yang pernah ditemukan hingga saat ini. Fosil ini memiliki kode ilmiah FMNH PR 2081 dan ditemukan pada tahun 1990 di South Dakota, Amerika Serikat, oleh ahli paleontologi Sue Hendrickson—dari sinilah nama “Sue” berasal.

🦴 Seberapa istimewa Sue?
✔️ Sekitar 90% kerangkanya lengkap, termasuk tengkorak besar dengan gigi-gigi tajam
✔️ Panjang tubuh diperkirakan mencapai 12,3 meter
✔️ Tinggi di bagian pinggul sekitar 4 meter
✔️ Berat hidupnya saat masih hidup diperkirakan 8–9 ton
✔️ Umurnya saat mati diperkirakan sekitar 28–30 tahun, usia yang sangat tua untuk seekor T. rex

🏛️ Saat ini, Sue dipamerkan di Field Museum of Natural History, Chicago, dan menjadi salah satu koleksi fosil paling ikonik di dunia. Tengkorak aslinya dipajang terpisah karena bobotnya yang sangat berat, sementara replika dipasang di rangka utama agar aman secara struktur.

⚠️ Koreksi Informasi pada Gambar:
Kalimat “fosil Tyrannosaurus rex terbesar” perlu diluruskan.
➡️ Sue bukan yang terbesar secara ukuran, tetapi yang paling lengkap dan paling terpelihara.
➡️ Beberapa spesimen lain seperti Scotty diperkirakan lebih besar, namun tidak sekomplet Sue.

🧬 Dari tulang-tulang Sue, para ilmuwan bisa mempelajari:
– Pola pertumbuhan T. rex
– Cedera dan penyakit tulang
– Cara berjalan dan postur tubuh
– Hingga kemungkinan penyebab kematiannya

📌 Kesimpulannya:
Sue adalah fosil yang paling membantu manusia memahami kehidupan Tyrannosaurus rex secara utuh, bukan sekadar besar, tapi kaya akan informasi ilmiah.

Kalau dinosaurus masih hidup hari ini… kira-kira Sue bakal jadi raja atau ratu hutan? 😄🦖

Fosil ini dikenal sebagai “Fighting Dinosaurs”, salah satu temuan paling ikonik dalam sejarah paleontologi. Ia memperlih...
23/12/2025

Fosil ini dikenal sebagai “Fighting Dinosaurs”, salah satu temuan paling ikonik dalam sejarah paleontologi. Ia memperlihatkan dua dinosaurus—Velociraptor mongoliensis dan Protoceratops andrewsi—yang terkunci dalam posisi pertarungan tepat sebelum mati, sekitar 75 juta tahun lalu, pada era Kapur Akhir.

Velociraptor, predator kecil yang gesit, terlihat menancapkan cakar sabit khasnya ke leher atau tubuh Protoceratops. Sementara itu, Protoceratops—herbivora bertubuh kekar dengan paruh kuat—diduga menggigit atau menekan lengan Velociraptor sebagai bentuk perlawanan. Posisi tulang-tulang mereka menunjukkan bahwa ini bukan rekayasa, melainkan momen nyata yang terawetkan.

💀 Bagaimana keduanya bisa mati bersamaan?
Para ilmuwan meyakini pertarungan ini terhenti secara tiba-tiba akibat bencana alam mendadak, kemungkinan besar longsoran pasir atau badai pasir. Keduanya terkubur hidup-hidup, sehingga tubuh mereka membatu dalam posisi terakhirnya.

📍 Lokasi penemuan yang BENAR:
Fosil ini ditemukan pada tahun 1971 di Tugrikin Shireh, bagian dari Gurun Gobi, Mongolia — bukan di Cina seperti yang sering keliru disebutkan.

🔬 Mengapa fosil ini penting?
Temuan ini menjadi bukti langsung perilaku dinosaurus, membantah anggapan lama bahwa fosil hanya menunjukkan posisi acak setelah mati. Dari sini, ilmuwan bisa memahami:

Cara berburu Velociraptor
Cara bertahan Protoceratops
Interaksi predator–mangsa yang benar-benar terjadi
Fosil ini mengingatkan kita bahwa sejarah Bumi bukan hanya tentang tulang, tapi tentang drama hidup dan mati yang nyata, yang kebetulan membeku selamanya di dalam batu.

🦴⏳ Satu pertarungan. Dua dinosaurus. Satu momen abadi.

🦖✨

Pernah bertanya-tanya bagaimana fondasi jembatan bisa berdiri kokoh di tengah sungai yang berarus? Foto ini memperlihatk...
22/12/2025

Pernah bertanya-tanya bagaimana fondasi jembatan bisa berdiri kokoh di tengah sungai yang berarus? Foto ini memperlihatkan salah satu metode paling penting dalam konstruksi jembatan, yaitu cofferdam. Metode ini memungkinkan para pekerja membangun fondasi seolah-olah berada di daratan, meskipun sebenarnya berada di tengah aliran air.

Cofferdam adalah struktur sementara yang dibuat dengan menancapkan lembaran baja (steel sheet pile) membentuk lingkaran atau segi banyak di dasar sungai. Area di dalamnya kemudian dipompa hingga air keluar seluruhnya, menciptakan ruang kerja kering. Dengan kondisi ini, proses penggalian tanah, pemasangan tulangan baja, hingga pengecoran beton dapat dilakukan dengan aman dan presisi tinggi.

Setelah mencapai lapisan tanah atau batuan yang kuat, fondasi jembatan dibangun—biasanya berupa pile cap yang terhubung dengan tiang pancang. Cofferdam hanya digunakan selama tahap konstruksi fondasi. Setelah beton mengeras dan struktur mampu menahan beban, cofferdam dibongkar dan aliran sungai dikembalikan seperti semula.

Teknik ini banyak digunakan di seluruh dunia karena mampu menjaga kualitas struktur, meminimalkan risiko kerja bawah air, serta memastikan fondasi jembatan benar-benar kuat dan tahan lama. Dari atas, jembatan terlihat sederhana. Namun di bawahnya, ada rekayasa teknik yang sangat matang. 🌉

Pada tahun 2015, sekelompok peneliti dari Tufts University (AS) mengirim planaria (flatworm) ke Stasiun Luar Angkasa Int...
22/12/2025

Pada tahun 2015, sekelompok peneliti dari Tufts University (AS) mengirim planaria (flatworm) ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk mempelajari bagaimana lingkungan mikrogravitasi memengaruhi kemampuan regenerasi makhluk hidup.

🔬 Apa yang terjadi?
Flatworm dikenal luar biasa karena bisa menumbuhkan kembali bagian tubuhnya, bahkan kepala dan otak. Di Bumi, jika tubuhnya dipotong, hasil regenerasinya hampir selalu konsisten.

Namun di luar angkasa, hasilnya berbeda.
Salah satu flatworm yang kembali ke Bumi beregenerasi menjadi dua kepala — satu di tiap ujung tubuhnya.

✂️ Lalu apakah dua kepala itu dipotong?
Ya. Peneliti kemudian memotong flatworm dua kepala tersebut untuk melihat apakah efeknya permanen.

📌 Hasilnya penting:
Setelah dipotong dan dibiarkan beregenerasi di Bumi, flatworm itu kembali tumbuh dengan satu kepala, bukan dua.

❗ Artinya apa?
👉 Mikrogravitasi memengaruhi proses regenerasi,
👉 TAPI efeknya TIDAK permanen.
Begitu kembali ke lingkungan Bumi, pola regenerasi flatworm kembali normal.

⚠️ Koreksi informasi yang sering salah di internet:
❌ BUKAN karena radiasi membuat mutasi permanen
❌ BUKAN bukti makhluk hidup berevolusi cepat di luar angkasa
✅ Ini adalah perubahan sementara akibat lingkungan mikrogravitasi

🧠 Kenapa riset ini penting?
Penelitian ini membantu ilmuwan memahami:
• Cara sel “berkomunikasi” saat membentuk organ
• Dasar regenerasi jaringan
• Potensi pengobatan luka dan kerusakan saraf di masa depan
• Dampak luar angkasa pada tubuh astronot

🌌 Luar angkasa memang ekstrem, tapi tubuh makhluk hidup ternyata punya “ingatan biologis” yang luar biasa.

Fitzroy River turtle (Rheodytes leukops) adalah spesies kura-kura air tawar yang hanya hidup di Sungai Fitzroy, Queensla...
21/12/2025

Fitzroy River turtle (Rheodytes leukops) adalah spesies kura-kura air tawar yang hanya hidup di Sungai Fitzroy, Queensland, Australia 🇦🇺. Hewan ini dikenal dunia bukan karena ukuran atau kekuatannya, melainkan karena kemampuan bernapas yang sangat tidak biasa.

Selain menggunakan paru-paru seperti reptil lain, kura-kura ini mampu menyerap oksigen melalui kloaka, yaitu satu lubang yang berfungsi untuk pembuangan kotoran dan reproduksi. Di dalam kloaka terdapat struktur khusus bernama bursae kloaka yang dipenuhi pembuluh darah, memungkinkan oksigen dari air masuk langsung ke aliran darah 💨.
Dalam kondisi tertentu, cara ini bisa memenuhi sebagian besar kebutuhan oksigen mereka saat berada di bawah air.

Kemampuan ini membuat Fitzroy River turtle bisa berdiam lama di dasar sungai tanpa harus sering muncul ke permukaan. Adaptasi ini sangat berguna di perairan berarus deras, tempat naik ke permukaan bisa berbahaya 🌊⚠️.

Namun, kemampuan unik ini juga menjadi kelemahan. Karena bergantung pada oksigen terlarut di air, kura-kura ini sangat sensitif terhadap pencemaran dan perubahan kualitas air. Pembangunan bendungan, degradasi habitat, serta aktivitas manusia membuat populasinya terus menurun 📉.

Saat ini, Fitzroy River turtle termasuk spesies terancam punah. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa evolusi bisa menciptakan solusi yang luar biasa—tetapi tetap rapuh jika lingkungannya rusak.

Alam selalu punya cara yang aneh, cerdas, dan tak pernah gagal bikin manusia tercengang 🧠✨

Sekilas terlihat seperti pusaran air raksasa, namun pola spiral berwarna hijau kebiruan ini sebenarnya adalah sekumpulan...
21/12/2025

Sekilas terlihat seperti pusaran air raksasa, namun pola spiral berwarna hijau kebiruan ini sebenarnya adalah sekumpulan fitoplankton—organisme mikroskopis yang menjadi fondasi kehidupan di laut. Fenomena ini berhasil diabadikan oleh satelit NASA di wilayah Samudra Atlantik Utara hingga perairan dekat Arktik, dengan ukuran pusaran yang bisa mencapai puluhan hingga ratusan kilometer, bahkan sebanding dengan luas sebuah negara kecil seperti Irlandia.

Fitoplankton adalah mikroorganisme fotosintetik yang hidup mengapung di permukaan laut. Meski ukurannya sangat kecil, perannya luar biasa besar 🌍
🔹 Menghasilkan sekitar 50% oksigen yang kita hirup di Bumi
🔹 Menjadi dasar rantai makanan laut, dari zooplankton hingga paus
🔹 Menyerap karbon dioksida (CO₂) dari atmosfer dan membantu menekan laju perubahan iklim

Pola spiral ini terbentuk karena arus laut dan pusaran besar (ocean eddies) yang membawa nutrien dari laut dalam ke permukaan. Ketika nutrien melimpah dan cahaya matahari cukup, fitoplankton berkembang pesat membentuk bloom, menciptakan lukisan alami yang hanya bisa dilihat dari luar angkasa.

Namun, keseimbangan ini rapuh ⚠️
Perubahan iklim, pemanasan laut, dan pencemaran dapat mengganggu pertumbuhan fitoplankton, yang berdampak langsung pada ekosistem laut dan iklim global.

Makhluk tak kasat mata ini mungkin jarang kita sadari, tapi tanpa mereka, Bumi tidak akan seperti sekarang 🌏💙

Sekilas terlihat seperti tornado sungguhan, tapi ini bukan angin dan awan—melainkan ribuan ikan yang berenang serempak m...
20/12/2025

Sekilas terlihat seperti tornado sungguhan, tapi ini bukan angin dan awan—melainkan ribuan ikan yang berenang serempak membentuk pusaran raksasa di laut. Fenomena ini dikenal sebagai Fish Tornado atau fish vortex.

📸 Foto ikonik ini sering dikaitkan dengan Cabo Pulmo National Park, Meksiko, dan memang lokasi tersebut benar. Cabo Pulmo berada di Laut Cortez (Teluk California) dan dikenal sebagai salah satu kisah sukses konservasi laut dunia. Setelah penangkapan ikan dihentikan sejak 1995, biomassa ikan di kawasan ini meningkat lebih dari 400% dalam dua dekade, membuat fenomena seperti ini bisa terjadi.

🔍 Koreksi & klarifikasi penting:
Nama Octavio Aburto kerap disebut sebagai fotografer. Faktanya, Octavio Aburto adalah seorang ilmuwan kelautan (marine ecologist) dan peneliti, bukan fotografer profesional. Ia banyak mendokumentasikan dan mempublikasikan pemulihan ekosistem Cabo Pulmo melalui riset dan kolaborasi visual dengan fotografer bawah laut. Jadi, foto-foto Fish Tornado di Cabo Pulmo tidak selalu diambil langsung olehnya, meski ia berperan besar dalam mengenalkan fenomena ini ke dunia.

🐟 Kenapa ikan membentuk Fish Tornado?
• 🤝 Perlindungan dari predator – bergerak berkelompok membuat ikan tampak lebih besar dan membingungkan pemangsa.
• 🧭 Efisiensi berenang – pusaran membantu menghemat energi.
• 🌊 Respons terhadap lingkungan – arus laut, cahaya, dan kehadiran predator bisa memicu formasi ini.

✨ Fish Tornado bukan sekadar pemandangan indah, tapi bukti nyata bahwa laut bisa pulih jika diberi kesempatan. Ketika alam tidak dieksploitasi berlebihan, ia mampu menampilkan keajaiban yang luar biasa.

🌍 Laut sehat bukan mitos—Cabo Pulmo sudah membuktikannya.

Di Finlandia, meraih gelar Doctor of Philosophy (PhD) bukan hanya soal ijazah. Para doktor juga mengikuti tradisi akadem...
20/12/2025

Di Finlandia, meraih gelar Doctor of Philosophy (PhD) bukan hanya soal ijazah. Para doktor juga mengikuti tradisi akademik berusia ratusan tahun yang sangat simbolis: mengenakan topi doktor dan menerima sebuah pedang sungguhan.

Tradisi ini biasanya dilakukan dalam Doctoral Conferment Ceremony, sebuah upacara resmi yang diadakan oleh universitas.
🔹 Topi doktor (tohtorinhattu) melambangkan kebebasan berpikir dan kemandirian ilmiah.
🔹 Pedang doktor (tohtorinmiekka) melambangkan tanggung jawab moral untuk membela kebenaran, ilmu pengetahuan, dan integritas akademik.

⚠️ Koreksi penting:
Pedang ini bukan hadiah otomatis dari negara atau kampus. Para doktor membeli sendiri pedang tersebut, namun desainnya sudah distandardisasi secara nasional. Pedang ini bukan senjata tempur, melainkan simbol kehormatan dan etika ilmiah.

Tradisi ini berasal dari pengaruh Eropa abad ke-17–18, saat kaum intelektual dipandang sebagai “pembela kebenaran” yang harus siap melawan kebodohan dan ketidakadilan—bukan dengan kekerasan, tetapi dengan ilmu dan argumen.

Di Finlandia, seorang PhD bukan hanya ahli di bidangnya, tapi juga dianggap memiliki tanggung jawab sosial untuk menggunakan pengetahuannya demi kebaikan bersama.

Ilmu bukan sekadar gelar, tapi amanah. ⚔️📚

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bagi Kertas Lite posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Bagi Kertas Lite:

Share