Xfiles

Xfiles Keep following our journey
(4)

30/03/2026

Video Viral di Nabire, sebuah mobil dapur SPPG Siriwini 002 “Mama Kita” kedapatan warga membuang limbah dapur menggunakan kendaraan operasional.

Aksi tersebut langsung menuai sorotan publik dan memicu reaksi tegas dari pihak terkait. Korwil BGN Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, resmi mengeluarkan surat pemberhentian operasional pelayanan dari dapur tersebut.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk respons atas kejadian yang dinilai mencoreng standar operasional dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kasus ini jadi pengingat penting, pengelolaan limbah bukan hal sepele dan harus dilakukan dengan benar.



24/03/2026

Sesuai Instruksi BGN
Hendrik Irawan
Kepala SPPG Bandung Barat
Minta Maaf Kepada Netizen Agar Tetap Aman
Untuk Menerangkan Sumber 6 Juta Perhari

Dan Pada Hari Jumat
Tanggal 27 Maret 2027
Hendrik Irawan Mengundang
Netizen Untuk Makan Bersama
Menu MBG Per hari 6 Juta

22/03/2026

Mitra MBG 6 Juta Per Hari, Lapor Polisi Karena Dihujat Netizen Dan Videonya Di Upload Tanpa Ijin

21/03/2026

"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Bathin".

19/03/2026

Mengutip kalimat Profesor Robertus Robert, Andrie Yunus mengatakan "Militerisme Tidak Akan Pernah Kompatibel Dengan Demokrasi"

Militerisme tidak kompatibel dengan demokrasi karena perbedaan prinsip dasar:
Militer mengandalkan hierarki dan senjata (kepatuhan),

Sementara demokrasi mengutamakan dialog, kritik, dan supremasi sipil. Masuknya militer ke urusan politik mengancam kebebasan, hak asasi manusia, dan dapat mengubah negara menjadi otoritarianisme.

Mengapa Militer dan Demokrasi Tidak Kompatibel ?

1. Perbedaan Budaya: Militer berbasis komando dan perintah (senjata tidak berdebat), sedangkan demokrasi berbasis debat dan konsensus.

2. Kudeta dan Ancaman Internal: Keterlibatan militer dalam politik dapat berujung pada intervensi fisik atau pengambilalihan kekuasaan yang merusak tatanan demokrasi.

3. Pelemahan Supremasi Sipil: Militer yang mengurus pemerintahan sipil mengurangi profesionalisme militer sendiri dan melemahkan kontrol sipil yang sah.

4. Larangan Politik Praktis: Sesuai undang-undang, militer (TNI/Polri) dilarang terlibat dalam bisnis dan politik praktis untuk menjaga profesionalisme.

Dalam negara demokrasi yang sehat, militer fokus pada pertahanan negara dan berada di bawah kendali pemerintahan sipil.

19/03/2026

"Suara aktivis akan selalu ada"

Semangat-semangat perlawanan kami tak pernah padam,
Sejak era soekarno, orde baru, bahkan era pasca reforrmasi teror-teror selalu ada namun suara-suara perlawanan terus bermunculan.

Aktivis, khususnya aktivis lingkungan dan mahasiswa, masih menghadapi ancaman kekerasan dan kriminalisasi dalam menyuarakan pendapat.

Kasus Munir yang diracun diatas pesawat, upaya keadilan terus diperjuangkan, meskipun sering mendapat intervensi politik.
Hilangnya Widji Thukul yang membungkam dan mengistirahatkan kata-kata kritisnya,.
Marsinah yg diculik dan dibunuh ketika memperjuangkan hak-hak buruh,
Novel Baswedan yang disiram air keras ketika menyuarakan kebenaran,
Ermanto Usman yg dibunuh ketika membongkar korupsi 4,08 triliun,
Andrie Yunus yang disiram air keras ketika menyuarakan kekhawatiran tentang akan munculnya dwi fungsi ABRI karena terbitnya UU baru di TNI
dan masih banyak aktivis-aktivis yang lain yang menyuarakan kebenaran dan ada juga yang berusaha membungkamnya.

Gerakan masyarakat dan aktivis terus berlangsung, seperti Aksi Kamisan yang sudah berjalan ratusan kali untuk menuntut penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat.

Suara kebenaran tak akan pernah bisa dibungkam, akan selalu ada perlawanan generasi, perlawanan terhadap kebijakan yang dianggap merugikan.

"Satu suara kau bungkam maka seribu suara akan bermunculan"
Satu aktivis dibungkam, akan muncul aktivis-aktivis baru yang melanjutkan perjuangan.


19/03/2026

Kondisi Andrie Yunus Terkini

Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS Jane Rosalina mengungkapkan kondisi Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus saat ini sudah membaik dan sedang menjalani perawatan lebih lanjut di unit perawatan intensif tingkat tinggi (HCU) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

"Kami beruntung kondisi Andrie sudah membaik dan sudah ditangani dengan sangat baik oleh pihak dokter maupun pihak rumah sakit yang bertugas," ujar Jane dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Pada rilis resmi RSCM di Jakarta, Senin (16/3), dia mengatakan pihak rumah sakit sempat menyatakan berdasarkan hitungan awal saat masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), Andrie didiagnosa mengalami luka bakar sekitar 24 persen akibat reaksi inflamasi dari cairan keras yang mengenai kulit.

Namun, setelah itu, dokter penanggung jawab Andrie mengoreksi ulang kondisi luka bakar yang dialami Andrie tercatat sekitar 20 persen pada area tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan 3 (fase akut).

Dia mengatakan bahwa kondisi tersebut juga menyebabkan adanya penurunan penglihatan serta kerusakan pada kornea terjadi pada saat awal kejadian.

Tetapi, setelah Andrie menjalani tindakan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta telah menjalani transplantasi membran amnion (TMA) guna melindungi permukaan mata mendukung proses penyembuhan, Jane menyampaikan kondisi rekannya semakin membaik.

17/03/2026

Seluruh masyarakat Indonesia berharap kasus tindakan penyiraman air keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus segera diungkap serta kasus-kasus yang lain segera diproses secara adil.

Negara Indonesia adalah negara demokrasi,
dan demokrasi menuntut hukum ditegakkan secara adil, tidak pandang bulu, dan setara bagi seluruh warga negara. Keadilan hukum harus mengatasi tebang pilih, di mana hukum tidak boleh menjadi alat kekuasaan atau berpihak pada status sosial. Aparat yudikatif dan eksekutif harus konsisten menjamin kepastian hukum, menjunjung integritas, serta berlandaskan hati nurani.

Semua individu, tanpa memandang status sosial maupun ekonomi, wajib diperlakukan sama di hadapan hukum, menghindari praktik hukum yang "tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas".

Penegakan hukum harus imparsial (tidak memihak), menolak perlakuan khusus bagi pihak yang dekat dengan kekuasaan, dan berfokus pada kebenaran, bukan kepentingan politik.
Keadilan Sosial & Moralitas: Hukum bukan sekadar peraturan tertulis, melainkan alat untuk mencapai keadilan sosial, kesejahteraan, serta wajib berlandaskan nilai-nilai moral dan kemanusiaan.

Hukum yang tidak adil harus dikritik dan direformasi. Aparat penegak hukum harus transparan dan terbuka terhadap evaluasi etik.

Akses terhadap keadilan harus dijamin, terutama bagi kelompok masyarakat ekonomi lemah, agar hukum tidak hanya tajam kepada yang tidak berdaya.

Ketidakadilan hukum dapat memicu perpecahan dan menurunkan kepercayaan publik, sehingga supremasi hukum yang jujur adalah kunci stabilitas dalam kehidupan bernegara.

17/03/2026

Kuasa Hukum Sebut Pelaku Diduga Buang Tumbler Berisi Air Keras Usai Siram Andrie

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap dugaan adanya barang bukti tambahan dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Barang bukti tersebut berupa tumbler berwarna ungu yang diduga digunakan pelaku untuk membawa cairan asam sebelum disiramkan ke korban.

Airlangga Julio, kuasa hukum yang tergabung dalam Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD), mengatakan botol tersebut diduga merupakan tumbler tebal yang digunakan pelaku untuk membawa air keras.
“Ditemukan satu botol yang diduga digunakan untuk menyiram air keras kepada Andri Yunus. Botol tersebut berwarna ungu dan mungkin saja itu tumbler karena tebal,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Kantor YLBHI, Jakarta.
Konferensi Pers "Serangan Air Keras Pembela HAM Andrie Yunus adalah Percobaan Pembunuhan Berencana: Penegak Hukum Harus Segera Usut Tuntas!" di Kantor YLBHI, Jakarta, Senin (16/3).

Menurutnya, botol tersebut awalnya tidak ditemukan oleh aparat kepolisian di lokasi kejadian. Barang bukti itu justru pertama kali ditemukan oleh seorang saksi di lapangan setelah insiden terjadi.
Saksi kemudian menyerahkan botol tersebut kepada tim kuasa hukum yang selanjutnya membantu menyerahkannya kepada penyidik dari Resmob Polda Metro Jaya.

“Kalau kawan-kawan perhatikan di rekaman CCTV terlihat ada seperti botol yang terbuang dari motor terduga pelaku. Itu belum ditemukan pada awalnya oleh tim kepolisian, tapi ditemukan oleh saksi di lapangan dan kemudian kami serahkan kepada tim Resmob Polda Metro Jaya,” ujarnya.
Julio menilai barang bukti tersebut penting untuk didalami lebih lanjut melalui pemeriksaan forensik sebagai bagian dari proses scientific crime investigation.

Selain itu, TAUD juga menduga pelaku kemungkinan turut terkena cipratan air keras saat melakukan penyiraman terhadap korban.
Dugaan ini muncul dari sejumlah temuan di lapangan, termasuk tindakan pelaku yang diduga membuang botol dan helmnya setelah kejadian.
“Dari dua hal tadi, pertama botol yang kemungkinan dibuang oleh pelaku dan pelaku yang melepas helmnya, kami menduga bahwa pelaku mungkin saja juga terluka karena air keras yang dia siram sendiri,” kata Julio.

Julio juga mempertanyakan alasan pelaku melepas helmnya saat melarikan diri, padahal tindakan tersebut berisiko membuat identitasnya terekam kamera pengawas.
“Kenapa dia membuang helmnya sendiri kalau tidak mungkin saja helmnya juga kena air keras dan melukai kepalanya,” katanya.
Karena itu, TAUD meminta aparat penegak hukum turut menelusuri kemungkinan pelaku mencari pengobatan setelah kejadian, terutama jika benar mengalami luka akibat cipratan air keras.

16/03/2026

Polisi Menyebut Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Ada 4 Orang

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannudin saat memberikan keterangan pers mengenai kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus di Polda Metro Jaya, Senin (16/3).

"Ada 86 titik kamera pengawas kami ambil sehubungan dengan titik-titik dimana diduga para pelaku penyiraman ini berangkat dan kembalinya", jelas Iman

Selain itu ia juga mengatakan
"Berdasarkan hasil analisa rekaman CCTV dari sejumlah titik di wilayah jakarta para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian".

Salah satu pelaku bahkan sempat mengganti bajunya untuk menghilangkan jejak.

"Dari rekaman CCTV tersebut yang dipadukan dengan alat komunikasi, setelah kejadian salah satu pelaku mengganti pakaian dalam pelariannya, dan mereka berpencar ke wilayah Kalibata, Ragunan, dan wilayah Bogor," kata Iman.

Sementara dua pelaku lain dengan mengendarai satu motor bergerak ke arah Jakarta Timur lalu ke arah Bogor.

Lokasi kejadian penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus di Salemba, Jakarta Pusat pada Sabtu (14/3).
"Satu motor lagi OTK 3 dan OTK 4 dari lokasi kejadian yang bersangkutan tidak berputar arah, tapi lurus ke Jalan Pramuka Sari 2 ke Jalan Matraman ke Wilayah Jatinegara lalu ke Jalan Otto Iskandardinata di Jakarta Timur," ungkap Iman.

Address

Jalan Jend Sudirman
Jakarta
12910

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Xfiles posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share