10/01/2025
*Pemikiran Kritis tentang Dakwah di Media Sosial*
Sekarang ini, syariat agama dan tokoh ulama' sering diremehkan oleh penikmat duniawi. Banyak yang membuat akun dakwah hanya untuk kepentingan pribadi, kemudian menjualnya kepada pihak tidak bertanggung jawab.
Hal ini berpotensi menimbulkan kerusakan sosial dan merusak citra agama. Apakah kita siap mempertanggungjawabkan kelakuan kita di hadapan Allah?
*"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al-Isra': 36)*
Dimana letak akal sehatmu? Apakah kau pikir hal ini tidak berdampak buruk bagi mereka yang benar-benar memiliki niat untuk menyebarkan dakwah para tokoh-tokoh ulama' tersebut?
Apakah kamu tidak berfikir bahwa hal ini juga akan menimbulkan prasangka buruk orang lain kepada semua pemilik akun dakwah khususnya di platform? Apakah kamu siap mempertanggung jawabkan kelakuanmu di hadapan Allah
Sadarilah bahwa tindakanmu ini sudah kelewat batas dan tidak salah bila ada yang menilai sebagai penghianatan terhadap umat dan agama, serta menjadi pengingat akan pentingnya keikhlasan dalam menyampaikan kebenaran.
* Jangan menjual agama untuk uang
* Dakwah bukanlah bisnis
* Kembalilah kejalan kebenaran
Mereka yang menggunakan nama ulama demi kepentingan pribadi harus diajak untuk introspeksi dan kembali ke jalan yang sesuai dengan nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh tokoh tersebut.
Mari kita introspeksi dan kembali ke jalan yang benar. Gunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan dan kebenaran, bukan untuk kepentingan pribadi.
Semoga kita semua dapat memahami pentingnya keikhlasan dalam menyampaikan kebenaran. Allahu yahdik.
_