Ocean Voice

Ocean Voice Suara dari Samudera, sebuah aspirasi dari laut, sebuah kabar dari perairan.

Produk KJA (Keramba Jaring Apung) dari AquaTec merupakan salah satu pionir sarana budidaya laut (marikultur) modern di I...
03/02/2026

Produk KJA (Keramba Jaring Apung) dari AquaTec merupakan salah satu pionir sarana budidaya laut (marikultur) modern di Indonesia. Produk ini dikenal karena daya tahannya yang luar biasa terhadap ombak dan arus kuat dibandingkan keramba kayu atau bambu tradisional.

Keunggulan Material
AquaTec menggunakan material Prime Grade High Density Polyethylene (HDPE). Material ini dipilih karena beberapa alasan teknis:

Anti-Korosi: Tidak berkarat dan tahan terhadap air laut (salinitas tinggi).

Ramah Lingkungan: Material murni tanpa campuran timbal, sehingga aman bagi biota laut.

Lentur & Tangguh: Dirancang untuk menyerap energi gelombang, bukan melawannya, sehingga tidak mudah patah.

Masa Pakai Panjang: Umumnya memiliki usia pakai di atas 20 tahun dengan perawatan minimal.

Fitur Pendukung (Smart System)
AquaTec sering kali mengintegrasikan produk mereka dengan teknologi modern, seperti:
Sistem Knock-down: Komponen dapat dibongkar pasang dengan mudah untuk pengiriman ke lokasi terpencil.Pagar & Jaring: Menggunakan jaring tanpa simpul (knotless) yang mencegah luka pada sisik ikan.
Dermaga Apung: Biasanya dipasang bersamaan sebagai akses jalan kaki bagi pembudidaya.

















SEAFDEC/Aquaculture Department

Sisa jaring yang hanyut dilaut atau yang sering disebut sebagai ALDFG (Abandoned, Lost, or otherwise Discarded Fishing G...
09/01/2026

Sisa jaring yang hanyut dilaut atau yang sering disebut sebagai ALDFG (Abandoned, Lost, or otherwise Discarded Fishing Gear) merupakan kontributor utama fenomena ghost fishing (penangkapan ikan hantu).

Fenomena ini terjadi ketika alat tangkap yang hilang atau dibuang tetap "bekerja" di dalam laut tanpa kendali manusia, menjebak biota laut secara terus-menerus.

Mengapa Jaring Hanyut Menjadi "Hantu"?
Material yang Tidak Terurai: Jaring modern umumnya terbuat dari nilon, polietilena, atau polipropilena (plastik) yang sangat kuat dan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai.

Siklus Kematian Berantai: Jaring yang hanyut akan menjebak ikan atau penyu. Hewan yang mati di jaring tersebut menarik perhatian predator atau pemakan bangkai, yang kemudian ikut terjerat dan mati di jaring yang sama.

Pergerakan Arus: Jaring tidak diam di satu tempat. Arus laut membawa jaring ini menyapu terumbu karang, merusak struktur karang, dan menjerat lebih banyak biota di sepanjang jalurnya.

Dampak Utama terhadap Ekosistem
Penurunan Stok Ikan: Ghost fishing membunuh jutaan hewan laut setiap tahun, termasuk spesies bernilai ekonomi, yang akhirnya merugikan nelayan itu sendiri.

Ancaman Spesies Langka: Hewan seperti penyu, lumba-lumba, dan paus sering menjadi korban karena mereka harus muncul ke permukaan untuk bernapas, namun tertahan oleh jaring di kedalaman.

Kerusakan Terumbu Karang: Jaring yang tersangkut di terumbu karang dapat menghalangi cahaya matahari dan menyebabkan patahnya struktur karang akibat beban jaring atau tarikan arus.

Mikroplastik: Seiring waktu, jaring yang hancur karena gesekan akan berubah menjadi mikroplastik yang masuk ke dalam rantai makanan manusia.










ikan kakap merah bakau (Lutjanus argentimaculatus). Dikenal juga sebagai Sendarat atau Ungar di beberapa daerah di Indon...
27/12/2025

ikan kakap merah bakau (Lutjanus argentimaculatus).
Dikenal juga sebagai Sendarat atau Ungar di beberapa daerah di Indonesia, secara internasional juga dikenal sebagai Mangrove Red Snapper (Lutjanus argentimaculatus), merupakan salah satu jenis ikan primadona bagi para pemancing maupun pecinta kuliner.
Di Indonesia, ikan ini juga sering disebut dengan nama Mangrove Jack atau MJ.
Ikan ini memiliki warna tubuh yang bervariasi dari oranye terbakar hingga perunggu atau cokelat kemerahan gelap, tergantung usia dan lingkungan.
Setiap sisik memiliki bintik gelap, yang memberikan tampilan garis menyilang di tubuhnya.
Merupakan spesies euryhaline yang dapat mentolerir air tawar, payau, dan laut.











Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
SEAFDEC/Aquaculture Department

17/12/2025

Pembangunan breakwater atau pemecah gelombang di Pelabuhan Perikanan (PPI) Beba, Kabupaten Takalar, merupakan proyek infrastruktur strategis yang memiliki urgensi tinggi bagi masyarakat pesisir Galesong Utara.

Secara teknis dan ekonomi, berikut adalah alasan mengapa pembangunan ini sangat penting:

1. Perlindungan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan

Sebelum adanya breakwater, PPI Beba sangat rentan terhadap hantaman gelombang tinggi, terutama pada musim angin Barat (Desember - Februari) yang bisa mencapai ketinggian 3–4 meter.

Mencegah Kerusakan: Tanpa pemecah ombak, kapal nelayan seringkali hancur atau tenggelam karena terbentur dermaga atau terbawa arus saat bersandar.
Keamanan Dermaga: Struktur ini melindungi fasilitas pokok pelabuhan, seperti dermaga pendaratan ikan dan gedung TPI, agar tidak cepat rusak akibat abrasi dan terjangan ombak.

2. Kelancaran Aktivitas Bongkar Muat

Breakwater menciptakan kondisi perairan yang tenang di dalam kolam pelabuhan (basin). Hal ini memungkinkan:
Nelayan dapat mendaratkan hasil tangkapan kapan saja tanpa harus menunggu cuaca mereda.
Proses bongkar muat menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga kualitas ikan tetap terjaga sebelum sampai ke tangan konsumen atau pedagang (pagandeng).

3. Mitigasi Abrasi Pantai

Pantai Beba dan sekitarnya mengalami ancaman abrasi yang serius. Pembangunan breakwater berfungsi untuk:
Menyerap energi gelombang sebelum mencapai garis pantai.
Melindungi bangunan di sekitar pesisir, termasuk warung-warung kuliner ikan bakar yang menjadi ikon ekonomi lokal di Beba.

4. Dampak Ekonomi dan Kesejahteraan Nelayan

Secara langsung, infrastruktur ini mendongkrak perekonomian lokal melalui:
Efisiensi Biaya: Nelayan tidak perlu lagi melarikan kapal mereka ke pelabuhan lain (seperti PPI Barombong atau Makassar) saat cuaca buruk, sehingga menghemat biaya bahan bakar.
Peningkatan Kunjungan: Kondisi pelabuhan yang lebih aman dan tertata menarik lebih banyak pedagang dan wisatawan kuliner, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar Desa Tamasaju.

Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..Selamat pagi, sahabat-sahabatku yang luar biasa!Semoga hari ini membawa kece...
09/12/2025

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Selamat pagi, sahabat-sahabatku yang luar biasa!
Semoga hari ini membawa kecerahan dan semangat baru dalam setiap langkah kalian. Bangunlah dengan hati yang penuh syukur dan senyuman yang merekah.
Semangat beraktivitas! Semoga hari kalian dipenuhi kebahagiaan dan kesuksesan!
Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Potensi Besar Perairan Laut Indonesia untuk KJA Indonesia memiliki jutaan hektar perairan laut yang secara teknis sesuai untuk budidaya laut, terutama KJA. Potensi ini didukung oleh : Luas Wilayah Laut dan Pesisir : Garis pantai yang membentang lebih dari 108.000 km dan banyaknya pulau menciptakan teluk, selat, dan perairan terlindung yang ideal untuk penempatan KJA. Kondisi Lingkungan yang Mendukung : Suhu Perairan Tropis : Suhu air yang relatif stabil dan hangat (26 derajat celcius hingga 29 derajat celcius) sangat cocok untuk pertumbuhan cepat berbagai komoditas ikan laut bernilai tinggi. Kualitas Ai r: Banyak lokasi, terutama di kawasan yang tenang dan jauh dari pencemaran darat, memiliki parameter kualitas air (salinitas, oksigen terlarut, pH) yang optimal untuk budidaya. Kawasan Spesifik yang Potensial : Daerah-daerah yang terlindung dari gelombang besar dan arus kuat seperti teluk, selat, dan perairan sekitar pulau-pulau kecil, menjadi lokasi primer pengembangan KJA, misalnya :Teluk di Kepulauan Riau (seperti Teluk Raya, Singkep). Perairan di sekitar Bali Utara (seperti Teluk Pegametan). Perairan Lampung, Gorontalo Utara, dan Sulawesi Selatan (Sinjai). Dukungan Ekonomi : Usaha KJA terbukti layak secara ekonomi dengan potensi keuntungan yang besar, terutama untuk komoditas ekspor. Komoditas Utama Budidaya Keramba Jaring Apung di Indonesia digunakan untuk membudidayakan ikan-ikan bernilai ekonomi tinggi, terutama untuk pasar ekspor : Ikan Kerapu, Meliputi Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus), Kerapu Sunu (Plectropomus spp.), dan jenis kerapu lainnya. Komoditas ini memiliki permintaan pasar yang tinggi. Ikan Kakap, Terutama Kakap Putih (Lates calcarifer) dan Kakap Merah, Ikan Baronang (Siganus sp.), Bawal Bintang (Trachinotus blochii) serta Komoditas Lain dengan pendekatan Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA), seperti budidaya lobster dengan rumput laut, dan kerang-kerangan.









Hiu banteng dikenal dengan nama ilmiah Carcharhinus leucas. Di Indonesia, hiu ini memiliki nama lokal seperti hiu buas, ...
02/12/2025

Hiu banteng dikenal dengan nama ilmiah Carcharhinus leucas.
Di Indonesia, hiu ini memiliki nama lokal seperti hiu buas, cucut bekeman (Jawa), dan hiu bujit (Kalimantan).
Spesies ini merupakan karnivora puncak dalam rantai makanan dan kehadirannya sangat penting bagi ekosistem laut.
Meskipun hiu ini bukan target utama penangkapan ikan, hiu banteng sering tersangkut jaring nelayan.
peran kunci hiu banteng bagi keseimbangan ekosistem:
1. Predator Puncak (Apex Predator)
Hiu banteng, seperti hiu besar lainnya, berada di puncak rantai makanan. Peran ini sangat krusial dalam menjaga kesehatan seluruh ekosistem:Pengendalian Populasi: Sebagai predator puncak, hiu banteng memangsa spesies di tingkat trofik yang lebih rendah (ikan, pari, penyu, bahkan mamalia laut kecil dan hiu lain). Dengan mengendalikan populasi mangsa, mereka mencegah satu spesies mendominasi dan menghabiskan sumber daya.
Efek Trofik (Trophic Cascade): Kehadiran hiu banteng dapat mengubah perilaku mangsanya. Misalnya, mangsa akan menghindari area tertentu (seperti padang lamun atau terumbu karang) tempat hiu banteng sering berburu. Hal ini secara tidak langsung membantu mencegah overgrazing (penggundulan) pada padang lamun dan terumbu karang, sehingga menjaga habitat-habitat sensitif tersebut tetap sehat dan stabil.
2. Penjaga Kesehatan Ekosistem ("Dokter Laut") Hiu banteng membantu menjaga kesehatan populasi mangsanya dengan menjalankan prinsip seleksi alam: Memangsa yang Lemah/Sakit: Hiu, termasuk hiu banteng, cenderung memangsa individu yang paling lemah, sakit, tua, atau bergerak lambat. Tindakan ini secara efektif mengeliminasi penyebaran penyakit dalam populasi ikan dan memastikan hanya individu terkuat yang bertahan dan bereproduksi, sehingga gen pool (keragaman genetik) populasi mangsa tetap kuat.
3. Penghubung Ekosistem Ganda (Air Asin dan Air Tawar) Hiu banteng memiliki peran unik yang membedakannya dari sebagian besar hiu laut lainnya:Toleransi Salinitas (Euryhaline): Hiu banteng adalah salah satu dari sedikit spesies hiu yang mampu bertahan hidup dan bermigrasi antara air asin (laut) dan air tawar (sungai, danau). Mereka bahkan tercatat berenang ribuan kilometer ke hulu sungai-sungai besar seperti Sungai Amazon.
Peran Perpindahan Energi: Kemampuan adaptasi ini menjadikan hiu banteng sebagai penghubung penting yang memindahkan energi dan nutrisi di antara ekosistem laut, muara (estuari), dan air tawar. Mereka membantu menyatukan jaring makanan yang biasanya terpisah.
4. Kontribusi pada Mitigasi Perubahan Iklim
Meskipun secara tidak langsung, hiu berperan dalam mendukung penyerapan karbon:
Mendukung Kesehatan Habitat: Dengan menjaga kesehatan terumbu karang dan padang lamun (melalui pengendalian populasi mangsa), hiu banteng membantu habitat-habitat ini tetap berfungsi optimal. Padang lamun dan terumbu karang adalah penyerap karbon dioksida (CO_2) yang sangat penting. Ekosistem laut yang sehat secara keseluruhan berkontribusi besar dalam mitigasi perubahan iklim.Dengan demikian, hilangnya hiu banteng dari suatu ekosistem dapat memicu "kaskade trofik" (perubahan dramatis dalam ekosistem) yang menyebabkan ketidakseimbangan, peningkatan penyakit pada ikan, dan rusaknya habitat penting seperti terumbu karang.

















Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
SEAFDEC/Aquaculture Department
Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap
@

Siput Gonggong atau Keong Stroberi adalah moluska laut dari kelompok gastropoda yang sangat populer, terutama di wilayah...
29/11/2025

Siput Gonggong atau Keong Stroberi adalah moluska laut dari kelompok gastropoda yang sangat populer, terutama di wilayah pesisir Indonesia bagian barat, khususnya Kepulauan Riau (seperti Batam dan Bintan) dan Bangka Belitung.

Nama Ilmiah: Laevistrombus canarium (Sebelumnya Strombus canarium).

Famili: Strombidae (Keong Sejati).

Nama Umum: Siput Gonggong, Keong Gonggong, Keong Stroberi (nama yang kurang umum digunakan, mungkin karena warna kemerahan cangkangnya), Gonggong Snail (Inggris).

Habitat: Hidup di perairan dangkal, berlumpur atau berpasir, padang lamun, dan sering ditemukan di muara sungai yang berdekatan dengan laut (air payau). Kedalaman idealnya biasanya kurang dari 10 meter.

Ciri Khas: Cangkangnya berbentuk kerucut dengan bagian bibir yang melebar. Hewan ini bergerak menggunakan operkulum (semacam penutup) yang berbentuk seperti cakar atau sabit, memungkinkannya melompat atau bergerak cepat di dasar perairan.

Mengingat tingginya permintaan komersial, populasi Siput Gonggong di alam mulai menghadapi tekanan di beberapa wilayah.

Ancaman: Penangkapan berlebihan dan kerusakan habitat (padang lamun dan hutan mangrove).

Pengelolaan: Di beberapa daerah, telah ada upaya untuk mengatur penangkapan, misalnya dengan menetapkan ukuran minimal cangkang yang boleh ditangkap atau mengembangkan metode budidaya (aquaculture) untuk mengurangi tekanan pada stok alami.

Meskipun terkenal sebagai komoditas kuliner, Siput Gonggong memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan ekosistem laut dangkal tempat mereka hidup:

1. Penjaga Kesehatan Padang Lamun
Gonggong adalah herbivora pemakan detritus dan epifit (organisme kecil yang menempel pada tumbuhan).

Fungsi: Mereka membantu membersihkan permukaan daun lamun dari lapisan alga atau epifit yang menempel. Jika epifit ini tumbuh terlalu tebal, mereka dapat menghalangi sinar matahari mencapai daun lamun, yang pada akhirnya dapat membunuh lamun tersebut.

Peran Ekologis: Dengan memakan epifit, Gonggong secara tidak langsung membantu menjaga lamun tetap sehat, memastikan lamun dapat berfotosintesis dengan baik, dan mempertahankan padang lamun sebagai habitat penting bagi ikan, krustasea, dan penyu.

2. Pengurai dan Pembersih Dasar Perairan
Pembersih Alami: Gonggong memakan detritus (materi organik yang membusuk) di dasar perairan yang berlumpur atau berpasir.

Fungsi: Perilaku ini membantu mendaur ulang nutrisi kembali ke lingkungan dan menjaga dasar perairan tetap bersih, mengurangi penumpukan bahan organik yang dapat menyebabkan kondisi anoksik (kekurangan oksigen) di dasar laut.

3. Bagian Penting Rantai Makanan
Mangsa: Gonggong, terutama pada fase juvenil (anakan) dan telur, menjadi sumber makanan penting bagi predator lain di ekosistem, seperti beberapa jenis ikan besar, kepiting, dan burung laut.

Keseimbangan Ekosistem: Perannya sebagai mangsa dan pemangsa (herbivora) membantu menjaga keseimbangan populasi dan transfer energi dalam rantai makanan laut.

4. Bioindikator Lingkungan
Karena Gonggong sensitif terhadap perubahan kualitas air dan kerusakan habitat (terutama padang lamun), keberadaannya dalam jumlah besar dan sehat dapat menjadi indikator bahwa perairan di wilayah tersebut masih relatif bersih dan ekosistemnya masih utuh. Hilangnya populasi Gonggong secara tiba-tiba sering menjadi tanda adanya degradasi lingkungan.

Singkatnya, Siput Gonggong bukan hanya lezat, tetapi juga adalah pekerja keras yang vital bagi keberlanjutan padang lamun dan dasar perairan dangkal.


SEAFDEC/Aquaculture Department
Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap







Usaha ikan asin di pesisir merupakan salah satu sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tradisional yang paling s...
28/11/2025

Usaha ikan asin di pesisir merupakan salah satu sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tradisional yang paling strategis di Indonesia. Usaha ini memiliki peran penting sebagai mata pencaharian utama dan penopang ekonomi keluarga masyarakat pesisir, sekaligus menjadi solusi pengawetan hasil tangkapan berlebih.








SEAFDEC/Aquaculture Department
Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

Apartemen Ikan (Fish Apartment) atau Rumah Ikan adalah struktur buatan yang sengaja ditenggelamkan ke dasar laut dengan ...
28/11/2025

Apartemen Ikan (Fish Apartment) atau Rumah Ikan adalah struktur buatan yang sengaja ditenggelamkan ke dasar laut dengan desain berongga dan memiliki banyak sekat atau partisi.

Tujuan utama dari penempatan Apartemen Ikan adalah sebagai berikut:

1. 🐠 Pemulihan Sumber Daya Ikan (Konservasi)
Ini adalah tujuan ekologis utama. Apartemen Ikan berfungsi sebagai habitat buatan (mirip terumbu karang alami yang rusak) untuk:

Area Pemijahan (Spawning Ground): Menjadi tempat ikan dewasa berkumpul untuk bereproduksi atau memijah.

Area Pengasuhan (Nursery Ground): Menyediakan tempat berlindung, asuhan, dan pembesaran bagi telur, larva, dan anakan ikan (juvenil), melindungi mereka dari predator hingga siap hidup di perairan terbuka.

Area Perlindungan (Shelter): Menjadi tempat berlindung bagi berbagai jenis ikan, yang membantu memulihkan populasi ikan di perairan yang terdegradasi.

2. 📈 Peningkatan Hasil Tangkapan Nelayan
Dengan memulihkan ekosistem dan meningkatkan populasi ikan di area tersebut, tujuan ekonomi yang dicapai adalah:

Meningkatkan Produktivitas Perairan: Konsentrasi ikan yang tinggi di sekitar apartemen ikan akan meningkatkan stok sumber daya ikan secara keseluruhan.

Mempersingkat Jarak Melaut: Ikan akan berkumpul di sekitar struktur tersebut, sehingga nelayan tidak perlu melaut terlalu jauh untuk mendapatkan hasil tangkapan yang optimal.

Meningkatkan Kesejahteraan Nelayan: Peningkatan hasil tangkapan secara langsung berujung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan bagi masyarakat nelayan.

3. 🌊 Konservasi dan Perbaikan Ekosistem
Memperbaiki Ekosistem yang Rusak: Struktur ini dapat menggantikan fungsi terumbu karang alami yang rusak akibat penangkapan ikan yang merusak (seperti dengan bahan peledak) atau pencemaran.

Mendukung Perikanan Berkelanjutan: Dengan adanya area perlindungan dan pemijahan yang jelas, program ini mendorong nelayan untuk beralih ke alat tangkap yang ramah lingkungan dan mengurangi penangkapan ikan yang merusak.








SEAFDEC/Aquaculture Department
Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap

28/11/2025

monitoring kegiatan transplantasi karang dengan metode spyder web





SEAFDEC/Aquaculture Department
Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
Uptd Pelabuhan Perikanan Cilauteureun

mengembalikan fungsi ekologis dan ekonomis hutan mangrove dan hutan pantai yang telah mengalami degradasi atau kerusakan...
28/11/2025

mengembalikan fungsi ekologis dan ekonomis hutan mangrove dan hutan pantai yang telah mengalami degradasi atau kerusakan. Berikut adalah beberapa upaya dan strategi utama dalam rehabilitasi mangrove: 1. Penanaman Kembali (Reforestasi) - Pemilihan Lokasi dan Jenis Tepat: Penanaman dilakukan pada habitat yang sesuai, seringkali menggunakan jenis pionir seperti Avicennia marina (ditanam di bagian terdepan/terdekat laut) dan Rhizophora mucronata (ditanam di bagian belakang). - Metode Penanaman : Lajur Berjajar : Metode sederhana dengan menanam bibit pada lokasi dengan jarak tanam tertentu Pola Zonasi: Penanaman mengikuti pola zonasi alami mangrove (jenis yang tahan salinitas tinggi di depan, jenis lain di belakang). - Jarak Tanam Rapat: Terkadang menggunakan jarak tanam rapat (misalnya 50 cm) untuk membantu menahan tanah dan mencegah erosi. - Penyiapan Habitat: Mengoptimalkan aliran air pada habitat yang akan ditanami, karena air merupakan faktor krusial bagi pertumbuhan mangrove. 2. Pemeliharaan dan Pengamanan Penyulaman: - Mengganti bibit mangrove yang mati atau gagal tumbuh dengan bibit baru agar program rehabilitasi berjalan baik. - Pengontrolan Gangguan: Melindungi bibit dari ancaman gangguan seperti hama, pencemaran (misalnya sampah plastik), hewan ternak, atau konversi lahan. - Pengawasan: Melakukan kontrol terhadap perkembangan pertumbuhan bibit yang telah ditanam. 3. Pendekatan Komprehensif dan Kelembagaan - Pelibatan Masyarakat: Upaya rehabilitasi harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat setempat, terutama yang berhubungan langsung dengan kawasan mangrove (Community Based Rehabilitation). - Penguatan Kelembagaan dan Penegakan Hukum: Diperlukan untuk mengelola kawasan mangrove dan mencegah perusakan lebih lanjut. - Strategi Berbasis Ekosistem: Mengembangkan strategi yang mempertimbangkan seluruh aspek ekosistem untuk pemulihan dan konservasi yang berkelanjutan. - Pendanaan: Mencari sumber pendanaan, termasuk melalui skema carbon credit untuk mendukung rehabilitasi hutan dan lahan. - Identifikasi Masalah: Mengetahui tingkat kerusakan dan faktor-faktor kerusakan mangrove menjadi langkah awal yang penting untuk merencanakan strategi rehabilitasi yang efektif.
Tujuan utama dari rehabilitasi ini adalah untuk memulihkan ekosistem pesisir agar dapat kembali menjalankan fungsinya sebagai pelindung pantai dari bencana alam (abrasi, tsunami), penyaring sedimen dan polutan, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.










SEAFDEC/Aquaculture Department
Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

Sampah selalu menjadi masalah dimana mana, tidak terkecuali di sarana prasarana yang melayani masyarakat pada sektor kel...
25/11/2025

Sampah selalu menjadi masalah dimana mana, tidak terkecuali di sarana prasarana yang melayani masyarakat pada sektor kelautan dan perikanan. Sangat jarang dijumpai tempat pelelangan ikan yang bersih dan bebas dari masalah sampah. Mindset masyarkat kita pada umumnya memang sangat sulit diubah. Kalo bukan kita siapa lagi, kalo bukan sekarang, kapan lagi 🙏













SEAFDEC/Aquaculture Department
Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap
Uptd Pelabuhan Perikanan Cilauteureun

Address

Jalan Warung Buncit Raya No 115
Jakarta
12790

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ocean Voice posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share