04/08/2023
Tulisan bagus dari ustadz Andre Raditya
Di dunia ini ada 2 jenis mental terkait kesejahteraan..
1. MENTAL BERKEKURANGAN.
Mereka yang memiliki mental ini cirinya selalu mengukur segala sesuatu dengan nilai benda, harta dan keuntungan.
Memilih pekerjaan dari besarnya gaji, bukan potensi pengetahuan yang didapat.
Memilih teman pun diukur dari siapa yang bisa dipakai untuk menaikkan status sosial atau bisa memberikan keuntungan.
Saat kaya kikir. Saat miskin serakah.
Mereka tak ingin terlihat paling lemah.
Jika mereka punya teman sepermainan, tetangga, saudara.. mereka sangat tidak rela jika ada orang lain di dalam lingkaran itu menjadi sukses dan berhasil.
Bahasa dalam pikiran mereka adalah..
"kita kan dari tempat yang sama.. dulu sama-sama susah, jangan duluan kaya sebelum saya.."
"Kalau saya masih miskin dan susah, kalian juga harus miskin dan susah seperti saya.."
Saat ada yang tak lagi selevel dengan dirinya..
Jika di atas akan dibicarakan agar buruk citranya. Jika di bawah akan dihina dan dijauhi. Inilah mental jenis pertama.
Baginya.. jika saya tak punya, yang lain harus tak punya.
Jika saya punya, yang lain jangan lebih banyak dari yang saya punya.
Kesengsaraan orang lain baginya adalah hiburan untuk menunjukkan betapa suksesnya dia..
Kesulitan orang lain dijadikan alat mengukur derajat diri sendiri.
Dan saat melihat orang lain sulit ia senang dan berpikir..
"Untung masih ada yang seperti saya (jika ia merasa sama miskinnya).. atau
Untung saya masih lebih baik dari dia (jika ia merasa lebih kaya)."
Takdir baginya adalah untung-untungan..
Saat hidup ada di bawah.. ia berkeluh kesah menyalahkan Alloh.
Saat di atas, ia menepuk dada dan berbangga diri, merasa itu adalah sebab kemampuannya.
Setiap hari pikirannya adalah mengumpulkan, bukan menjadi jalan manfaat.
Sebisa mungkin banyak yang masuk, dan sedikit atau bahkan sama sekali jangan ada yang keluar.
2. MENTAL BERKELIMPAHAN
Ini adalah golongan orang yang melihat segala sesuatu dengan rasa syukur. Tak selalu hal harus bernilai tinggi, yang penting bisa memberikan manfaat. Itu adalah nilai terbaik..
Ia memilih pekerjaan atau bidang usaha yang bisa mengembangkan dirinya dan orang lain.
Ia tak pilih-pilih teman, namun hanya akan memilih sahabat dekat yang memiliki pengaruh baik bagi kehidupannya (secara kualitas).
Saat kaya mereka gemar berbagi..
Saat miskin pun tetap berbagi..
Baginya berbagi bukan masalah keadaan keuangan, tapi keharusan sebagai bentuk syukur dan berterima kasih kepada Alloh yang memberi hidup dan juga rezeki.
Saat temannya lebih sukses, mereka akan ikut senang dan gembira.
Saat temannya dalam keadaan yang sulit, mereka menawarkan bantuan.
Baginya, kekayaan dan kemiskinan tak ada kaitannya dengan kewajiban bersikap baik dan membantu orang lain.
Bahasa dalam kepala mereka adalah..
"Alhamdulillah.. si dia sudah berhasil.. ikut seneng. Sekarang dia tidak susah lagi.."
"Alhamdulillah.. padahal dulu kami sama-sama sulit.. tapi ia berhasil melalui kesulitan, ikut bangga."
"Alhamdulillah dia sudah jauh lebih berhasil.. saya bisa belajar darinya.."
Dan seterusnya..
Kekayaan baginya bukanlah angka semata. Namun saat ia bisa mengajak orang lain menikmati apa yang ia miliki dan merasakan kebahagiaan bersama.
Semakin banyak senyum yang bisa ia ciptakan dengan apa yang dia miliki, ia akan semakin merasa berdaya.
Itulah kekayaan versi dirinya.
Ia tak membiarkan dirinya jadi kecil karena dihina. Tak membiarkan dirinya jadi sombong karena dipuji.
Semua yang ada dalam kehidupannya adalah rahmat dari Alloh yang harus dibagikan untuk jadi manfaat bagi alam.
Ia tak fokus mengumpulkan, tapi fokus untuk menyalurkan. Ada yang masuk, harus ada yang dikeluarkan.
Itu namanya keseimbangan.
**********************
Dan dari kedua mental di atas..
Keduanya berpotensi membawa pemiliknya Kaya Raya.
Hanya saja.. mental Berkekurangan akan membuat kekayaan cenderung cepat habis dan tak berharga (meski harta masih ada).
Sementara mental Berkelimpahan akan membuat kekayaan bertahan lebih lama dan lebih bermakna.
Sekarang coba lihat kedua mental di atas..
Adakah antum mengenal pribadi dengan ciri-ciri dari salah satu di antara kedua mental di atas??
Dan kira-kira termasuk yang manakah kita??