17/09/2026
Bayangkan harus meninggalkan latihan intensif berminggu-minggu demi tugas negara, namun tetap dituntut meraih medali di ajang olahraga terbesar Asia.
Itulah tantangan nyata Bernard Benyamin van Aert jelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Atlet balap sepeda trek andalan Indonesia ini terpaksa merelakan waktu pemusatan latihannya terpotong demi pendidikan kepolisian.
Namun, mental juara pembalap 29 tahun kelahiran Kalimantan Barat ini pantang surut.
Turun di nomor tim pursuit dan omnium putra pada 29 September–2 Oktober di Izu Velodrome, Bernard siap habis-habisan mengayuh pedal bersama Muhammad Andy Royan, Terry Yudha Kusuma, dan Julian Abi Manyu di disiplin Track Endurance.
Mengingat negara-negara lawan berkembang sangat pesat, ia harus bekerja ekstra mengejar ketertinggalan fisik.
"Untuk Asian Games kali ini, saya berusaha semaksimal untuk bisa mendapatkan medali. Karena saya sempat ada terkendala habis ada pendidikan polisi. Jadi sempat terpotong training camp-nya dua pekan lebih,"
Sebagai Olimpian Paris 2024 dan peraih perak Kejuaraan Asia 2025, Bernard tancap gas dalam pemusatan latihan penuh.
"Tapi sebulan ini sudah TC lagi mengejar semoga di Asian Games ini dapat sesuai dengan target yang diharapkan saya dan pelatih,"
Statusnya sebagai atlet senior juga membuatnya memikul tanggung jawab besar.
Ia tak hanya fokus pada diri sendiri, tapi ikut membimbing pebalap muda dan mengawal ketat faktor non-teknis di lapangan.
"Ya, pengalaman di SEA Games kemarin menjadi pelajaran penting. Itu harus lebih kita perhatikan lagi,"
"Ya, saya tetap sangat antusias untuk Asian Games ini. Meskipun dengan terpotong waktu latihan tapi saya ingin mendapat medali buat Indonesia,"